
Seandainya Jonathan mengabarinya dia ada masalah ia juga tidak akan menunggu Jonathan .
"Tidak semua masalah kamu harus tau Raina ." ucap Jonathan .ia juga tidak mungkin mengatakan kalau dirinya sedang menemui Mira .
"Atau jangan jangan kamu menemui Mira." Jonathan mengangkat alisnya mendengar tebakkan dari Raina . Ia tidak akan mengatakan apa pun kepada Raina , walau tebakkan Raina benar . Dengan kejujuran nya hanya akan memancing kemarahan Wanita itu .
"Jonathan , jawab aku ." teriak Raina yang telah marah dan tidak perduli dengan tatapan tatapan orang di sekitarnya yang merasa terganggu oleh teriakan nya .
"Aku memang menemui Mira ." jawab Jonathan yang akhirnya harus berkata jujur dan semakin menambah kemarahan wanita itu .
""sebenarnya kamu ingin tidak melanjutkan pertunangan ini ." Rania merasa heran dengan sikap dan perlakuan Jonathan . Raina merasa pria itu tidak bahagia menjalani hubungan ini.
"Apakah kita bisa membatalkan pertunangan ini ." Jonathan malah balik bertanya .
"tidak , kita harus melanjutkan ini hingga kita menikah . Kamu tidak boleh membatalkan nya ." ucap Raina sambil menggelengkan kepala nya . Ia tidak akan membiarkan Jonathan membatalkan pertunangan dan pernikahan ini . Dan tidak pula akan membiarkan Jonathan meninggalkan nya ,walau pria itu tidak bahagia hidup bersamanya . Raina tetap akan mempertahankan Jonathan tetap di sampingnya .
***
Joshua melirik putranya yang duduk termenung sambil melamun dengan kening berkerut . Mereka berdua sedang berada di dalam ruangan kantor miliknya . Setelah Jonathan menikah nanti ia memutuskan untuk menyerahkan kepemimpinan kantor itu kepada Jonathan wang . Tiga puluh tahun joshua memimpin perusahaan itu . Ia kini inginpensiun menikmati sisa hidupnya bersama istri tercintanya . Walau tinggal di desa ia juga rela
"Jo ." panggil Joshua pada putranya yang sedang asyik dengan dunianya sendiri itu . Sehingga panggilan nya tidak mampu menariknya ke dunianya .karena Jonathan tidak mendengar sama sekali .
"JONATHAN WANGG..." Jonathan baru menoleh setelah mendengar panggilan Dadynya dengan suara yang lumayan keras .
"Iya Dad ." balas Jonathan sambil mengangkat pandangan nya .
"Raut wajahmu dan tatapan kamu seperti orang yang banyak beban ." ucap Joshua sambil meletak kan satu berkas penting yang harus Jonathan pelajari . Jonathan hanya mengangkat bahunya . Tidak berniat menceritakan masalahnya kepada Dadynya .
"Ingat ngak , saat dulu Momy kamu pulang ke desa ,dan meninggalkan kita berdua ." tanya Joshua bernostalgia dengan putranya . Jonathan mengali ingatan nya kembali di mana saat itu dirinya sakit karena merindukan Momynya .
"Kamu tau kan itu semua karena kebodohan dady . Saat itu dady mengambil keputusan yang salah . Beruntung Dady masih punya kesempatan untuk mwnjemput Momymu kembali , kalau saja dady terlambat keluarga kita tidak akan sebahagia ini ." Joshua mengingatkan kebodohan nya dalam mengambil keputusan di masa lalu . Yang terkadang ia masih merasa bersalah telah menyakiti hati istrinya hingga sekarang .
"dady hanya berharap kamu ambil pelajaran dari kejadian yang Dady pernah alami . Jangan kamu juga salah dalam mengambil keputusan , karena kesempatan tidak pernah datang dua kali ." ucap Joshua , karena ia melihat wajah putranya tidak bahagia seperti dirinya saat kehilangan Angi dulu .
"Aku masih mencintai Mira dad , tapi aku juga tidak mungkin meninggalkan Raina ." Akhirnya Jonathan mengatakan beban pikiran nya selama ini .
"Apa kamu memiliki perasaan kepada Raina ." Jonathan menggelengkan kepala .
"Kalau begitu Dady saran kan padamu , akhiri hubungi kalian , sebelum kalian melangkah terlalu jauh dan terlalu dalam menyakiti diri sendiri ." ucap Joshua .
"Tapi aku juga tidak ingin menyakiti Raina ,Dad . Selama di Taiwan dia sangat baik kepada ku ." Joshua ingat Raina sering membantunya sehingga tiga tahun yang lalu ia menerima perasaan cinta Raina .
"Terimakasih Dad , atas saran nya . Aku akan coba bicara baik baik dengan Raina nanti ." ucap Jonathan .
***
Jonathan tidak mau menunda lagi , pertunangan nya dengan Raina tinggal satu minggu lagi , saat ini Jonathan mendatangi rumah orang tua Raina untuk menemui Raina dan kedua orang tuanya .
"Nak Jonathan , silahkan duduk." ucap wanita paruh baya ibu kandung Raina .
"Terimakasih tante ." jawab Jonathan dan mengambil duduk di sofa panjang di ruang tamu rumah Raina .
"Raina tidak ada di rumah dia sedang keluar dengan teman teman nya sejak siang tadi . Dan sampai sekarang dia belum kembali ." ucap ibunya Raina pada Jonathan . Dia merasa tidak enak dengan Jonathan . Karena Raina tidak pernah berubah sejak dulu . Putrinya sering pergi ke klab malam dan pulang pulang pagi hari dalam keadaan mabuk .
"Tante izin dulu ke belakang ya Nak Jonathan ." ucap Ibu Raina .lalu berdiri dan meninggalkan Jonathan sendirian di sana .tak lama kemudian ia kembali lagi dengan membawa dua gelas minuman ke hadapan Jonathan . Datang bersama Ayah Raina yang ada di sampingnya .
"Malam Om." sapa Jonathan sambil berdiri ia menyalami laki laki paruh baya , Ayah Raina .
"Malam Nak ." jawab Ayah Raina .
"Kamu sudah menghubungi Raina , ma ." tanya Ayah Raina pada istrinya .
"Sudah pa , tapi Raina tidak menjawab telepon nya ." jawab sang istri .
"Om , Tante sebenarnya kedatangan saya kemari untuk bertemu dengan kalian . Ada hal yang ingin saya bicarakan dengan kalian berdua ." ucap Jonathan menyela pembicaraan kedua orang tua Raina . Kedua orang tua itu berubah fokus kepada Jonathan . mereka berdua mengira kalau Jonathan datang untuk meminta restu .
"Pertama tama , saya mau minta maaf Om , Tante karena saya tidak bisa melanjutkan pertunangan ini dengan Raina ." Raut wajah kedua orang tua Raina berubah tegang dan penuh dengan kekecewaan yang tergambar jelas di wajah mereka berdua .
"Kenapa ." tanya Ayah Raina datar tidak seramah tadi .
"Dari awal saya tidak mencintai putri Om . Dan Saya tidak ingin terus menyakiti Raina dengan terus berpura pura mencintai dia ." ucap Jonathan .
"Kalau kamu tidak pernah mencintai dia . Kenapa kamu jadikan dia kekasihmu ." tanya ibu Raina yang ikut menimpali
"Raina adalah gadis yang baik dan tulus , saya menerima dia karena saya mengira , suatu hari aku akan bisa membalas perasaan nya . Tapi waktu telah berjalan tiga tahun cukup bagi saya untuk berusaha mencintainya , tapi sampai sekarang perasaan itu tidak pernah ada . Saya yakin setelah ini Raina akan mendapatkan pria yang lebih baik dan pantas dari saya dengan tulus mencintai Raina ." ucap Jonathan .
Jonathan juga berharap Raina juga menerima keputusan ini dengan hati yang lapang nantinya .
"Apa kamu sudah membicarakan hal ini sebelumnya dengan Raina ." tanya Ibu Raina . Ia juga tidak mau memaksakan perasaanJonathan terhadap Putrinya . Mungkin Jonathan dan putrinya tidak berjodoh .
"saya belum membicarakan nya ini , saya hanya ingin memberi tau kalian lebih dulu . Nanti saya akan bicarakan ini dengan Raina baik baik ." ucap Jonathan