
Angi menarik selimut itu , matanya membulat saat mengetahui kalau orang itu tiada lain adalah Joshua .
"Apa yang bapak lakukan di sini ."teriak Angi .
Tapi dengan santainya Joshua menarik kembali selimut yang tadi di tarik oleh Angi .
"Tidur , memang mau apa lagi ." jawab Joshua . Tidurnya semalam adalah tidurnya yang ternyaman selama ini yang pernah ia rasakan , setelah kepergian mendiang istrinya . Dan Joshua ingin merasakan itu lagi ,makanya ia mencoba untuk tidur di samping Angi . Tanpa menghiraukan kemarahan yang terlihat di mata Angi .
Angi semakin marah melihat pria itu dengan santainya . Ingatan nya melayang pada hadiah yang di berikan oleh Joshua lewat Jonathan kemarin pagi .
"Jadi benar yang di katakan Nisa , bapak memberiku hadiah hanya ingin membawa aku ke ranjang bapak ." mata Angi mulai berembun . Mungkin sebentar lagi akan meneteskan air matanya sebagai tanda kekecewaan nya .
"kenapa bapak jahat sekali ." Air mata Angi mulai jatuh dan terdengar usakan tangis darinya .
"pertama Saya memberikan kamu hadiah sebuah kalung itu , karena murni memang saya ingin memberikan untuk kamu . Yang kedua semalam saya tidak menyentuhmu sama sekali , kita murni tidur hanya berdampingan ." Joshua mengigit bibir bawahnya pertanda dia bohong .
Karena saat tengah malam ia terbangun .ia melakukan sesuatu pada Angi , tapi itu hanya Joshua dan Alloh yang tahu . Apa yang dia perbuat pada Angi .
"Coba kamu periksa pakaian kamu . Apa ada yang kurang ." Angi memeriksa bajunya seperti yang di katakan oleh Joshua .dan Angi menggeleng karena semua masih ada , dan tidak ada yang salah .
"Tapi tetap saja , tidak seharusnya bapak tidur satu kamar denganku ." ucap Angi .
"Ini rumah saya , jadi saya bebas mau tidur di mana saja ,saya mau ." ucap Joshua.
"Seharusnya bapak membangun kan aku ."ucap Angi . Sambil merengut , untung saja tadi Ayahnya tidak mendengar suara Joshua . Bisa bisa Ayahnya jantungan mendengar anak perempuan nya tidur satu kamar dengan laki laki .
"kamu tidur kayak orang mati , saya sudah bangunkan kamu hingga dua kali ." ucap Joshua . Tidak tau sudah berapa kali , sepagi ini Joshua berbohong .
"Ya sudah lah aku mau pulang saja ." ucap Angi sambil meraih tasnya dan melangkah pergi .Joshua membiarkan Angi pergi , ia kembali membaringkan badannya mencari posisi tidurnya yang nyaman. Baru saja ia akan memejamkan matanya , ada seseorang yang mengoyang kakinya .Joshua meliriknya lewat ujung mata .
"Ada apa lagi ." tanya Joshua pada Angi yang telah berdiri dekat kaki ranjang nya .
"turun lewat mana . Pak " tanya Angi sambil menahan malu . selama bekerja menjaga Jonathan , Angi belum pernah sekalipun mengelilingi rumah besar milik Joshua ini . Dia hanya tau kamar Jonathan dapur ,ruang tamu dan ruang keluarga saja . Dan depan pintu kamar pria itu .
Dan seperti tadi saat keluar dari kamar ini , Angi hanya berputar putar tidak tahu di mana tangga untuk turun ke lantai satu .Joshua bangun dari tempat tidurnya dan membuka pintu lain , bukan pintu yang Angi buka tadi .
***
Angi sampai rumah kontrakan sudah hampir jam delapan pagi .terbilang perjalanan tidak macet . Dan jam pelajaran dia ada di jam terakhir jadi Angi masih ada waktu untuk berangkat siang .Angi segera masuk ke kamar mandi ingin membersihkan diri sebelum pergi ke sekolahan .
Angi mengerutkan keningnya saat menemukan tanda merah di lehernya dua dan di atas d**a nya juga dua .
"tidak sakit ."gumamnya lagi dan Angi mengabaikan itu dan segera mandi . Setelah selesai mandi Angi segera berpakaian dan ke dapur untuk membuat sarapan untuk dirinya sendiri .
Angi berjalan santai memasuki ruang guru . Waktu mengajarnya masih setengah jam lagi . Ia mengeluarkan tugas untuk murid muridnya nanti .
"Bu Angi semalam main berapa ronde .tanda di leher banyak amat ." kata salah satu rekan kerjanya dengan nada tidak enak di dengar . Angi meraba lehernya ia tidak paham dengan apa yang di ucapkan rekan kerjanya itu .jadi ia hanya diam saja memang rekan kerjanya satu itu suka cari cari kesalahan nya .
"Aku pikir kamu wanita baik baik ..ternyata ." ucap sinta wanita itu tidak mau menyerah.
"Jadi kamu di bayar berapa semalam ." tanya Sinta dan menarik kursi dan duduk di depan Angi .
"Aku tidak seperti apa yang kamu tuduhkan ." ucap Angi dengan santai . ia tak mau terpancing emosi .
"Hahsha kamu pikir aku tidak tau tanda apa yang ada di lehermu itu , bahkan tandanya lebih dari satu ." kata sinta sinis .
"ini bekas gigitan nyamuk ." bantah Angi .
"hahaha apa kamu kira aku bodoh .itu adalah bekas kissmark ." Angi berhenti membalik buku di depan nya .
"Joshua tidak mungkin menciuminya saat dirinya tidurkan ." tanya Angi dalam hati .dan berusaha menyembunyikan perubahan di raut wajahnya .
"Saya duluan , masih ada mata pelajaran ." ucap Angi sambil meninggalkan ruangan guru dan melewati sinta yang merasa tidak puas dengan serangan yang dia berikan . Terlebih ia tidak bisa mempermalukan Angi .karena hanya mereka berdua yang ada di.dalam ruangan itu .
Sinta mendengus kesal , " lihat saja Angi cepat atau lambat aku akan membongkar kebusukan kamu . Kalau perlu sampai.kau di tendang dari sekolahan ini dan kembali ke kampung halaman kamu ." ucap Sinta dalam hati .Menurut Sinta hanyalah desa kampung asal Angi yang cocok .
Selama mengajar Angi tidak bisa fokus . Pikiran nya tertuju pada kata kata yang di ucapkan oleh Sinta . Ia ingin waktu cepat berlalu dan memastikan bila tanda merah di lehernya bukan ulah Joshua .
Tanpa sadar Angi mendesah lega saat mendengar bel berbunyi tanda pelajaran sudah berakhir .
" selamat siang bu Angi , Terimakasih bu Angi ,atas pelajaran nya hari ini ." ucap Anak anak didik Angi dengan serempak .
" selamat siang anak anak , terimakasih juga karena sudah mengikuti pelajaran dengan baik hari ini ."balas Angi dan kemudian berdiri untuk menyambut murid muridnya yang antri untuk salaman .setelah anak anak didiknya sudah pulang .Angi segera ke ruangan guru mengambil tas dengan buru buru . Malas jika ia harus berpapasan lagi dengan Sinta .
"Bu Angi ." panggil Jonathan dan mencium punggung tangan Angi .
"Hari ini Dady yang akan jemput kita ." ucap Jo dengan penuh semangat .
"Dady bilang setelah kita makan siang . Mau ajak kita bermain ke dufan seharian ." ucap Jo lagi lebih semangat lagi .Angi hanya mengangguk menangapi kebahagiaan anak itu .
Joshua telah tiba di depan gerbang sekolah . Ia keluar dari mobil dengan kaca mata hitam dan melipat tangan nya di depan dada bersandar di mobil sangat cool menunggu Jo dan Angi .