
Angi menatap wanita muda itu . Ia merasa ini pertemuan pertama mereka . Dan wanita itu menyodorkan tangan nya pada Angi .
"kenalkan , saya Lena ." ucap wanita itu memperkenalkan diri .
Angi menerima uluran tangan itu." Apa kita pernah bertemu sebelumnya . Jujur saja saya merasa tidak kenal dengan anda ." ucap Angi sambil menarik tangan nya dari jabatan wanita muda itu .
Wanita itu seperti ingin mengintimidasi Angi , karena wanita muda itu sempat meremas tangan Angi , maka karena itu Angi segera menarik tangan nya . " ucap angi dengan santai ."teriak Lena
"Saya hanya melakukan apa yang telah kamu lakukan pada saya ."
"Tidak ,ini pertemuan pertama kita ." ucap Lena . Wanita itu melipat kedua tangan nya di depan dada dengan gaya angkuh .
Angi tidak mempermasalahkan keangkuhan wanita itu sama sekali .ia tetap mempertahankan senyum untuk tetap ramah ."kalau ini pertemuan pertama kita , terus dari mana kamu tau kalau nama saya pelangi ." tanya Angi .
"Dari tante Nagita , tentu kamu mengenalnya kan ? ." ucap lena
" Oh Ia Saya mengenalnya ." Angi mengangguk dan sejak tadi ia merasa familiar dengan nama wanita itu . Dia dengar mama Nya Joshua pernah menyebut nama itu tadi malam .
"Apa ada hal yang penting , yang akan kamu bicarakan dengan saya , kalau tidak saya akan permisi dulu , karena saya masih ada urusan penting .
"Saya hanya ingin memberi tau mu , pergi jauh jauh tinggalkan Joshua . Karena dia telah di jodohkan dengan saya ." ucap Lena . Wanita itu menatap penampilan Angi dari atas sampai bawah dengan tatapan remeh .
Angi melipat kedua tangan nya di depan dada mengikuti gaya wanita itu.
"Setahu saya , Joshua sudah menolak perjodohan kalian , karena Joshua sangat mencintai saya ." ucap Angi dengan senyuman manisnya ia berikan kepada Wanita itu ,untuk memancing emosi wanita itu .
"Pada akhirnya Joshua tetap akan bersama saya . Karena tante Nagita yang mengatakan nya sendiri padaku ."
Anhi mengangkat bahunya acuh ." saya tidak mau percaya diri . Kita lihat saja hasilnya nanti , siapa akhirnya yang akan bersama Joshua , iya ." ucap Angi sambil melangkah pergi ,tapi langkahnya di hentikan lagi oleh wanita itu .
Angi menatap wanita itu dengan tenang . Ia akan menunggu apa yang akan di lakukan oleh wanita itu lagi .
" berikan pada saya , semua kartu debit atau Kartu ATM milik Joshua yang di berikan padamu , semuanya ." lena menyodorkan tangan nya kepada Angi .
"Joshua tidak pernah memberikan kartu apapun pada saya ." kata Angi jujur ia memang tidak pernah minta kartu apa pun kepada Joshua . Kecuali gaji nya menjaga Jonathan .
"Tidak perlu bohong ?. Wanita miskin seperti mu itu pasti minta di belikan ini dan itu serta barang barang mewah lain nya . Seperti gaun gaun mahal di butik ini ." lena merebut tas Angi dengan kasar , dan Angi juga membiarkan hal itu terjadi
Lena mengeluarkan semua isi tas Angi , juga mengeluarkan isi dompet Angi dan mengeceknya satu persatu . Tapi tidak ada menemukan satu kartu ATM atau kartu debit yang lain nya ." Dimana kamu menyimpan nya ." tanya Lena yang belum juga menyerah . Ia tidak percaya bila Joshua tidak memberi Angi apa pun .
"Memang saya miskin , tapi saya masih sanggup menghidupi diri saya sendiri , tanpa mengemis pada orang lain ." ucap Anhi .
"Bagus lah kalau begitu . Ternyata kamu masih punya malu ." ucap Lena dan hendak melangkah pergi , tapi Angi menghentikan langkah Lena dengan menarik kerah bajunya .
"Bereskan semua barang barang seperti semula , sebelum pergi ." ucap Angi .dengan suara datar .
"Bereskan .atau ." tekan Angi lagi .
"Atau apa ." tanyang lena dengan Angkuh . Bahkan dia sengaja menginjak dompet angi .
Dengan cepat Angi menarik tas wanita itu . Dan melakukan hal yang sama , seperti apa yang di lakukan oleh wanita itu dengan tasnya . Mengeluarkan semua isi tas wanita itu , juga tidak lupa Angi juga menginjak injak dompet mahal Lena .
Lena menatap Angi tidak percaya kalau berani melakukan itu ." Apa yang kamu lakukam . Berani sekali kamu menginjak injak barang barang mahal aku ." teriak Lena .
"saya hanya melakukan sepwrti apa yang kamu lakukan padaku ." ucap Anhi sambil.memunguti barang barangnya sendiri dan memasukan juga dompetnya ke dalam tas . Lalu melenggang pergi dengan santai menaiki anak tangga , menuju euang kerja Nisa .
"Aku pasti akan membalasmu ." teriak Lena marah . Ia menatap pegawai Nisa yang berdiri tidak jauh darinya .
"Kumpulkan barang barang saya ." perintah Lena pada pegawai butik Nisa.
"Maaf , tante . Tante bisa mengumpulkan nya sendiri , saya masih ada pekerjaan lain ." ucap Pegawai butik dan melangkah pergi tidak perduli omelan Lena yang telah ia panggil tante .
"lakukan atau.aku tidak akan pernah belanja lagi di butik ini ." ancam Lena .
Pegawai.butik itu hanya angkat bahu acuh . Ia tau kalau Lena memang sering datang ke butik untuk belanja . Dan wanita itu merupakan pelangan butik yang sangat cerewet. Dan dia akan sangat bersyukur kalau Lena tidak datang lagi ke butik .banyak cerewet banyak tidak beli nya .
"Maaf bu Nisa kalau harus kehilangan satu pelangan butik mu ." gumam pegawai itu dalam hati .
***
"Napa wajahmu kusut banget , ada apa ." tanya Nisa saat melihat wajah cemberut Sahabatnya yang baru masuk ke dalam ruangan nya itu .
"Aku bertemu orang gila di bawah ." jawab Angi dengan wajah cemberut .
"Di parkiran ."tanya Nisa . Ia menyingkirkan lukisan pola desain baju bajunya yang ada di atas mejanya . Kini dia fokus pada sahabatnya itu .
" Bukan , tapi di dalam butik mu ." ucap.Angi sambil duduk di sofa ruang kerja Nisa . Sambil meraih Air botol kemasan yang ada di meja itu . Angi.langsung meneguk hampir habis .Nisa mengerutkan keningnya .
" penjaga keamanan butik aku tidak mungkin membiarkan orang gila masuk ke dalam butik ." ucap Nisa
Angi meletak kan botol airnya dan duduk mendekat di hadapan Nisa . Kemudian ia menceritakan apa yang baru saja di alaminya di lantai bawah .
"kurang ajar , kenapa kamu tadi tidak memanggilku , siapa nama fia , dia orang kaya tingkat berapa .? Nisa sangat marah ingin rasanya dia menghajar dan membuat perhitungan dengan wanita itu .
"Memangnya orang kaya ada tingkatan nya ." tanya Angi yang fokus dengan tingkatan tingkatan orang kaya . Sementara Nisa hanya mengangguk kan kepalanya .
"kalau dia datang lagi menemuimu , beri tau aku , aku juga ingin mengenalnya ." ucap Nisa pada Angi . Nisa tersenyum licik , dia ada rencana untuk wanita yang telah berani menyakiti sahabatnya . Ayah Nisa juga bukan orang biasa . Mudah baginya untuk mencari orang menyelesaikan tugas tugas nya .