My Teacher Is My Mommy

My Teacher Is My Mommy
61



Angi berdiri kemudian menarik tangan Jonathan untuk meninggalkan restoran itu .


" kita pulang sekarang ." ajak Angi .


Joshua segera memasukan dompetnya ke dalam saku celana . Dan segera pergi mengejar kekasihnya yang sedang salah paham .yang telah keluar duluan bersama anaknya .


Joshua setengah berlari dan menyahut tangan Angi dengan cepat , saat melihat wanita itu melambaikan tangan nya akan menyetop taxsi .


"Pulang bersama nanti aku akan jelaskan semuanya di rumah ." kata Joshua tidak bisa di bantah kemudian ia menuntun keduanya masuk ke dalam mobilnya .Joshua juga membukakan pintu mobil depan untuk Angi .tapi Angi memilih duduk di belakang bersama Jonathan . Joshua hanya bisa mengelus dada untuk tetap bersabar menghadapi kemarahan kekasihnya itu .


Jonathan mengamati kedua orang tuanya itu dengan kening berkerut . ."Momy dan Dady sedang berantem ." tanya Jonathan .


"Ngak ." jawab Angi dan Joshua bersamaan .Angi membuang pandangan nya saat tatapan mata mereka tidak sengaja bertemu .


"Momy yang marah sama Dady , atau Dady yang marah sama Momy ." Jonathan yang cerdas dan melihat situasi yang terjadi pu membalik kan pertanyaan nya .


"Momy mu yang marah sama Dady mu Jo ." ucap Joshua mwnarik simpati dari anaknya itu .


"Memang Dady lakukan kesalahan apa ." tanya Jonathan . Joshua menggaruk kepalanya sendiri , karena ia juga tidak merasa memiliki salah dan tidak pernah melirik wanita lain selain Angi .


"Dady tidak punya salah apa pun ." ucap Joshua .Angi mendesis mendengar jawaban pria itu .


"Momy marah kenapa ,Mom ." tanya Jonathan mengalihkan pandangan nya kepada Angi .


"Momy ngak bisa katakan ,Jo .munhkin nanti kalau kamu sudah besar . Kamu akan mengerti sendiri ."ucap Angi .setelah mengatakan itu sepanjang perjalanan pulang , Angi menutup rapat mulutnya juga matanya .ia berpura pura tidur mengabaikan sindiran sindiran halus dari Joshua .


"Jo , apakah kamu suka marah sama miranda ." tanya Joshua . Sambil melirik Angi lewat kaca spion ia tau kekasihnya itu hanya pura pura tidur .


Jonathan menggelengkan kepala ." Jo tidak suka marah Dad , Jo kan suka sama miranda ." jelas Jonathan .


"Dady juga sama Jo , Dady ngak suka marah sama Momy mu . Karena dady sayang juga CINTA sama Momy mu ." Joshua menegaskan kata cinta untuk Angi .


"Halahhh preetttt..." gumam Angi dalam hati ,ia tidak akan terpancing oleh bualan kata kata gombal pria itu .


"Kita langsung pulang Dad , bukan nya tadi bilang mau belanja beli mainan ." tanya Jonathan .


"Lain kali saja belinya ya Boy .Momy mu seperti nya ngak enak badan ." ucap Joshua , Jonathan menatap.Momy nya yang tertidur dan Jonathan mengangguk mengerti .


***


Mereka telah sampai di rumah Joshua .dan pria itu menunggu Angi hingga terbangun . Sedangkan Jonathan juga telah masuk ke dalam rumah lebih dulu .


"Mau sampai kapan kamu pura pura tidur ." ucap Joshua sambil menyandarkan dirinya di sandaran kursi .Sekarang dirinya telah pindah duduk di samping Angi .


Angi membuka matanya dan berdehem pelan sambil memperbaiki posisinya dan duduk menjauh ,menjaga jarak dengan Joshua .


"Aku tidak main perempuan seperti yang kamu bayangkan. " Joshua mulai menjelaskan asal usul keberadaan alat pengaman di dompetnya .


"akhh ." teriak Angi sambil meraba lehernya . Joshua langsung mendekat .


" kenapa .?." tanya Joshua sambil menurunkan tangan Angi dan ia mulai mengamati leher Angi memeriksanya dengan serius .


"Kamu tadi bilang siapain itu , untuk apa ? ."tanya Angi . Joshua sedikit mundur dan menatap wajah Angi .


"kamu tau kan . kalau kamu bwgitu menggoda di mataku ." ucap Joshua .dan Angi mengangguk dengan percaya diri .


"Karena itu Aku takut sewaktu waktu , terlalu lama di sampingmu aku bisa kilap dan tiba tiba tidur denganmu , makanya aku siapkan itu di dompetku . Siapa tau tiba tiba kamu mengajak aku tidur bareng , dan aku tidak mungkin menolaknya ." ucap Joshua yang otomatis langsung dapat tendangan keras di tulang keringnya .Joshua meringis sanbil mengusap usap kakinya bekas tendangan Angi .


"Aku pernah membaca sebuah buku , memang katanya seorang pria butuh itu , karen! Kebutuhan biologis . Aku tidak akan marah , tapi aku hanya ingin kamu jujur ." ucap Angi .


"Semenjak senjani pergi aku tidak pernah mencari wanita untuk melepaskan hasrat ku lagi ." kata Joshua jujur .


"Kamu tidak impoten kan ? ." tanya Angi .


"Nggak sayang ." Bantah Joshua . " kalau kamu butuh bukti ,aku bisa buktikan sekarang ." ucap Joshua menggoda kekasihnya itu .


 "Caranya ." tanya Angi dengan polosnya .


"Caranya ." Jonathan mendekat dan berbisik di telinga Angi dengan suara serak . Wajah Angi memerah seketika dan segera mendorong Joshua menjauh darinya .


"Dasar duda karatan m***m ." ucap Angi dan langsung keluar meninggalkan Joshua sendirian yang sedang tertawa puas .


***


Sementara Lena lagi lagi mendapati dirinya terbaring seorang diri di kasur besar , yang sama . Di ruangan yang sangat ia kenali . Wanita itu turun dari kasur dan memunguti baju bajunya yang berserakan di lantai , dan langsung memakainya begitu saja .


"Pelangi ." hanya dengan menyebut nama itu saja mampu membuat hati Lena terasa sangat ngilu . Laki laki yang di cintainya tiada lain adalah Reyhan . Dan Reyhan akan selalu menyebut nama itu saat sedang b******a dengan nya .Lena hanya bisa menghapus air matanya dengan kasar .seperti itulah nasibnya setiap pagi , setelah melewati malam panas sekaligus menyakitkan dengan Reyhan.


Karena penderitaan yang dia alami selama inilah , Lena mau masuk ke dalam hubungan Angi dan Joshua . Ia inhin Angi merasakan sakit seperti apa yang ia rasakan sekarang . Tidak bisa mendapatkan cinta dan hidup bersama dengan laki laki yang di cintai .


Lena melangkah ke dapur dan ia hanya mendapati asiaten rumah tangga Reyhan ." Erick kemana bi ." tanya Lena . Sambil mengambil selembar royi dan selai stroberi untuk mengganjal perutnya yang terasa lapar .


"Tuan muda sudah berangkat ke sekolah bersama tuan Reyhan , nyonya ." jawab bibi wanita paru baya itu .


Lena berdiri meninggalkan meja makan setelah selesai sarapan , ia punya rencana untuk pergi menemui Nagita hari ini . Lena hanya ingin mengikuti rencana Nagita ia tidak mau terburu buru lagi , untuk menjatuhkan Angi .


"aku tidak ingin merasakan rasa sakit ini sendirian , maka maafkan aku jika aku juga ingin kamu ikut merasakanya ." Lena tersenyum sinis pada Foto Angi yang di pajang di kamar Reyhan . Dengan ukuran yang begitu besar hingga kadang membuat Lena merasa sangat kecil berada di depan Foto Angi


Sebenarnya dendam Lena pada Angi di mulai dari beberapa tahun yang lalu , di mana Anhi masih menjadi kekasih Reyhan . Dan Lena juga merasa Angilah penyebab kematian kakaknya .karena saat itu Erick lebih memilih bersama Angi dari pada dengan mama kandungnya sendiri , dan hal itu membuat kakaknya Lena stress dan mabuk mabukan ,dan akhirnya meninggal dalam kecelakaan karena mengemudi dalam pengaruh alkhohol .


6⁶