
Nisa tersenyum.
"Kebetulan yang menguntungkan bukan ." gumam Nisa , dan Nisa tidak tau kalau laki laki yang ia tunjuk barusan adalah Tiada lain Joshua .pria yang baru saja membuat sahabatnya itu patah hati .
Nisa melihat sahabatnya itu yang melamun penuh dengan tatapan kesakitan .melihat ke arah pria itu .
"Sudah biarkan saja , jangan hiraukan dia .kita datang ke sini untuk melupakan dia , bukan untuk meratapinya ." ucap Nisa dan Angi mengangguk ia menhisi kembali gelasnya dan juga sama ia teguk sekali habis .begitu seterusnya hingga tanpa sadar ia sudah menghabiskan dua botol Kawa kawa .
Sementara Nisa juga tidak mau kalah ia telah menghabiskan semua minuman nya dan sekarang kepalanya terasa ringan , karena ringan nya dirinya serasa melayang layang . Sehingga ia rasanya ingin terbang .
"Angi ." panggil Nisa dengan suara pelan .
"hemm ." sahut Angi . Ia sudah tidak kuat mengangkat kepalanya sehingga ia sandarkan kepalanya di atas meja .ia sudah tidak sanggup ,bahkan hanya untuk mengangkat kepalanya .karena yang ia lihat semuanya mulai kabur dan goyang goyang .
Sementara Joshua yang mengamati mereka dari sudut ruangan hanya mengeraskan rahangny sejak tadi .karena ia mulai melihat para pria berusaha mendekat kedua wanita yang telah mabuk itu .
Joshua membuka Jasnya dan melangkah dengan cepat menghampiri Angi , sebelum para pria itu memangsa mereka . Kemudian Joshua menyampirkan jasnya di bahu Angi .Joshua melihat mereka sejak awal mereka baru masuk ke Club malam itu .
"Lihat lah Nis , dalam keadaan mabuk pun aku masih bisa melihat dia ." ucap Angi samnil menunjuk nunjuk Joshua dengan tangan bergoyang goyang .
"aku akan pastikan kamu akan menyesal telah meninggalkan aku , Jos ." ucap Angi dengan mata menyipit ingin memfokuskan pada wajah Joshua .
"Ayo aku antar pulang ."ucap Joshua tanpa membalas perkataan Angi .
"Tidak mau pulang . Aku masih mau di sini , Aku sudah tidak mau sama kamu lagi ." tolak Angi . Tapi pegangan Angi tidak bisa mengalahkan pegangan Joshua .
"lex kamu antar pulang wanita itu ke rumahnya ya ." ucap Joshua kepada Alex asisten nya .
"Baik Bos ." jawab Alex patuh .
Joshua segera mengendong Angi ke dalam dekapan nya , menuju ke mobilnya ."Aku tidak suka kamu begini Senja ." ucap Joshua , Dan Angi hanya mengangguk angguk dengan senyum tanpa dosa .
"Tadi aku melihat laki laki tampan di sudut sana . Sepertinya dia laki laki yang baik . Bisa kah kamu mendapatkan nomor telepon nya untuk ku ." ucap Angi masih dengan senyum polosnya .
Joshua menggeleng tegas , lalu menyalakan mesin mobilnya setelah memasang sabuk pengaman untuk Angi . Ia akan mengantar Angi pulang ke rumahnya .
"Ayolah bantu aku untuk mendapatkan nomor ponselnya . Aku baru saja putus dari kekasihku , namanya dia Joshua ." ucap Angi dan tak lama kemudian terdengar suara isak tangis dari bibir nya ,Tiba tiba Angia melepas kan sabuk pengaman nya , kemudian Angi menurun kan tali gaun nya , dan ia menatap Joshua dengan tatapan intens .
"Kalau kamu tidak bisa mendapatkan nomornya untuk ku ,bagaimana kalau nomor ponsel kamu saja berikan padaku ." ucap Angi sambil mengedipkan mata genitnya .
Joshua kembali memungut jasnya yan telah jatuh di kaki Angi , Joshua kembali memakaikan jas itu kepada Angi bahkan ia mengancing kancing jasnya juga .joshua juga mengambil dasi cadangan nya yang biasa ia taruh di dalam mobil , untuk siap siap bila dari rumah lupa tidak membawa dasi .
Joshua mengikat pinggang Angi, biar Angi tidak bisa memperlihatkan kembali Anggota badan nya. Ia juga bisa fokus menyetir nanti . Tapi pada saat ia memakaikan kembali sabuk pengaman Angi , ia merasa ada dua buah tangan yang memeluk erat di lehernya . Angi menatapnya dengan tatapan sedih .
"Kamu mirip sekali dengan matan kekasihku ." ucap Angi dan setetes air mata jatuh dari sudut matanya . kemudian Angi melepaskan pelukan nya dari leher Joshua . Ialu menutup matanya karena ia merasa lelah.
Joshua tak kunjung menyalakan mesin mobilnya , tatapan nya fokus ke wajah Angi .Joshua mengangkat tangan nya dan menyentuh lembut wajah Angi .
"Aku juga sama tersiksa seperti mu , Senja . Di tambah sekarang Jonathan tidak mau bicara dengan ku , itu semakin menyakitkan dan menyiksa hatiku .Senja , katakan padaku , apakah keputusan yang aku ambil salah? .Aku lakukan semua , karena aku tidak ingin , kamu terus menerus dapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mamaku . Aku hanya tidak mau , kamu dan mamaku saling menyakiti . Kalian berdua sama sama sangat berharga dalam hidup ku Senja ." uc!p Joshua panjang lebar .
Tapi Angi telah tertidur lelap.ia tidak merespon semua uraian hati Joshua . Joshua tidak kunjung menyalakan mesin mobilnya , ia masih menikmati kebersamaan nya dengan Angi . Mungkin saja ini adalah kebersamaan nya yang terakhir kali nya dengan Anhi.
Malam semakin larut , baru joshua menyalakan mesin mobilnya dan mengantar Angi pulang ke kontrakan nya . Joshua menggendong Angi masuk ke dalam kamar nya sendiri . Lama Joshua terdiam , kembali memandangi wajah Angi yang terlelap begitu damai . Ia memutuskan dusuk sebentar di samping Angi tapi tanpa sadar ia malah ikut tertidur .
***
Angi mengerutkan kening nya saat merasakan rasa pusing yang teramat di kepalanya , hingga ia tidak sanggup untuk bangun ,dari tempat tidurnya . Angi meringis seraya memegangi kepalanya .
"Minumlah ." seseorang menyodorkan segelas air hangat , tanpa berpikir panjang Angi menerimanya dan meneguknya hampir separuh . Kemudian angi kembali membaringkan badan nya dan menarik kembali selimutnya hingga sebatas dada nya .
"Senja , makan dulu baru tidur lagi ." Angi terkejut dan langsung melempar selimutnya . Saat ia mengenali suara itu walau kepalanya masih terasa pusing dia berusaha untuk duduk .
"Kenapa kamu ada di sini ." tanya Angi datar pada Joshua yang duduk tidak jauh dari nya .
"Aku sudah pesan kan bubur , dan di sini ada obat pereda nyeri . Setelah kamu makan semua ini , kamu boleh kembali tidur ." jawab Joshua tidak menjawab apa yang di tanyakan oleh Angi tadi .
"Aku tanya , bagaimana kamu bisa ada di sini ." tanya Angi kembali mengulangi pertanyaan nya . Joshua berbalik dan menatap Angi datar .
" semalam kamu mabuk ," Angi ingat kalau semalam ia berada di Club malam bersama Nisa .
"Lalu ." Angi mengejar jawaban pada Joshua .
"Aku yang mengantar kamu pulang . Sehingga aku ada di sini ." ucap Joshua sambil meraih jasnya yang tersampir di ujung tempat tidur Angi .
"Cepat habiskan makan mu dan minum obat nya , setelah itu istirahatlah , besok pagi semua akan baik baik saja aku pergi ...