
Kehamilan Angi sudah semakin besar , usia kandungan nya memasuki usia ke dua puluh delapan ..sesuai dengan adat jawa Angi dan Joshua harus menjalani siraman tuju bulanan . Surti dan paijo harus terbang ke Batam di jemput oleh Joshua dan Jonathan di bandara .
"Kakek Jo Nenek Su ." itu panggilan yang di berikan Jonathan kepada kedua orang tua Angi .
"Ayoh ..cucu kakek Jo sudah besar ya , dah mau jadi Abang apa kakak ." tanya paijo sambil menggendong Jonathan .
"Abang ." jawab Jonathan .
"Selamat datang Ayah , ibu ." ucap Joshua sambil menyambut tangan kedua mertuanya untuk ambil berkah mereka .
" Jo , kamu udah mau jadi Abang , udah besar masak masih mau minta gendong ." sindir Joshua , Jonathan menoleh kepada Dadynya .
"Dady Jo percaya ini pasti gendongan terakhir ku dari Kakek Jo . Setelah Adik lahir , kakek pasti akan sering gendong adik ." ucap Jonathan cemberut .
"Iya kan Abang sekarang sudah besar kalau masih bayi pasti sering di gendong kakek ." ucap Paijo . Jonathan tertawa terkikik sambil menutup mulutnya .
"Kenapa Bang ." tanya surti
"Rasanya Gimana gitu Kakek dan nenek panggil Jo dengan sebutan Abang ."jawab Jonathan yang tak berhenti tertawa . Joshua hanya bisa geleng kepala lihat tingkah putranya yang manja dengan kedua mertuanya .
Sepanjangbperjalan pulang Jonathan banyak bercerita dengan kedua orang tua Angi . Joshua berpikir putranya tak sedekat itu dengan kedua orang tuanya sendiri , orang ada di sampingnya tapi pikiran dan hatinya tak ada di tempat .
Tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah .Jonathan turun dari mobil segera lari ke dalam rumah sambil berteriak memanggil Angi .
"Momy ....Momy Abang pulang bawa Kakek Jo dan Nenek Su ." Angi yang sedang sibuk di dapur bersama Nagita saling pandang mendengar nama panggilan baru Jo pada diri sendiri .
Angi menatap kedua orang tuanya yang berjalan di belakang Jonathan , minta penjelasan karena Jonathan berlari mengelilingi ruang tamu dengan Bahagia .
"Abang sudah , sekarang tunjuk kan ke kakek Jo di mana kamar kakek Jo dan nenek Sun ." ucap Joshua .Jonathan mengangguk dan mengantar Paijo masuk ke sebuah kamar .
"Ada apa dengan anakmu ." tanya Angi pada Joshua .
"Ayah dan Ibu memanggilnya Abang dia sangat bahagia ." ucap Joshua
"astagfirulloh , segitunya ." jawab Angi .
"Ya sebentar lagi akan punya adik , dan akan di panggil Abang , dan mulai sekarang dia mau di panggil Abang ." ucap Surti .
"Mbak Surti capek tidak di jalan . Tidak hanya Jonathan yang bahagia , Aku juga bahagia mbak ." ucap Nagita .
"Alhamdulillah baik mbak , Aku juga bahagia , apa lagi ini cucu ," surti menoleh ke kanan dan kekiri .
"Ngak apa apa Bu aku tau , ibu sangat menghargai perasaan Jo , sayang . Tadi bilang kepada Ayah saat Ayah menggendong nya kalau itu gendongan Ayah yang terakhir .setelah adik nya lahir pasti Akan lebih sering gendong adiknya ." jelas Joshua
Surti dan Nagita tertawa mendengarnya. Mereka segera menuju ke dapur menyiapkan untuk acara nanti malam
semua kebutuhan dan keperluan telah di siapkan . Anggota keluarga besar Joshua juga telah datang semua,Angi dan Joshua juga memanggil anak anak panti Asuhan . Ia juga ingin mengajari Jonathan hidup harus berbagj .Acara berjalan dengan lancar dan hikmah . Jonathan melihat apa yang di lakukan orang tuanya tanpa berkedip .
Malam telah larut , mual dan muntah Joshua telah hilang beberapa minggu yang lalu . Tapi kemanjaan dia dan belanja di luar nalar tetap saja terjadi . Malam ini ia memberi baju tidur sexsi untuk istrinya . Yang begitu tipis dan menerawang .
"Ini pakaian apa sih mas , tidak bisa menutupi dari apa apa . Untuk apa lagi beli kayak ginian ." ucap Angi karena Joshua membeli nya bukan hanya satu , dia beli satu lusin dengan warna yang berbeda .
"ini namanya lingerie , sayang . Hanya di pakai di kamar saja jadi ngak papa wajar dong kalau menerawang , kan cuma mas sendiri yang lihat ." ucap Joshua mengedipkan mata genitnya .
***
Angi menarik nafas nya pendek pendek ia merasa capek naik turun tangga .
"Momy capek . Membawa dede bayi nya " tanya Jonathan yang selalu memperhatikan Momynya selama Momynya mengandung saat tidak sekolah ia senan tiasa mendampinginya .
"Capek , tapi Momy senang , bentar lagi adik kamu akan lahir di antara kita , Apa Abang juga senang ." tanya Angi sebelah tangan kirinya mengelus perutnya , tangan kanan nya mengelus kepala Jonathan .
"Senang Momy ," ucap.Jonathan sambil memeluk perut Angi .
"Adek Abang rindu , apa kabarmu ." ucap Jonathan sambil mengelus dan mencium perut Angi .
"Aahk..."teriak Jonathan , Angi yang tau apa maksud teriakan Jonathan hanya tertawa .Joshua yang baru turun dari tangga segera lari turun mendekati anak dan istrinya .
"Ada apa ." tanya Joshua .
"Momy Adik nendang Abang ." ucap Jonathan sambil menatap Angi dengan menutup hidungnya .
"Benarkah ." tanya Joshua .dan mencoba berkomunikasi dengan anak nya yang ada di dalam perut istrinya .
"Baby apa kabar kamu , ini Dady Baby kami sangat merindukan mu ." ucap Joshua sambil mencium dan mengelus perut Angi . Jonathan penasaran ia tempelkan kembali wajahnya di perut Momynya .
Ketiganya tertawa bersama merasakan lagi pergerakan bayi dalam perut Angi .
"Apa yang kalian tertawakan ." mereka berriga menoleh ke arah pintu , di sana ada kedua orang tua Angi dan Joshua .
" Opa , Oma , Kakek , Nenek , Adik nendang Abang dan Dady ." ucap Jonathan riang sekali .
"Berati adik kamu sehat , mau bergerak dan mersspon apa yang kalian ucapkan." ucap Surti .
"Ayah , Ibu kok tidak ngabari kalauau ke sini ." tanya Angi
"Itu mertua kamu kemarin bermain ke jogya dan mampir ajak Ayah dan Ibu ke sini , bentar lagi kamu mau lahiran kan ." ucap surti .
"Iya Bu mungkin minggu ini ." ucap Angi
"Nenek Su , Adik Abang kata Momy cowok ." ucap Jonathan sangat antusias .mempunyai adik laki laki dan teman untuk bermain Robot robotan .
Jam malam menunjuk pukul dua malam tiba tiba Angi merasakan mulas di perut .
"Mas ..akhs...
Mas Jos ..." panggil Angi sambil merintih . Joshua yang masih tertidur terkejut mendengar rintihan istrinya dan merasakan tempat tidurnya basah .
"Sayang bagaimana , kenapa ...kamu ngompol sayang ..." tanya Joshua gugup .
"Perut aku mulas banget mas .."jawab angi .
"Astaqfirulloh jadi ketuban kamu sudah pecah sayang ." Joshua segera bangun dan menghubungi rumah sakit mengabari keadaan istrinya . Joshua segera membopong Angi menuruni tangga sambil berteriak memanggil pelayanan nya .
Joshua berpesan kepada pelayan agar membangun kan kedua orang tuanya . Agar menyusul ke rumah sakit sambil membawa peralatan Angi dan calon bayinya yang sudah di persiapkan jauh jauh hari