My Teacher Is My Mommy

My Teacher Is My Mommy
110



"Jonathan ." mira terkejut ia tidak menyangka bila Jonathan ada di.hadapan nya , dan Mira segera menoleh ke belakang laki laki itu untuk mencari Rania , tapi tidak ia temukan .


"Apa ini masih sakit ." tanya Jonathan dwngan menyentuh lembut pipi Miranda bekas tamparan Rania . tatapan nya begitu serius ke arah wajah Mira yang merah bekas tamparan Rania .


Mira mengumpat dalam hati ketika merasakan detak jantungnya yang semakin berdebar kencang tidak karuan .saat Jonathan menyentuh pipinya .


Miranda mencoba menepis tangan Jonathan dari pipinya lalu , lalu miranda melangkah mundur tiga langkah . Mira hanya takut Jonathan akan mendengar detak jantungnya yang begitu keras .


" A aku baik baik saja ." jawab Mira tanpa berani menatap wajah Jonathan .Mira tidak mengerti kenapa ia menjadi gugup seperti ini .


"Aku minta maaf atas nama Rania , Mira Aku pastikan ini tidak akan terjadi lagi ."ucap jonathan , tanpa sadar miranda mendengus kasar mendengar jawaban dari Jonathan ia tidak suka dengan kata kata yang keluar dari mulut Jonathan .


Di mata Mira terkesan Jonathan sangat melindungi Rania . Agar ia tidak mengadukan ini kepada Orang tuanya .


"tidak usah kamu meminta maaf atas nama dia . Karena aku akan membalas tamparan ini lebih menyakitkan lagi . Dari apa yang baru aku terima , Maka dari itu pastikan tunangan kamu tidak akan pernah menemui aku lagi ." ucap Mira dengan angkuh dan membalik kan badan untuk meninggalkan laki laki itu .


Jonathan mengangkat alisnya mendengar apa yang di katakan oleh miranda . Dengan cepat Jonathan meraih tangan miranda ." Aku akan mengantar kamu pulang ." ucap Jonathan sambil menarik Mira ke arah mobilnya .


"Bagaimana dengan tunangan kamu ." tanya mira sambil menarik tangan nya , berusaha melepaskan tangan nya dari cengkeraman tangan Jonathan .


"Dia bisa naik taksi pulang ."jawab Jonathan


"Aku juga bisa naik taksi , jadi kamu tidak usah repot repot untuk mengantar aku pulang." Mira masih berusaha melepaskan tangan nya dari cengkeraman Jonathan


Jonathan tidak mau mendengarkan ucapan Mira , ia tetap membawa mira melangkah mendekati mobilnya ,ia membuka pintu mobil dan mendorong miranda untuk masuk ke dalam mobil .Ia pastikan mira duduk dengan baik baru ia menutup pintu mobilnya dan segera memutari mobilnya masuk dan duduk di kursi kemudi dan mengantar mira untuk pulang .


Butuh waktu empat puluh menit . Jarakn rumah Mira dan butiknya Nisa . Selama itu pula ia harus duduk diam di samping Jonathan . Mira membuang pandangan nya untuk menghindari pembicaraan dengan Jonathan .


"Mira ." panggil Jonathan saat lampu jalanan berwarna merah .


"Iya ." jawab Mira yang membalik kan pandangan nya .ia menunggu apa yang akan di katakan oleh laki laki itu ,tapi ia tidak mau menatap mata Jonathan . Ia tidak mau tenggelam di sana . Karena sudah ia pastikan , ia tidak akan sanggup keluar dari sana .


"Bagai mana kabar kamu selama lima tahun ini ." tanya Jonathan .


"Baik ." jawab Mira pendek , satu hal yang menjadi pertanyaan Mira " Apakah pria itu tidak pernah membaca email yang selalu ia kirimkan selama ini ? Selama ini setiap hari ia selalu mengirim kan kabar kepada Jonathan ,mengabarkan apa yang terjadi padanya hari ini , suka nya , dukanya juga ia bagi dengan nya . Terkadang ia menuliskan hal lucu kepadanya . Saat ia sakit pun ia juga memberinya kabar , kalau dirinya baik baik saja . Bahkan saat pertama kali ia bertemu beberapa minggu yang lalu , ia juga masih mengirimkan email kepada Jonathan .


"Bagaimana kabar kamu sendiri , selama di taiwan ? ." tanya Miranda , ia penasaran dengan kehidupan Jonathan selama di Taiwan .


"Baik ." jawab Jonathan yang sama persis dengan jawaban Mira tadi . Mira mendengus dan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi , sisa perjalanan hanya di isi oleh keheningan .


"Aku belum ingin pulang , pekerjaan aku masih banyak ." ucap Miranda yang menyadari jalanan yang di tuju oleh Jonathan adalah jalan menuju ke rumahnya .


"Sudah mau sampai rumah , pekerjaan mu sebaiknya selesaikan besok lagi ." ucap Jonathan .


"Tapi sore ini aku ada janji ketemu dengan klien ." ucap Mira , Jonathan melihat jam yang melingakar di tangan nya .


"ketemuan di mana ." tanya Jonathan .


"Di restoran ." miranda menyebutkan nama restoran yang berada dekat dengan kantor WO nya . Restoran itu sangat nyaman untuk membicarakan tentang pekerjaan dengan klien nya . Sehingga ia gunakan restoran itu sebagai tempat favoritnya untuk bertemu dengan klien nya .


"Aku akan mengantar kamu pulang , dan kamu bisa berangkat sendiri dari rumah pakai mobil sendiri ." ucap Jonathan . Mira mengira kalau laki laki itu akan mengantarnya ke restoran itu .Nyatanya yang terjadi adalah sebaliknya . Jonathan melajukan mobil menuju ke rumahnya , jonathan menghentikan mobil nya sampai ke depan rumahnya .


" Maaf aku tidak bisa mengantar kamu ke sana . karena aku sebentar lagi ada urusan yang lain setelah ini ." ucap Jonathan . Mira menarik nafasnya berusaha meredam emosinya .


"Tidak seharus nya kamu tadi mengantar aku pulang ." ucap Mira yang gagal meredam emosinya . Lalu dia keluar dari mobil Jonathan dan menutupnya dengan keras .Jonathan menekan klakson mobilnya dan segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah miranda .


Mira telah berada di restoran menemui klien nya yang pesan WO untuk pernikahan mereka tiga bulan lagi . Mira datang di temani oleh asisten nya yang begitu cekatan dan handal .


"Bagaimana , mas dan mbak , mau ambil dekorasi yang bagaimana ?." tanya Mira kepada klien nya calon sepasang pengantin .


"Kita pakai dekorasi yang ini aja , gimana Yang ." tanya sang wanita menunjuk gambar yang ada di dalam buku album kumpulan macam macam dekorasi . Sang pria meneliti pilihan calon istrinya sambil geleng kepala


" Terlalu meriah dan rame say ." ucap pria pria itu . Mira dan asisten nya hanya tersenyum menatap perdebatan kecil di antara kedua mempelai . Ia biarkan mereka bermusyawarah hingga menemukan keputusan yang bisa memuaskan kedua belah pihak .


"Bagaimana , mas , mbak .? At!u ada permintaan yang khusus ?." tanya Mira setelah lama menunggu . Ia udah biasa menghadapi situasi seperti ini . Ia juga sudah bisa menyelesaikan nya karena ada masalah yang lebih rumit lagi dari ini .


Ada yang ingin dekorasi bagus tapi harga lebih rendah . Kadang ada yang menawar hingga harga yang tidak mampu Miranda toleransi . Dan kadang ada yang membatalkan dan meminta kembali uang nya . Kalau mendapati klien seperti itu miranda memilih untuk pergi dan ia serahkan kepada sekretarisnya itu . Karena miranda sudah dapat memastikan dirinya akan kalah berdebat dengan mereka . Karena miranda tidak pandai bernegosiasi dan mudah kasihan kepada sesama .