
" Angi kamu datang , Oh ada nak Jonathan juga ." ucap Lisa sedikit terkejut melihat kedatangan pria muda itu .
"Iya tante ." ucap Jonathan dan melangkah majunmenyambut tangan Lisa dan menciumnya .
"Ayo silahkan masuk ." ucap Lisa . Jonathan menatap Miranda yang terbaring di tempat tidur rumah sakit dengan mata tertutup dan bibirnya sedikit pucat ." Apakah dia masih hidup ." itulah kata kata yang muncul di pikiran Jonathan .
"Mira baru saja minum obat , mungkin pengaruh obat jadi dia tertidur ." jelas Lisa yang mengerti arti tatapan Mata Jonathan . Angi tersenyum sekilas melihat Lisa mengetahui pikiran putranya .
"Tidak ada luka serius kan Lis ." tanya Angi sambil memeriksa keadaan badan Miranda .
"Tidak ada , hanya mira mengeluh dengan kaki nya yang sebelah . Dan dokter telah memeriksanya tapi hasilnya belum keluar ." jelas Lisa .
"semoga tidak ada hal yang buruk ." ucap Angi sambil mengelus bahu teman nya itu .
"Amin ." Lisa mengaminkan ucapan Sahabatnya itu .
"Jo , tolong tante temani Mira dulu ya , Tante dan Momy mu akan ke kantin dulu ." ucap Lisa .
"Baik tante ." ucap Jonathan . Jonathan menatap wajah Mira yang betah tertidur tak berdaya di ranjang rumah sakit dengan tatapan entah apa artinya . Tak ada yang tau jenis tatapan apa yang di tunjuk kan oleh Jonathan . Sekarang banyak sekali masalah yang tersimpan di dalam tatapan mata Jonathan . Karena pria itu sangat pandai menyembunyikan perasaan nya .
Jonathan tersentak saat ponsel yang ada di saku celananya berdering keras . Ia segera keluar dari ruangan rawat Mira dan menerima telepon .
"Hallo sayang ." jawab Jonathan setelah menggeser tombol hijau di ponselnya . Rania kekasihnya lah yang sedang menghubunginya .
"Kamu di mana ."tanya Rania tanpa membalas sapan Jonathan
"Aku sedang berada di luar , ada urusan sedikit ."jawab Jonathan . Ia tidak mau mengatakan dengan jujur akan keberadaan nya sekarang , ia tidak mau kekasihnya berpikiran buruk kepada nya .
"Papa menanyakan padaku , kapan kamu datang membawa keluargamu , dan meresmikan hubungan kita ." ucap Rania . Jonathan terdiam sebentar .
"Kamu kan tau , kalau dady aku masih ada di luar negri . Kalau Dady ku sudah pulang ke indonesia , aku pasti akan mengabari kamu ." ucap Jonathan .
"Jo , kamu seriuskan dengan hubungan kita ." tanya Rania ragu .
"Serius ." jawab Jonathan tanpa pikir panjang .Rania terdengar menghela nafas lega mendengar jawaban dari Jonathan .karena ia merasa ragu semenjak kemarin ia melihat pertemuan Jonathan dengan Miranda .
Rania sempat menilai bahwa ada cerita di masa lalu yang belum terselesaikan di antara mereka berdua .terlebih Jonathan banyak diam setelah bertemu dengan perempuan itu .
"Aku lega mendengarnya , kalau begitu aku tunggu kabar baik darimu secepatnya ." ucap Rania , dan panggilan mereka pun terputus . Jonathan kembali ke dalam ruangan perawatan Miranda . Mata jonathan melotot saat mendapati ranjang dalam keadaan kosong , miranda telah tiada di tempat tidurnya .
" kemana gadis itu pergi ." tanya Jonathan dalam hati .
"Ma....mama ." terdengar suara Miranda dari dalam kamar mandi . Tanpa pikir panjang Jonathan segera melangkah ke kamar mandi . tanpa permisi dan bicara ia langsung membuka pintu kamar mandi itu .
Ia terpaku saat mendapati mira dengan keadaan setengah t******g , dan Mira juga tidak menyadari siapa yang datang .
"Terima kasih ." ucap Miranda . Dengan wajah yang memerah karena menahan malu , ia berjalan dengan tertatih untuk keluar dari kamar mandi .
"Mira ." panggil Jonathan .
"Iya ." jawab mira sambil membalik kan badan sambil meringis sesekali menahan rasa sakit . Jonathan segera menunduk dan langsung mengendong Miranda keluar dari kamar mandi dan menuju ke tempat tidur . Berlahan ia membaringkan Miranda ke tempat tidurnya .
"Sekali lagi terima kasih , Jo ." ucap Miranda pelan . Jonathan hanya mengangguk tanpa banyak bicara .
"Ada lagi yang kamu butuhkan ? , kalau tidak saya mau pamit pulang dulu ." ucap Jonathan datar .
"Berhentilah bicara formal dengan ku , Aku tidak suka , kita seperti orang asing yang tidak saling kenal saja ." ungkap Mira kesal .
"Kalau tidak ada apa apa , aku mau pulang dulu ." ucap Jonathan dengan menganti kata saya menjadi aku .
"Ada , Aku butuh kamu di samping aku ." ucap Mira menghentikan langkah Jonathan .
"Jonathan , aku mencintai kamu ." miranda memberanikan diri mengungkapkan perasaan nya . Dia menggunakan kesempatan itu dengan cepat . Ya , inilah satu satunya kesempatan untuk mengungkapkan isi hatinya .
Jonathan membalik kan badan nya ." Aku minta maaf nda , karena aku tidak bisa membalas perasaan kamu . Karena kamu juga sudah tau kalau aku sudah punya tunangan . Sebaiknya kamu buang jauh jauh perasaan kamu itu ." ucap Jonathan .
"Tapi aku sudah menunggumu selama lima tahun . Aku menyadari perasaan aku setelah kamu pergi ." ucap Miranda .
"Itu bukan urusan aku . Aku tidak pernah memintamu untuk menungguku . Jadi jangan jadikan itu alasan untuk merusak hubungan ku dengan Rania ." Jonathan langsung pergi keluar meninggalkan ruangan Miranda tanpa menunggu balasan dari perempuan itu .
Miranda menelan ludahnya dengan kasar , ia berusaha menahan tangisnya dengan mengigit bibir bawahnya .
"Ternyata di tolak itu sangat sakit ." gumam Miranda lirih .
Tidak lama setelah kepergian Jonathan , Lisa masuk ke dalam ruangan Mira dengan sebuket parcel berisi buah buahan di tangan nya . Lisa tersenyum melihat pandangan mata putrinya mengarah ke tangan nya . Lisa tersenyum sambil meletakan Keranjang buah di atas meja sebelah ranjang Miranda .
"Ini dari tante Angi , tadi Jonathan ada di sini menunggui mu , apa kamu melihatnya ." tanya Lisa sambil menarik kursi dan duduk di samping putrinya , Mira mengangguk .
"Iya , ma aku melihatnya ." jawab Mira sambil berusaha tersenyum . Lisa menatap lama putrinya . Dulu ia pernah mendengar Mira mengatakan kalau ia mencintai Jonathan dan akan menunggunya hingga pria itu pulang dari taiwan . Lisa ingat mira mengatakan itu empat tahun yang lalu . Tapi mendengar cerita dari Angi tadi , mungkin Mira tidak akan bisa kembali kepada Jonathan kembali .
"sayang ." panggil Lisa pada putrinya yang terlihat melamun . Mira kelihatan terkejut .
"Iya Ma .?" jawab Miranda .
"Apa kamu masih mencintai Jonathan ." tanya Lisa berhati hati . Ia berharap hati putrinya tidak akan terlukai . Miranda tersenyum tulus sambil mengangguk dua kali . Dan itu membuat Lisa menghembuskan nafasnya berat .
"Apa kamu tidak tau , kalau Jonathan sudah punya calon tunangan ?." ucap Lisa .
"Calon tunangan ? , bukan kah mereka sudah tunangan . Jika mereka benar belum tunangan , berati Mira masih ada kesempatan untuk mengejar cinta jonathan kan . Tapi jika mereka sudah bertunangan , maka Mira akan mundur dengan teratur ..