
Rombongan keluarga dari Joshua telah tiba , dan di sambut dengan ramah oleh keluarga besar Angi . Angi keluar dari kamarnya dengan kebaya sarimbit yang telah di pesan oleh Joshua khas dengan batik jogya . Angi di temani oleh Nisa . Tatapan mata Joshua tidak bisa lepas dari wajah dan penampilan Angi .
Angi duduk berhadap hadapan dengan Joshua . Sepanjang acara Joshua tidak mengedipkan matanya dari wajah calon istrinya . Tiga bulan waktu yang sebentar tapi bagi Joshua seperti sewindu .
Beruntung dia tidak kehilangan fokus saat mengucap kan kata kata lamaran untuk Angi kepada kedua orang tuanya .Acara lamaran berjalan dengan lancar . Hari pernikahan mereka juga di bahas dan akan di gelar minggu depan di ibu kota jogya tempat kelahiran Angi .Joshua telah menyewa hotel di malioboro sebagai tempat resepsi .
"Tiga bulan tidak bertemu , rasanya satu windu , apa kabar hatimu Sayang ." tanya Joshua saat mereka hanya duduk berdua di beranda .
Angi menatap Wajah Joshua malu malu . Karena wajahnya sudah terasa panas dan memerah ,Joshua terkikik geli melihat raut wajah calon istrinya yang begitu merona .
"Aku tidak sabar menunggu hari pernikahan kita ." ucap Joshua sambil mengenggam tangan Angi .Angi tersenyum menatap Wajah calon suaminya .
"Satu minggu lagi ." jawab Angi gugup . Joshua mengangguk , tatapan matanya mengunci tatapan mata Angi .
"Hari ini calon istriku cantik sekali ." puji Joshua tanpa mengalihkan tatapan nya membuat Angi tersipu malu , Angi hendak menunduk kan wajahnya tapi dagunya di tahan oleh Joshua . Tatapan mata mereka bertemu kembali tapi fokus Joshua ada pada bibir merah calon istrinya . Tanpa melihat dan perduli dengan sekitarnya , Joshua segera menunduk mengecup bibir wanita itu .
"Dady ." teriak Jonathan yang telah berdiri ambil bersedekap di belakangnya . Keduanya segera melepaskan diri membuat jarak yang cukup lebar .
"Dady dan Momy sedang ngapain ." tanya Jonathan penasaran .
"Oh itu .. Tadi Dady meniup bibir Momy katanya sakit ." kilah Joshua yang mencium calon istrinya dan kepergok putranya , kalau kepergok orang tuanya ngak tau alasan apa yang akan ia gunakan .
Jonathan segera naik ke atas kursi di tengah tengah Dady dan Momynya .
"Momy sakit , Jo juga mau tiup Bibir Mom..
"Tidak boleh ." kata Joshua cepat dan menurunkan putranya dari kursi dan memeluk Angi dengan posesif . Jonathan melihat ke arah Dadynya dengan wajah cemberut dan air mata yang mengambang siap untuk di tumpahkan .
"Joshua ." panggil Angi menegur calon suaminya agar mengalah .
"panggil Mas ." pinta Joshua , karena panggilan Mas Joshua rasa sangat romantis .
"Kalau sudah kamu halalin baru aku panggil , lihat Anak mu sudah mau nangis itu ." ucap Angi , Joshua mendengus kesal dan melotot pada Jonathan .
"Naik sini ." kata Joshua yang engan memberi tempat untuk putranya . Jonathan tersenyum dan langsung naik ke kursi samping Angi . Jonathan mulai bertanya banyak hal kepada kedua orang tuanya itu . Hingga tiba pada satu pertanyaan yang membuat Angi terdiam .
"Momy , Oma bilang kalau Momy sudah tinggal sama Jonathan dan Dady , Jonathan akan punya Adik bayi , benarkah itu Momy ." ucap Jonathan dengan polos nya .
"Betul , kalau kamu ingin punya Adik bayi , jangan Ganggu Momy dan Dady kalau sedang bersama ." bukan Angi yang menjawab tapi Joshua . Jonathan diam mencerna ucapan Dadynya kemudian mengangguk .
***
Sementara Nagita yang melihat Nisa sedang duduk berdua dengan surti , ia ingat dengan ucapan suaminya tadi .
"Apa Mama sudah mengikhlaskan masa lalu mama ." tanya Jorgi .
"Maksud papa apa." tanya Nagita tidak paham.
"Katakan biar aku bisa mencari jawaban nya .menjadi yang lebih baik dan mengikhlaskan semuanya ." jawab Nagita .
Jorgi mengangkat tangan nya menunjuk ke arah surti dan Nisa berada . Nagita mengikuti arah tangan suaminya
"Lihat gadis , bukan maksudku perempuan muda yang duduk bersama bu surti , dia adalah putri Aldy dan mutiara ."..
"Bu Nagita ." lamunan Nagita pudar oleh sapaan Surti . Nagita menatap surti yang telah berdiri di depan dengan Nisa .
"Non Nisa peekenalkan ini Bi Nagita tadi bini sudah ceritakan padamu kan." ucap bu surti .
"ya sudah yang berlalu biarlah berlalu , hidup tanpa cerita tidak akan berwarna Non . Bibik pergi dulu ." ucap surti yang sebelumnya membisik kan sesuatu ke telinga Nagita .
"Bisa ngobrol sebentar dengan tante sayang ." Nisa terkejut mendengar kelembutan ucapan Nagita , banyak sedikit ia telah mendengar perubahan sikap Nagita dari surti , Nisa mengangguk .
" Hati hati sini tante bantu . Kamu sedang hamil muda kan."ucap Nagita lagi lagi Nisa hanya mengangguk . Nagita tau sedalam dalam nya bangkai di pendam tetap saja akan tercium baunya .
" kamu tentu sudah tau siapa tante , saat tante muda dulu . Tapi maukan kamu memberi tante kesempatan untuk berubah , Seperti Angi ." ucap Nagita , Nisa mengangguk lagi .
"Maaf tante . Kalung pemberian dari tante saya berikan kepada calon menantu tante , tante tidak marahkan ." ucap Nisa .
"Tidak sayang .itu sudah tante berikan padamu , dan sudah jadi hak kamu mau kamu apakan dan kemanakan. Oya bagaimana kabar kedua orang tuamu ." tanya Nagita .
"syukur alhamdulillah , baik tante ." jawab Nisa .
"kamu ke sini sama siapa ." tanya Nagita
"sendirian tante ." mata Nagita membulat
" kemana suamimu , melepas kamu sendirian dalam keadaan hamil muda , tidak , tidak bisa .nanti pulang bareng tante .tante tidak mau penolakan ." ucap Nagita menggenggam tangan. Nisa.
***
Hari pernikahan Joshua dan Angi telah di laksanakan dengan meriah di kota jogya . Setelah itu Joshua langsung memboyong Angi dan keluarganya ke kota Batam pakai pesawat pribadi .mereka langsung menuju ke hotel tempat resepsi .
Angi menjalani pernikahan pakai adat jawa di kota jogya . Sekarang Angi dan Joshua memakai adat barat . Joshua selalu terpukau oleh penampilan istrinya dengan gaun seperti apapun
Angi memakai gaun berwarna cream muda dengan Joshua yang memakai toxedo berwarna putih dengan kemeja sesuai dengan gaun milik Angi
Sementara Jonathan ia sedang duduk bersama dengan miranda yang baru sembuh dari demamnya tiga hari hang lalu . Jonathan memakai toxedo senada dengan Joshua .
Hari sudah semakin malam seharusnya pesta sebentar lagi akan selesai . Para tamu undangan banyak
"Apa kakimu semakin sakit ." tanya Joshua ,karena tadi Angi mengeluh kakinya sakit di bagian tumit , karena memakai sepatu highel yang tinggi .Joshua menatap para tamu undangan yang tinggal tersisa keluarga besarnya . Maka Joshua pamit terlebih dulu untuk masuk ke kamar . Dengan alasan Angi yang kakinya sudah sakit .
Joshua segera menggendong Angi memasuki lift menuju kamar pengantin nya . Di hotel bintang lima itu , Joshua tidak menurun Angi dari gendongan nya sampai ke dalam kamarnya .