
"Dady tadi Oma datang lagi menemui Momy ke rumah kontrak kan ." Adu Jonathan . Mereka masih berada di perjalan menuju ke rumah Joshua .Jonathan mulai menceritakan apa yang telah di alami Angi barusan dari Nagita .
"Apa lagi yang di lakukan Oma di rumah Momy ." Joshua merasa bersalah dengan Angi . Ia benar benar tidak bisa melindungi wanita yang ia cintai dari tindakan wanita yang begitu dia hormati .
"Oma marah ke pada Momy , karena Dady tidak pernah lagi menelpon Oma , Oma juga bilang Momy yang telah mempengaruhi kita untuk menjauhi Oma ." joshua menghela nafas berat . Ia jarang menelpon Nagita karena ia hanya ingin menghindari percakapan yang sama . Yaitu meminta Dirinya agar mengakhiri hubungan nya dengan Angi .
"Besok Dady akan bicara dengan Oma agar tidak menggangu Momy lagi ." ucap Joshua . Jonathan hanya diam saja , ia juga tidak mau ikut campur urusan orang tua .
Setelah sampai di rumah dan memarkir mobilnya .Jonathan dan Joshua masing masing memasuki kamar nya . Sampai di dalam kamar Joshua menatap foto Angi , kemudian menatap foto senjani , foto dua wanita yang sama sama mampu mencuri hatinya .tapi sama sama tidak dapat ia miliki sampai akhir . Senjani pergi meninggalkan nya karena Alloh lebih menyayanginya hingga memanggilnya lebih dulu . Lantas bagaimana dengan senja yang juga akan pergi meninggalkan nya dengan alasan apa ..
***
Sementara Lena sedang dusuk di pangkuan Reyhan dengan gaya yang elegan dan menggoda , tidak lupa ia kalungkan tangan nya di leher reyhan.
"kamu tau , aku punya rencana yang jitu untuk memisahkan Angi dan Joshua ." ucap Lena dengan bangga
"Hentikan ." ucap Reyhan datar .
"Apa ." tanya Lena terkejut .
"Hentikan semua nya , aku sudah tidak menginginkan nya lagi ." ucap.Reyhan masih dengan suara datar . Ada rasa bahagia di hati Lena mendengar ucapan Reyhan .
"Apa ini artinya aku ada kesempatan untuk memiliki hatimu seutuhnya ." tanya Lena memberanikan diri . Ini bukan yang pertama kalinya ia menyatakan cinta pada Reyhan . Lena tidak bisa menghitungnya lagi .mungkin sudah ratusan kali .
"Jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan hatiku .karena aku tidak sudi memberikan hatiku kepada siapa pun. Apa lagi padamu ." ucap Reyhan .Lena tersenyum mendapat penolakan dari Reyhan , karena ini juga bukan yang pertama kalinya ia di tolak oleh Reyhan , tapi ia tidak bisa berbohong jika hatinya tidak merasa kan sakit .
"Kenapa kamu tidak pernah sekalipun melihat ke aku Rey ? Kenapa kamu tidak mencoba membuka hatimu . Aku sudah bertahan begitu lama untuk menunggu mu ." Lena mengeratkan pelukan nya di lehwr Reyhan
"Apa kamu pikir aku tidak tau apa yang telah kamu lakukan selama ini , Lena ?." Reyhan mendorong wanita itu dari pengkuan nya hingga terjatuh ke lantai . Lena meringis dan berdiri kembali dan duduk di atas meja kerja Reyhan .
"Jadi kamu memata matai aku ? ." tanya Lena .
"Kamu mengirim foto dan vidio aku sedang be*****a dengan wanita lain ke ponsel Pelangi . Kamu merusak hubungan aku dengan kedua orang tua ku , kamu menjebak Pelangi di toko perhiasan , kamu hampir saja membunuh Erick . Hal apa lagi yang kamu lakukan belum aku ketahui ." tanya Reyhan ." jelas Reyhan .
Wajah Lena seketika menjadi pucat , ia kira pekerjaan nya sangat rapi tidak akan ada yang mengetahui apa yang telah ia lakukan .
"Lalu , kenapa kamu selama ini diam saja ." Lena jadi berpikir ia merasa kediaman Reyhan selama ini karena Reyhan mempunyai perasaan khusus untuknya . Wajah pucatnya kini berubah menjadi cerah . Rasa percaya dirinya kembali naik tinggi .
"kamu , bukan kamu kan penyebab perusahaan papa ku bangkrut ." tanya Lena sambil menggelengkan kepala. Dia berharap Reyhan mengatakan tidak , tapi Reyhan malah mengangguk dua kali . Reyhan bersikap Acuh saat melihat ekspresi wajah lena yang terpukul .
Lena turun berlahan dari atas meka kerja Reyhan , sambil melangkah mundur ia menggelengkan .
"kenapa kamu lakukan ini." tanya Lena . Karena kabar kebangkrutan perusahaan nya seketika membuat keluarga nya berantakan . Mamanya yang gantung diri karena tidak mampu menghadapi hidup miskim .
Sementara papanya harus di larikan di rumah sakit karena jiwanya tergoncang karena kehilangam semuanya dalam sekejap. Hanya kakak laki lakinya yang masih berjuang keras hingga sekarang , walau kekayaan nya tidak bisa kembali seperti semula . Tapi kakaknya mampu membuat orang orang kembali memandang .
"Kamu seharusnya menghukum ku , bukan menghukum seluruh keluargaku . Tidak seharusnya kamu melibatkan keluargaku ." teriak Lena kecewa membuat wajah Reyhan mendingin .
"kenapa kamu tidak berpikir lebih dulu sebelum kamu mencoba mengusik ku ? Bukankah mawar telah mengingatkan mu ." Mawar adalah ibu.kandung erick atau kakak kandung Lena .
Lena berlari pergi meninggalkan ruang kerja Reyhan . Ia kecewa laki laki yang ia cintai ternyata orang yang telah menghancurkan keluarganya . Lena pergi menaiki taxsi , ia ingin pergi ke rumah Angi , karena ia merasa Angi lah yang menjadi penyebab utama kehancuran nya . Ia merasa harus memberi pelajaran kepada Angi ,kalau bisa ia ingin menghabisinya hari ini juga .
" Aakhhh ." lena berteriak dan menendang pintu taxsi dengan keras .
"Mbak ,jangan merusak mobil saya ." ucap sang sopir dengan tegas . Lena tidak terima ia keluarkan seikat uang dari dalam tasnya dan ia lempar ke arah sopir taxsi tanpa sopan .
"Kamu tidak usah banyak bicara , kamu cukup menyetir saja dengan baik b******k ." maki Lena . Sopir taxsi hanya geleng kepala mungkin ia berpikir Lena orang yang sudah tidak waras.
"Silahkan turun ." ucap sang sopir saat telah sampai di tempat yang di tuju oleh Lena
Lena keluar dati taxsi dan langsung menuju ke kontrak kan Angi . Ia mengedor pintu rumah Angi dengan kasar sambil memaki .
"Angi keluar kamu . W************n , b******n." maki Lena
Angi yang ada di dalam rumah sedang mengepel acuh santai melakukan pekerjaan nya . Tapi teriakan Lena tidak juga berhenti . Angi membuka pintu dan langsung menguyurnya dengan air pel pelan.
"aku tidak pernah mengundang kamu datang ke rumahku , jadi silahkan pergi ." ucap Angi sambil menutup pintu tepat di depan Lena . Angi segera masuk lagi dan mengunci pintunya .
Angi masuk ke dalam kamar mandi dan mengisi embernya penuh dengan air . Ia akan pakai untuk menguyur Lena kembali bila wanita itu tidak juga pergi dari rumahnya .
Benar tidak lama kemudian Ada lagi suara pintu di ketuk tapi ini lebih pelan .kemudian keras dan semakin keras . Angi kembali membuka pintu nua tanpa melihat siapa yang datang Angi langsung menguyurnya dwngan Air .
"Senja kamu serius ." ucap seseorang .