
Angi terdiam , ia tidak menjawab pertanyaan Joshua tersebut . Karena sebenarnya ia masih menginginkan pria tersebut . Namun logikanya melarangnya untuk mengakui itu .
"Senja katakanlah , katakan dengan jelas . kalau kamu masih mencintaiku ." ucap Joshua .
"Aku sudah tidak mencintai kamu lagi ." ucap Angi dengan nada tinggi . Setelah mengucap kan itu Angi mengigit bibir bawahnya . Ketika hatinya yang paling dalam komplain tidak menyetujui dengan apa yang baru saja ia ucapkan .
"Kamu berbohong ." ucap Joshua sambil mendorong pintu kamar Angi sekali sentak , hingga pintu itu terbuka lebar . Joshua ikut masuk ke dalam kamar Angi . Ia menutup kembali pintu kamar Angi memakai kakinya .
Joshua terus melangkah pelan mendekati Angi yang berjalan mundur untuk menghindariny , hingga langkah Angi mentok di dinding dan menghentikan langkah kaki nya .
"Tatap mata ku , dan katakan sekali lagi kalau kamu tidak lagi mencintaiku." pinta Joshua .
Angi membuang wajahnya ke samping ,sekuat tenaga ia berusaha menahan air matanya agar tidak keluar . Ia tidak akan menangis di depan laki laki itu . Sudah cukup ia membuang air matanya dengan sia sia selama tiga mingguan yang lalu.
"Dengan diam mu , aku anggap iya . Kalau kamu masih mencintai ku ." ucap Joshua .Angi segera menoleh mendengar ucapan Joshua . Tapi tidak ia duga Joshua menyambutnya dengan menyatukan bibir mereka .
Joshua menciumnya dengan pelan . Memberi ka, waktu pada Angi bila ingin menolak , tapi Angi hanya diam menerima ciuman darinya . Maka Joshua memberanikan diri mengeksplore seluruh mulut wanita itu .
Joshua menimpahkan semua kerinduan nya lewat pertemuan bibir mereka .Joshua menarik tubuh Angi agar semakin merapat dengan tubuhnya .ia memeluk tubuh ramping Angi dengan sangat erat. Takut wanita yang ia cintai itu menghilang lagi .
"Aku mencintai mu Senja , aku sangat mencintai mu ." ucap Joshua di sela sela ciuman nya .Angi mendorong tubuh Joshua agar menjauh saat nafasnya sudah menipis . Joshua menempelkan keningnya dengan kening Angi .
"Sayang , beri aku satu kesempatan lagi , aku janji tidak akan pernah menyakiti mu lagi ." ucap Joshua sambil mengusap bibir bawah Angi yang basah .
"Maaf ,Aku tetap tidak bisa menerima kamu lagi Jos , Anggap saja ini adalah ciuman perpisahan kita dari ku . dan tolong kedepan nya jangan lagi kau mengangguku lagi .Aku akan menikah dengan Reymon , pria yang bersama ku tadi . Dia laki laki pilihan ibuku ." Angi berbalik memunggungi Joshua .
"Pergilah Jos , dan jangan pernah menemui ku lagi ." ucap Angi .
Joshua menatap punggung Angi dengan tatapan buram . Ia tidak ?enyangka kalau Angi juga memiliki sifat yang keras .
"Senja ." panggil Joshua sekali lagi .
"pergilah ,Jos . Jangan membuat aku semakin membenci mu ." ucap Angi dengan keras . Joshua menunduk dan segera berbalik , ia berjanji dalam hati tidak akan berhenti sampai di sini . Dia tetap akan mengejar Angi , apa lagi ia sudah mengantongi alamat Angi di desa .
Angi menghempaskan badan nya di ranjang setelah Joshua pergi . Ia merasa telah mengambil keputusan yang benar , tapi kenapa hatinya terasa sakit? .
Angi meraih ponselnya ia membuka galery foto di ponselnya . Ia melihat lihat foto kebersamaan nya bersama Joshua dan Jonathan yang masih tersimpan rapi di dalam ponsel nya . Tidak ada satu fotopun yang Angi hapus . Karena dari setiap foto yang ia sjmpan punya makna dan kenangan yang kuat dan susah untuk di lupakan .
Joshua memasuki rumahnya dengan buru buru . Tujuan nya adalah kamar putranya . Jonathan di dalam kamar sedang membaca , ia hanya menoleh sebentar kepada Dadynya lalu kembali fokus dengan bukunya .
"Sayang , barusan Dady bertemu dengan Momy Senja ." ucap Joshua membuka pembicaraan yang berhasil mengambil perhatian Jonathan .karena selama berpisah dengan Angi keduanya hidup befsama tapi seperti orang yang saling tidak mengenal.
"Di mana Dad , Jo juga ingin bertemu Momy ." ucap Jonathan sambil berdiri dari kursinya dan buku di tangan nya telah ia lempar entah kemana .
"Kamu mau Dady antar bertemu Momy ." ta ya Joshua .Jonathan langsung mengangguk .
"Ok , kita pergi sekarang ." ucap Joshua , mereka berdua segera keluar dari kamar Jonathan dan dengan cepat segera menuju ke halaman rumah mewahnya .
Di saat terburu buru seperti ini ada kalanya Joshua kesal dengan luas rumahnya . Saat akan menuju ke halaman rumah benar benar membuang waktu nya yang berharga.
"Ck ." Joshua kesal dengan pintu rumahnya yang juga merasa menjadi penghalang jalan nya.
"Naik Jo ." ucap Joshua gemes meminta anak nya untuk segera naik ke dalam mobil. Jonathan membuka pintu mobil dan segera melompat naik ke dalam mobil .
"Ayo Dad ,Jo sudah siap." seru Jonathan . Joshua tertegun sejenak melihat antusias putranya . Mengingat beberapa minggu ini putranya menjadi murung dan pendiam . Ia bicara kalau hanya butuh sesuatu setelah itu dia kembali murung diam sepanjang hari .
Di sepanjang perjalanan Jonathan terus menanyakan tentang Angi . Pertanyaan yang sudah di tanyakan akan di tanyakan lagi karena sangat antusiasnya ingin bertemu kembali deng!n wanita yang telah di anggap sebagai ibunya .
Mereka sampai di hotel hari sudah malam , Joshua segera menyerahkan mobilnya pada petugas hotel untuk di parkirkan. Mereka berdua segera melangkah masuk ke hotel . Joshua bisa masuk ke dalam hotel dengan leluasa karena sesungguhnya Joshua juga memesan, kamar hotel di sebelah kamar Angi .
" Momy juga tidur di sini Dad ." tanya Jonathan saat mereka telah sampai di depan pintu kamar Angi . Joshua mengangguk cepat dan berharap saja Angi belum Cek out .
Joshua mengetuk pintu kamar Angi dua kali dan tidak lama kemudian terdengar suara langkah kaki mendekat . jantung Joshua berdetak sangat kencang menunggu pintu kamar terbuka . Dia merasa menunggu keputusan klien tentang proyek besar yang dia ajukan .
"Momy ." Jonathan langsung menghambur memeluk pinggang Angi saat melihat pintu baru terbuka . Angi mundur satu langkah mendapat pelukan tiba tiba itu . Tatapan Angi berpindah pada Joshua yang tersenyum tipis padanya .
"Momy , Jonathan rindu Momy , sangat rindu hingga Jonathan tidak bernafsu untuk makan ." kata anak itu dengan dramatis .
Angi melepaskan pelukan Jonathan ia jongkok menyamakan tingginya dengan anak itu . Ia menghela nafas berat saat matanya menatap tubuh anak itu benar benar kurusan di banding terakhir kali mereka bertemu .
Angi menarik jonathan ke dalam pelukan nya ." Momy tidak suka melihat Jonathan kurusan seperti ini ." ucap Angi sambil mengelus kepala Jonathan .
"Jonathan mau makan masakan Momy , Jonathan tidak suka masakan pelayan , masakan Pelayan tidak seenak masakan Momy ." ucap Jonathan ." Angi tidak tau harus merespon seperti apa , tentang ucapan Jonathan .ia sendiri tidak menyangka Joshua akan datang kembali dengan membawa Jonathan .