
Angi mengangkat kepalanya ia melirik Joshua yang masih terjaga dengan pandangan lurus ke depan , entah apa yang di pikirkan oleh pria itu .sementara Angi sebenarnya ia sudah mengantuk dan lelah setelah seharian ia keliling mall bersama Nisa . Di tambah ia menangis karena serangan dari Joshua tadi .
Namun Angi tetap terjaga walau matanya terasa berat , dia tidak akan tidur kalau Joshua belum pergi atau tidur lebih dulu . Ia takut nanti tiba tiba Joshua menyerang lagi saat dia tertidur nanti . Dan Angi tidak mau itu terjadi .
Angi mengedipkan matanya dua kali berusaha menghalau kantuk yang datang menyerang lagi . Ia bergeser membuat jarak semakin menjauh dari Joshua . Ia berdehem saat tenggorokan nya terasa kering, karena haus datang melanda mungkin karena terlalu lama menangis
"Apa kamu sudah bisa di ajak bicara ." tanya Joshua sambil memanjangkan lehernya untuk melihat wajah Angi .
"Pulanglah , aku mau istirahat ." ucap Angi dan menarik selimutnya untuk menutupi wajahnya . Kantuknya hilang seketika saat mendengar suara Joshua , Dia was was saat melihat wajah Joshua mendekat tadi .
"Seperti yang Aku katakan tadi , aku tidak akan pulang sebelum kita bicara dan kamu memaafkan aku ." ucap Joshua tetap diam di tempat
"Aku tak ingin bicara malam ini , besok saja kita bicara Aku sangat lelah sekali hari ini ." Angi melihat ke bawah memandangi badan nya yang tidak memakai baju sama sekali . Swlain haus ia juga ingin berpakaian sekarang .
"Kalau begitu aku akan menunggu hingga besok di sini , sampai kamu siap di ajak bicara ."Joashua tidak akan pergi tinggalkan Angi dalam keadaan kacau begini .hatinya tidak akan tenang .
Angi segera menurunkan selimutnya dengan sedikit kasar . Kemudian ia menatap Joshua dengan mata melotot. Dia dah lupa kalau tubuhnya tanpa busana , dan kini selimutnya sudah tidak menutupi separuh tubuhnya bagian atasnya .
Joshua membuang pandangan nya ketika melihat penampakan kedua p******a indah Angi terpampang kembali , jelas di depan matanya .sambil tangan nya menjulur menarik kembali selimut Angi untuk menutupi badan nya .
Wajah Angi kembali memerah mengingat kelakuan nya barusan . Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan nya .
"pulanglah ." kata Angi lagi tetap masih menutupi matanya .
"Ok aku pulang dulu , besok kita baru bicara tapi ingat , jangan coba coba untuk menghindar atau aku akan buat kamu di keluarkan dari sekolah tempat kerja kamu ." Ancam Joshua .
Angi langsung menatap Joshua tidak setuju ." itu namanya pemaksaan ." ucap Angi .
Joshua angkat bahunya tidak perduli dengan Argumen Angi .
"Apa tadi aku melukaimu ." tanya Joshua membalik kan badan nya , ia masih belum yakin untuk meninggalkan wanita itu .
Angi diam sejenak lalu mengangguk pelan ." Luka nya tidak kelihatan . Karena lukanya di sini ." ucap Angi sambil menunjuk dadanya .
"Rasanya sakit sekali ." tambah Angi .
"Senja , Aku minta maaf , aku lepas kendali ,Aku berpikir di sana pasti banyak pria yang melihat mu , dengan gaun terbuka ,yang kamu pakai seperti ini , Hal itulah yang membuat aku marah . Aku tidak mau pria lain ikut melihat bagian dari tubuhmu yang seharusnya tertutup ." jelas Joshua.
Angi menunduk kan wajahnya . Ia menyalahkan dirinya sendiri karena telah memancing kemarahan pria itu .
"Aku sebenarnya tidak kemana mana , atau pergi ke pesta , aku hanya ada di kamar Nisa mencoba coba gaun yang Nisa beli di mall tadi ." Joshua menatap Angi
"Aku capek , malas untuk ganti dan lagian aku pulang juga di antar Nisa ." ucap Angi , Joshua mengangguk angguk .
"Jadi bukan seluruhnya kesalahan aku kan." tanya Joshua , Angi mengangguk tak lama kemudian menggeleng .
"tidak , kamu tetap salah . Menciumku tanpa ijin . Bahkan kamu hampir saja merenggut kesucian ku ." ucap Angi mengebu ngebu .
"Iya itu salahku ." ucap joshua ia tidak ingin memperpanjang masalah lagi. Apalagi di tambah selimut Angi yang naik turun . Memang sebaiknya dia pulang , kalau dia terlalu lama di kamar Angi .dia akan benar benar merenggut kesucian wanita nya itu .
"Sekali lagi aku minta maaf ." ucap Joshua dan akhirnya ia pamit untuk pulang . Setelah mendengar suara pintu kamar di tutup,barulah Angi berbalik melihat apa benar laki laki itu sudah pergi .
Angi turun dari ranjang nya dan pergi mengambil piyama tidurnya . Ia tidakpergimandi untuk membersihkan badan lebih dulu , ia sudah tidak mood lagi ia ingin cepat istirahat .
***
Pagi itu Angi mencari baju kerja yang bisa menutup badan nya .semalam Joshua meninggalkan banyak kissmark di tubuhnya terutama di bagian leher dan pahanya . Angi melihat penampilan nya di depan cermin ia ingin menyembunyikan maha karya dari Joshua .setelah memastikan penampilan nya rapi , Angi segera pergi keluar dari kamarnya .
Saat Angi keluar dari rumahnya , ia melihat sebuah mobil hitam terparkir di bahu jalan tepat di depan rumahnya . Di dalam mobil itu duduk seorang wanita paru baya yang sudah ia kenal karena jendela kaca mobil itu terbuka .Angi meraba dadanya yang berdetak lebih cepat . ia sedikit takut dengan wanita yang telah membesarkan Pria yang dia cintai itu. Biar dia bukan ibu kandung tapi telah mengorbankan cinta dan kasih sayang untuk Joshua . Dan mungkin pengorbanan wanita itu juga akan segera ia sandang .
"Jadi kamu tinggal di sini ." tanya Nagita tanpa mau turun dari mobilnya . Angi hanya mengangguk kan kepalanya .
"Naiklah , saya ingin bicara dengan mu ." ucap wanita itu .mau tidak mau Angi terpaksa mengikuti perintah Nagita . Ia membuka pintu mobil samping wanita paru baya itu . Sang sopir kemudian melajukan mobilnya meninggalkan rumah kontrakkan Angi .membelah ramainya jalan raya .
Sepanjang perjalan tidak ada yang membuka suara , keduanya diam , Angi ataupun Nagita saling menutup mulut rapat rapat . Hingga ponsel Angi berdering saat masih berada di dalam mobil Nagita .
Angi mengeluarkan ponselnya dari dalam tas , Nagita ikut melirik dan bertanya .
"Apa itu dari Joshu ." tanya Nagita saat sekilas ia melihat nama sang penelpon . Angi mengangguk kaku sebagai jawaban untuk Nagita .
"Saya yang akan menerimanya ." ucap Nagita sambil meraih ponsel dari tangan Angi tanpa menunggu persetujuan dari pemilik ponsel.
"Hallo ." ucap Nagita menerima panggilan Joshua .
"Senja ." panggil Joshua .
"Ini mama ." ucap Nagita dengan lembut .
"Mama lagi bersama Senja ." tanya Joshua lagi nada suaranya terdengar tidak yakin . Terlebih sang mama belum sepenuhnya menerima hubungan nya dengan Angi . Tapi Joshua tidak ingin berpikiran buruk kepada mamanya .
"ya seperti apa yang kamu bilang , mama akan mencoba dekat dengan Angi ."jawab Nagita sambil melirik Angi yang tidak memperhatikan nya dan dengan cepat Nagita mengalihkan pandangan nya sebelum ketahuan oleh Angi.