My Teacher Is My Mommy

My Teacher Is My Mommy
20



"Pelangi ." panggil Reyhan .


"aku tidak mengiyakan ajakan mu tadi pagi ." ucap Angi tidak enak hati .


"Kamu bertemu dengan dia tadi pagi ?." Joshua melirik Angi dengan sudut matanya . Kelihatan di wajah pria itu menahan marah .


"Aku mengantar dia ke sekolah tadi pagi ." jawab Reyhan dengan bangga , merasa ia berada satu langkah di depan Joshua .


"Aku terburu buru tadi pagi , ojek online pesanan aku semua di batalkan . Dan kebetulan Reyhan lewat jadi aku numpang ." jelas Angi .


"Kenapa tidak menelpon aku ." tanya Joshua dingin .


"Itu .." Angi terdiam dan tidak melanjutkan perkataan nya .


"mulai besok aku yang akan mengantar dan menjemput kamu ke sekolah ." ucap Joshua dan menarik tangan Angi masuk ke dalam mobil , Angi menoleh kepada Reyhan tersenyum dan minta maaf .


Joshua masih kelihatan menahan marah walau sudah selesai makan siang . Wajahnya masih kelihatan mengeras dan memerah menahan marah . Saat ini mereka sudah berada di rumah Joshua . Dan Angi sedang menemani Jonathan mengerjakan tugas sekolahan . Dan sekarang Jonathan telah tidur siang .


Kini tatapan Joshua lurus mengunci ke arah setiap pergerakan Angi ." sebenarnya aku tidak bersalah , tapi bapak memperlakukan aku seolah olah aku kedapatan sedang selingkuh ." sungut Angi , ia jengah dengan perlakuan duda anak satu itu .


"Memang aku mendapati kamu selingkuh di depan aku dengan mantan kekasihmu itu ." balas Joshua dengan cepat .


"Aku memang bekerja dengan Bapak , tapi kita tidak ada hubungan khusus yang kita jalani . Jadi aku sah sah saja mau berjalan bahkan kencan dengan pria lain ." jawab Angi dengan berani .


Ia sadar kalau dirinya mulai tertarik dan punya perasaan pada Joshua . Dan ia merasa kalau Joshua tidak memiliki perasaan atau ketertarikan padanya .pria itu memberinya perhatian hanya karena dia berharap dirinya juga memberikan perhatian kepada jonathan putranya .


"Tapi kamu punya tanggung jawab menjaga putraku , jadi kamu harus bekerja sesuai dengan peraturan dari saya ."ucap Joshua .


"Tidak ada peraturan tertulis ..


"Saya akan menetapkannya . Dan mulai sekarang kamu di larang dekat dekat dengan laki laki lain ataupun berteman dan berpacaran ." tegas Joshua .


" Pak umurku sudah lebih dari dua puluh lima tahun , tidak mungkin aku akan terus mengurusi anak bapak seumur hidup , aku juga butuh pendamping dan melahirkan anaku sendiri dari suami aku nanti ." protes Angi .


"kesan nya kamu tidak ikhlas banget mengurus Jonathan ." ucap Joshua terdengar sinis .


"aku ikhlas apa lagi gaji darimu sangat besar ."kata Angi jujur .


"Apapun itu , kamu tidak boleh menjalin hubungan dengan pria lain ." ucap Joshua.


" Maaf pak , Aku tidak mungkin menolak , kalau ada pria yang berniat baik padaku dan serius ." ucap Angi ngotot .


"Jangan membantah ." bentak Joshua dengan suara tinggi . Dia tidak suka apa lagi membayangkan Angi menikah dengan laki laki lain dan memiliki anak yang lucu lucu .


"Aku tidak akan mendengarkan , bapak . ini hidupku , jadi aku bebas mengambil keputusan apapun ,yang menurut aku baik ." Angi tidak mau hidupnya di atur oleh orang lain , sekalipun itu orang yang dia sukai .


"Kenapa kamu keras kepala ." tanya Joshua .


Pertanyaan Angi yang terakhir membutuhkan keberanian yang besar untuk diri Angi sendiri .


Joshua diam mematung dengan pertanyaan Angi . Ia tidak menyangka Angi menanyakan hal itu .


"Jangan besar kepala kamu . Semuanya saya lakukan demi Jonathan ." Joshua merasa ia sudah memberi jawaban yang pas kepada Angi , tapi entah kenapa ada rasa yang tidak enak di dadanya .


"kalau memang begitu baiklah , bapak tidak berhak melarang aku ,dan sekarang dah waktunya saya harus pulang , karena nanti malam aku ada janji bertemu dengan orang lain ." ucap Angi berbohong . Dia tidak ada janji dengan siapa siapa .hal itu dia lakukan hanya untuk menutupi rasa malu nya saja .


"Kamu tidak akan pernah kemana mana malam ini ." ucap Joshua ,dan ia langsung menarik tangan Angi masuk ke dalam kamar Jonathan dan menguncinya dari luar .dan membiarkan Angi berada di dalam sana .


***


Wajah Joshua mengeras karena mendengar perkataan Angi tadi . Yang mengatakan kalau dia ada janji dengan pria lain . Joshua mendengus kesal ia merasa telah kecolongan lagi .


Joshua segera masuk kedalam kamarnya dan langsung di sambut oleh potret tersenyum mendiang istrinya .Ia menatap potret istrinya dengan tatapan yang sulit di artikan .


Hati Joshua ragu dengan perasaan sendiri, ia tidak mencintai Angi tapi ia juga tidak suka dia dekat dengan pria lain . Joshua bimbang ia tidak bisa meraba hatinya sendiri .


"Apa yang harus aku lakukan , sayang ?." tanya Joshua dengan wajah frustasi .


"Aku tidak ingin mengkhianati mu ." ucapnya lagi . Tak ada sahutan dari istrinya karena memang ia bicara dengan potret mendiang istrinya .


Joshua melepas jas dan dasinya yang terasa mencekik lehernya . Kemudian ia berjalan menuju ke mini bar yang ada di pojok kamarnya . Ia mualaf saat akan menikahi istrinya tapi setelah istrinya tiada ia lari ke minuman lagi bila sedang frustasi .


Joshua menuang anggur di gelasnya , ia berdiri di depan jendela , ia memandang langit yang mulai mengelap ,ia membayangkan wajah istrinya yang selalu tersenyum .Bahkan di.detik detik nafas terakhirnya , senjani tetap tersenyum , seakan tiada rasa sakit sedikitpun .


Joshua meletak kan gelas wine nya ." Sayang maafkan aku tidak bisa menjadi imam yang baik untukmu ." ucap Joshua . Ia merenung apa yang harus ia lakukan Agar Angi tetap bisa di sisinya .


Sementara Angi ia duduk diam di tepi ranjang Jonathan . Ia tatap wajah bocah itu yang masih tidur lelap .


"Jo , bangun ."panggil Angi . Angi memutuskan untuk membangunkan Jonathan untuk mandi dan makan malam . Karena waktu telah menunjuk kan pukul tuju malam .


"Joo bangun ." Angi meninggikan suara nya saat melihat Jonathan hanya bergumam dan mengubah posisi tidurnya .


berlahan Jonathan membuka matanya dan menatap Angi dengan cemberut ." Jo masih mengantuk bu Angi ." ucap Jo sambil merengek manja .


"Tapi sekarang sudah malam sayang , kamu belum mandi dan makan malam ." mau tidak mau Jonathan harus bangun dan menyingkirkan selimutnya .


"Mau ibu bantu mandi ." tawar Angi tapi Jonathan menolak dengan mengelengkan kepala .


"Tidak bu , biar Jo mandi sendiri saja ." ucap Jo sambil turun dari tempat tidur nya dan masuk ke kamar mandi .


Angi mengeluarkan ponselnya dari saku celananya , ia tidak tau apa yang harus ia lakukan selain membuka buka sosmed .membuka sebuah aplikasi novel di ponselnya . Ia sedang membaca novel kisah cinta seorang babysister dan majikan nya .


Sebelum membaca novel tersebut Angi telah menekan vote dan love di cerita itu untuk memberi semangat dan dukungan kepada sang penulis .