
Angi berusaha membuka pintu walau sia sia . Angi menghindar ketika Agus berjalan semakin dekat . Jalan Agus semakin tertatih untuk mengejar Angi . Sekarang mereka sedang kejar kejaran di antara sofa panjang di ruang tamu mereka .
Melihat Angi tidak lelah berlari menghindarinya .Agus mengambil sesuatu dan melempar ke arah Angi , Agus tertawa keras , lemparan nya tepat mengenai kepalanya Angi . Dan Angi berhenti dan memegangi kepalanya .
Darah segar mengalir dari kepalanya , mungkin barang yang di lempar Agus benda runcing . Tiba tiba Agus telah berada di belakang Angi dan memeluknya dari belakang .
"Apa kamu masih bisa berlari sayang ." ucap Agus dengan senang .
Dan saat itu juga pintu rumah Angi di dobrak oleh Joshua . Ia segera menari pria itu dan menjauhi Angi yang terlihat lemah itu .Joshua menghajar pria itu membabi buta .
"pak sudah pak ." teriak alexs asisten Joshua entah bagaimana caranya mereka bisa berada di sana . Memang komplek perumahan Angi terlihat sepi bila siang hari semua masih pergi kerja.
"B*****t ? Maki Joshua dan melayangkan satu tendangan lagi ke perut Agus .
" bawa dia ke penjara . Pastikan dia membusuk seumur hidup di penjara ." ucap Joshua kepada Alexs .Joshua segera mendekati Angi yang terduduk memegangi kepala yang berdarah .
"Ayo kita ke dokter ." ucap Joshua sambil membantu Angi untuk berdiri .
"tidak usah pak , ini hanya luka kecil ." ucap Angi yang memang merasa itu hanya luka kecil tidak begitu parah .
"Luka kecil ,lihat ini masih terus mengeluarkan darah , kita harus memeriksanya , takutnya nanti infeksi ." ucap Joshua .
Angi berdiri mengikuti ajakan Joshua .karena kepalanya juga sudah mulai terasa pusing.
"Mulai malam ini kamu harus tinggal di rumah saya ." ucap Joshua
"Aku masih berani untuk tinggal sendiri ." tolak Angi .
"kamu tidak boleh menolak . Apa kamu tidak inginkan kejadian ini terulang lagi . Kalau kamu tinggal di rumah saya saya akan jamin kamu akan aman ." ucap Joshua .
Angi mendegus ." Aman bagaimana pak , Aku baru menginap semalam saja leher dan dadaku sudah tidak perawan . Bahkan aku juga tidak tau bagian yang mana saja yang sudah bapak sentuh ." tanya Angi .
" D**a , bibir , leher , perut dan kaki ." jawab Joshua tapi hanya dalam hati saja Joshua mampu menjawab pertanyaan Angi .
"Saya tidak bisa memaksa kamu , tapi kalau ada apa apa cepat kabari saya ." ucap Joshua dan turun dari mobil karena mereka telah sampai di rumah sakit
Luka di kepala Angi tidak lah parah juga tidak membutuhkan jahitan . Hanya saja lemparan tadi tepat mengenai urat peraliran darah , hingga darah bebas keluar . Dokter sudah membalut bekas luka di kepala Angi dan mereka di ijinkan pulang .
Angi menghentikan gerakan Joshua yang akan membayar biaya rumah sakit . Angi mencegahnya karena merasa Joshua telah banyak membantunya hari ini .
"Tawaran untuk tinggal di rumah saya masih berlaku ." ucap Joshua dalam perjalanan pulang menunu ke kontrakan Angi .
"Aku nyaman tinggal di kontrakan yang aku sekarang pak." jawab Angi dengan kekeh tidak ingin pindah . Dan kalau pun ingin pindah ke rumah Joshua bukanlah keinginan nya . Rasanya juga tidak sopan bila harus tinggal dan menumpang di rumah pria dengan status hubungan yang tidak jelas .
"kalau suatu saat kamu berubah pikiran , pintu rumah saya terbuka untuk kamu ." ucap Jishua .
" kita sudah sampai ." ucap Joshua membuyarkan lamunan Angi .
"Terimakasih ,untuk hari ini pak , saya berhutang banyak terhadap bapak , saya tidak tau akan bagaimana jadinya tadi kalau bapak tidak datang ." ucap Angi bersungguh sungguh .
Joshua mengangguk .." Apa hanya terimakasih saja ." goda Joshua .
"Bapak akan dapat diskon 50% dari aku ."ucap Angi .
"Maksudnya ." tanya Joshua tidak mengerti .
" Jadi untuk bulan ini bapak cukup bayar aku separuh gaji saja ." ucap Angi .
"Saya tidak kekurangan uang , sehingga harus memotong gajimu ." jawab Joshua Angi menatap Joshua binggung .
"lalu apa yang bapak inginkan ." tanya Angi .
"Berikan hari mu untuk Jonathan , hari minggu ini temani dia ke dufan sebagai penganti hari ini ." ucap Joshua . Angi mengangguk ia ingat kalau hari ini dia bilang akan pergi ke dufan . hanya karena dirinya yang sakit hati dengan Joshua , ia harus pergi begitu saja .
"Oke , aku akan menemaninya ." ucap Angi sambil mengangguk sebagai tanda setuju .
"Ya sudah masuklah . Kalau ada apa apa jangan sungkan hubungi saya , untuk minta bantuan ." ucap Joshua .sebenarnya ia tidak yakin untuk meninggalkan Angi sendirian .
"Sekali lagi terimakasih pak ." ucap Angi . Ia membuka pintu mobilnya saat menurunkan satu kakinya , Angi membalik kan wajahnya dengan cepat ia mengecup pipi Joshua . Dan segera melompat turun dan lari masuk ke dalam rumahnya .ia sangat malu sekali .
Joshua menyentuh pipinya yang masih hangat oleh kecupan Angi barusan .Dia tidak siap dengan serangan Angi yang tiba tiba . Kalau tidak ia pasti akan mendapatkan lebih dari ini .
Sepuluh menit telah berlalu tapi Joshua engan meninggalkan pekarangan kontrakan Angi . Dia khawatir kejadian siang tadi terulang kembali .
"Alexs , tugaskan orang orangmu untuk berjaga di sekitar rumah Angi ." perintah Joshua pada asisten nya lewat sambungan telepon .
Joshua menutup sambungan telepon nya setelah dapat jawaban dari alexs , tak lama kemudian Joshua menyalakan mesin mobilnya dan melaju meninggalkan perumahan Angi dan pulang menuju rumah nya sendiri .
Sementara Angi yang sejak tadi mengintip Joshua dari balik gorden pun bernafas lega . Jantung nya bertalu kencang sejak mencium Joshua .
Angi menatap ke sekeliling ruang tamu dan dapur . Saat ia tinggal ke rumah sakit keadaan rumahnya sangat berantakan , banyak pecahan kaca di sana karena ulah Agus yang kena rabies hingga menjadi A***g gila .
Tapi anehnya sekarang keadaan rumahnya sudah sangat bersih seakan tidak pernah terjadi kekacauan apapun . Bekas darahnya yang bertetesan juga sudah tidak ada bekasnya .Angi berpikir pasti Joshua yang telah menyuruh seseorang untuk membersihkan nya .
Angi masuk ke dalam kamarnya , ia merebahkan dirinya berputar putar di atas kasur empuk kesayangan nya tapi ia tidak bisa tidur sama sekali .Dia kembali duduk dan mengambil ponselnya .jam sudah menunjuk kan pukul sepuluh malam .
"Lisa."Angi mengirim pesan kepada sahabatnya , ada centang dua tapi berwarna abu abu ," apa mungkin dia sudah tidur ." gumam Angi