
Jonathan memberikan buku itu kepada Angi . Angi membuka lembaran demi lembaran tidak menemukan apa apa , kecuali tulisan dan gambar gambar lucu dan binatang hingga buah buahan .
"Momy tidak menemukan apa apa ." ucap Angi .
"itu Mom ." Jonathan kembali membuka lembaran yang tadi ia buka . Dan ia tunjukan pada Angi .
"Ada masalah dengan tulisan ini ." tanya Angi .
"Mira tidak menulis namaku sebagai sahabatnya . Lalu selama ini aku di anggap apa ." tanya Jonathan menggebu nggebu . Angi mengembungkan sedikit pipinya dan kembali membolak balik buku itu .
"Mungkin miranda menulis ini waktu kamu belum pindah ke sekolahan ini ." kata Angi untuk menenangkan hati bocah kecil itu . Angi tau kalau jonathan sangat menyukai Miranda .bahkan jika di tanya siapa orang yang paling spesial dalam hidupnya , mungkin dia akan menjawab Miranda .
Jonathan diam sebentar mencerna perkataan Angi ."kalau begitu biar aku menambahkan nama ku di sana ." ucap Jonathan . Kemudian ia mengeluarkan pensilnya dan menuliskan namanya di sana . Jonathan mengangkat buku itu dengan bangga .
"Sekarang Jonathan sudah masuk ke dalam buku daftar sahabat Miranda ." ucapnya senang . Angi hanya gelengkan kepala sambil tersenyum ia elus kepala bocah itu .
"Bu kita sudah sampai ." ucap Sang sopir mereka telah berhenti di depan lobby sebuah mall .
"Terimakasih pak ," ucap Angi . Kemudian mereka turun dari mobil . Angi mengandeng tangan Jonathan memasuki mall itu .
"Momy Jo lapar ." ucap Jonathan sambil memegangi perutnya .
"Kita cari Oma dulu ya , setelah itu kita cari restoran ya ." bujuk Angi , sama seperti Jonathan Angi sebenarnya juga sudah sangat lapar .
"Jonathan ." teriak Nagita melambaikan tangan dari kejauhan . Dan di sampingnya berdiri seorang wanita siapa lagi kalau bukan Lena yang beberapa kali telah menemui Angi .
"Hai Oma ." sapa Jonathan sambil menyambut pelukan dari wanita paru baya itu.
"Kenalkan ini tante Lena ." ucap Nagita menunjuk wanita yang berada di sampingnya . Lena maju satu.langkah sambil menyodorkan tangan nya , Tapi Jonathan malah mundur selangkah mendekati Angi . Terpaksa Lena menarik kembali tangan nya dengan tetap mempertahan kan senyuman nya
"Jonatahan kok kamu tidak sopan begitu ." ucap Nagita menatap cucunya dengan pandangan marah .
"Jangan marah tan , ini baru pertemuan pertama kali , jadi wajar dia bersikap seperti itu ." ucap Lena sekilas melempar senyum licik pada Jonathan
Jonathan memeluk erat tangan Angi dan menyembunyikan wajahnya di sana . Dia merasa Lena bukan orang yang baik .
"Joo , kenapa tidak menyambut tangan tante Lena ." tanya Angi masih tetap dengan nada suara yang lembut .Jonathan menggelengkan kepala .
"Jo tidak suka dengan tante itu ."gumam Jonathan dari balik tangan Angi .
"Tapi itu ngak sopan sayang , ayo salaman dulu sama tante Lena ." ucap Angi tegas tapi tetap dalam nada suara yang lembut .
Jonathan melepas tangan Angi dengan enggan dan berbalik kembali ke arah Lena ." maaf tante ." ucap Jonathan seraya mengulurkan tangan nya .
Lena menyambut uluran tangan Jonathan ,dia meremas tangan Jonathan dengan kuat ," tante memaafkanmu ." ucap Lena .
Jonathan yang merasakan sakit di tangan nya ia pun memukul dengan kuat tangan Lena , lalu berlari sembunyi di balik badan Angi .
"Jonathan ." seru Nagita yang melihat Lena meringis kesakitan sambil mengibaskan tangan nya .
"kamu tidak seharusnya mengintimidasi seorang anak kecil seperti itu nona Lena ." ucap Angi .
"aku tidak melakukan itu ,kamu jangan asal menuduh ." jawab Lena mendesia tidak terima .
" Apa menurutmu Jonathan berbohong ? Dia sampai ketakutan seperti itu ." Angi berbalik dan memeluk Jonathan .dan mengelus kepala anak itu ." jangan menangis ." bisik Angi .
"kamu saja yang tidak bisa mendidiknya dengan baik ,kamu pasti mengajarinya dengan hal hal yang buruk ." Lena semakin memperkeruh suasana .
"Sudah cukup ." Nagita menatap Jonathan dengan hati yang merasa bersalah karena telah membentak cucu kesayangan nya .
"sebenarnya apa yang telah kamu lakukan sehingga membuat cucu saya menjadi bar bar seperti ini . ? Pertanyaan Nagita kepada Angi membuat Lena merasa puas .apalagi Nagita yang beradu tatap dengan Angi .swnyum sinis ia lontarkan pada Angi .
"Bar Bar ." Angi tidak percaya kepada Nagita .
" seharusnya anda lebih tau dan mengenal Jonathan dari pada saya . Bahkan anda juga lah yang ikut merawat dan membesarkan dia di saat dia kehilangan ibunya . Hanya karena dia membela dirinya dari wanita itu .lantas anda langsung menyebutnya Bar Bar ." balas Angi dengan berani .
"Kamu jangan mengada ada , aku tidak melakukan apa apa kepada Jonathan ."Lena mengelak dari tuduhan tidak langsung Angi pada dirinya .
"Jadi , maksud kamu Jonathan berbohong ." tanya Angi dengan cepat. Dia memandang marah pada Lena .
"Bukankah sudah jelas kalau dia berbohong . Untuk apa coba aku menyakitinya di pertemuan pertama kami , aku sedang mencoba mendekatinya , karena kelak aku akan menjadi ibunya ."jawab Lena dwngan percaya diri .
Lena percaya di masa depan ia yang akan menikah dengan Joshua.. Bahkan ia sudah membayangkan . Akan gambaran rumah tangga mereka nanti .
"Aku tidak berbohong , memang tante meremas kuat tangan aku tadi ." bantah Jonathan atas tuduhan Lena , dia keluar dari balik punggung Angi .
"Jonathan , jangan berbohong , Oma tidak pernah mengajarimu seperti itu ."bentak Nagita .
"Oma tidak percaya padaku ." tanya Jonathan telak dan Nagita menggeleng tegas
"Oma tidak tau sejak kapan kamu pandai berbohong seperti ini .? Menuduh orang tua dengan sembarangan ." ucap Nagita dengan tatapan tajam pada Jonathan .
"Ayo ikut Oma tinggalkan tante Angi sekarang juga , dia tidak baik untukmu ."Nagita mengulurkan tangan nya untuk jonathan sambut , tapi Jonathan menggeleng kepalanya .
"Jonathan akan tetap bersama Momy , Jonathan sayang dengan Momy , Momy juga sangat menyayangi Jonathan ,sementara Oma . Oma sekarang tidak sayang Jonathan ." ucap Jonathan dengan suara parau menahan tangis . Setelah mengatakan hal itu lalu jonathan berlari keluar meninggalkan mall .
"Selamat , demi calon menantu idaman anda , Anda telah berhasil menghancurkan hati cucu anda ." ucap Angi dan langsung lari ,pergi untuk mengejar Jonathan .
"Wanita kampung itu memang telah membawa dampak buruk kepada Jonathan , tan . Entah apa yang di lihat Jonathan dari wanita itu ." ucap Lena sambil melipat tangan nya di depan dadanya dan menatap kepergian dua orang itu .
Nagita tidak memperdulikan perkataan Lena . Ia hanya terdiam sambil terbayang kekecewaan di mata cucu kesayangan nya .
"Tante , sebaik nya kita bergerak cepat memisahkan mereka , sebelum sifat Jonathan semakin buruk karena terlalu lama bergaul dengan wanita kampungan itu ." kata lena lagi .
"Diam lah ! Kamu hanya membhuat kepalaku semakin pusing saja ." u"ap Nagita lalu berlalu pergi meninggalkan Lena sendirian .lena juga hanya mengangkat bahunya cuek . Dia berbalik dan mengeluarkan sebuah kartu ,ia akanberbelanja puas hari ini .