My Teacher Is My Mommy

My Teacher Is My Mommy
39



"Katakan lagi kalau kamu tidak akan mau mencium saya lagi ." ucap Joshua.


Angi menggeleng dan berusaha untuk turun dari pangkuan pria itu . Tapi Joshua mengunci pinggangnya dengan kuat .


"lepas pak,! aku mau lihat Jonathan ini sudah sore , dia harus bangun dan mandi ." ucap Angi mencari alasan


" Cium saya dulu baru saya lepasin ."Joshua tersenyum licik ia ingin Angi menarik kembali kata katanya .


Angi menggeleng ." Tidak mau ." ucap nya lagi .Joshua merasakan Angi mengangguk di bahunya . Joshua mengangkat alisnya ketika melihat Angi menatapnya menyelidik


Angi tidak mau mencium pria itu lebih dulu , kecuali Joshua duluan yang mencium ia pasti tidak akan menolaknya .


"kalau kamu tidak mau melakukan , kita akan seperti ini terus ." ucap Joshua . Joshua tidak mau mengalah egonya tersentil ,tadi ketika wanita di depan nya itu mengatakan kalau tidak sadar telah menciumnya .dan sekarang bilang tidak akan mau menciumnya lagi .


Dan sekarang tujuan Joshua ingin membuat wanitanya itu menciumnya dengan cara sesadar sadarnya . Dan Joshua tidak akan melepaskan nya sebelum berhasil .


Angi terus bergerak gelisah di atas pangkuan Joshua .ia sudah tidak nyaman di sana , tatapan matanya tidak berani menatap mata Joshua .


"Senja berhenti bergerak ."geram Joshua , jika sudah begini dia sendiri yang tersiksa . Ia hanya bisa mengumpat dalam hati .


"Makanya , bapak lepaskan . Aku tidak nyaman ." ucap Angi memelas .masih dengan terus bergerak berusaha melepaskan tangan Joshua dari pinggangnya .


Joshua menutup mata nya , kepalanya pusing karena gesekan gairah yang di bangkitkan oleh Angi . Ia juga tidak bisa mengontrolnya . Joshua semakin menggeratkan pelukan nya untuk menghentikan gerakan Angi .


"Paaak ." Angi merengek manja minta di lepaskan . Angi merasa semakin tidak nyaman karena dia bawahnya ada sesuatu yang mengeras di bawah p****t nya .


"Persetan ." gumam Joshua dalam hati , dan menarik wajah Angi mempertemukan bibirnya dengan bibir lembut milik wanitanya yang ada di pangkuan nya itu .


Joshua ******* bibir atas dan bibir bawah Angi bergantian seakan tidak ada waktu esok . Joshua tidak ingin melepaskan Angi sedetikpun . Hingga Angi memukul dada Joshua karena hampir kehabisan nafas .


"Bapak udah gila ya ." ucap Angi dengan marah . Deru nafas nya memburu . Joshua tidak memperdulikan ucapan Angi , ia malah kembali mendaratkan ciuman nya , tapi sasaran nya kali ini bukan Bibir wanitanya itu tapi , ceruk leher mulus Angi .


Badan Angi bergetar ini oertama kalinya ia bersentuhan dengan lawan jenis sejauh ini , ia dulu bersentuhan dengan mantan mantannya hanya sebatas berpegangan tangan dan kecupan di bibir saja , tidak lebih dan sejauh ini . Angi menangkap tangan Joshua yang barada di dalam kemeja yang di pakainya .


"Berhenti pak ." ucap Angi pelan . Air matanya sudah mengenang . Oerasaan takut tersirat jelas di kedua bola matanya .


Jishua segera menarik tangan nya dari dalam kemeja Angi . Dia langsung menarik Angi ke dalam pelukan nya


"Maaf ." ucap Joshua dengan suaranya yang serak


"Maaf sudah melampaui batas ." ucapnya lagi , Joshua merasakan Anggukan Angi di bahunya . Joshua mendorong Angi dari bahunya ia membuat sebuah jarak dan menghapus air mata Angi yang membasahi pipinya . Ia tidak menyangka kalau Angi akan setakut ini .


" Saya tidak apa apa jika kamu ingin menampar saya , memang saya pantas mendapatkan nya ." ucap Joshua lagi berharap kata katanya bisa membuat Angi menjadi tenang . Tapi tangis Angi malah semakin kencang .


"Dady ." Jonathan berkacak pinggang menatap tajam dan marah ke arah Joshua . Entah sejak kapan ia berada di ruangan itu . Jonathan berlari untuk menarik Angi dari pelukan Joshua .tentu saka joshua tidak akan melepaskan Angi begitu saja . Ia tetap menahan Angi dalam pelukan nya . Tidak akan memberi peluang pada Jonathan untuk mengambil wanitanya .


"Dady melukai Momy iyakan ? ." tanya Jonathan tatapan matanya tajam mencoba , mencoba mengintimidasi sang dady. Ia berputar memutari badan Momynya , mencariluka yang mungkin di tinggalkan oleh Dadynya.


Joshua menggeleng tegas ," Dady tidak melukai Momymu ." tambah Joshua .


"Coba lepasin Momy ,Jo mau lihat ." ucap Jonathan ,Angi yang mendengar pertengkaran anak dan bapak , diam diam ia tersenyum tipis , kemudian Angi mengusap air matanya dan melepaskan diri dari pelukan Joshua .


"Momy tidak apa apa Jo." ucap Angi sambil menghampiri Jonathan .Namun Jonathan tidak bisa percaya begitu saja , ia melihat wajah Angi yang sembab .


"Momy habis nangis ." tanya Jonathan sedih .Angi diam ia tidak tau harus jawab apa . Tidak mungkin kan ia akan katakan jujur dengan apa yang Joshua lakukan.


Anak kecil itu langsung berlari memukuli kaki Joshua sambil teriak ." Dady cekik Momy iya kan ." tanya Jonathan marah .


"Mana ada Dady cekik Momy ."Joshua mengelak ,meskipun begitu ia tidak menghindari amukan dari putranya . Ia sadar ia memang sudah membuat Angi menangis .


"Itu leher Momy merah merah ." ucap Jonathan sambil menunjuk leher Angi yang kerah bajunya terbuka karena satu kancing bajunya hilang entah ke mana .


"Itu..." Joshua juga tidak tau harus menjawab apa . Ia menatap Angi minta bantuan .


"Aku mau ke kamar mandi dulu ." Angi pamit keluar dari ruang kerja Joshua . Ia sengaja membiarkan pria itu kebingungan memberi jawaban akan pertanyaan dari putranya .


Angi kembali tersenyum , ia terharu merasa mendapat perlindungan dari Jonathan . Angi berjanji akan menyayangi Jonathan seperti anaknya sendiri .


Angi kembali ke ruang kerja Joshua .ia melihat keduanya telah kembali akrab dan saling bercerita .entah apa yang di katakan oleh Joshua sehingga pria kecil itu tidak marah lagi .


" Sudah ." tanya Angi . Dan keduanya pun mengangguk dengan kompak .Angi menatap keduanya dengan bingung .


"secepat itu ." Tanya Angi lagi dan keduanya mengangguk dengan bersamaan . Joshua mengangkat alisnya ketika mendapati Angi menatapnya dengan tatapan menyelidik .Joshua mengerti kalau Angi penasaran dengan apa yang di katakan nya pada Jonathan . Tapi Joshua tidak akan memberi tau padanya . Biarlah pembicaraan nya dengan Jonathan menjadi rahasia untuk mereka berdua .


"Jo katanya tadi mau mandi , cepat mandi sana , setelah mandi nanti kita makan malam di luar , sekalian antar momy pulang ." ucap Joshua sambil mengedipkan mata pada putranya itu .


"Baik Dad ." jawab Jonathan .


"Mau Momy bantu ." Angi menawarkan bantuan . Ia ingin mengorek informasi tentang apa yang di katakan Joshua kepadanya ia sangat penasaran .


"Jo bisa sendiri Mom , Jo sudah besar , tidak perlu merepoti Momy ." ucap Jonathan dan pamitan untuk segera kembali ke kamarnya , yang sebelum nya ia juga mengedipkan mata pada Joshua . Sebagai tanda kesepakatan mereka . Dan itu membuat Angi semakin penasaran dengan apa yang mereka berdua bicarakan tadi .