My Teacher Is My Mommy

My Teacher Is My Mommy
49



"Hai B- ..Joshua ." Angi masih belum terbiasa memanggil nama Joshua , dia masih sering lupa .


"Ayo kita masuk ." ajak Angi kemudian sambil membuka pintu rumahnya .


"Kamu baik baik saja ." tanya Joshua walau ia tidak menemukan luka di badan Angi . Angi juga mengangguk pelan menjawab pertanyaan Joshua .


"Benar ngak ada luka sama sekali ." Joshua tetap ingin memastikan .


"Ngak ada sayang ." jawab Angi dengan wajah memerah saat menyebut sayang kepada Joshua . Dia menggigit bibir bawahnya untuk menahan senyum yang akan mengembang . Hati Joshua juga menghangat mendapat panggilan sayang dari Angi . Ia tersenyum seperti Anak remaja yang baru mengenal cinta dan pertama kali juga jatuh cinta .


"Ini kamu belum mandi ." tanya Angi yang melihat Jonathan hanya memakai baju kaos singlet dan celana training pendek , Angi juga mengalihkan pandangan nya kepada Joshua . Di mana pria itu juga memakai pakaian santai yang hampir mirip dengan putranya .


Kedua pria beda usia itu nyengir sama sama .


"kalian pergi mandi sana ." perintah Angi . Kedua nya serempak berdiri dan berlari sama sama .


"Jonathan duluan ."


"dady duluan ." Angi geleng kepala melihat kedua pria anak dan bapak yang berebut ingin mandi duluan . Angi berkacak pinggang menatap keduanya .


"siapa sebenarnya yang ingin duluan ." tanya Angi . Tapi kedua nya tak ada yang mau mengalah keduanya menunjuk pada diri sendiri . Angi mengangguk kan kepalanya .


"Ok kalau begitu biar Momy yang mandi duluan ." ucap Angi dan pergi ke kamar untuk mengambil baju ganti . Saat Angi keluar dari kamarnya ia tidak mendapati kedua pria itu ada di ruang tamu .


Tapi ia mendengar dua pria beda usia itu sedang ribut di dalam kamar mandi .Akhirnya Angi kembali ke kamar dan mengambilkan baju ganti dan handuk untuk mereka . Angi melwtak kan baju dan handuk di atas kursi dekat pintu kamar mandi .


Sekarang Angi sedang berdiri di depan kulkas . Ia melihat lihat isi kulkasnya , ada barang apa yang bisa ia gunakan sebagai menu makan malam untuk mereka . Karena tidak ada banyak bahan di kulkas yang tersisa . Angi memutuskan untuk membuat nasi goreng . Ia ingat masih punya sisa udang dan telur juga sedikit sayur .


Angi segera mencuci sayur , mengupas udang dan juga memotong bahan bahan yang akan di butuhkan . dengan luwesnya Angi mengulek bumbu bumbu nasi goreng menjadi satu .


"Momy mana baju Jo ." teriak Jonathan yang hanya memunculkan kepalanya di balik pintu kamar mandi .


"Ada di atas kursi dekat pintu kamar mandi sama baju Dady juga ." Angi ikut teriak dari dapur


"Terimakasih Momy , " ucap Jonathan setelah mengambil baju yang telah di siapkan oleh Angi .


"Sama sama sayang ." jawab Angi tanpa menoleh ia tetap fokus dengan masakan nya .


Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi , Jonathan dan Joshua duduk dengan rapi di meja makan .setelah seharian bermain dan berkendara ke rumah Angi , kini rasa lapar benar benar mendera perutnya . Di tambah bau harum masakan yang sedang di buat oleh Angi .


"Dady mau pakai telur ceplok dua ngak ." tanya Angi yang lebih nyaman panggil Joshua dengan panggilan seperti Jonathan .


"Boleh ." jawab Joshua sambil senyum senyum sendiri . Mendengar Angi memanggilnya dady .


"Momy Jo juga mau pakai telur dua ." teriak Jonathan yang tidak mau kalah dengan Dadynya .


"Baiklah ." jawab Angi dan mwmbuka kulkas lagi dan mengambil telur untuk Jonathan . Tak lama kemudian masakan Angi sudah siap . Angi menghidangkan nasi gorengnya ke meja .


Ia mengisi piring Joshua dan Jonathan terlebih dahulu baru kemudian ia isi piring sendiri .


"Dady yang pimpin do'a ." ucap Jonathan langsung menutup mata dan menenggadahkan tangan nya ,agar tidak di suruh memimpin do'a . Angi dan Joshua saling tatap dan tersenyum geli .


"jadi apa yang ingin kamu katakan ." ucap Angi memulai pembicaraan . Ia percaya Joshua datang bukan hanya karena berkunjung biasa. Pasti ada sesuatu hal yang sedang di pikirkan oleh pria itu . Atau mungkin ada yang ingin dia tanyakan .


"aku dengar kamu bertengkar dengan Lena ." ucap Joshua . Angi mengangkat alisnya .


"Kamu tau dari mana ." tanya Angi penasaran .


"tidak penting tau dari mana , aku hanya ingin tau hal itu benar atau tidak ." tanya Joshua .


Angi mendesah ingat pertengkaran nya dengan Lena tadi siang . Kekesalan nya kembali datang menginggat tuduhan lena bahwa dirinya meminta uang pada Joshua .


"Kami tidak bertengkar , hanya adu mulut sedikit "Ok " , Angi menyatukan jari telunjuk dan ibu jarinya membentuk hurup OK .


"Adu mulut bagaimana ? ." bayangan dalam otak Joshua Lena dan Angi saling meneriaki


"Dia memintaku untuk menjauhi mu , karena kalian sudah di jodohkan . Jadi haruskah aku menjauhi kamu ? ." Tanya Angi dengan mimik wajah yang di buat serius mungkin .


"Aku sudah mengenalkan kamu pada seluruh keluarga , juga para kolega dan teman teman kerja Aku . Kalau kamu lah calon istriku , tidak ada wanita lain . jadi kamu jangan coba coba untuk pergi meninggalkan Aku dan Jonathan ."ucap Joshua .


Angi tersenyum tipis ." Aku tidak akan meninggalkan kamu . Jika bukan kamu yang meminta aku pergi .


"Aku tidak mungkin memintamu untuk pergi .kalaupun dirimu sendiri yang ingin pergi , aku akan tetap menahanmu ." ucap Joshua .


Angi terkekeh mendengar perkataan Joshua kedua nya terdiam ,saling menikmati detakan jantung masing masing .


"Senja ." panggil Joshua memwcah keheningan .


"hem ." jawab Angi .


"Ayo kita menikah ." ajak Joshua serius , Angi langsung mengalihkan pandangan nya pada kekasihnya itu .


"Kamu tadi bilang apa ." tanya Angi ingin memastikan ia takut salah dengar .


"Ayo kita menikah ." ucap Joshua lagi kali ini dia mengucapkan dengan suara yang agak keras . Angi pun tertawa .


"Bapak pasti bercanda ." ucap Angi kelepasan panggil Jishua dengan panggilan Bapak lagi .


"Aku tidak bercanda , aku serius ." ucap Joshua . Angi terdiam dan memikirkan ucapan joshua . Kemudian Angi menatap Joshua serius .


"Aku mendengar obrolan kamu dengan tante Nagita di malam ulang tahun Jonathan . Aku dengar kalau tante Nagita tidak menyukai aku . " obrolan mereka masih sering jadi pikiran bagi Angi .


"Itu karena ,mamaku belum benar benar mengenalmu , aku yakin kalian pasti bisa dekat satu sama lain nantinya , percaya padaku ." ucap Joshua menyakin kan Angi .


" Emm beri aku waktu Jos . Aku butuh waktu untuk menyakinkan diriku , untuk melanjutkan hubungan kita , terlebih perbedaan status sosial..


"Stop ! Jangan di lanjutkan lagi . Aku berikan kamu waktu satu minggu untuk menyakinkan diri , bukan untuk memikirkan nya ulang . Karena aku tidak menerima penolak kan . Setelah satu minggu . Kita akan pergi temui kedua orang tuamu . Aku akan melamarmu secara resmi nanti ." ucap Joshua .


Angi ingin protes tapi Joshua menutup matanya pura pura tidur . Sebenarnya ia hanya takut Angi akan menolaknya.