My Teacher Is My Mommy

My Teacher Is My Mommy
114



"Sayang , miranda ."di tengah tengah kehilangan kesadaran nya . Miranda sayup sayup ada seseorang yang memanggil namanya .bibir wanita itu tersenyum mendengar suara papanya sebelum akhirnya ia kehilangan kesadaran nya .


Bilyam mondar mandir di depan pintu ruangan UGD sambil merutuki diri sendiri . Karena tidakmembersihkan minuman itu dari ruangan kerjanya .


"Bodohnya aku ,kenapa aku tidak menyingkirkan minuman itu . Ini semua salah aku ." Bilyam terus mengutuk dan menyalahkan diri sendiri .


"Andai saja aku menyingkirkan minuman haram itu , pasti semua ini tidak akan terjadi ." Bilyam kembali meracau .


"Mas ." panggilan dari istrinya tidak Bilyam hiraukan . Ia masih mondar mandir menyalahkan dirinya sendiri .


"Mas ,cukup ." Lisa sedikit membentak suaminya , untuk menghentikan apa yang di lakukan oleh suami nya .Bilyam menoleh dan menatap Lisa dengan tatapan putus asa ..


"Maafkan aku ." ucap Bilyam dalam hati . Lisa segera berdiri dan memeluk suaminya .Sebenarnya Lisa juga khawatir seperti suaminya . Ia cemas juga takut akan terjadi sesuatu dengan putri kesayangan nya .


"Dari pada kamu mondar mandir tidak karuan lebih baik kamu berdo'a untuk kesembuhan Mira ."ucap Lisa di samping telinga Suaminya .


"Alloh akan mendengar di'aku kan sayang ." tanya Bilyam sambil memeluk erat tubuh istrinya .Lisa mengangguk .


"Pasti , Alloh akan mendengarkan semua do'a hamba hambanya ." ucap Lisa menyakinkan suaminya .


Tak lama kemudian pintu ruang UGD terbuka .Bilyam dan Lisa juga ketiga anak laki lakinya ikut mendekat ke dokter yang baru saja keluar .


"Bagaimana keadaan anak kami Dok ." tanya Bilyam. Ini bukan pertama kalinya Mira masuk rumah sakit walau dengan masalah yang beda .


"Keadaan pasien sudah baik ,sebentar lagi akan kami pindahkan ke ruang perawatan ." ucap Dokter . Membuat Bilyam dan Lisa menjadi lega .


***


"Kamu kira nyawamu berapa ,ha . Dalam satu bulan kamu masuk rumah sakit sudah dua kali,apa kamu anggap ini lucu sayang ." ucap Lisa setelah melihat putrinya sadarkan diri .


" Lucu Ma nyawa kak Mira kana ada sembilan ma , jadi masih tuju lagi ." sahut Adik mira pertama mahendra .


"emang kakak mira kucing ." jawab mahendri kembaran mahendra .


mira melotot kepada adik kembarnya .baru saja ia perang melawan maut dan baru juga sadar sudah dapat omelan dari mamanya , juga cemoohan dari adik nya .


"Maaf ,ma ." hanya itu yang dapat Mira ucapkan tanpa suara . Bukan maksud dia ingin membuat kedua orang tuanya dan keluarganya khawatir .ia hanya ingin mengalihkan rasa sakit di hatinya tidak taunya malah membuat dirinya hampir kehilangan nyawanya .


"Jangan kamu ulang lagi ya sayang . Kamu menambah umur papa tua lima tahun , kamu tau ." ucap Bilyam . Mira mengangguk dan menatap adiknya Ibra yang sejak tadi diam dan mengangkat alisnya menatap dirinya . Lalu mengalihkan pandangan nya kepada kedua adik kembarnya yang masih memakai seragam abu abu itu .


"Kakak suka sekali masuk rumah sakit , jangan jangan hati kakak ada yang di rumah sakit ini .kakak menyukai salah satu pegawai rumah sakit ini ya ." tanya mahendra.


"Mana ada ," sangkal Mira .


"Aku bercanda kak . Mana ada kakak ku bisa berpaling dari laki laki yang bernama Jonathan wang itu ." ucap Mahendra . Mendengar ucapan adiknya membuat ia terdiam dan senyum di bibir Mira semakin pudar .


"Ibra , jangan kamu kasar kasar sama adik kamu , kakak tidak suka ada kekerasan di antara kalian . Kakak baik baik saja ." ucap Mira .mira tidak ingin .membuat keributan di ruangan rawatnya . Karena ia tau adik adik nya sangat keras kepala . Pasti tidak akan ada yang mau mengalah .


Ibra mendegus dan segera pergi duduk di sofa yang tersedia di sudut ruangan rawat inap mira .


VBisa papa tau apa alasan kamu , sehingga nekad minum minuman itu ." tanya Bilyam kepada putrinya yang kelihatan begitu banyak beban .


"Tidak ada alasan pa , mira hanya penasaran saja ." ucap Mira tanpa berani menatap mata papanya .


"Berapa usiamu sekarang Nak ." tanya Mira pada putrinya .


"dua puluh lima tahun , enam bulan lagi ." jawab Mira dengan detail .


" Dan selama itu pula , kami tau di mana kamu bicara jujur dan sedang berbohong ."Mira hanya bisa memejam kan matanya , memang benar apa yang di katakan oleh mamanya kalau dirinya sedang berbohong .


"Katakan dengan jujur kepada mama , ada apa , sehingga kamu ingin bunuh diri ." tanya Lisa dengan tegas.


"Mira bukan ingin bunuh diri ma ." Mira tidak setuju kalau Lisa mengatakan dirinya ingin bunuh diri .


"Terus apa itu namanya sayang ? Jikalau kamu sendiri tau , kalau kamu minum minuman itu , apa yang terjadi pada dirimu sendiri .kenapa kamu masih saja tetap meminumnya ."mira menelan ludahnya dengan kasar . Ia menatap seluruh keluarganya satu persatu yang juga sedang menatapnya .menunggu jawaban darinya .


"maaf ma , pa ,dan semuanya, mira di sini janji tidak akan mengulangi hal ini lagi ." ucap Mira tanpa ingin mengatakan yang sebenarnya .


" Kamu tidak menganggap mama mu dan adik adik mu keluargamu ,ya ." tanya Lisa menatap Mira dengan kecewa .


"Ma ,kok ngomong begitu . Mira bukan apa apa tanpa mama ." ucap Mira sedih .


"Habis kamu punya masalah ,tidak mau cerita dengan kami , kamu simpan sendiri , sembunyi sembunyi dan berarkhir di tempat ini ." ucap Lisa.


"Iya ma , Mira pasti cerita tapi nanti kalau mira udah keluar dari rumah sakit ma ,bukan sekarang ." jawab Mira .


"Kami akan menjadi pendengar setiamu sayang ." ucap Bilyam sambil menenangkan hati putrinya . juga mengelus bahu istrinya . Dua wanita yang beda usia itu adalah wanita yang sangat berarti dalam hidupnya .


***


Sementara Jonathan yang pergi meninggalkan Mira tidak lah langsung pergi menemui Raina . Ia bersembunyi melihat Mira dari kejauhan . Ia melihat Bastian mengantarkan Mira untuk pulang . Jonathan mengikuti mobil Bastian dari belakang , ingin rasanya ia menghentikan mobil Bastian dan ia ingin tarik Miranda keluar dari mobil Bastian . Tapi Jonathan menahan itu semua hingga mobil Bastian berhenti di taman dan meninggalkan Mira di sana .


Jonathan merasa lega saat Miranda memanggil taxsi untuk pulang ke rumah . Tidak membiarkan laki laki itu mengantarnya sampai rumah . Setelah taxsi yang di kendarai Mira meluncur baru Jonathan mengendarai mobilnya menuju ke rumah Raina .


"Kamu dari mana saja sih ." Tanya Raina merasa kesal dan marah karena merasa di abaikan oleh Jonathan . Jonathan terlambat hampir tiga jam dari waktu yang telah di janjikan .


"Tadi ada masalah sedikit di tengah jalan ." jawab Jonathan santai tanpa ada rasa bersalah sedikit pun .


"Ada masalah apa , kenapa tidak mengabari aku terlebih dahulu ." tuntut Raina sejak tadi ia sendirian menunggu Jonathan seperti orang bodoh .