My Teacher Is My Mommy

My Teacher Is My Mommy
40



Angi menyesal tadi meninggalkan ruangan kerja Joshua . Seharusnya ia tidak pergi dengan begitu ia akan tau apa yang di katakan oleh Joshua kepada Anaknya .


"Bapak bilang apa sama Jonathan ." tanya Angi yang akhirnya bertanya juga .


"Saya cuma menjelaskan urusan orang dewasa sangat rumit . Setelah itu dia diam tidak bertanya lagi." jawab Joshua .


"Lalu apa itu kalian saling kedip kedip mata . Ada rahasia apa antara kalian berdua ." tanya Angi .


"Tidak ada , kami tidak merahasiakan apapun ."


"tapi ..


"Saya mau mandi dulu sebelum mengantar kamu pulang ."Joshua memotong ucapan Angi , ia takut keceplosan bila di tanyain terus menerus seperti ini . Angi sepertinya belum puas dengan jawaban Joshua .karena itu ia mengikuti pria itu dari belakang .


Kamu mau ikut mandi dengan saya ." tanya Joshua saat telah sampai di depan pintu kamarnya .


"Boleh ?." tanya Angi tanpa sadar . Joshua mendengus kasar .


"kalau mau lihat saya mandi aja kamu semangat , sedang giliran saya menyentuh kamu saja , kamu takutnya setengah mati , seperti saya mau bunuh kamu saja ." ucap Joshua .


Angi nyengir lucu ." Aku kan ngak pernah lakukan itu pak , wajar lah kalau aku takut , dan lagian bapak nyerang tiba tiba tanpa aba aba , aku kan belum siap lahir batin ." ucap Angi membela diri .


"Jadi kamu belum pernah B******a ? Joshua salah berpikir . Ia kira Angi sudah pernah lakukan itu mengingat dia telah mempunyai mantan kekasih Tiga orang . Dan mantan nya yang bernama Reyhan adalah laki laki fuckboy suka permainkan wanita .


"Tentu saja belum ." sewot Angi


" emang Bapak kira aku apaan , aku tau dosa , haram dan zina pak ." sugut Angi .


"Maaf ,karena saya sudah berpikiran buruk padamu , dan terimakasih telah menjaga nya , saya janji akan tetap menjaga nya hingga halal , tapi saya juga tidak bisa janji seratus persen . karena kamu sangat menggoda untuk aku lewatkan ." Ucap Joshua


Joshua sangat bahagia ternyata Angi bisa menjaga dirinya dengan baik . Jadi ia tidak usah susah susah mencemburui tiga orang mantan kekasih Angi karena mau bagaimana tetap lah dirinya lah orang pertama yang akan memiliki Angi .


Baru saja Angi akan terharu mendengar perkataan pria itu , tapi ia jadi kesal dengan perkataan terakhirnya .


"jadi ikut mandi dengan saya tidak ," ucap Joshua sambil mengedip ngefipkan matanya .


" tidak terimakasih pak ." ucap Angi dan berlalu pergi dari hadapan joshua .


***


Hari ini adalah hari minggu . Dulu saat Angi masih sendiri belum menjalin hubungan khusus dengan Joshua Angi akan bermalas malasan di atas tempat tidur , dari makan pagi hingga makan malam ia akan panggil makanan online . Hari minggu bagi Angi adalah hari libur , benar benar libur dan waktunya hanya ia pakai untuk memanjakan diri di atas tempat tidur . Dan memanjakan matanya dengan drama drama romantis dari negara ginseng .


Berbeda dengan hari ini baru jam tuju pagi Joshua sudah datang mengedor pintu kontrakan nya , dia meminta Angi menemaninya pergi ke acara amal yang di selenggarakan oleh kolega kerjanya . Joshua datang dengan satu setel gaun dan satu set perhiasan .


"Mana perhiasan nya kok tidak di pakai ," tanya Joshua saat Joshua melihat , leher Angi kosong dan tangan serta jarinya juga kosong .


"Aku tidak terbiasa memakai perhiasan pak , jadi agak risih ." ucap Angi sambil menyerahkan kembali kotak perhiasan nya kepada Joshua . Joshua menerimanya dan membuka kotak perhiasan itu di depan Angi dan memasang satu persatu perhiasan itu ke leher , pergangan tangan dan jari Angi .


"hanya untuk sementara sayang , nanti kalau sudah selesai bisa kamu lepas ." Angi hanya bisa mengangguk pasrah .


"Jonathan sama siapa ." tanya Angi sambil sesekali menggaruk lehernya bukan karena gatal tapi terasa aneh saja karena kalung yang di pakaikan oleh Joshua itu sangat besar dan mencolok .


"Tadi Jonathan saya antar ke rumah mama dulu sebelum ke sini ."jawab Joshua . Mereka telah berada di perjalanan dan Joshua menghentikan mobilnya saat lampu merah . Dan ia menjulurkan tangan nya dan melepas kalung di leher Angi .


"kenapa kamu tidak bilang kalau kamu alergi perhiasan ." Joshua melihat bintik merah di leher Angi


"Aku ngak alergi pak ." jawab Angi .


"lalu kenapa kamu garuk garuk lehermu sampai merah begini .


"Ini ngak nyaman pak , ini terlalu besar buat aku , jadi aku garuk garuk karena ngak nyaman ." balas Angi jujur . Memang ada di dunia ini yang alergi perhiasan ? .kecuali itu perhiasan imitasi pasti alergi .kalauperhiasan asli semua wanita pasti suka , begitu juga Angi , tapi selera Angi simpel simpel aja yang sederhana , kalau sebesar itu rasanya aneh dan ngak nyaman .


Joshua mengangguk kini ia tau selera Angi . Berbeda dengan mendiang istrinya yang suka dengan yang besar bukan untuk pamer dan di pakai setiap hari , senjani hanya suka mengkoleksi . Dia hanya pakai saat ada acara kumpul kumpul keluarga, karena keluarga Joshua semua pengila perhiasan , atau berkumpul dengan teman teman sosialita nya saja .


Menempuh waktu perjalanan kurang lebih satu jam mereka akhirnya tiba di rumah besar nan mewah milik teman kolegan Joshua . Rumah itu sangat luas Angi mengamatinya dengan takjub ia rasa rumah Joshua sudah yang paling besar . Ternyata masih ada yang lebih besar lagi .


"Ini rumah apa hotel , luas banget ." bisik Angi ke pada Joshua .


"Kamu suka model rumah seperti ini ." tamya balik Joshua bukan nya menjawab pertanyaan Angi .


"terlalu besar susah bersihin nya pak ." jawab Angi polos .


"Iya bukan kamu kamu yang bersihin kan ada pelayan ." jaqab Joshua .


"Aku lebih suka yang kecil dan sederhana . Di mana kalau nanti aku teriak panggil Anak dan suami aku , mereka akan langsung mendengar ." jawab Angi . Ia teringat kenangan masa kecilnya bersama ibunya di kampung halaman . Di mana ibunya sedang berteriak memanggilnya , Ayah dan adiknya . Dan itu sangat lucu ,ada kenangan indah tersendiri .


Di saat merantau seperti ini , hal yang paling iya rindukan adalah teriakan ibunya . Dan decakan Ayahnya kala melihat dirinya dan ibunya berdebat tentang satu hal .


"kalau rumah besar seperti ini , sepertinya kita jauh satu dengan sama yang lain nya ." ucap Angi .


" tapi kalau rumah besar seperti ini kita lebih privat .mau ngapain bebas tidak akan terganggu oleh anak ." ucap Joshua sambil mengerlingkan matanya .


"Dasar duda karatan ." ucap Angi .


Angi mwnyentak kasar tangan Joshua , ia berusaha menyingkirkan tangan Joshua dari Pinggangnya . Sepanjang perjalanan acara tangan pria itu tidak lepas dari pinggangnya .Joshua sangat posesif dia terus menempel dengan Angi , sampai Angi merasa gerah sendiri .