
Angi menyimpan kembali ponselnya . Bisa saja ia menghubungi Lisa , tapi ia tidak mau menganggu . Semenjak hubungan Lisa dan Bilyam membaik , ia di sibuk kan mengurus calon suaminya itu yang semakin posesif dan sangat mendominasi Lisa . Angi jadi jarang berkomunikasi dengan Lisa karena sikap pencemburu Bilyam .
Angi menggelengkan kepalanya nya saat sifat irinya kepada Lisa yang begitu di cintai oleh Bilyam melintas di pikiran nya .lima tahun Lisa memperjuangkan semua ini . Mencintai majikan sendiri yang ternyata telah di jodohkan dengan wanita lain .dan wanita yang di jodohkan dengan Bilyam sekarang menjadi sahabat baiknya .
Hari ini benar benar benar menempati janjinya menemani Jonathan pergi bermain ke dufan . Sekarang mereka bertiga dalam perjalan menuju ke dufan . Jonathan kelihatan gembira sekali sepanjang perjalanan dia tidak bisa diam terus berceloteh dan menanyakan apa yang di tangkap oleh matanya .
Joshua dan Angi selalu menjawab semua apa yang di tanyakan oleh Jonathan dengan kata kata yang simpel dan mudah di cerna oleh bocah berumur enam tahun itu .
"Apa ini pertama kali nya kamu datang ke sini ." tanya Joshua saat melihat Angi begitu kagum melihat keadaan sekitarnya .
"Ini yang kedua kalinya ." jawab Angi . Ia pernah datang pertama kali ke dufan bersama dengan Reyhan .saat mereka masih berpacaran .
"Pertama kali ke sini kapan ." tanya Joshua setelah mereka membeli tiket masuk . Ia tidak sadar pertanyaan nya karena rasa penasaran akan membuat hatinya kesal .
"Dua tahun yang lalu , Reyhan mengajak aku kencan di tempat ini ." Ingatan Angi membawanya ke tempat itu karena sebuah kejadian yang lucu . Tanpa sadar ia tersenyum .
Joshua menyesal telah membawa wanita itu ke tempat ini , hanya membuat wanita itu mengenang masa lalunya yang indah bersama pria lain .
"Kamu jangan senyum senyum sendiri di sini , mirip orang yang tidak waras ." ucap Joshua .
"Aku hanya teringat sebuah kejadian..
"Tidak usah di ingat , dan jangan beritau ke saya . Saya tidak ingin tau ."potong Joshua
"Dad saya ingin naik itu boleh ." tanya Jonathan yang menunjuk ke arah kuda kudaan .
"Boleh ." jawab Joshua lalu menuntun Jonathan untuk mengantri , Angi hanya diam dan mengikutinya dari belakang .
Jonathan kelihatan antusias saat tiba antrian mereka yang naik . Selwsai naik wahana itu mereka ganti untuk naik wahana yang lain nya .
"Dad naik kora kora ." ucap Jonathan sangat antusias .
"oke ." jawab Joshua .
"Pak aku tidak ikut naik ya ." ucap Angi yang ngeri melihat wahana yang akan di naiki oleh Jonathan dan Joshua . Angi berhenti di belakang mereka .
Joshua tersenyum smirk .ini waktu baginya untuk balas dendam karena telah mengingat mantan nya di depan tadi .
"Iya diam di situ dan saya akan memotong gajimu ." ucap Joshua . Angi berdecak kesal .mau tidak mau Angi terpaksa mengikuti permainan mereka .
Sepanjang permainan Angi tak henti hentinya berteriak histeris . Jari jari tangan nya mencengkeram erat besi pengaman juga untuk pegangan .kubu kubu jarinya memutih .
"Bu Angi sakit ya , Dad ." tanya Jonathan menatap iba pada guru kesayangan nya itu . Joshua mengangkat bahunya acuh ia merasa puas telah berhasil mengerjai Angi tapi di sisi lain ia juga merasa kasihan .
"Mau naik wahana yang lain ." tanya Joshua pada Jonathan .tapi Jonathan menggeleng pelan ia tidak mau ia masih cemas dengan gurunya .
"Mau nunggu Bu Angi dulu Dad ." jawab Jonathan sambil melihat ke samping ke arah Angi pergi tadi . Joshua juga hanya bisa mengangguk . Swbenarnya joshua dah tau putranya akan menjawab begitu . Putranya sangat menyayangi Angi . Begitu juga dengan Angi yang begitu tulus dengan putra nya itu . Hal ini lah yang lebih mendorong dirinya untuk lebih mengenal Angi . Wanita itulah yang lebih kuat sebagai kandidat sebagai ibu untuk putranya .
Mereka menunggu Angi sekitar lima belas menit . Joshua telah berpikir bila satu menit lagi wanita itu belum juga keluar ia akan masuk menyusul ke dalam toilet tidak perduli itu toilet wanita .
Angi keluar dengan wajah lebih segar . Joshua memicingkan matanya saat melihat pewarna bibir Angi lebih pekat dari warna yang ia pakai saat berangkat tadi .
"Warna bibirmu berbeda dengan warna saat kamu berangkat tadi ." Joshua menyuarakan isi hatinya . Angi tidak mendengar nada sinis dari ucapan Joshua ia hanya tersenyum manis memamerkan warna bibirnya yang baru .
" Bagaimana Pak , bagus tidak ini aku baru beli lewat online kemarin ."ucap Angi sambil mengambil ponselnya dan berselfi mengambil fotonya sendiri sambil memoyongkan bibirnya .
Joshua berdecak saat melihat banyak remaja cowok yang lewat di depan nya bersiul siul . Joshua segera mengambil sapu tangan nya dari saku celana jeansnya lalu menghapus lipstik yang di pakai Angi .
"ini tidak cocok sekali untuk kamu . Kamu kelihatan tua ." ucap Joshua .
"Kenapa warnanya tidak bisa hilang ." ucap Joshua di saat ia menarik sapu tangan nya warna bibir Angi masih tetap ada .
"Wah berarti penjualnya tidak berbohong .dia bilang ini tidak akan luntur walau kita jilat jilat seperti ini ." Angi menjilati bibirnya .Joshua menelan ludahnya dan mengepalkan tangan nya menahan sesuatu yang ingin bangun .
"ah lain kali aku mau beli lagi di sini saja ."ucap Angi sambil bercermin di layar ponselnya .
"Eh pelangi , tidak ku sangka kita akan bertemu di sini ." sapa seseorang . Tidak ada orang yang memanggil Angi dengan sebutan Pelangi selain Reyhan .
Angi hanya membalas sapaan Reyhan sekenanya .tapi lain yang di rasakan oleh Joshua ia merasa seakan wanita itu tersenyum bahagia bertemu dengan mantan nya .
"Hallo tante pelagi ." sapa seorang anak kecil yang di gandeng oleh Reyhan sebaya Jonathan tapi lebih tinggian Jonathan .
"Hallo erick ." sapa balik Angi . Erick sepertinya sangat bahagia dan Antusias saat bertemu dengan Angi .dengan cepat anak kecil itu berlari memeluk pinggang Angi dengan erat .
"Erick , kangen sama tante pelangi . Sudah lama kita tidak bermain bersama lagi ." ucap Erick .
Jonathan yang melihat itu merasa tidak suka . Ia menarik tangan bocah itu dari pinggang Angi . Jonathan putra dari Joshua itu menatap erick penuh dengan permusuhan .
Sekarang suasana dari ke lima orang itu menjadi tegang .Jonathan dan Erick yang saling berpandangan , Joshua dan Reyhan yang juga beradu tatap penuh dengan perhitungan . Angi yang ada di antara mereka jadi serba salah .
"Jo , tadi katanya mau naik wahana yang lain ." ucap Angi memecah ketegangan dan kesunyian .