
Joshua bersiap mengantar Jonathan sekolah lebih pagi dari biasanya . Rencananya ingin menemui Angi pagi ini di sekolahan .
"Jonathan buruan nak ." katanya memanggil putranya lagi .
"iya Dad bentar ." Jonathan berlari sambil menenteng tasnya .
Joshua dan Jonathan telah sampai di sekolahan suasana masih sepi . Joshua turun dari mobil saat melihat Angi turun dari ojek online .
"Jo kamu masuk duluan , Dady ingin bicara sebentar dengan Momy ." ucap Joshua . Jonathan mengangguk dan mendekati Angi .
"Baik Dad ." Jonathan mengangguk patuh dan mendekati Angi dan mencium tangan nya sebelum masuk .
"Bisa kita bicara sebentar ." ucap Joshua .
"Maaf pak , saya ada urusan penting dengan wali murid ." ucap Angi sambil menunjuk seorang ibu parubaya dan seorang anak perempuan seumuran Jonathan di sampingnya , yang sedang menunggunya .
"Baiklah , selesaikan urusan mu , saya akan menunggu sampai selesai urusan kamu . Kita harus selesaikan kesalah pahaman ini ." ucap Joshua tegas .
Angi tidak menanggapi perkataan Joshua tanpa pamit ia pergi meninggalkan Joshua begitu saja .
***
Angi mempersilahkan ibu dan putrinya duduk di ruang guru . Angi sengaja memanggil wali muridnya untuk datang .Gadis kecil anak asuh nya itu hanya diam dan acuh , di dalam kelas tidak mau berbaur dengan teman teman nya , saat mengerjakan tugas juga tidak mau mengerjakan , saat di hina dan di jahili teman ia menerima saja petlakuan dari teman nya juga tidak mau membalas atau bagaimana .
" Jadi begini bu masalahnya ." Angi menceritakan apa masalah sebenarnya yang terjadi .
"Ibu , apa kah alisia di rumah juga seperti itu , diam tidak melakukan apa apa." ibu Alisia diam sebentar lalu mengangguk sambil menatap putrinya .
"Benar bu , Dia di rumah memang pendiam tidak banyak menuntut , dia anak yang pengertian , sehari hari dia sendirian di rumah bu . Saya pergi kerja dari pagi hingga malam . Kadang saya pulang dia sudah tidur ." ucap ibu Alisia .
Angi terkejut mendengar cerita hidup anak didiknya . Ia menatap prihatin kepada anak itu .
"Maaf bu , tapi itu tidak baik untuk perkembangan nya . karena anak seusia dia harusnya sangat aktif .mempunyai rasa penasaran yang tinggi setiapmelihat sesuatu . Dan tidak seharusnya anda membiarkan dia sendirian di rumah .karena anak seusia dia butuh bimbingan dan kasih sayang ." ucap Angi .
Angi menjelaskan banyak hal , Agar wanita itu safar kalau yang di alami oleh aliansa adalah hal yang janggal dan anak itu butuh bimbingan .
"Saya harus bagaimana lagi bu , Suami saya pergi meninggalkan kami dengan perempuan lain , keluarga kami jauh , kami hanya tinggal berdua dan saya juga harus bekerja ." ucap Wanita itu sambil menunduk kan kepala , menyembunyikan Air matanya . mengingat kehancuran rumah tangga nya .
"Maaf karena saya mengingatkan dengan luka masa lalu anda ." sesal Angi .
Wanita itu mengangkat kepalanya dan menggeleng ." bukan ,ini bukan salah Anda , saya saja yang terlalu larut dalam kesedihan ini . Sehinga saya mengabaikan putri saya satu satunya ." wanita itu kembali terisak . Angi menarik selembar tisue . Ia serahkan kepada wanita yang tergolong masih terlalu muda untuk menyandang status singel parent .
Wanita itu menerima tisue dari Angi . Aliansa mwlihat ibunya tanpa reaksi apa apa tapi di matanya tersirat kesedihan.
"Terus adakah solusi yang harus saya lakukan bu , Angi ." tanya wanita itu setelah tangisnya reda . Tangan nya terangkat dan mengelus kepala putrinya . Ia menyesal telah mengabaikan putrinya .
"Saran dari saya , ibu harus membawa aliansa ke psikiater , saya takut jiwanya kena mental atas kehancuran rumah tangga kalian . Tanpa kalian sadari itu berimbas kepada putri anda .." ucap Angi .
"Tapi putri saya tidak gila bu ." ucap wanita itu tidak terima .
"Psikiater bukanlah tempat orang gila semata ibu . Mungkin putri ibu mengalami sebuah trauma bukan gangguan jiwa . Trauma yang dulunya ada ayah dan ibu di sisinya, dan sekarang kalian berpisah , karena anda kerja tinggallah dia seorang diri .coba ibu pikirkan mungkin waktu ibu bicara dengan nya juga tidak ada ." jelas Angi .
Sementara Joshua masih setia menunggu Angi di dalam mobil . Sesekali matanya melirik ke arah sekolahan . Saat Mata Joshua menangkap bayangan tamu dari wali murid yang menemui Angi keluar , Artinya urusan mereka telah selesai .
Joshua langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Angi .
"Hallo ." jawab Angi dari sebrang . Di nada dering pertama Angi langsung mengangkatnya .
"Apa urusan kamu sudah selesai , bisa kita bicara sekarang ."tanya Joshua tidak sabar .
"Saya masih harus mengajar pak ." kata Angi lagi .Joshua memijit keningnya .
"Tidak bisakah kamu tinggalkan itu sebentar saja ." katanya sedikit memaksa .
"Tidak bisa pak , maaf aku tutup dulu ."lalu Angi benar benar menutup teleponnya memutus sambungan telepon joshua .
"keras kepala ." desis Joshua kesal . Akhirnya Joshua tersenyum licik , muncul sebuah ide untuk dia menghubungi pemilik langsung sekolah itu . di mana pemilik sekolah itu adalah kenalannya .
Joshua keluar dari dalam mobilnya , setelah bicara dengan pemilik sekolah itu lewat telepon . Dia berjalan dengan santainya dan seorang wanita paruh baya menyambutnya . Kira kira wanita itu seumuran dengan mamanya .
"hallo dengan pak Joshua ." tanya wanita itu memastikan . Joshua mengangguk kaku
"perkenalkan pak , saya triana kepala sekolah di sini ." kata wanita itu memperkenalkan diri .
Bu triana membawa Joshua ke ruangan nya
" Silahkan pak Joshua bisa gunakan ruangan saya untuk berbicara dengan Bu Angi ." ucap Bu Triana
"terimakasih Bu Triana ." ucap Joshua.dengan sopan . Kemudiana Bu Triana meninggalkan Joshua sendirian di sana .
Sepanjang perjalanan menuju ruang kepala sekolah . Angi terus menerus berpikir dan mengingat ingat kesalahan apa yang telah ia perbuat . Tapi ia tidak menemukan kesalahan yang pernah ia lakukan .
Angi telah berdiri di depan pintu ruangan kepala sekolah . Dengan gugup ia mengetuk pintu dua kali .
"masuk "
Angi mengeryitkan keningnya , ketika mendengar suara laki laki dari dalam ." kenapa suaranya laki laki , apa bu Triana ada tamu ." pikir Angi .
Angi menekan handel pintu dengan ragu ragu , ia melangkah masuk .
"Bapak ." ucap Angi saat melihat Joshua duduk di sofa sambil memegang segelas kopi di tangan nya.
"Duduk ." tegas Joshua saat melihat Angi akan berbalik keluar dari ruangan kepala sekolah .mau tidak mau Angi kembali dan duduk agak berjauhan dengan pria itu . Joshua berdecak dan menggeser duduknya mendekat kepada Angi .
"Ada yang ingin kamu tanyakan ." tanya Joshua .
"Tidak ada ." jawab Angi ketus .." dia yang panggil aku ke sini , kenapa sekarang harus aku yang bertanya ." gumam Angi dalam hati .
" ok kalau begitu saya yang akan bertanya ." ucap Joshua dan menarik Angi agar lebih dekat lagi .