My Teacher Is My Mommy

My Teacher Is My Mommy
60



Joshua menggeleng ." Aku tidak tau ."


"Apa ada wanita lain yang nakk mobilmu selain aku ." Joshua mengedipkan matanya , ia tau sekarang kemana Arah pembicaraan kekasihnya itu.


"Ngak ada cuma kamu dan mamaku yang pernah naik mobil ini." jawab Joshua jujur .


"Dan apakah ini mungkin milik mamamu ." Angi melototkan matanya berusaha mengintimidasi pria itu . Tapi yang ada pria itu malah merasa gemes dengan ekspresi Angi .


"sepertinya bukan , karena terakhir naik mobil ini lima bulan yang lalu , setelahnya mama sering di antar sopir ." ucap Joshua .


"Itu Artinya ada wanita lain , kan? ." ucap Angi dan melempar kalung itu ke dasboard dan kembali membalik kan badan memunggungi Joshua .ingin rasanya Angi memarahi dan memaki Joshua . Tapi ia sadar ia tidak berdua di dalam mobil tapi ada Jonathan yang duduk dibelakang mereka .Angi tidak ingin Jonathan melihat pertengkaran mereka .


" Senja , jangan berpikir kalau aku memiliki wanita lain ." jujur Joshua tidak memiliki wanita lain . Dia hanya ada dua wanita yang sangat ia cintai . Dalam seumur hidupnya , dan dia akan mengajak menjalani hubungan serius ke jenjang pernikahan . Dan mereka adalah Angi dan senjani almarhumah istrinya .


" Memang ,benarkan kamu ada wanita lain." ucap Angi datar .


" Itu Tidak benar Senja , kamulah satu satunya wanita yang aku miliki ."tegas joshua .


"Mom , itu kalung milik ku ." ucap Jonathan . Yang memotong pembicaraan Angi yang akan membalas Dadynya lagi .Angipun melotot pada jonathan .


"Kamu jangan ikut ikutan belain Dady mu . Dan jangan jangan kamu juga tau kalau Dadymu punya pacar lagi ." ucap Angi .


"Pacar itu apa Mom?." tanya Jonathan polos .


"Mama kamu yang lain." jawab Angi dengan cepat dan emosi .


"Tidak mau , Jo tidak mau mama yang lain . Jo hanya mau Momy saja . Tidak mau yang lain ." jawab Jonathan dengan wajah sedih .


"kalau begitu bicara dan jawab momy dengan jujur . beri tau Momy , apa Dadymu pernah berjalan wanita lain selain Momy ." Jonathan menggeleng dua kali.


"Senja aku katakan sekali lagi . Aku tidak sedang menjalin hubungan dengan wanita mana pun selain dengan dirimu . Itu Artinya kamu lah satu satunya milik aku ." ucap Joshua sekali lagi dengan tegas .


"Kalau begitu bisa jawab , ini kalung siapa .: tanya Angi .


"Itu punya Jonathan Momy ." Joshua mencari tempat parkir untuk menghindari kecelakaan . Mereka telah berada di parkiran sebuah supermarket . Joshua ingin fokus dengan kejadian yang ada sekarang . Ia ingin fokus pada mereka berdua.


" katakan bagaimana bisa ini jadi milik Jo ." tanya Angi .


Jonathan mengaruk kepalanya ." sebenarnya itu bukan milik Jo , tapi milik tante Lena ."


"Sudah aku duga , kamu menjalin hubungan dengan Lena , pantas saja wanita itu terus menerus menganggu aku . Dan meminta kita agar kita berpisah ,inilah alasan nya iya kan ?."


"Momy masih ingat kemarin tante Lena datang ke rumah bersama Omakan ?." tanya Jonathan dwngan pelan , sebenarnya ia tidak tau dwngan apa yang barusan Momynya bicarakan .


"tentu saja ingat ." ucap Angi keras . Joshua mengangkat tangan nya mengusap punggung Angi .


"Jangan emosi sayang ,kamu sedang bicara dengan anak kita ." bisik Joshua pelan .


"Maaf ." ucap Angi tanpa suara .


"Kotak kemarin yang tante Lena temukan sebenar milik tante Lena sendiri .Dia mengeluarkan nya dari tasnya sendiri , kemudian dia masukan ke dalam lemari Momy . Saat tante Lena keluar isinya aku tukar dengan manik manik milik miranda . Yang tertinggal di kelas dan ngak sengaja Jo bawa pulang ." jelas Jonathan panjang lebar .


"Jo takut Dady akan marah ." jawab Jonathan .


"Kenapa dady harus marah . Dady justru bangga padamu ." Joshua mengacungkan jempolnya ia merasa putranya benar benar sangat pandai . tidak bisa ia bayangkan kalau saja Jonathan tidak menukar kalung itu , Angi pasti akan jadi bulan bulanan mamanya dan wanita yang bernama Lena itu .


"Hari ini Dady akan turuti semua mau kamu , karena kamu telah menyelamatkan Momy dari fitnahan tante Lena ." ucap Joshua .


Jonathan bertepuk tangan dengan penuh semangat ." Jo mau mainan ." Jonathan menyebutkan semua mainan yang ia inginkan selama ini .


"Ok setelah makan siang kita belanja ." ucap Joshua .menuruti kemauan putranya itu .


"Momy juga mengucap terimakasih , Jonathan sangat pinter .masih kecil tapi sudah bisa melindungi Momy , Momy bangga dengan Jo ." ucap Angi


"Sama sama Momy , Jonathan juga sayang sama Momy ." jawab Jonathan


"Kamu tidak mengatakan sesuatu pada ku sayang ?."ucap Joshua . Angi mengalihkan pandangan nya kepada Joshua ,kemudian ia tersenyum canggung .


"Maaf karena sudah menuduh kamu selingkuh ."ucap Angi .


"Maaf di terima . Dan ciuman nya di tunggu ." jawab Joshua sambil tersenyum


***


"ini apa ? Tanya Angi pada Joshua .ia mengeluarkan bungkusan dari dalam dompet milik Joshua . Mereka baru saja selesai makan siang di restoran seafood yang di inginkan oleh Jonathan tadi . Joshua memberikan dompetnya kepada Angi untuk membayar billnya . Karena ia ingin membalas pesan singkat dari asisten nya .


Wajah Joshua seketika memerah melihat Angi mengakat benda kecil segi empat itu tinggi tingi untung pengunjung restoran tidak terlalu banyak , sehingga tidak ada ysng memperhatikan .


"I..itu alat kontrasepsi , yang ."jawab Joshua pelan takut Jonathan mendengarnya pasti akan banyak pertanyaan yang akan merepotkan dirinya sendiri juga . Jonathan pasti akan tanya kegunaan nya , dan Joshua oasti tidak bisa memberikan jawaban lagi .


Tatapan mata Angi langsung berubah . Matanya tajam menghunus tepat di bola mata Joshua .


"Kamu suka jajan ." tanya Angi datar .


"Jonathan juga suka jajan , Mom ." jonathan melihat kedua orang tuanya dengan tatapan polos , Jonathan tidak mengetahui situasi yang sebenarnya . Ia mengira Momy nya menanyakan makanan penutup untuk mereka .


"Jonathan ingin makan es krim yang rasa leci ." jawab Jonathan .


"Ngak ada es krim , nanti gigimu rusak ." jawab Angi cepat dan kembali fokus pada Joshua .


"Nggak , aku nggak ada jajan yang seperti yang kamu maksud ." ucap Joshua .tapi ekspresi Angi seperti tidak mempercayai ucapan Joshua .


"Aku serius ,Senja ! ." tegas Joshua pelan . Bagaimana ia bisa meniduri wanita lain .jika dalam hati dan pikiran nya hanya ada Angi .


"Terus , ini . Ini untuk apa kamu simpan benda di dalam dompet kamu ." Angi menunjuk kan alat kontrasepsi itu ke hadapan Joshua .


"Itu ..." Joshua tidak tau bagai mana harus menjelaskan , atau mengatakan terus terang kepada Angi . Kalau benda itu hanya ia gunakan untuk berjaga jaga bila ia khilap , dan ia tidak ingin Angi hamil di luar nikah .


"Kamu tidak bisa jawab , kan ? ." ucap Angi . Angi mengembalikan kembali benda segi empat itu ke dalam dompet Joshua dan meletakan nya di meja dengan sedikit bantingan .