
"Terimakasih atas kepercayaan anda . Mempercayakan hari bersejarah dalam hidup menempuh biduk rumah tangga anda kepada kami . Semogga rumah tangga anda sakinah mawadah warohmah , langgeng sampai ajal memisahkan ."ucap Mira kepada klien nya yang akhirnya memutuskan mengambil WO dari kantor Mira .
Mira membantu asisten nya untuk membereskan berkas berkasnya yang berserak kan di meja dan memasukan nya ke dalam tas .
"Calon suaminya ganteng dan sabar ya mbak ." ucap asisten Mira setelah kerjaan mereka sudah siap semua .Mira hanya tersenyum menanggapi ucapan asisten nya .
"Kalau aku dapet yang kayak gitu , oasti aku bucin banget ." tambah Asisten Mira lagi . Mengundang tawa renyah dari bibirnya .
"Sayang nya , kamu dapatnya yang posesif dan suka ngatur kamu ." balas Mira masih dengan tawanya . Asisten mira memanyunkan bibirnya mendengar ucapan Atasan nya . Memang benar kekasihnya posesif datar , dan suka ngatur juga . Untungnya pria itu kaya dan tampan sehingga ia tetap bertahan .
"Mbak aku ijin langsung pulang ya ? ." pamit asisten nya .Mira mengangguk karena hari juga sudah menjelang sore bentar lagi sudah waktunya jam pulang kerja .
Miranda melihat jam di ponselnya , ia ada janji untuk bertemu dengan seorang pria , adik dari seorang klien nya yang baru melaksanakan pernikahan nya beberapa hari yang lalu , dan pria itu mengatakan kalau tertarik padanya dan ingin mengenalnya lebih dekat .
Mira menarik nafas berlahan . Sebenarnya ia masih trauma dengan kejadian lima tahun yang lalu . Sehingga ia lebih sering menarik diri dari para laki laki yang ingin mendekatinya .
Malam itu Mira memakai baju berwarna hitam panjang sampai mata kaki tapi mempunyai belahan di samping sampai atas lutut , sehingga menampak kan pahanya yang putih mulus .sebelum pergi Mira sudah meminta ijin kepada Bilyam kalau akan bertemu dengan seorang pria .sehingga ia tidak heran bila ada laki laki lain di dalam restoran itu yang tidak lain adalah orang suruhan Papanya .
Mira melambaikan tangan pada pria yang pria yang sudah menunggunya di dalam restoran dengan memakai kemeja biru muda sambil tersenyum .
"Maaf apa kamu sudah lama menunggu ." ucap mira sambil menarik kursi dan duduk di depan pria itu .
"tidak , aku juga baru datang sepuluh menit yang lalu ." jawab Pria yang bernama Bastian dergantara itu .
"Bagai mana harimu ." tanya Bastian sambil menyodorkan buku menu ke hadapan Mira .
"Apa kamu sudah pesan ."Mira bukan nya menjawab tapi malah balik bertanya . Bastian menggelengkan kepala dengan pelan .
"Aku ngikut menu yang kamu pesan saja ." jawab Bastian dengan senyum menawan nya .
"Kamu yakin ?." tanya Mira dan Bastian mengangguk .
"terus bagaimana harimu ." tanya Bastian mengulangi pertanyaan nya yang belum sempat di balas oleh Mira .
"Tidak ada yang spesial ,semua berjalan seperti biasanya ." jawab Mira , ia belum begitu mengenal Bastian , jadi baginya sangat canggung bila harus menceritakan keseharian nya pada pria itu .
Mira mengangkat tangan nya untuk memanggil pelayan ia siap akan memesan pesanan nya, tiba tiba ada sebuah jas menutupi pahanya . Ia mengangkat wajahnya dan melihat Jonathan dengan tatapan dingin menatap tajam kepada Bastian .
"Lanjutkan obrolan kalian ,jangan hiraukan keberadaan ku ." ucap Jonathan menarik sebuah kursi dan duduk dibelakang mira .
"Ngomong ngomong sekarang seluruh keluargaku sedang membicarakan mu sekarang ." ucap Bastian memulai pembicaraan mereka .Mira mengangkat alisnya penasaran .
"Mereka memuji dekorasi di hari pernikahan kakak ku . Katanya bagus sekali , kelak mereka ingin memakai jasa WO kamu bila mempunyai acara specialnya nanti ."ucap Bastian .Mira tersenyum ia bahagia saat karya di puji dan di sukai oleh para klien nya .
"tidak , kamu jangan memberi mereka harga murah . Kalau bisa beri dia harga yang mahal ." ucap Bastian , ia tau dengan keuangan para sepupunya , ia tidak ingin mira jadi merugi nantinya .
"Ah baiklah aku akan memberi harga yang mahal , mungkin dua kali lipat ."ucap mira lalu mereka tertawa bersama sama .
Jonathan mendengus mendengar tawa mereka. Ia merasa tidak ada yang lucu , ia tidak suka mira menunjuk kan tawa indahnya kepada laki laki itu .
"Miranda seperti yang ku katakan sebelum nya , kalau aku tertarik padamu , aku serius ingin dekat dengan mu dan kalau kita cocok aku ingin kita menjalin hubungan yang lebih erat ..-
"ehkm ." Jonathan berdehem . Membuat Miranda dengan spontan menoleh menatap Jonathan yang susuk di belakangnya . Ia melihat laki laki itu dengan tatapan penasaran . Namun Jonathan hanya diam seolah tidak ada yang terjadi .
Bastian menatap.Jonathan dengan tatapan terganggu .
" Abaikan saja dia ." kata mira pelan
" Dia siapa kamu ." tanya Bastian , ia merasa ada yang aneh dengan tatapan Dari Jonathan , Seperti ada tatapan kecemburuan .Bastian menerka nerka pasti ada hubungan yang belum kelar di antara mereka berdua .
"Dia anak dari sahabat mama ku . Kami mengenal dan bersahabat sejak kecil ." ucap Miranda . Membuat Jonathan tidak puas dengan jawaban yang di berikan oleh mira . Ingin rasanya ia menimpali ucapan mereka , namun ia urungkan karena itu hanya akan membuat malu diri sendiri .
"Oh ." Bastian manggut mangut ada senyum licik di sudut bibirnya yang tak di ketahui oleh mereka .
"Mira , karena aku sangat menyukaimu
jadi aku ingin tahu beberapa hal tentang dirimu . Seperti makanan kesukaan kamu , minuman , juga warna favoritmu dan juga sebaliknya , Aku juga akan menceritakan hal tentang diriku ." ucap Bastian .
"Aku suka makanan seafood ,semua olahan yang mengandung seafood aku suka . Dan warna kesukaan ku , warna merah dan warna hitam .Bagaimana dengan kamu ." ucap Mira .
"Wah , kelihatan nya kita memang berjodoh ya , kita di takdir kan untuk bersama ." ucap Bastian .
"maksudnya ." tanya mira .
"aku juga suka makanan seafood ,dan warna kesukaan ku juga hitam ." ucap Bastian sambil mengedipkan mata .
"kalau negara favoritmu mana , atau negara yang ingin kau kunjungi ." tanya Bastian . Mira terdiam sebentar , dulu ia bercita cita ingin mengunjungi negara taiwan karena Jonathan ada di sana . Tapi sekarang dia tidak ingin ke sana lagi .
"untuk sementara waktu aku belum kepikiran untuk ke luar negri . Kalau kawasan di indonesia , aku pengen ke malioboro dan ubud ." ucap miranda , ia termasuk orang yang tidak begitu tergila gila oleh traveling ke luar negri . Di rumah pun miranda jarang keluar hanya sesekali ia keluar jalan jalan itupun bersama keluarga .
"oh jadi kamu ingin ke jogya dan Bali ." tanya Bastian
"aku dah pernah pergi ke jogya sekali . Malioboro sangat indah bila malam hari . Bagaimana kalau kita cari waktu untuk main ke jogya ." usul Bastian .