My Teacher Is My Mommy

My Teacher Is My Mommy
73



"Reyhan , keluarkan aku dari tempat ini b******n ," teriak Lena entah yang ke berapa kali meneriaki Reyhan . Seingat dia tiga hari yang lalu ia pergi mencari Angi untuk membalaskan dendam dirinya . Tapi tau tau ia telah terkurung di dalam sebuah kamar .


Lena terus menggedor pintu ruangan nya yang telah mengurung nya selama tiga hari ini . Seingat dia tiga hari yang lalu ia makan siang bersama Reyhan dan erick , setelah makan siang ia pergi mencari Angi tapi tidak bisa menemukan Angi dan malah menemukan dirinya sendiri terkurung .


"Kamu tetap tinggal di sini kalau kamu tidak bisa berhenti menganggu pelangi . Aku dah ikhlaskan dia bahagia dengan pilihan nya .dan ingat dia perhi dariku juga karena kamu ."


Dan alasan itulah yang lagi dan lagi membuat Lena sangat marah pada Reyhan , Angi dan Angi . Memang Lena sangat mencintai Reyhan , tapi ia tidak terima kalau di kurung seperti tahanan .


"Reyhan." Lena menendang pintu kamar itu dengan kakinya hingga meringis menahan sakit . Lena kembali duduk di tepian ranjang yang ada di tengah ruangan itu sambil.mengelus elus kakinya yang sakit .


Lena menoleh saatmendengar suara kunci pintu di buka . Ia segera berdiri dan mengambil ancang ancang untuk lari keluar dari kamar saat pintu di buka nanti .


Begitu pintu di buka Lena segera menerobos keluar dan anehnya pelayan , yang datang mengantarkan makanan itu membiarkan nya keluar ,dan tidak berusaha untuk mengejarnya . Wanita paru baya itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepala nya .


Lena berlari keluar kamar terus berlari dan berlari mencari jalan keluar . Sejujurnya ia juga tidak tau di mana dirinya sekarang , karena ia juga belum pernah datang ke tempat ini . Sudah ada di luar Batam kah atau masih di Batam.


Lena sudah berkeliling mencari jalan keluar tapi nyatanya ia tetap kembali lagi ke depan pintu kamar yang ia tempati selama ini . Dan pelayan yang tadi membawakan makanan untuknya membukakan pintu kamar .


"Mati masuk nyonya , silahkan makan dulu , setelah itu baru keluar mencari jalan untuk keluar ." ucap pelayan itu sambil tersenyum geli .


"di mana jalan keluarnya ." tanya Lena datar .


" Nyonya Anda sekarang ada di lantai paling atas bangunan ini , dan di sini hanya ada dua ruangan .satu kamar yang anda tempati ini . dan satu lagi adalah ruangan kosong . Dan hanya ada satu ruangan yang ada jalan unyuk keluar dari ruangan ini ." ucap Pelayan itu .


"Jangan banyak basa basi , cukup tunjuk kan pada ku , di mana jalan keluarnya ." ucap Lena dengan angkuh dan pelayan itu hanya geleng kepala .


"Kalau anda pinter . Anda akan menemukan jalan untuk keluar ." pelayan itu melangkah pergi dengan cepat ia meninggalkan kamar yang di tempati Lena dengan cepat . Lena tidak mau tinggal diam dan segera berdiri mengikuti langkah pelayan itu .


"Dasar wanita bodoh ." maki Lena , ia melihat bagaimana wanita iyu menekan swbuah tombol dan swbuah pintu lift terbuka . Setelah pintu lift tertutup lena meraba dinding itu yang sebenarnya adalah pintu lift yang telah di samarkan .


"Pantas saja , aku cari cari tidak ketemu." Reyhan mendekorasi pintu lift seperti dinding bata sehingga Lena tidak dapat menemukan nya . Lena mencoba menekan tombol kotak yang yang mirip batu bata itu .


"Maaf sidik jari anda tidak terdaftar , silahkan coba lagi ." sederetan tulisan muncul di kotak kecil atas tombol


Lena mencobanya lagi seperti apa yang tulisan katakan . Dan tulisan itu muncul kembali ." Reyhan sialan ." maki Lena sambil menghentak kan kakinya dengan kesal . Lena kembali lagi ke dalam kamar dengan rasa kesal yang luar biasa .


***


Angi setelah jam pelajaran sudah selesai ia segera menata barang barangnya dan segera keluar tapi langkah Angi terhenti ia lupa kalau jonathan sudah tidak menunggunya lagi


 Angi menebarkan pandangan nya dia mencari keberadaan Jonathan di antara ratusan anak anak asuhnya .


"mungkin anak itu sudah pulang ." gumam Angi . Angi melangkah pelan dan mengambil ponselnya untuk memesan ojek online . Angi berdiri di depan gerbang sekolah untuk menunggu ojek online pesanan nya .


Mata Angi melihat sebuah mobil hitam yang terparkir di sembrang jalan.. Mobil yang Angi kenal sebagai mobil.jemputan Jonathan . Lama Angi menatap mobil itu . Mobil yang biasa ia tumpangi juga saat masih bersama jonathan . Dan semua itu kini tinggal kenangan .


sementara Jonathan berdiri tidak jauh di belakang Angi bersama miranda .ia ingin memanggil Momy tapi ia takut Angi akan marah .sehingga ia diam diam hanya melihat Momynya dari kejauhan . Siapa tau bisa mengobati rasa kangen nya . Miranda yang berada di samping jonathan hanya bisa bersedekap gemes melihat sifat ketakutan sahabatnya itu .


" Ku beri tau ya , Jo . Tante Angi itu orangnya baik , dan dia juga sudah lama bersahabat dengan mamaku .jadi kalau kamu cuma menyapa saja tante Angi tidak akan marah kok." ucap Miranda gemas melihat wajah murung teman nya itu .


Jonathan menggeleng pelan dan menunduk saat melihat Angi telah naik ke ojek online pesanan, hingga hilang dari pandangan nya .


"kamu mau aku bantu , biar mamaku yang bilang ke tante Angi .? ." Jonathan kembali menggeleng melihat kepergian Angi . Miranda mendesah pelan , menepuk bahu Jonathan .ia ikut prihatin dengan kesedihan sahabatnya itu dan niat baik nya juga di tolak.


" mobil jemputan kamu sudah sampai ." ucap miranda saat tatapan matanya melihat mobil jemputan Jonathan.yang sudah ia hafal di luar kepala .Jonathan mendesah enggan .


"Kamu belum di jemput ." tanya balik Jonathan .


"Belum mungkin sebenar lagi datang ." ucap Miranda .


"kalau begitu aku duluan ." ucap Jonathan walau sebenarnya enggan untuk pulang . Ia tetap melangkah menuju mobil tersebut .


"Dady ." Jonathan melihat Dadynya dengan alis terangkat . Dadynya turun dan membukakan pintu untuknya .ia tidak menyangka bila Dadynya yang menjemputnya .karena biasanya mobil yang di pakai untuk menjemput nya berbeda . Joshua akan memakai mobil dia swndiri tapi hari ini Joshua menjemputnya pakai mobil jemputan .


"Masuk lah Jonathan ." ucap Joshua sambil mendorong punghung anaknya dengan pelan .


Jonathan segera masuk dan mengunakan sabuk pengaman nya ,sepanjang perjalanan kedua nya diam , Jonathan maupun Joshua tidak ada yang berbicara , keduanya saling mengunci mulut mereka .


Tak lama kemudian mereka telah sampai di rumah kedua orang tuanya ." selama empat hari kedepan kamu tinggal bersama Oma dan Opa , Dady ada tugas ke luar kota ."ucap Joshua setelah mematikan mesin mobilnya .