
Keesokan harinya , Joshua ingin cepat cepat pergi berkunjung ke rumah keluarga Angi , tapi langakahnya terhenti . Hatinya kesal mendapati ada seorang pria duduk di teras rumah Angi . Pria itu tidak lain adalah Reymon, dan yang membuat Joshua tidak suka adalah , melihat Angi menyambut kedatangan pria itu dengan secangkir minuman yang di hidangkan untuk Reyhan .
Joshua berjalan mendekat tanpa menyapa Reyhan dan dengan gerakan cepat Joshua langsung menyahut tangan Angi .
"Kamu datang ." tanya Angi dengan santai . Ia tidak terkejut dan tidak takut sama sekali di ketahui oleh Joshua sedang berduaan dengan pria lain .
"kenapa pria itu ada di sini?." Joshua menunjuk pria itu yang memang berdiri tidak jauh dari mereka . Dan mungkin saja pria itu mendengar apa yang sedang ia katakan dengan Angi .
"Tidak bisakah kamu memintanya untuk pulang saja ." tanya Joshua lagi , Angi menggelengkan kepalanya .
"Aku tidak bisa mengusirnya , karena ada hal penting yang harus kita bicarakan . Jadi aku tidak bisa mengusirnya begitu saja ."jawab Angi .
"Apa yang ingin kalian bicarakan ." tanya Joshua penasaran .
"Reymon pernah memintaku untuk menjadi kekasihnya , dan aku belum memberinya jawaban jadi ..
"Kamu sudah menerima lamaran aku lo Yang , kamu tidak boleh menerima cintanya ." ucap Joshua , dan Angi mengangguk paham .
"Aku tau maka karena itu kami akan membicarakan nya sekarang , aku tidak mau memberinya harapan ." jawab Angi , Joshua tersenyum lega sambil melepas tangan Angi dan membiarkan nya pergi menemui Reymon .
"Maaf membiarkan kamu harus menunggu lama ." ucap Anhi sambil duduk di samping Reymon .
"aku tidak masalah menunggu kamu ," jawab Reymon sambil meraih minuman yang baru di buat oleh Angi . Untuk beberapa menit mereka berdua saling diam . Tidak ada yang membuka pembicaraan ,Angi dan Reymon sama sama saling menikmati keheningan itu .
"Aku berpikir kriteria pria yang kamu ucapkan waktu itu hanya candaan ." kata Reymon membuka topik pembicaraan .
"setelah melihat pria itu tadi. Baru aku tau kalau kamu tidak sedang bercanda ." tambah Reymon lagi .
"Dan mengenai ucapan aku waktu itu lupakan saja , aku tau hubungan mu dengan dia bukan lah sekedar hubungan mantan karyawan dan Bos ." Reymon sebenarnya sudah menebak itu dari awal.
"Mas , maafkan saya ." ucap Angi .
"kamu jangan minta maaf Angi , kamu tidak bersalah . dan lagian tidak ada yang perlu di maafkan ." ucap Reymon , Angi menatap Reymon dengan perasaan tidak enak hati .
"Jangan lupa mengundang aku di hari pernikahan mu nanti ." Ucap Reymon dengan lapang dada .Angi mengangguk mantap .
"sebelum aku pergi , bolehkah aku memelukmu ." ucap Reymon yang di angguki lagi oleh Angi , Angi segera berdiri dan memeluk singkat Reymon
Joshua yang melihat pelukan itu wajahnya sudah memerah menahan kesal , kalau Reymon tidak cepat pergi mungkin akan dapat bogeman mentah dari Joshua .
Joshua langsung menghindar saat Angi menghampirinya . Ia pura pura mencari Jonathan , swbenarnya ia kesal karena Angi mengijinkan pria itu memeluknya .Angi mengerutkan keningnya melihat tingkah Joshua .
" Joshuaa.." panggil Angi dengan suara sedikit keras . Joshua berhenti celingak celinguk dan berbalik tapi mata ia tidak menatap Angi .
"Aku sedang mencari Jonathan ." ucap Joshua dengan nada datar .
"Jonathan pergi ke kebun dengan Ayah dan Om Jorgi ." ucap Angi .
"Ibu dan Tante Nagita juga pergi ke pasar belanja ." jawab Angi .
"jadi cuma kita berdua yang ada di rumah ini .? Joshua melangkah dengan langkah lebar mendekati Angi , Angi melangkah mundur melihat tatapan aneh Joshua .
"Jadi hanya kita berdua yang ada di rumah ini ." tanya Joshua lagi , saat ia berhasil mengunci pergerakan Angi .
Angi mengangguk dan langsung mendapat serangan sebuah ciuman di bibir dari Joshua . mula mula hanya sebuah ciuman yang lembut lama lama menjadi ciuman panas membara .
"Jo ." Angi berusaha menginggatkan pria itu , tapi Joshua tidak mengindahkan nya , dia bahkan dengan berani memindahkan ciuman nya ke leher Angi , hingga ke belahan d**a wanita itu yang sedikit terbuka .
"aku bisa gila ." erang Joshua di sela ciuman nya .
"Hentikan Jo nanti di lihat oleh Ibu dan Tante Nagita , "ucap Angi sambil mengangkat tangan nya .ia menyenyub kepala Joshua ingin menjauhkan kepala Joshua dari d**a nya tapi yang terjadi malah sebaliknya , tanpa sadar ia malah memeluk kepala Joshua di d**anya .
"Kamu ingin aku berhenti atau lanjut ." tanya Joshua ?." tanya Joshua yang melihat keraguan di diri Angi . Angi menggelengkan kepalanya tak lama kemudian mengangguk dan menggeleng lagi .
"Astaga aku benar benar sudah tidak tahan ." erang Joshua frustasi . " Di mana kamar kamu ." tanya Joshua lagi . Angi menunjuk sebuah pintu kamar berwarna merah tua Joshua mengikuti arah tangan Angi . Kemudian kembali ******* bibir Angi dan mendorong wanita itu berjalan mundur ke arah kamar Angi . Tapi belum sempat ia memasuki kamar kedua telinganya telah di tarik dengan kuat seperti akan putus .
"Kamu pikir , apa yang akan kamu lakukan ." tanya Surti dengan marah , Nagita hanya bisa menunduk menahan malu , melihat ulah putranya .
"Maaf Bu ." hanya itu yang bisa Joshua katakan
***
Joshua telah di hadapkan pada kedua orang tuanya dan juga kedua calon mertuanya , orang tua Angi . Dengan kepala menunduk . Paijo merasa geram oleh ulah Joshua . Sebenarnya ia juga merasa kasihan melihat Joshua , sebagai laki laki ia tau apa yang di rasakan oleh nya , tapi sebagainseorang Ayah ia juga tidak terima putrinya di sentuh sebelum di nikahi .
"Saya masih menunggu penjelasan kamu Joshua ." ucap Paijo , dengan nada suara yang tegas .
"Saya .." tidak mungkin dirinya mengatakan kalau sudah tergoda dan tidak tahan . Mau di taruh di mana mukanya .
"Kamu , kenapa ." tanya Paijo lagi .
"Maaf Yah , saya mengaku salah ." jawab Joshua , hanya itu yang mampu ia ucapkan . Dia mencoba memberanikan diri mengangkat kepalanya menatap wajah calon Ayah mertuanya itu .membalas tatapan tajam paijo .
"Aku tidak mau tau , dua hari lagi kalian sudah harus menikah ." ucap Paijo ia tidak mau Joshua dan putrinya melakukan dosa , untung Joshua tidak menjawab kalau dirinya khilap . Kata khilap bisa di jadikan sebagai alasan saja . Memang , sebaiknya mereka berdua harus segera di nikahkan .
"Saya siap Yah ." jawab Joshua mantap .di hatinya telah di penuhi ribuan kupu kupu ,yang ikut bersorak karena Joshua dengan cepat akan memiliki Angi secepatnya .
"Ayah ." Angi yang berada si dapur lari ke ruang tamu karena mendengar pembicaraan Ayahnya . Ia datang menyela dan menatap Ayahnya dengan tatapan tidak setuju .
"Ada apa . Kamu ingin pernikahan nya di percepat lagi ." tanya paijo yang mengira putrinya menginginkan pernikahan yang lebih cepat . Karena ia tidak mengerti arti tatapan mata putrinya
"Angi belum siap menikah secepat ini ." ucap Angi membuat semua mata menatapnya , terutama Joshua yang menatapnya dengan tatapan yang menyiratkan sedikit kecewa dengan penolakan Angi .