My Teacher Is My Mommy

My Teacher Is My Mommy
102 (²¹+)



Andre menepuk nepuk kedua tangan nya setelah selesai memasang kamera .dia berjalan menghampiri Miranda .Andre melangkah satu langkah , miranda mundur satu langkah .


"Itu semua akan aku dapat setelah kita selesaikan semuanya , atau kalau tidak kamera itu yang akan menyebarkan semua yang kita lakukan di dalam kamar ini ." ucap Andre .


Andre melangkah lagi ,miranda juga mundur sambil mencari ada senjata apa yang bisa ia gunakan untuk melawan Andre sekarang . Sayang nya tak ada satu senjata pun yang bisa ia gunakan untuk melawan Andre kecuali sebuah matras kecil dan meja kecil di sisi kiri kasur itu .


Miranda terus berusaha menghindar sejauh yang ia mampu . Tapi sempitnya ruangan itu dan minimnya perabotan , tidak bisa menolongnya untuk menyelamatkan diri dari kejaran Andre .Andre berhasil menangkap tangan Miranda dan mendorongnya hingga jatuh ke atas kasur .


Sekuat tenaga Miranda berusaha melawan dan sempat menendang masa depan Andre , Andre terkejut dan mengumpat .


"sialan kamu Miranda ." Andre sangat marah dan menjadi beringas .


"kamu pikir kamu akan bisa lepas dari aku hah ? ." Miranda langsung bangkit saat Andre loncat loncat menahan sakit .miranda berlari menuju ke arah pintu . Ia gedor gedor pintu itu untuk meminta bantuan pada siapa saja yang mendengarnya , tapi kelihatan nya tak ada satupun orang yang bisa menolongnya .


Andre tertawa terbahak bahak melihat Miranda yang mulai putus asa ." Tidak ada satu orang pun yang akan menolong kamu . Maka dari itu menyerahlah , kemari kita nikmati malam ini pelan pelan ." ucap Andre jumawa .


Miranda melepas sepatunya dan ia lempar tepat mengenai kepala Andre , membuat Andre bertambah marah .


"Kamu tidak akan bisa menyentuhku ." ucap Miranda lantang , sambil mengeluarkan ponselnya , ia akan menghubungi papanya , tapi dengan gerakan cepat Andre merebut ponsel itu dari tangan nya . Dan Andre melemparkan nya ke sembarang arah . Miranda hendak berlari mengambil kembali ponselnya , namun Andre meraih rambutnya dari belakang .


"Akhh sakit ." teriak Miranda sambil memegangi kepala dan rambutnya . Andre menampar pipi kiri miranda dengan keras , tak cukup sekali kini ia layangkan satu tamparan lagi di pipi kanan nya .


"Ini adalah balasan untuk mu . Yang berusaha untuk menyakiti ku ." sinis andre , sambil menarik rambut Miranda Andre mengunakan tangan satunya untuk melepas pakaian yang di gunakan oleh Miranda .


Dengan sisa sisa tenaga yang di milikinya , Miranda masih berusaha memberontak .tangis Miranda semakin pecah saat ia merasakan Andre berhasil menarik turun resleting bajunya . Dengan mengunakan kekuatan di siku tangan nya ia gunakan untuk menyiku d**a Andre hingga Andre mundur dan melepaskan rambut miranda .


Andre meringis meraba dadanya yang kena siku dari Miranda ," B*****k miranda ." umpat kesal Andre saat ai akan meraih miranda kembali tiba tiba pintu kamar terbuka dengan paksa . Nampak Jonathan berdiri di depan pintu dengan tatapan dingin .


"Jonathan ." panggil Miranda dan berlari sembunyi di balik punggung Jonathan . Andre tersenyum sinis pada Jonathan . Senyum itu hilang saat ia melihat empat orang polisi berdiri di belakang Jonathan .


"selamat membusuk di penjara ." ucap Jonathan yang mengantikan senyuman sinis Andre .


***


Sekali lagi miranda melirik Jonathan dan memberanikan diri untuk berbicara kepada Jonathan .


"Jonathan ." Panggil Miranda dengan suara pelan , ia tidak bisa diam terus seperti ini . Ia merasa sangat bersalah karena sudah tidak mau mendengarkan ucapan Jonathan tentang diri Andre . Jika ia mau mendengarkan sedikit saja ucapan Jonathan dan tidak menyuruh dia menjauh , mungkin hal yang mengerikan hari ini tidak akan pernah terjadi . Bahkan di waktu seperti ini Jonathan masih datang untuk menyelamatkan dirinya .


"Jo , Aku mau minta maaf , karena tidak mau mendengarkan ucapan kamu waktu itu ." ucap Miranda saat Jonathan hanya diam dan tidak menjawab panggilan nya . Jonathan hanya fokus pada jalanan dan setir mobilnya .


Jonathan hanya mendengus mendengar ucapan Miranda , ia sudah menebak bila miranda akan mengatakan itu . Jonathan hanya diam tidak menanggapi ucapan gadis itu yang hanya akan menambah sakit hati masing masing ..


Jonathan menekan klakson mobilnya saat sampai di depan pintu gerbang rumah Bilyam .setelah satpam membukakan pintu gerbang Jonathan melajukan mobilnya ke dalam pelataran rumah Bilyam .


Miranda melihat papa dan mamanya berdiri di depan teras rumahnya dengan gelisah ,menunggu kedatangan nya . ia mengigit bibirnya menahan tangisnya , ia tak menyangka kedua orang tuanya begitu mencemaskan keadaan nya .apa lagi ia melihat kekhawatiran di mata mamanya .


Miranda segera turun dan lari menghambur dalam pelukan mama sambungnya .ia tumpahkan segala rasa yang ada di dalam hati dan pikiran nya . Dalam pelukan mamanya .


"Syukurlah mama lega , kamu baik baik saja ." ucap lisa sambil mengelus punggung putrinya .


" Dari awal papa sudah katakan . Papa meminta padamu untuk mengenalkan laki laki itu pada papa ." ucap Bilyam .


"Maafkan miranda pa ." ucap Miranda di sela tangisnya . Ia merasa perasaan nya hancur , ia sangat kecewa karena Andre tidak seperti laki laki yang ia harapkan . Apa lagi di tambah rasa bersalahnya karena telah mengabaikan perkataan Papanya dan juga Jonathan


"Inilah yang papa takutkan , kalau kamu pacaran dengan laki laki yang tidak jelas . Masih beruntung ada Jonathan yang masih sempat menolongmu? Kalau tidak bagaimana , apa yang akan terjadi padamu selanjutnya ." Miranda semakin terisak dan membenamkan wajahnya dalam pelukan Lisa .


"Mas , sudah cukup , sekarang Mira dalam ketakutan , jangan kamu tambahi dengan kemarahan kamu ," kata Lisa yang memotong ucapan Bilyam yang masih ingin mengatakan sesuatu .


"Sayang ..aku ..


"Sudah mas ,cukup kita sudahi sampai di sini . Kini bicara di lain hari lagi . Sekarang biarkan Miranda istirahat dan menenangkan diri dulu . Dan nak Jonathan , terimakasih banyak sudah menolong Miranda . Tante tidak bisa membayangkan , apa yang akan terjadi pada miranda tanpa ada kamu ."ucap Lisa .


"Tidak usah berterimakasih tante . Sudah jadi tanggung jawab aku untuk menjaga Mira ," ucap Jonathan . Mendengar ucapan Jonathan miranda semakin mengeratkan pelukan nya kepada Lisa . Ia merasa malu jika inggat perkataan nya pada Jonathan saat Jonathan mengingatkan dirinya tentang Andre .


Lisa menggeleng kan kepalanya ." tidak , itu bukan tanggung jawab mu , mira bukan siapa siapa kamu , kalian hanya teman . Seharusnya ini tanggung jawab kami. Sekali lagi Tante ucapkan terimakasih ." ucap Lisa . Mau tidak mau akhirnya Jonathan mengangguk kan kepalanya . Kemudian lisa membawa Miranda masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Jonathan dan Bilyam berdua saja .