
Angi hanya terdiam , ia juga tidak berusaha untuk mengejar Joshua , ia hanya mampu memandangnya ,hingga punggung laki laki itu hilang di balik pintu kamarnya .
Angi mendesah lelah saat suasana kamar menjadi hening . Ia mengambil bubur yang sudah di siapkan oleh Joshua dan mulai memakan nya . Namun ia hanya mampu memakan nya tiga suap , Angi kembali meletak kan mangkoknya ke atas meja dan meminum obat sesuai perintah Joshua .
Angi menurunkan kakinya dari atas ranjang dan menapaki lantai keluar dari kamarnya . Angi masuk ke dalam kamar mandi ,ia berdiri di depan cermin ia tatap keadaan dirinya yang masih lengkap dengan pakaian yang dia pakai semalam dengan Nisa ke Club malam . Itu menandakan semalam tidak terjadi seauatu dengan Joshua .
Bukan hal yang menyenangkan di lubuk hati Angi . Ia berpikir dirinya benar benar tidak menarik di mata Joshua , sehingga sudah dalam keadaan mabuk pun Joshua tidak menyentuhnya .
Angi segera melepaskan semua pakaian nya dan menguyur tubuhnya dari atas kepalanya ." sadarlah Angi , kamu tidak menarik di mata Joshua ." gumam nya
Setelah tiga puluh menit Angi menghabiskan waktunya untuk membersihkan diri . Ia keluar dari.kamar mandi dengan hanya berbalut kain handuk. Ia melangkah ke kamarnya dan membuka lemarinya
Baru Angi sadar kalau baju baju jonathan dan Joshua masih ada di dalam sana .ia masih teringat kebersamaan mereka bertiga di rumah kecil kontrakan nya itu . Mereka sudah seperti keluarga kecil yang bahagia .Namun semua tinggallah kenangan saja . hubungan nya dengan Joshua telah berakhir .Angi menyentuh baju yang sering Jonathan pakai .
"Apa kabarmu sekarang Jo." sudah dua hari Angi tidak melihat anak itu benar benar merasa kehilangan. Angi segera mengeluarkan semua pakaian Jonathan dan Joshua dari lemarinya .
Angi memasukan semua baju baju itu ke sebuah koper , ia taruh sementara di sudut ruangan dan akan ia kirim lain hari ke rumah Joshua .
***
Angi memasuki ruangan para setap dan guru sambil menyapa sapaan para rekan rekan kerjanya dengan menampilkan senyum manisnya .
Saat bel tanda pelajaran berbunyi Angi keluar dari ruang guru.bersama dengan guru yang juga akan mengajar , mereka memasuki ruangan kelas masing masing .
"Selamat pagi anak anak ." sapa Angi dengan suara ceria seperti biasa sambil meletak kan buku materi di atas meja nya .
"Selamat pagi bu Angi ." balas anak anak didiknya dengan serempak . Tatapan mata Angi tertuju pada Jonathan yang kelihatan murung tidak bersemangat sama sekali
"Jonathan ." panggil Angi .Jonathan mengangkat wajahnya . Matanya Berkaca kaca .ingin rasanya ia menangis dan memeluk wanita yang di pangil nya Momy itu .
"Apa kamu sakit ." tanya Angi sambil menyentuh kening Jonathan . Tapi Jonathan menggeleng pelan . Angi menghela nafas lega . Dan tanpa bicara apa apa lagi Angi berjalan kembali ke depan kelas . Untuk memulai pelajaran nya , Angi mulai memberikan pertanyaan pertanyaan yang mudah untuk murid muridnya .dan di akhir pelajaran Angi mengajak murid muridnya untuk bernyanyi .
Bel pelajaran berakhir , Angi dengan buru buru ia meninggal kan kelas karena Ada janji dengan salah satu ibu dari muridnya yang bermasalah dulu . Aliansa yang harus berusan dengan psikolog
Angi tidak mendengar teriakan Jonathan di antara kerumunan anak anaknya . Jonathan menunduk sangat sedih
"Bu Angi ." sapa ibu Aliansa lebih dulu . Wanita itu lebih ceria dari yang terakhir kali dia lihat .
"Silahkan duduk bu Bela ." ucap Angi mempersilahkan wanita itu untuk duduk .
"ini bu hasil dari tes psikologi anak yang di jalani aliansa selama ini ."ucap bu Bela sambil mengulurkan sebuah amplop putih berisi berkas tentang aliansa kepada Angi .
Angi ikut tersenyum melihat perkembangan dan perubahan yang di alami oleh Aliansa .
"Sekarang di rumah dia juga mulai ikut berbaur dengan teman teman sebayanya . Juga mulai ada perasaan penasaran sehingga sering tanya ini itu kepada saya , bahkan dia juga bersenadung lagu kesukaan nya ." jelas bu Bela .
"Itu merupakan perkembangan yang bagus bu , apa kah sekarang sudah memutuskan untuk sekolah kembali ." tanya Angi . bu bela mengangguk semangat mendengar pertanyaan Angi tersebut .
"ini saya juga sudah siapkan berkas berkas yang di butuhkan oleh pihak sekolahan . Angi tersenyum menerima berkas dari bu bela .
"Baiklah bu Bela ini formulir aliansa , nanti saya berikan kepada kepala sekolah dulu . Kalau sudah di setujui oleh kepala sekolah saya akan kabari ibu lagi . Kapan aliansa boleh masuk sekolah ."ucap Angi
"Baik terimakasih bu Angi , atas bantuan nya selama ini , juga pemasukan serta saran Ibu . Mungkin kalau bukan karena ibu sampai sekarang aliansa masih tetap jadi anak yang berbeda , mungkin bisa bisa Aliansa akan jadi anak yang mempunyai keterbelakangan mental ." ucap bu bela .
"Sama sama bu bela , ini juga sudah menjadi tugas saya , sebagai ibu didik aliansa ." ucap Angi .
"Dulu saya menikah di usia delapan belas tahun .kita menikah satu tahun aliansa lahir dan hubunganku dengan keluarga suamiku tidak baik . Karena saya berasal dari keluarga tidak mampu .saya di anggap tidak setara dengan mereka dan saya di kucilkan . Saat aliansa berumur empat tahun saya mendapati suami saya selingkuh .dan saat itu saya benar benar kecewa , sehingga saya mengabaikan Aliansa ."
Sebuah kisah yang sama , mendengar cerita itu Angi ingat dengan kisah cintanya dengan Joshua . hubungan nya dengan Jonathan perbedaan status yang mereka miliki .dan hubungan mereka sekarang berakhir karena joshua tidak mempercayainya .
"sekarang anda kelihatan bahagia ." ucap Angi . Di mata Angi wanita itu memang kelihatan ceria , tawa lepas dari mulutnya membuktikan ada kebahagian di hidupnya sekarang .
"ya bu , saya sudah ikhlas kan pernikahan saya , dan memilih untuk bahagia bersama Aliansa ." jawab bu bela sambil tersenyum .dia sudah melewatkan banyak hal dan waktu untuk diri sendiri juga putrinya . Diam diam bu bela juga ikut konsultasi ke psikolog untuk menghilangkan kesedihan nya .dan sekarang ia juga telah terbebas dari kesedihan masa lalu .
Setelah bu bela pergi Angi kembali termenung . Kisah yang sama yang ia alami dengan bu bela . Bila hubungan nya dengan Joshua tetap berlanjut , mungkin ia juga akan mengalami kisah yang sama seperti yang di alami oleh bu bela . Namun ada kalanya ia sangat bahagia bila Joshua mau mempercayainya sedikit saja , karena ia masih mampu bertahan dari kebencian yang di tunjukan oleh Nagita .
Sementara di sebuah ruangan di kawasan elit . Dengan interior yang sangat mewah terdengar teriak kan seseorang wanita yang sangat keras sambil menggedor nggedor pintu .wanita itu telah di kurung kurang lebih tiga hari ini .