
" ehh mau jalan sama teman ,Ma ." jawab Mira singkat .karena ia tidak mampu jujur sama orang tuanya .
"Apa kamu mau jalan dengan Jonathan ." tanya Angi yang juga ikut bicara , karena tadi Jonathan juga pamit kalau mau jalan sama teman nya juga .
"Engak tante , aku jalan sama teman yang lain ,tidak sama sama dengan Jonathan ." ucap Miranda . Entah kenapa Ia sangat segan mengatakan pada Angi kalau akan keluar dengan kekasihnya ,Andre .
"Oh tante pikir kamu mau jalan sama Jonathan . Karena tadi Jo juga pamit mau jalan sama teman . Jadi Tante pikir kamu karena selama ini kemana mana kalian selalu bersama ." ucap Angi dengan senyuman , tapi miranda rasa senyuman itu sangat hambar .
"Apa kah tante Angi sudah tau ." tanya Miranda dalam hati .
"udah ijin sama papa , mir ." tanya lisa .
"Sudah Ma , papa beri ijin kok . Dan papa minta mira harus pulang sebelum jam sepuluh malam ." ucap Miranda . Dan di angguki oleh Lisa .
"Ya udah jalan sana , sepertinya teman kamu udah nunggu tu , dari tadi tekan klakson mulu ngak sopan , juga ngak enak di dengar sama tetangga . Lain kali kalau datang suruh dia masuk dan minta ijin lagi sama mama , jangan bunyikan klakson mulu ." ucap lisa .menasehati putri sambungnya itu .
Miranda mengangguk dua kali . Sebelum pergi ia berpamitan dan menyalami mama sambungnya dan mama sambung Jonathan , sebenarnya ia juga sedikit kesal dengan tingkah laku Andre tapi ia malas untuk berdebat dengan laki laki itu . Jadian juga belum ada seminggu sudah berantem .
Andre yengir saat melihat calon mangsa nya sudah keluar rumah . Ia masih bersikap semanis mungkin turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Miranda .
"Tadi mama aku suruh kamu masuk ." ucap miranda saat ia sudah masuk ke mobil yang di kendarai Andre , dan duduk di samping Andre .
"Lain kali aja ." jawab Andre malas dan segera menjalan kan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah Miranda yang cukup luas .melihat begitu luas dan megahnya rumah Miranda ia jadi penasaran dan tertarik ingin melihat isi Atm Miranda . Pikiran licik nya tumbuh di otak nya , ia berencana mengambil semua isi Atm Miranda nanti setelah berhasil m******inya nanti .
Sepanjang perjalan Andre hanya melirik ke dalam tas yang di bawa oleh Miranda . Ia penasaran dan ingin tahu berapa banyak jatah uang bulanan gadis itu .
"Kok kita ke sini ." tanya Miranda saat Andre menjalan kan mobilnya menuju ke sebuah restoran yang merangkap sebagai hotel dan tempat Club . Andre hanya mengangguk tanpa melihat kepada Miranda .
"Bukan nya kita sudah bilang kalau mau jalan ke Mall ." Tanya Miranda sekali lagi.
"Aku tidak pernah bilang kalau mau jalan ke mall , aku bilang kalau kita akan makan di restoran ini ." Andre segera turun dari mobil setelah memarkirkan mobilnya dengan benar .
Miranda menatap gedung itu dengan ragu .ada perasaan yang tidak enak di dalam hatinya . Ia jadi teringat oleh ucapan Jonathan maksud dan tujuan Andre .
Miranda menarik nafasnya sekali lagi . Ia berusaha untuk mempercayai Andre .kemudian miranda turun dari mobil dan mengikuti Andre memasuki gedung itu .
Miranda melihat restoran itu penuh dengan pengunjung dan sangat ramai . Di lihat dari menu menu yang di hidangkan kelihatan nya tidak begitu buruk ,pikir Miranda . Saat miranda akan menarik sebuah kursi Andre menghentikan tangan nya .
"Kita tidak makan di sini , sini terlalu ramai . Kita akan makan di atas sana ." ucap Andre sambil menunjuk ke arah anak tangga . Mau tidak mau Miranda mengikuti langkah Andre kembali .mereka pergi menaiki anak tangga .
"kamu tidak salah kita makan di sini ." tanya miranda dengan suara keras . Karena mereka sekarang berada di sebuah club , yang bayak asap rokok di mana mana dan suara musik yang berdentum keras . Miranda sampai menutup hidungnya . Andre juga hanya mengangguk kan kepala .
"Kita akan bersenang senang di sini ." ucap andre sambil menarik tangan Miranda menuju ke arah salah satu meja yang kosong . Miranda segera menarik tangan nya dari genggaman andre .
"Dre aku tidak suka tempat seperti ini . Ini membuat aku tidak nyaman . Aku mau keluar dari tempat ini , atau kita cari tempat yang lain saja ." ucap Miranda .
"Kamu pikir , kamu mau kemana ." ucap Andre kembali meraih tangan miranda dan mengenggam nya semakin kuat . Miranda berusaha melepaskan tangan tapi Andre mengeratkan semakin erat membuat miranda kesakitan .
"Andre lepasin ." teriak miranda tapi tidak di gubris oleh laki laki itu . Dia terus menarik tangan miranda menuju kamar yang sudah di pesan nya . Andre mendorong miranda masuk ke kamar itu dan langsung menguncinya .
"Andre , kamu apa apa , kenapa pintunya kamu kunci ." tanya Miranda ketakutan . Miranda teringat kembali dengan perkataan Jonathan kalau Andre bukanlah laki laki yang baik .
"Kamu nayak ...Bukan kah kita akan bersenang senang . Ini lah tempat yang paling tepat untuk bersenang senang ." kata Andre dengan serigai licik di bibirnya . Ia sudah tidak sabar untuk b******a dengan Miranda .terlebih penampilan gadis itu , malam ini sangat menarik perhatian nya .
Rencana awalnya untuk makan malam lebih dulu ia batalkan . Dia lebih tertarik menyantap Miranda lebih awal .Miranda menggelengkan kepalanya ,Air matanya sudah membendung , dan siap untuk jatuh ke bawah .
"andre kamu tidak mungkin , sejahat apa yang di tuduhkan Jonathan padamu kan ? ." Miranda berharap kalau itu hanya prank untuk menakutinya saja . Dan kemudian dia bilang kalau semua itu hanya bercanda saja .
Andre tertawa terbahak .mendengar Miranda telah mendapat peringatan dari Jonathan tentang siapa dirinya , tapi Miranda tetap mempercayainya .
"Aku sangat bersyukur sekali kamu tidak mendengarkan omongan sahabat kamu yang sangat bodoh itu .karena apa yang dia katakan itu semua benar . Karena aku mendekati kamu hanya demi dua buah mobil sport teman aku . Yang mereka pertaruhkan untuk aku m******i kamu . Kalau aku berhasil , maka dua buah mobil itu akan menjadi milik ku ." ucap Andre .
"Kamu .....kalau kamu hanya karena dua buah mobil sport mengatakan cinta padaku . Aku juga bisa memberimu lebih dari dua buah mobil sport kalau kamu mau melepaskan aku malam ini ."ucap Miranda dengan hati cemas .menyesal , ya menyesal ia tidak mendengarkan apa yang di katakan oleh Jonathan .
Teman baik nya sejak kecil bahkan dia tulus mencintainya . Demi b******n yang ia kagumi , mulutnya rela membentak dan memarahi nya ." maafkan aku Jo ." gumam miranda dalam hati . Miranda melihat Andre yang memasang kamera di setiap sudut ruangan .