My Teacher Is My Mommy

My Teacher Is My Mommy
108



Lisa menghela nafasnya .


"Tadi Tante Angi bilang , mereka belum bertunangan secara sah ."ucap Lisa .


"Mereka belum bertungan secara sah. Berati mereka belum mempunyai ikatan yang pasti di antara mereka berdua . Itu artinya aku masih ada kesempatan untuk merebut Jonathan dari wanita itu kan , Ma ." tanya Mira semangat .


Masalahnya ini seperti saat Bilyam yang sudah memiliki Nisa sebagai calon istri . Dan Lisa sebagai orang ketiga , tapi Lisa masih bisa mendapatkan Bilyam , tapi jelas berbeda mira dan Jonathan dengan kisahnya dulu .


"Kamu memiliki kesempatan itu bahkan si saat mereka sudah menikah sekalipun . Tapi sayang , apa kah kamu senang melakukan cara itu . Dengan cara merebut kebahagiaan orang lain .Kamu perempuan sayang , calon tunangan Jonathan , dia juga perempuan , bagaimana kalau kamu yang ada di posisi perempuan itu ." tanya Lisa .


Miranda diam merenungi ucapan Mamanya . Ia juga tidak mau merusak kebahagiaan orang , atau menyakiti orang lain .


"Sayang dengarkan mama , kalau memang Jonathan jodoh kamu . Dia pasti akan menjadi milik mu tapi atas ijin Alloh , bukan karena kehendak kita . Percayalah pasti ada jalan untuk kalian bersama , begitu pula sebaliknya jika Jonathan bukan jodoh kamu sebesar dan sekeras apa pun usaha kamu , Jonathan tetap tidak akan menjadi milik mu ."ucap Lisa .


"Lalu apa yang harus aku lakukan ma ." tanya miranda dwngan putus asa .


" tidak ada Nak , kamu tidak perlu lakukan apa apa , lakukan aktifitasmu seperti biasa . percayakan lah semuanya pada Alloh , Zat yang mampu membolak mbalikan hati hambanya , sertai dengan do'a ya sayang . Alloh pasti akan memberikan sesuatu yang terbaik untukmu ." Lisa memeluk putrinya yang kelihatan begitu terpuruk .


"Terimakasih ma , mama memang yang terbaik untuk ku ." Mira mempererat pelukan nya di sambut lebih erat oleh Lisa .


Setelah menjalani berbagai macam pemeriksaan Mora tidak mengalami cidera yang parah . Setelah berada di rumah sakit selama kurang lebih tiga hari , Dokter mengijinkan Mira untuk pulang . Mira sering melirik ke pintu ruang rawatnya , sebentar lagi ia harus pulang . Dan ia juga berharap Jonathan akan datang menjenguk nya lagi . Tapi nyatanya tidak ada datang semenjak kejadian di kamar mandi itu . Ya mungkin benar Jonathan bukan lah jodohnya .


"Kamu sudah siap ." tanya Bilyam yang datang , masuk ke ruangan nya dengan membawa sebuah kursi roda .


"Kursi roda untuk siapa Pa , Mira sudah bisa jalan sendiri . Jalan nya juga sudah tidak pincang .." ucap Miranda , memang Mira pernah mengeluh kakinya pernah sakit buat jalan . Tapi setelah melakukan berbagai pemeriksaan kakinya aman aman saja .


"Bukan buat kamu sayang , tapi buat mama kamu , kamu tidak lihat wajah mama kamu sudah sangat pucat ." ucap Bilyam langsung menghampiri istrinya . Mira terkejut langsung menoleh ke arah mama sambungnya . Sejak tadi ia bersama dengan mamanya , tapi ia benar benar tidak memperhatikan mamanya .


"Mama sakit ." tanya Miranda . sambil menatap wajah mamanya yang telah pucat .


"Mama hanya kurang istirahat saja , jangan khawatir ." ucap Lisa kepada putrinya . Tapi miranda mengalihkan pandangan nya kepada papanya .


"Benar mamamu hanya kelelahan , jangan khawatir ." BIlyam ikut menyakin kan Mira . Tapi mira bukan anak kecil . Ia tau kalau kedua orang tuanya menyembunyikan sesuatu darinya . Ia akan mencari tau sendiri apa yang terjadi .


Bilyam segera mengangkat tubuh istrinya ke atas kursi roda . Mira mendengus melihat kemesraan kedua orang tuanya . Seharus nya ia yang di perlakukan seperti itu , karena dirinyalah uang sakit .


"Ayo . Mir . Apa yang kamu tunggu ." tanya Bilyam yang telah keluar dari ruangan sambil mendorong kursi roda . Miranda segera mengikuti kedua orang tuanya dari belakang dengan langkah pelan .


***


Sekarang Mira dalam perjalanan menuju ke butik Nisa , sahabat Angi dan Lisa . Mereka berdua bekerjasama dalam usaha weding organizer, Nisa yang menyediakan gaun pengantin di kantor w o Miranda . Nisa yang menawarkan diri kerja sama tiga tahun yang lalu .


"Tante Nisa ." sapa Mira sambil melambaikan tangan kepada Nisa .


"Hai sayang ." balas Nisa tidak kalah ramah . Miranda mendekat sambil membawa kertas sketsa .


"Pelangan aku mengingginkan gaun seperti ini Tan ." ucap Mira , dan mereka duduk di sofa membahas apa yang mereka butuhkan .


"Tante ada gaun seperti ini Tiga pasang , yang sangat mirip dengan gaun yang di inginkan oleh klien kamu itu ." ucap Nisa . Sambil membuka laci meja kerjanya , mengeluarkan sebuah biku katalog di butik nya . Miranda menerima dan mencoba untuk membukanya .


"Mereka mau beli apa mau nyewa sayang ." tanya Nisa .


"Katanya mau beli Tan . Dan ia akan menyimpan nya untuk di turunkan kepada putrinya kelak ." ucap Mira sesuai dengan ucapan klien nya .


"Aku ijin ambil gambarnya ya ,tan ." ucap Mira dengan sopan .


"Silahkan sayang ." ucap Nisa memberi ijin mira untuk memfoto gambar gaun di katalog buku itu .


"Gambar sudah aku kirim ke klien tan . Nanti kalau ada jawaban dari klien aku akan konfirmasi ke tante , untuk mereka fitting baju nya ." ucap Miranda ,dan di angguki oleh Nisa .


"Baiklah , tapi dalam minggu ini mungkin tante sibuk jadi akan tante minta sekretaris tante untuk mengurusnya ya ." ucap Nisa .


"Baik , terimakasih tan . Tante yang cantik ." ucap Mira . Ia merasa bersyukur di kelilingi oleh orang orang yang baik , termasuk wanita yang ada di depan nya ini . Selama bekerja sama dengan Nisa selama tiga tahun . Ia tidak pernah menemukan hambatan yang berati . Setiap kali ia mendapati masalah dengan cekatan Nisa selalu segera membanyunya menyelesaikan nya .


Mira melihat ke arah tirai yang ada di ruang kerja Nisa .


"wah tante sudah punya rancangan baru , untuk katalog mendatang ." ucap Mira kagum . Sambil menunjuk tirai yang tidak tertutup rapat sehingga kelihatan gaun yang ada di dalam nya


"Itu bukan dari bagian katalog bulan depan . Tapi ini lebih ke khusus special ." ucap Nisa dengan senyum bahagia karena , gaun itu untuk pernikahan putri sahabatnya yang akan segera melaksanakan pertunangan


"Kamu mau lihat ? ." tanya Nisa . Mira mengangguk antusias terhadap setiap rancangan dari sahabat mamanya itu . Dan benar saja setelah tirai di buka , terpampang dua gaun yang cantik dan elegan .


"Menurut kamu , mana yang lebih bagus ." tanya Nisa lagi . Mira mengamati gaun itu satu persatu dan akhirnya menunjuk gaun yang berada di sebelah kirinya


" menurut aku , ini yang lebih bagus Tan ." ucap Miranda . Nisa tersenyum puas dengan pengamatan miranda . Karena dari kedua gaun itu , gaun yang di tunjuk miranda yang lebih susah dalam pengerjaan nya .