My Teacher Is My Mommy

My Teacher Is My Mommy
109



"Bukannya yang sebelah kanan itu yang lebih bagus ." Nisa mencoba menguji dan mengoyahkan penilaian Miranda .miranda menggelengkan kepala .


"Tidak Tan , memang dalam sekilas yang kanan lah yang elegan . Tapi bila kita amati dengan cermat dan lama sedikit , kirilah yang lebih elegan dari segi bahan , modelnya dan warnanya . Itu menurut pandangan mira , Tan . Dan ini yang paling oke " .ucap Mira sambil mengacungkan kedua jempolnya .


"Sayangnya Rania lebih memilih gaun yang kanan ." ucap Nisa . Mendengar nama Rania Mira menoleh ke arah Nisa .


"Rania ? ,"tanya Mira memastikan , kalau nama itu bukanlah nama orang yang ada di dalam pikiran nya .


"Rania , calon tunangan nya Jonathan . Kamu belum mengenalnya ya ." tanya Nisa . Senyum di bibir mira memudar ternyata benar dia adalah orang yang ada di dalam pikiran nya .


"Mira ngak kenal , hanya saja pernah melihatnya sekali ." ucap Mira .


"Tante sudah menawarkan dan menceritakan detailnya gaun ini , tapi dia tetap memilih gaun yang ini ." jelas Nisa . Mira hanya meringgis , ia menjadi kehilangan moodnya untuk ngobrol lebih lama lagi dengan Nisa .


"Tan ,maaf aku harus kembali ke kantor . Masih banyak yang harus aku selesaikan dengan klien yang lain nya ." ucap Mira sambil melirik jam di pergelangan tangan nya .


"Kamu tidak mau ngobrol lebih lama lagi . Sebentar lagi Jonathan dan Rania akan datang fitting baju untuk pertunangan mereka , yang akan di adakan tiga minggu lagi ." ucap Nisa ,


Bagai ada seseorang yang menaburkan garam di atas luka nya . Hati Mira semakin perih mendengar berita itu .


"Tidak usah Tan , lain kali aja mira harus buru buru , karena klien mira yang ini agak susah orangnya ."ucap Mira memberikan alasan .


"Ya sudah hati hati di jalan ya ." Akhirnya Nisa mengijinkan nya untuk pulang .


"Makasih Tante , mira pamit dulu ." mira pergi meninggalkan ruang kerja Nisa setelah cipika cipiki dengan Nisa .


"Miranda ." langkah mira terhenti saat dirinya baru keluar dari pintu butik Nisa , ia terpaksa menarik sudut bibirnya saat mengenali suara orang yang memanggil namanya , yang tiada lain adalah Rania .


"Tadi aku pikir , aku salah lihat orang ." ucap Rania sambil tersenyum . Senyum yang menyiratkan kelicikan .


"Ada yang bisa ,saya bantu mbak ." tanya Mira sopan .


"Ah jangan panggil aku mbak , panggil aja Ran atau nia . Kamu panggil aku mbak serasa aku dah tua sekali ." jawab Rania jumawa .


"Jadi ,adakah yang bisa aku bantu Ran ." tanya Mira . Rania tersenyum sambil menggeleng .


"Aku cuma mau mengatakan , agar kamu menjauhi Jonathan .jangan mencoba merayunya karena kami akan segera menikah ."ucap Rania .


Miranda terkekeh ia tidak merasa terintimidasi sama sekali oleh Ucapan Rania ."Aku hanya diam tidak melakukan apa pun . Bahkan bertemu dengan Jonathan pun aku tidak pernah , atas dasar apa kamu mengatakan itu kepadaku ." miranda tersenyum sinis . Ia melihat Jonathan berdiri tidak jauh dari mereka ." biarlah aku sesekali berperan sebagai antagonis ." gumam Miranda .


"Aku tau kamu masa lalu nya Jonathan . Karena itu aku mengatakan ini semua ." ucap Rania mulai terpancing emosi .


 Rania mengangkat tangan nya tinggi tinggi dan menampar pipi mira . Mira bukan tidak bisa melawan , ia hanya ingin melihat reaksi dari Jonathan .


" Rania ." teriak Jonathan dengan marah . Iya , mira sangat puas melihat reaksi yang Jonathan tunjukan .


"Apa yang kamu lakukan ? ." tanya Jonathan yang masih dengan nada marah .


"Jonathan ini semua tidak seperti yang kamu lihat ." ucap Rania terlihat panik .


"Mira .-


Miranda mengangkatbtangan nya menghentikan perkataan Jonathan , ia berusaha tersenyum tegar walau air mata telah membasahi pipinya . Ia mengusap pipi bekas tamparan Rania sambil meringis .


"Aku tidak tau apa masalah mu , kenapa tiba tiba kamu datang dan menampar ku , mungkin aku bisa diam . Tapi , kalau keluarga ku tau masalah ini , aku tidak yakin kamu bisa lepas dari hukum ." kemudian mira pergi meninggalkan mereka berdua , Mira tersenyum mendengar pertengkaran mereka berdua .


***


Jonathan melepas rangkulan tangan Rania di lengan nya . Ia benar benar kecewa dengan tindakan Rania yang menampar Mira tanpa alasan yang jelas .


"Aku hanya memperingatkan dia agar tidak merusak hubungan kita ,Jo . Apa aku salah .?"Tanya Rania yang merasa tidak bersalah sama sekali . menurut dia apa yang telah ia lakukan adalah hal yang benar .


"Dengan kamu melakukan kekerasan seperti ini , apa kamu kira ini akan begitu mudah terselesaikan , Tidak Rai . Kamu tidak mengenal siapa papa miranda . Dia bisa memenjarakan kamu , dengan kamu hanya mengumpat di depan nya ." ucap Jonathan . Rania malah tertawa kecil .


"Aku tidak takut , karena ada kamu yang selalu mendukung ku ." kata Rania dengan enteng .


"Tidak ,kamu salah Rai , kedua orang tua aku bersahabat baik dengan Momy dan Dady aku . Walau pun aku mendukung mu , kamu tetap akan ada masalah ." Rania mendadak wajahnya jadi pucat .


"Karena itu minta lah maaf kepada Miranda , agar Mira tidak mengadukan semua ini kepada papanya ." Jonathan langsung pergi meninggalkan Rania setelah mengatakan semua itu .


Rania menatap kepergian Jonathan dengan tatapan marah . Ia semakin percaya kalau Jonathan tidak pernah mencintainya . Seperti apa yang di katakan oleh miranda . Kalau Jonathan benar benar mencintainya tentu Jonathan tidak akan membiarkan dirinya kena masalah .


Dan Jonathan pasti juga akan membujuk orang tuanya untuk membela dirinya . Nyatanya tidak Jonathan malah menyuruh nya mendatangi Miranda dan meminta maaf sendiri . Tidak akan Rania tidak akan melakukan itu .


"Aku tidak akan pernah melakukan itu Jonathan . Aku akan bertambah menyakiti wanita itu , aku ingin melihat seberapa kuat papa wanita itu ." Rania memasang senyum menantang , ia tetap berjalan meneruskan niatnya untuk fitting baju pertunangan nya . Jakalau mereka sudah bertunangan , Rania percaya kedua orang tua Jonathan pasti akan tetap berdiri di pihaknya .


Miranda berdiri di tepi trotoar , ia menunggu jemputan . Kata kata Lisa tidak bisa di bantah , semenjak kecelakaan itu Miranda kemana mana selalu di antar jemput oleh Sopir . Ke dua orang tuanya benar benar tak mengijinkan nya untuk membawa mobil sendiri .


Miranda mengompres bekas tamparan Rania yang terasa panas dengan kompresan es batu yang ia beli di indomart terdekat .


Dalam hati Miranda berjanji akan membalas tamparan wanita gila itu . Tiba tiba miranda terkejut kompresan di pipinya di ambil alih oleh seseorang .