
"Eh saya tidak akan menculik kamu , ok . Tenangkan dirimu ." Ucap Joshua dan memelan kan laju mobilnya dan berhenti saat lampu merah .Angi menatap Joshua tidak percaya . Saat sadar mereka di lampu merah Angi kembali berontak .
"Tolong ...! " Angi kembali mengedor pintu mobil dan berusaha membuka jendela kaca , tapi hasilnya nihil .pintu tidak bisa di buka .
Joshua melihat ke sekeliling ada yang melihat mobilnya dengan tatapan penasaran ada juga yang tidak perduli .
"Turunkan aku pak , bu tolong ." Angi kembali menggedor pintu mobil , minta tolong pada ibu ibu yang ada di sebelah mobil Joshua . Joshua memandang jengah kepada Angi .
"Tutup mulutmu , kamu bisa membangunkan Jonathan ." ucap Joshua tegas , ada nada marah dalam ucapannya .
"Diam dan duduk dengan tenang , kalau tidak ..."Joshua mencondongkan kepalanya mendekat ke arah Angi .
"Saya akan melakukan seperti apa yang ada di dalam pikiranmu sekarang ." ucap Joshua . Joshua tertawa karena wanita itu diam seketika .
Angi beringsut menggeser badan nya merapat dengan pintu mobil .menyisakan jarak yang lebar berharap aman dari pria di sampingnya . Sisa perjalanan tidak ada yang bicara , sesekali Angi melirik pria di sebelahnya yang fokus nyetir . Ia belum bisa menyingkirkan pikiran negatip tentang pria itu dari benaknya .berbagai scenario rencana buruk muncul di otaknya .
"saya hanya akan mengajukan sebuah kesepakatan dengan mu ," ucap Joshua menjawab semua pikiran buruk Angi . Angi hanya memandang Joshua sekilas dan diam tidak bicara apa apa lagi .
Tidak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi tiba di sebuah bangunan rumah yang cukup mewah untuk Angi . Itu bukan rumah lebih cocok di sebut mension bangunan megah lima lantai di samping kanan dan kiri juga ada bangunan kecil lagi .
Halaman yang sangat luas , ada lapangan golf mini di sana .Angi berdecak kagum saat memasuki pintu utama rumah itu . Di dinding ruangan banyak tergantung barang barang mahal , dan yang paling menarik perhatian Angi adalah foto keluarga yang di bingkai dengan apik berukuran besar .
Sudah jelas kalau itu foto keluarga Joshua berisi tiga orang , dengan seorang anak kecil kira kira berumur satu tahunan dan kedua orang tuanya .
"kamu di sini tunggu sebentar , saya mau memindahkan Jo sebentar ." pamit Joshua dan memasuki lift sambil menggendong putranya yang masih tertidur , Angi tidak bisa tidak ternganga melihat itu semua .
Satu orang pelayan datang dengan memakai seragam yang sangat unik menurut Angi , datang menghampirinya sambil menunduk sopan .
"nyonya ingin di buatkan minuman apa ." tanya pelayan itu tetap dwngan kesopanan nya .
"Air putih saja ." jawab Angi yang merasa canggung karena di panggil nyonya .
"apakah anda tidak menginginkan jus atau teh atau yang lain nya ." tawar pelayan itu dengan sopan .karena pelayan itu ingat pesan dari majikan nya .bila ada tamu tawarkan minuman , bila tamunya minta air putih tawarkan minuman yang lain . Karena hanya orang miskin yang memberikan minuman air putih kepada tamunya . Tapi Joshua orang yang ter terkaya swhingga ia harus tawarkan minuman yang lebih bagus .
" kalau begitu buatkan teh saja ." ucap Angi .
"Baiklah , mau cemilan pendamping apa yang anda mau .? Angi mengerutkan alisnya .
"Haruskah ." tanya Angi .
"Ya biasanya kalau minum teh ada camilan pendampingnya , nyonya ." jawab pelayan itu .
"kalau begitu apa aja , aku bukan orang yang pemilih ." ucap Angi yang tidak tau ada makanan apa saja di rumah besar itu .
"Kalau begitu saya akan menyiapkan pesanan anda nyonya mohon tunggu sebentar ," ucap pelayan itu sambil jalan mundur beberapa langkah .
Angi mengerutkan dahinya . Ia serasa berada di dalam cafe pelayanan VVIP .
"Ya karena belum di persilakan ." jawab Angi polos , membuat Joshua tersenyum sambil menggelengkan kepalanya .
"Kalau begitu silahkan duduk ," ucap Joshua ramah
" maaf membuatmu menunggu lama ." tambah Joshua . Angi hanya mengangguk .
"Langsung saja ke intinya pak , saya tidak bisa lama lama ." jawab Angi sambil mengedarkan pandangan nya ke penjuru ruangan . Asal tidak memandang wajah Joshua . Ia merasa tidak nyaman , ada sesuatu yang tidak bisa ia jabarkan , dan sesuatu itu seperti hal yang baru .
"Seperti yang pernah saya katakan dan itu juga kamu ketahui , kalau saya masih membutuhkan kamu jadi pengasuh untuk Jonathan ." ucap Joshua.
"Dan seperti yang bapak ketahui , sejak awal saya sudah menolaknya ." jawab Angi mengembalikan perkataan Joshua .
" tapi saya masih belum tau , dan katakan apa alasan kamu , beri tau saya . Dan saya akan mencoba memahami kamu ." Angi merasa ambigu dengan perkataan Joshua .
"Pertama saya tidak bisa mengurus anak kecil , kedua saya tidak ingin bekerja di luar sekolah , karena itu prinsip dan cita cita saya sejak dulu menjadi seorang guru . Dan yang terakhir , saya tidak mau tinggal di rumah ini , karena saya punya kekasih yang harus saya jaga hati dan perasaan nya ." jelas Angi .
Alasan yang pertama jelas bohong . Merawat dan mengurus anak kecil adalah keahlian nya sehingga dia menjadi seorang guru . Keahlian nya merawat anak kecil tidak bisa di ragukan lagi .
"Bukankah kalian sudah putus ? ," ucap Joshua menyeringai kecil . Di ingatkan akan kandasnya hubungan percintaannya dengan Dilan membuat Angi sedikit emosi .
"Iya dan itu semua karena perbuatan kamu dan anak kamu ." ketus Angi dengan marah .
"saya sangat mencintainya , walau kita baru menjalin hubungan selama tiga bulan . Tapi kami serius ingin berakhir di pernikahan , tapi kenapa anda tega sekali ? ." Angi kembali menangis .
Joshua menatap Angi datar . Ia merasa tidak suka , saat Angi mengatakan kalau sangat mencintai laki laki itu . Apa mungkin karena melihat kemiripan Angi dengan senjani mendiang istriny .
"Itu bukan karena salah saya atau pun Jonathan . Itu karena salah pria itu , dia tidak bisa percaya sama kamu . Seharusnya dia minta bukti sama saya . Kalau dia benar benar mencintaimu ." ucap Joshua .
Angi membenarkan perkataan Joshua , Dilan tidak melakukan itu langsung marah dan menuduhnya juga langsung memutuskan hubungan mereka
"tapi tetap saja , anda tidak seharusnya mengatakan hal seperti itu ." ucap Angi .
"Lupakanlah , sekarang saya minta kamu fokus pada permintaan saya ." ucap Joshua mengalihkan pembicaraan .
"Saya tetap menolaknya ." jawab Angi kekeh .
"Bagaimana kalau saya sebarkan vidio ini ." Joshua memutar sebuah vidio di ponselnya .
"Orang orang akan menyerangmu karena kamu menelantarkan anak dan suamimu demi bersama pria lain ." Angi membulatkan kedua matanya melihat rekaman vidio di ponsel Joshua .
"Itu tidak benar ." bantah Angi .
"tapi orang orang taunya itu benar . Karena orang orang bersosial media hanya bisa menghujat , tanpa mau tau masalah yang sebenarnya .efeknya bukan untuk kamu , tapi untuk keluargamu ." angi melihat Joshua semakin kesal .