
Awalnya Angi berpikir Joshua tahu alamat rumahnya dari Nagita . Tapi ternyata bukan , jadi sampai saat ini Joshua tidak tau kalau Nagita dan Jorgi berada di desanya . Mereka menginap di sebuah penginapan yang tidak jauh dari rumah Angi juga .
"yang pertama Aku merindukan mu ." ucap Joshua .
"Jo juga merindukan Momy ." ucap Jonathan yang tidak mau ketinggalan . Angi mengangguk sambil mengelus kepala Jonathan .
"Momy juga kangen sama anak Momy ini ." ucap Angi sambil mengecup pipi Jonathan . Joshua hanya bisa menatap iri pada putranya ,entah sampai kapan ia bisa menyentuh Angi kembali secara intim .
"Lalu yang kedua apa ?." tanya Angi dengan suara datar , rasanya ia tidak ingin memaafkan Joshua dengan mudah . Jika saja kalau tidak memikirkan perasaan dan karena kasihan dengan Jonathan , ingin rasanya ia segera mengusir Joshua dari rumahnya .
"Aku ingin minta tambahan waktu sama kamu Yang , karena mama dan papa ku pergi ke luar kota . Jadi aku belum ada waktu bertemu dengan mereka dan membicarakan lagi tentang hubungan kita ." ucap Joshua sambil berlutut di depan Angi .
Joshua tidak menghiraukan keberadaan putranya yang menatap penasaran ke arah mereka berdua . Karena ini adalah kesempatan nya , untuk melamar Angi di depan Jonathan . Kemungkinan besar Angi akan menerimanya . Tidak masalah Joshua di katakan pengecut memanfaatkan keberadaan putranya untuk melamar kekasih hatinya , yang benar benar sudah tidak ingin kembali .
"Aku memang pria b*****k yang pernah dengan sengaja menyakiti hatimu . Aku pernah berpikir kalau keputusan aku tidak akan pernah menyakiti kamu . Nyatanya bukan hanya kamu yang terluka . Jonathan pun ikut terluka oleh keputusan bodoh yang aku ambil .aku tidak akan mencari alasan , karena memang aku bersalah .
Sayang , aku sangat menyesali semua ini , bahkan hingga saat ini , jika waktu bisa di putar kembali aku tidak akan pernah menyakiti hatimu ataupun hati jonathan , aku mohon , tolong maafkan kebodohan aku ini , Senja . Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi . Beri aku kesempatan untuk menebus kesalahan aku ini , beri aku kesempatan untuk mengubah sedihmu jadi tawa . Aku hanya ingin membahagiakan kamu dan Jonathan di sisa hidup ku ini ."
Joshua mengeluarkan sebuah cincin dari saku jaket kulitnya dan menyodorkan nya ke pada Angi , namun belum sempat Joshua membuka mulut mengutarakan keinginan nya , seseorang telah mendahuluinya .
" sebelum kamu melamar putriku , apa tidak sebaiknya kamu memintanya dulu kepadaku , wahai anak muda ? ." ucap Pak paijo yang entah sejak kapan berada di sana .
Joshua menelan ludahnya dengan kasar . Saat kedua matanya memandang sepasang pria dan wanita paruh baya berdiri di ambang pintu .
"Dari pengakuan kamu , yang aku dengar tadi , kamu pernah melukai putriku . Kamu akan mengunakan apa.sebagai jaminan kelak.kamu tidak akan melukainya lagi , sehingga kamu berani mengejarnya kembali ." tanya Pak paijo .
"Saya berjanji tidak akan pernah mengulanginya lagi . Kesalahan yang sama pak .kalau kesalahan ini terulang kembali ,maka aku akan pertaruhkan semua yang aku punya , termasuk nyawa saya sendiri ." ucap Joshua dengan mantap tanpa.ada keraguan di matanya .
"Bagai mana nak , setelah dia dengan sengaja menyakitimu , apa kamu akan menerimanya kembali ." tanya pak paijo kepada putri kesayangan nya itu . Karena dia sudah melihat kesungguhan di mata pria itu .dan mudah mudah han Joshua benar benar bisa menyayangi dan membahagiakan putrinya , Anak yang paling dekat dengan nya . Di banding dengan putranya Ricard yang sedang menempuh pendidikan akademi kepolisian .
Angi terdiam menatap.Ayah dan ibunya secara bergantian . Kemudian kembali menatap Joshua yang juga menatapnya dengan penuh harapan
"Momy , Jonathan ingin pipis ." ucap.Jonathan di tengah tengah keteganggan yang Joshua rasakan
"Aku akan mengantar Jonathan ke kamar mandi sebentar ." ucap Angi .
Joshua menghembuskan nafas nya yang sempat tertahan tadi . Sedikit keringat jatuh di pelipisnya . Jantungnya berdebar kencang menunggu jawaban dari Angi .
Joshua segera berdiri dengan cepat ia ingin memastikan kalau Angi tidak kabur bersama putranya .
"duduklah , Angi tidak akan kabur , atau pergi kemana pun bila itu yang kamu pikirkan ." jawab Paijo santai .
"tapi pak , ini sudah lima menit lebih tapi mereka belum kembali ." jawab Joshua surti yang diam mengamati Jishua sejak tadi terkekeh kecil .
"ini baru lima menit , bagaimana kalau Angi menyuruh kamu nunggu satu tahun ." ucap surti .Joshua terdiam dalam hati berkata , itu tidak mungkin .Joshua kembali duduk dan menunggu dengan sabar .
Lima menit kemudian Muncul Angi dan Jonathan yang berbalut kan handuk putih ."tadi celana Jonathan basah dan minta mandi sekalian ." ucap Angi sambil membuka koper Jonathan dan mengambil satu stel baju untuk Jonathan .
"ini kamu ganti baju di kamar Momy sana ." ucap Angi sambil menunjuk sebuah kamar dengan pintu berwarna merah tua . Jonathan mengangguk sambil pergi menuju kamar yang ditunjuk Angi .
" sayang ,sekarang cepat berikan jawaban kamu , pria itu sudah gelisah menunggumu ." ucap surti ketawa geli .
Angi menarik nafas dan menghembuskan dengan panjang ." aku akan memberimu satu kesempatan . Bila kamu kembali menyakitiku , aku tidak akan berpikir dua kali untuk pergi meninggalkan kamu lagi ." ucap Angi .
"terima kasih sayang ." ucap Joshua sambil menarik Angi ke dalam pelukan nya dengan haru .tiba tiba Joshua merasa ada seseorang yang menarik krah bajunya dari belakang .
"kamu belum memilikinya dengan sah ." sunggut paijo . Dan Joshua menunduk malu
" maaf , saya akan segera datang membawa kedua orang tua saya datang kemari untuk melamar dengan selayaknya ." ucap Joshua .
Karena hari sudah hampir sore , joshua memutuskan untuk pergi mencari penginapan , untuk tinggal sementara waktu .
" Jo kita pergi cari penginapan dulu ,besok kita ke sini lagi ." ucap Joshua .
"Jo mau tinggal di sini , tidur sama Momy ,bolehkan momy ." tanya Jonathan dengan manja .
"Tentu boleh sayang ." jawab Angi sambil tersenyum . Joshua benar benar Iri terhadap putranya yang di perbolehkan tidur di kamar Angi . Jonathan tersenyum senang menatap Dadynya sambil memeluk erat lengan Angi . Jonathan tidak mau melepaskan Angi barang semenitpun .
"Kamu cepat jalan hari sudah mau gelap , entar kemalaman di jalan ." ucap Angi yang melihat Joshua enggan untuk pergi .
"Kalau aku menginap juga di sini bagaimana ." ini sudah pertanyaan Joshua yang ke lima kali , Angi juga menggeleng lima kali .
"Kalau kamu mau kehilangan salah satu anggota badanmu besok saat bangun , tidak apa apa ." ucap Paijo sambil memainkan pisau lipat di tangan nya jalan melewatinya .selain mantan sopir Ayah Angi juga pernah jadi satpam dan punya ilmu bella diri .