My Teacher Is My Mommy

My Teacher Is My Mommy
59



Jonathan menatap Momy dan Dadynya bergantian . Ia ragu ingin menceritakan atau tidak kejadian tadi siang . Jonathan masih menggenggam kalung itu di saku celananya dengan erat .


"Dady ." panggil Jo sangat pelan sehingga Joshua tidak mendengarnya dan dia harus memanggilnya sekali lagi , tapi tetap saja Joshua Tidak juga mendengarnya .


"Dady ." untuk panggilan ke tiga Joshua sedikit membentak tapi tetap saja Joshua tidak mendengarnya , malah Angi yang mendengar teriakan Jonathan .dan menatapnya dengan alis terangkat tinggi .


"Jo memanggil mu Jos ." ucap Angi memberi tahu Joshua yang setia memandanginya .


"Ada apa , Jo ?." tanya Joshua kemudian .


"kita mau nginap lagi atau pulang . Dad ." Akhirnya Jonathan memutuskan untuk bercerita dengan Dadynya nanti .pertanyaan Jonathan membuat Joshua melirik Angi . Tapi Angi memberikan gelengan yang membuat joshua mendesah lesu ,ia berharap untuk menginap lagi hari ini .


"kita pulang sebentar lagi ." ucap Joshua , ia masih ingin berlama lama di sana bersama dengan Angi .


"Sayang , sudah malam nanti kamu kemalaman di jalan . Kasihan Jo menahan kantuknya ." ucap Angi .akhirnya dengan berat hati Joshua pulang dengan Jonathan tepat pukul sembilan malam .


Angi berdiri di depan pintu sambil melambaikan tangan nya kearah mobil yang dikendarai Joshua . Joshua membunyikan klakson mobilnya dan segera melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah Angi .


Selama dalam perjalanan Jonathan terus melirik Dadynya . Sementara Joshua yang fokus menyetir membuat suasana di dalam mobil jadi hening .


"Dad ...( Oh my Darling ) ."baru saja Jonathan ingin bercerita ponsel Joshua tiba tiba berdering .


"Jo ,coba kamu lihat siapa yang telepon ." ucap Joshua .


"Momy , Dad ." ucap Jonathan sambil menunjuk kan layar ponsel itu ke hadapan Dadynya , dan jonathan langsung menerima panggilan dari Momynya itu tanpa menunggu perintah dari Dadynya .


"Iya Mom ." jawab Jonathan setelah menggeser tombol hijau .


"Eh ini kamu Jo." Tanya Angi .


"Iya Mom ." jawab Jonathan sambil mengangguk .


"Kalian masih di jalan ya ." tanya Angi lagi.


"iya ,Momy masih di jalanan , tapi sebentar lagi dah nyampai kok ." ucap Jonathan sambil menatap jalanan sekitarnya .


"Ya sudah nanti kalau sudah sampai rumah suruh Dady telepon Momy ya ." ucap Angi


"iya mom ." jawab Jonathan , kemudian Jonathan meletak kan ponselnya setelah sambungan itu berakhir.


"Mom bilang apa ." tanya Joshua .


"Mom bilang kalau sudah sampai rumah ,mom minta Dady telpon balik ." ucap Jonathan . Joshua mengangguk , suasana dalam mobil kembali hening.


Tidak lama kemudian mereka pun tiba di rumah . Suasana sangat berbeda ia rasakan saat melangkahkan kakinya kembali ke rumah mewah itu . Jonathan terbayang kehidupan nya di rumah kecil dan sederhana milik Momynya ,ia rasa sangat nyaman di banding berada di rumah mewah milik dadynya. Kadang Jonathan merasa takut tidur sendirian dk ruangan yang begjtu luas .


"Dad , Jonathan ingin bicara ." jonathan menghentikan langkah Joshua yang akan melangkah menuju lift . Joshua membalik kan badan nya .


"mau bicara apa jago'an ." tanya Joshua .


"itu ." jonathan terdiam saat tidak mendapatkan kalung itu lagi di dalam saku celananya lagi . Ia kembali merogoh saku celananya tapi tetapsaja tidak menemukan perhiasan itu .


"Besok aja deh ,Dad ." kata Jonathan sambil tersenyum lebar .Joshua mengelus kepala putranya , lalu pamit ke kamar lebih dahulu .


"selamat malam Dad ,jangan lupa telpon balik Momy." seru Jonathan sebelum pintu lift tertutup. Joshua membalas dengan acungan jempol kepada putranya .


Jonathan kembali mencari keberadaan kalung itu ." Apa jangan jangan jatuh dirumah Momy. Besok ajalah di cari lagi." gumam Jonathan . Dan melangkah masuk ke kamarnya .


***


Sementara Lena terduduk dengan kepala menunduk di depan seorang laki laki yang mengetuk ngetukan jarinya ke meja . Sambil memilin ujung bajunya .


" apa yang harus aku lakukan kepada wanita yang tidak becus seperti dirimu . tidak mendapatkan hasil apapun , dan kamu juga menghilangkan perhiasan nya , apa kamu sebegitu bodohnya ? ."maki pria itu dengan keras .


"Aku yakin anak itu yang menukarnya ." ucap Lena seraya menggangkat wajahnya dengan takut .


"Jangan mengkambing hitam kan anak kecil untuk sebuah kesalahan yang kamu buat sendiri . Memang dasarnya saja kamu yang tidak becus ." kata pria itu sambil menggebrak meja yang ada di depan nya , sehingga membuat Lena terkejut .


"Aku minta maaf , aku akan mencari perhiasan itu hingga ketemu ." ucap Lena .


"Tidak perlu mencarinya , kamu tetap saja fokus untuk memisahkan mereka . Dan sebagai ganti kamu menghilangkan perhiasan...." pria itu terdiam sekejap dan matanya memindai pada bagian bagian tubuh Lena yang tertentu Lena .kemudian pria itu menunduk .


"Kamu bisa menggunakan tubuh mu untuk menganti perhiasan itu ,datang ke apartemen aku , malam ini jam delapan , jangan lupa pakai pakaian yang bisa membuat aku b*******h mengerti ." pria itu segera berlalu meninggalkan Lena seorang diri .


Lena mengangkat kepalanya setelah mendengar suara pintu di tutup . Ia mengusap air matanya yang telah membasahi pipinya ." Apa sebenarnya yang kamu cari Lena ." tanyanya pada diri sendiri .


Lena mengepalkan tangan nya . Ia membiarkan dirinya terus menerus di sakiti hanya demi cintanya dan menjaga keponakan kecilnya yang bernama Erick , anak dari kakak nya yang meninggal dua tahun yang lalu .


Semuanya gara gara Angi .kalau bukan karena dia mengingginkan Angi , semuanya pasti baik baik saja dan akan berjalan dengan mudah .


***


Angi mengandeng tangan Jonathan keluar dari sekolahan . Menuju ke mobil Joshua yang telah menunggunya di luar pintu gerbang sekolah .Angi membukakan pintu mobil belakang untuk Jonathan , dan dia sendiri duduk di depan samping Joshua .


"Sabuk pengaman nya Yang , jangan lupa di pakai dulu ." ucap Joshua . Angi nyengir dan langsung menarik sabuk pengaman nya .


"sudah beres ." ucap Angi setelah selesai mengunakan sabuk pengaman nya juga memastikan sabuk pengaman untuk Jonathan .


"Sekarang mau makan siang di mana ." tanya Joshua saat mereka berhenti di lampu merah .


"Jo mau makan nasi goreng dan ikan bakar gurami masakan Momy ." jawab Jonathan dengan semangat .


"Momy ngak keburu masak Jo . Habis ini Dadykan harus kerja lagi ." ucap Angi memberi pengertian kepada putranya .


"kalau begitu ke restoran seafood aja ." jawab Jonathan .


"Bagaimana Jos ." tanya Angi kepada Joshua .


"Ok ," jawab Joshua lalu melajukan mobilnya menuju ke restoran seafood terdekat . Angi menggeser duduknya saat merasa ada sesuatu yang menganjal di tempat duduknya bagian belakang . Angi meraba memakai tangan nya untuk menggapai benda itu . Betapa terkejutnya Angi melihat benda itu .


"Apa ini Jos ? .Angi bertanya sambil menunjuk kan benda itu ke hadapan Joshua .


"Kalung ." jawab Joshua ragu karena ia tidak merasa mempunyai benda itu .


"Dan kenapa ada di mobil kamu ." tanya Angi lagi , Joshua mengamati sebentar lalu menggeleng .