
"Bukan begitu , Ibu hanya ingin tau alasan Jo , kenapa ingin Ibu jadi momynya Jo ." tanya Angi .
"Karena bu Angi baik sama Jo , bu Angi juga sayang sama Jo , Jo berharap bisa memanggil Bu Angi dengan panggilan Momy . Kadang Jo iri pada teman teman yang punya momy . Saat mereka sekolah selalu di tungguin sama Momynya , sedang Jo , hiks .." Anak itu menangis tidak sanggup meneruskan perkataan nya .
Angi berlutut di depan Jo ,menyamakan tinggi badan nya dengan Jo . Ia hapus air mata di pipi bocah itu dan menarik nya ke dalam pelukan nya penuh dengan kasih sayang . Dia tidak tega melihat wajah sedih Jonathan .
"Bu Angi mau kok jadi momynya Jo ." ucap Angi sambil melepaskan pelukan nya .dan mengusap lagi wajah bocah itu yang basah lagi oleh Air mata .
"Bolehkah Jo memanggil Bu Angi dengan sebutan Momy ." tanya Jo di sela isakan nya . Angi mengangguk .
"Boleh ." jawabnya sambil tersenyum hangat .
"Momy ." panggil Jo dengan suara serak . Angi membawa Jo kembali ke dalam pelukan nya .
"Iya sayang ." jawab Angi
"Momy ." panggil Jo kembali , ia tidak percaya kalau Angi mau menjadi momy nya .
***
Joshua baru turun dari wahana histeris dengan wajah pucat , kepalanya sedikit pusing . Ia bersumpah kedepan nya ia tidak akan naik lagi wahana itu lagi . Joshua melangkahkan kakinya menghampiri Jonathan dan Angi yang terlihat masih berpelukan .
Joshua berdecak ia akan menghukum kedua orang itu yang telah berani mengerjainya dengan meninggalkan dirinya di wahana seorang diri .
"Jo sayang sama momy Angi ." ucap Jo , membuat Joshua menghentikan langkahnya , tenggorokan nya juga terasa kering mendengar ucapan Jonathan , sepertinya ia telah melewatkan sebuah moment penting .
"Momy juga sayang sama Jonathan ." ucap Angi walau sebenarnya ia canggung menyebut dirinya sendiri momy . Tapi Joshua masih bisa menangkap ketulusan dari ucapan Angi .
"Saya tidak di ajak berpelukan ." ucap Joshua yang telah berdiri di belakang Jonathan dan Angi . Jonathan dan Angi saling melepaskan pelukan mereka dan sontak mereka berdua menunduk , takut Joshua akan marah .
Joshua mengulum bibirnya , menahan senyumnya yang akan lepas dari sana . Gemas melihat tingkah Angi dan Jonathan yang terlihat seperti anak kecil yang ketahuan mencuri .
"Senjani , berdiri ." ucap Joshua . Tanpa menunggu perintah yang kedua kali , Angi segera berdiri tapi tidak berani menatap bola mata Joshua .
"Kita pulang sekarang ." ucap Joshua nada suaranya di buat datar . Agar kedua orang itu mengira kalau ia sedang marah . Sebenarnya Joshua tidak marah tapi terharu dan bahagia .
Joshua senang mendapati kemajuan dalam hubungan kedua orang yang sedang menunduk ketakutan itu . Ini adalah hal yang Joshua harapkan sejak awal mereka bertemu dengan Angi . Dengan begini ia telah memenuhi janjinya terhadap almarhum Istrinya . Dulu ia berjanji akan menemukan seorang ibu yang baik untuk putra mereka .
Reyhan menatap kepergian ketiga orang itu dengan tatapan yang susah di tebak . Tapi yang paling terlihat adalah penyesalan yang besar . Andai dulu ia tidak melepaskan Angi , mungkin sekarang mereka telah menikah .
"Aku selalu berharap untuk bisa mengulang kembali waktu , aku berharap bisa mengubah , mengubah keputusan untuk tetap mempertahankanmu. Sayangnya aku tidak mempunyai kekuatan itu . Dan yang ku lakukan sekarang hanyalah menyesali .
***
Joshua memperhatikan bagaimana Angi mengelus kepala jonathan penuh kasih sayang . Saat Jonathan bergerak gerak mencari posisi yang nyaman dalam tidurnya . Joshua tersenyum tipis melihat itu semua .
" Jo sudah tidur , kamu tidak ingin pindah duduk di depan , saya bukan sopir kalian lo ." ucap Joshua , Angi menggelengkan kepalanya .memberi jawaban dari pertanyaan Joshua .
"ngak mau ," jawab Angi jawabnya lagi ketika pria itu tidak melihat gelengan kepalanya .
"kenapa ? ." tanya Joshua memperlambat jalan nya mobil karena lampu lalu lintas berwarna kuning akan berubah merah .
"Tidur Jo akan tidak nyaman bila aku pindahkan posisinya ." Jonathan sedang tertidur di pangkuan Angi . Mungkin Jo kelelahan saat bermain tadi . Joshua mengangguk mendengar jawaban Angi . Kemudian ia mengalihkan pandangan nya ke depan dan melajukan kembali mobilnya .setelah lampu berwarna hijau .
"Apa pria itu ...maksud saya Reyhan , apa dia mempunyai istri ." pertanyaan yang telah menganggu pikiran nya sejak tadi akhirnya mampu ia tanyakan pada Angi .
"Reyhan , dia tidak punya istri ." Angi menjawab rasa penasaran Joshua . Dulu saat ia berpacaran dengan Reyhan ia juga sering menemani Erick .namun setelah hubungan nya dengan Reyhan berakhir ia jarang bertemu bahkan tidak pernah lagi menemui anak itu .
"lalu ? anak kecil itu ." tanya Joshua .
"Itu anak kandung Reyhan , dia memiliki anak di luar ikatan pernikahan . Karena setau aku , Reyhan belum pernah menikah ." jelas Angi
" kamu begitu mengenal nya ya ." ucap Joshua dengan nada sinis pada suaranya , padahal tadi ia yang bertanya .
Angi mengankat kedua bahunya acuh ." Reyhan sendiri yang cerita saat kami bersama ." lanjut Angi
"saya tidak tanya ." potong Joshua dengan sewot.
"lah ...tadi bapak yang tanya ." balas Angi .
"ya tapi tidak usah di ceritakan panjang lebar juga , tentang hubungan masa lalu kalian ." jawab Joshua
"perasaan yang panjang juga ngak lebar ."jawab Angi
Sungguh , Joshua menyesal telah memulai pertanyaan itu yang membuat moodnya turun drastis . Ia penasaran dan kesal di saat Angi masih mengingat dengan jelas , hubungan masa lalunya dengan pria yang tidak ingin dia sebut namanya . Joshua benci membayangan Angi menjalin hungan dengan Reyhan atau pria mana pun .yang jelas Joshua benci dan tidak suka.
Keheningan terjadi di antara mereka kurang lebih lima menit , akhirnya Angi membuka suara hntuk memecahkan keheningan itu .
" Aku penasaran kenapa dulu bapak ngotot memintaku untuk menemani dan menjaga Jonathan ?. Padahal bapak bisa mencari pengasuh yang lebih berpengalaman ." tiba tiba pertanyaan itu terlintas di kepala Angi .
Joshua sekali lagi melirik ke arah tempat duduk Angi ." Sejak awal saya merasa penglihatan saya tidak salah . Saya tau kamu orang yang tulus ." jawab joshua walau sebenarnya tidak sepenuhnya benar . karena pertama , Angi mirip dengan mendiang istrinya . Kedua , Selain itu ia juga telah mencari tahu tentang latar belakang Angi .
Setelah menjadikan Angi pengasuh putranya , semakin kesini Joshua baru menyadari Angi dan Senjani tidaklah mirip ,mereka mirip dalam sekilas tapi dari jarak dekat mereka berbeda . Mereka punya ciri dan khas yang berbeda .
" aku rasa bapak masih punya jawaban yang lain , yang masih bapak sembunyikan dari saya ." ucap Angi dengan tatapan menyelidik . Angi pernah melihat tatapan rindu sekaligus sedih di mata pria itu saat menatap dirinya .