
Joshua menggeleng ." Aku tidak tau ."
"Apa ada wanita lain yang nakk mobilmu selain aku ." Joshua mengedipkan matanya , ia tau sekarang kemana Arah pembicaraan kekasihnya itu.
"Ngak ada cuma kamu dan mamaku yang pernah naik mobil ini." jawab Joshua jujur .
"Dan apakah ini mungkin milik mamamu ." Angi melototkan matanya berusaha mengintimidasi pria itu . Tapi yang ada pria itu malah merasa gemes dengan ekspresi Angi .
"sepertinya bukan , karena terakhir naik mobil ini lima bulan yang lalu , setelahnya mama sering di antar sopir ." ucap Joshua .
"Itu Artinya ada wanita lain , kan? ." ucap Angi dan melempar kalung itu ke dasboard dan kembali membalik kan badan memunggungi Joshua .ingin rasanya Angi memarahi dan memaki Joshua . Tapi ia sadar ia tidak berdua di dalam mobil tapi ada Jonathan yang duduk dibelakang mereka .Angi tidak ingin Jonathan melihat pertengkaran mereka .
" Senja , jangan berpikir kalau aku memiliki wanita lain ." jujur Joshua tidak memiliki wanita lain . Dia hanya ada dua wanita yang sangat ia cintai . Dalam seumur hidupnya , dan dia akan mengajak menjalani hubungan serius ke jenjang pernikahan . Dan mereka adalah Angi dan senjani almarhumah istrinya .
" Memang ,benarkan kamu ada wanita lain." ucap Angi datar .
" Itu Tidak benar Senja , kamulah satu satunya wanita yang aku miliki ."tegas joshua .
"Mom , itu kalung milik ku ." ucap Jonathan . Yang memotong pembicaraan Angi yang akan membalas Dadynya lagi .Angipun melotot pada jonathan .
"Kamu jangan ikut ikutan belain Dady mu . Dan jangan jangan kamu juga tau kalau Dadymu punya pacar lagi ." ucap Angi .
"Pacar itu apa Mom?." tanya Jonathan polos .
"Mama kamu yang lain." jawab Angi dengan cepat dan emosi .
"Tidak mau , Jo tidak mau mama yang lain . Jo hanya mau Momy saja . Tidak mau yang lain ." jawab Jonathan dengan wajah sedih .
"kalau begitu bicara dan jawab momy dengan jujur . beri tau Momy , apa Dadymu pernah berjalan wanita lain selain Momy ." Jonathan menggeleng dua kali.
"Senja aku katakan sekali lagi . Aku tidak sedang menjalin hubungan dengan wanita mana pun selain dengan dirimu . Itu Artinya kamu lah satu satunya milik aku ." ucap Joshua sekali lagi dengan tegas .
"Kalau begitu bisa jawab , ini kalung siapa .: tanya Angi .
"Itu punya Jonathan Momy ." Joshua mencari tempat parkir untuk menghindari kecelakaan . Mereka telah berada di parkiran sebuah supermarket . Joshua ingin fokus dengan kejadian yang ada sekarang . Ia ingin fokus pada mereka berdua.
" katakan bagaimana bisa ini jadi milik Jo ." tanya Angi .
Jonathan mengaruk kepalanya ." sebenarnya itu bukan milik Jo , tapi milik tante Lena ."
"Sudah aku duga , kamu menjalin hubungan dengan Lena , pantas saja wanita itu terus menerus menganggu aku . Dan meminta kita agar kita berpisah ,inilah alasan nya iya kan ?."
"Momy masih ingat kemarin tante Lena datang ke rumah bersama Omakan ?." tanya Jonathan dwngan pelan , sebenarnya ia tidak tau dwngan apa yang barusan Momynya bicarakan .
"tentu saja ingat ." ucap Angi keras . Joshua mengangkat tangan nya mengusap punggung Angi .
"Jangan emosi sayang ,kamu sedang bicara dengan anak kita ." bisik Joshua pelan .
"Maaf ." ucap Angi tanpa suara .
"Kotak kemarin yang tante Lena temukan sebenar milik tante Lena sendiri .Dia mengeluarkan nya dari tasnya sendiri , kemudian dia masukan ke dalam lemari Momy . Saat tante Lena keluar isinya aku tukar dengan manik manik milik miranda . Yang tertinggal di kelas dan ngak sengaja Jo bawa pulang ." jelas Jonathan panjang lebar .
"Jo takut Dady akan marah ." jawab Jonathan .
"Kenapa dady harus marah . Dady justru bangga padamu ." Joshua mengacungkan jempolnya ia merasa putranya benar benar sangat pandai . tidak bisa ia bayangkan kalau saja Jonathan tidak menukar kalung itu , Angi pasti akan jadi bulan bulanan mamanya dan wanita yang bernama Lena itu .
"Hari ini Dady akan turuti semua mau kamu , karena kamu telah menyelamatkan Momy dari fitnahan tante Lena ." ucap Joshua .
Jonathan bertepuk tangan dengan penuh semangat ." Jo mau mainan ." Jonathan menyebutkan semua mainan yang ia inginkan selama ini .
"Ok setelah makan siang kita belanja ." ucap Joshua .menuruti kemauan putranya itu .
"Momy juga mengucap terimakasih , Jonathan sangat pinter .masih kecil tapi sudah bisa melindungi Momy , Momy bangga dengan Jo ." ucap Angi
"Sama sama Momy , Jonathan juga sayang sama Momy ." jawab Jonathan
"Kamu tidak mengatakan sesuatu pada ku sayang ?."ucap Joshua . Angi mengalihkan pandangan nya kepada Joshua ,kemudian ia tersenyum canggung .
"Maaf karena sudah menuduh kamu selingkuh ."ucap Angi .
"Maaf di terima . Dan ciuman nya di tunggu ." jawab Joshua sambil tersenyum
***
"ini apa ? Tanya Angi pada Joshua .ia mengeluarkan bungkusan dari dalam dompet milik Joshua . Mereka baru saja selesai makan siang di restoran seafood yang di inginkan oleh Jonathan tadi . Joshua memberikan dompetnya kepada Angi untuk membayar billnya . Karena ia ingin membalas pesan singkat dari asisten nya .
Wajah Joshua seketika memerah melihat Angi mengakat benda kecil segi empat itu tinggi tingi untung pengunjung restoran tidak terlalu banyak , sehingga tidak ada ysng memperhatikan .
"I..itu alat kontrasepsi , yang ."jawab Joshua pelan takut Jonathan mendengarnya pasti akan banyak pertanyaan yang akan merepotkan dirinya sendiri juga . Jonathan pasti akan tanya kegunaan nya , dan Joshua oasti tidak bisa memberikan jawaban lagi .
Tatapan mata Angi langsung berubah . Matanya tajam menghunus tepat di bola mata Joshua .
"Kamu suka jajan ." tanya Angi datar .
"Jonathan juga suka jajan , Mom ." jonathan melihat kedua orang tuanya dengan tatapan polos , Jonathan tidak mengetahui situasi yang sebenarnya . Ia mengira Momy nya menanyakan makanan penutup untuk mereka .
"Jonathan ingin makan es krim yang rasa leci ." jawab Jonathan .
"Ngak ada es krim , nanti gigimu rusak ." jawab Angi cepat dan kembali fokus pada Joshua .
"Nggak , aku nggak ada jajan yang seperti yang kamu maksud ." ucap Joshua .tapi ekspresi Angi seperti tidak mempercayai ucapan Joshua .
"Aku serius ,Senja ! ." tegas Joshua pelan . Bagaimana ia bisa meniduri wanita lain .jika dalam hati dan pikiran nya hanya ada Angi .
"Terus , ini . Ini untuk apa kamu simpan benda di dalam dompet kamu ." Angi menunjuk kan alat kontrasepsi itu ke hadapan Joshua .
"Itu ..." Joshua tidak tau bagai mana harus menjelaskan , atau mengatakan terus terang kepada Angi . Kalau benda itu hanya ia gunakan untuk berjaga jaga bila ia khilap , dan ia tidak ingin Angi hamil di luar nikah .
"Kamu tidak bisa jawab , kan ? ." ucap Angi . Angi mengembalikan kembali benda segi empat itu ke dalam dompet Joshua dan meletakan nya di meja dengan sedikit bantingan .