
Angi menahan emosi . Kalau dia tidak ingat itu di lingkungan sekolah banyak anak kecil di sana yang sedang memperhatikannya, mungkin Ia sudah menampar wajah Agus , atau menendang ************ nya biar mampus sekalian .
"Aku berhak tau karena aku suka sama kamu ."ucap Agus dengan menekan nada suaranya . Karena ia mencintai Angi jadi ia merasa berhak tau dengan siapa Angi menjalin hubungan .
"Maaf pak , jam istirahat sudah habis . Saya masih ada jam pelajaran ." ucap Angi dan pergi meninggalkan Agus tanpa menunggu jawaban dari Agus lebih dulu . Ia menahan kepalanya agar tidak menoleh ke belakang melihat Agus yang masih berdiri di sana .
Hari ini bukan Joshua yang menjemput mereka melainkan alexs asisten Joshua .mereka langsung di antar pulang ke rumah dan Alexs langsung kembali ke kantor lagi . Sepertinya laki laki itu sedang sibuk sibuknya di kantor . Apalagi ini awal bulan , Angindan Jonathan menghabiskan waktu seharian untuk bermain
malam telah merabat jam sudah menunjuk kan pukul sembilan malam tapi Joshua belum juga pulang . Seharusnya Angi jam segini ia sudah pulang sedangkan Jonathan juga sudah tidur di kamarnya .
Angi duduk di ruang tamu menunggu kepulangan Joshua baru akan pulang ke kontrakan nya sendiri . Tapi kantuk sudah menyerangnya . Angi mengedip ngedipkan matanya untuk menghalau kantuk yang datang akhirnya Angi menyerah ia sandarkan kepalanya di sandaran sofa dan akhirnya ia tertidur juga .
Joshua melangkahkan kakinya memasuki rumah dengan langkah lelahnya ." Apa Angi sudah pulang ." tanya Joshua kepada pembantunya yang membukakan pintu untuk nya .
"Belum tuan , Nyonya Angi sepertinya ketiduran di ruang tamu depan ." ucap pembantunya dengan sopan .
"eh tunggu ." ucap Joshua saat pembantunya akan membangunkan Angi .
"Biar saya saja , kamu siapkan kamar tamu untuknya ."ucap Joshua lagi .
"Baik tuan ." jawab pelayan Joshua yang kemudian pergi meninggalkan Joshua yang hanya berdua dengan Angi yang sedang tertidur .
Joshua memandangi wajah Angi , semakin dekat ia memandang wajah Angi yang seperti ini jelas jelas tidak mirip dengan istrinya . Akan mirip bila di tatap sekilas .
Jishua mengangkat tangan nya ia mengelus pipi Angi dan turun hingga berhenti di bibir merah muda dan ranum milik Angi . Joshua menunduk mengecup bibir Angi kemudian menjauh dari wajah angi , saat melihat reaksi wanita itu , ternyata Angi masih tetap tertidur pulas .
Angi tidak terganggu sedikitpun dengan ulah Joshua . Joshua kembali menunduk kan wajahnya akan mengecup bibir Angi lagi tepat saat pelayan nya datang menggagalkan niatnya .
"Kamar tamu sudah siap Tuan ." lapor pelayan itu menunduk ketakutan karena tatapan tajam menghujam dari Joshua . Joshua mengangkat tangan nya memberi isyarat pada pelayan nya untuk pergi .
Joshua menggulung kemejanya dan menyelipkan satu tangan nya di bawah punggung dan yang satunya di bawah lutut Angi . Joshua berdiri dengan Angi dalam gendongan nya menuju ke kamar tamu yang ada di lantai dua .
Joshua membuka pintu kamar dengan kaki satunya karena pintunya tidak tertutup . Joshua membaringkan badan Angi pelan pelan takut kalau kalau membangunkan wanita itu . Joshua menarik selimut dan menutup hingga ke perut Angi .
Setelah menata selimut Angi., Joshua ingin mengelus kening Angi tapi sialnya tangan Joshua malah menyenggol buah d**a Angi .
"Sial ." maki nya pelan pada diri sendiri . Karena tanpa sengaja tangan nya menyenggol Buah d**a Angi . Sesuatu yang sudah lama tertidur mengeliat bangun dengan rasa sesak yang luar biasa .
Joshua segera pergi memasuki kamarnya sendiri dengan cepat . Ia juga langsung pergi ke dalam kamar mandi
Joshua segera menanggalkan kemejanya dan berdiri di bawah guyuran shower tanpa melepas celananya . Sekitar tiga puluh menit Joshua berada di kamar mandinya . Ia keluar sudah terbalut handuk kimono , tapi ia tergoda untuk kembali lagi ke kamar di mana Angi sedang tidur .
Joshua telah menganti kimononya dengan piyama tidurnya . Lama ia berdiri di depan pintu kamar Angi . Ia sedang berpikir ulang , untuk masuk atau tidak . Ia takut nanti malah dirinya tidak bisa menahan diri .
"persetan ." ucap Joshua dan segera membuka pintu kamar Angi dan menutupnya lagi dengan pelan tanpa suara . Joshua mengamati Angi sebentar dan kemudian ikut beegabung dan masuk ke dalam selimut Angi .
Dua jam sudah berlalu tapi Joshua tak kunjung bisa memejamkan matanya . Seakan ia engan melewatkan pemandangan indah di depan nya . Joshua menyusuri wajah Angi dengan jarinya . Sangat lembut dan hati hati . Joshua menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman .saat melihat Angi mengerutkan keningnya .Joshua segera menarik tangan nya takut akan membangunkan wanita itu .
Joshua telah menguap ." selamat malam Angi ." ucap Joshua lalu memposisikan di belakang Angi , salah satu tangan nya melinhkari perut Anhi dan ikut tidur menyusul Angi memasuki ke alam mimpi .
Pagi hari menyapa , tapi kedua insan itu masih terlelap dalam tidurnya . Angi terbangun oleh suara dering ponselnya yang mengusik tidurnya .Angi membuka matanya dan berusaha mencari ponselnya. Ia mengambil ponselnya yang berada di dalam tasnya yang di taruh di atas nakas tempat tidurnya .ia belum sadar di mana ia sekarang berada .
"Iya yah ."Angi menerima panggilan telepon dari Ayahnya .
"Sudah berapa lama kamu tidak mengabari orang tua kamu ini nak ." suara paijo berdecak kesal pada putrinya .walau sebenarnya ada kekhawatiran di sana.
"Angi sehat yah , Ayah dan ibu jangan cemas . Bagaimana kabar Ayah dan ibu , baik baik sajakan ." Angi balik bertanya .sambil membaringkan badan nya kembali ke tempat tidur . Tapi ia mengerutkan keningnya karena kasur yang ia pakai berbeda dengan kasur yang biasa ia pakai .
" Alkhamdulillah , Ayah dan ibu juga baik baik saja . Kami cemaskan keadaan kamu . Kamu dah hampir sebulan tidak memberi kabar pulang ." ucap Ayah Angi .
"maafkan angi ya yah . Angi sibuk jadi lupa memberi kabar sama Ayah dan ibu ." ucap Angi .
" ya jangan di ulangi lagi ." Angi mengangguk kan kepala walau Ayahnya tidak melihat . Angi menebarkan pandangan nya ke seluruh ruangan kamar tidurnya . Ada yang aneh dia rasakan , jantungnya mulai berdetak kencang saat tidak mengenali kamar itu .
" Ayah ,Angi tutup dulu teleponnya , nanti Angi hubungi Ayah lagi ." ucap Angi .
"Ayah tunggu telepon dari kamu . Assalamu allaikum ."
"wa allaikum salam ." Angi menunggu sampai Ayahnya mematikan sa?bungan telepon nya . Tidak sopan di rasa kalau ia menutup lebih dulu .
Kemudian Angi melompat dari tempat tidurnya ia kembali mengedarkan pandangan nya hingga ia menemukan seseorang sedang bergelung dalam satu selimut yang baru saja ia pakai .