
"Ya sudah Momy siap siap dulu ya . Cepat habiskan dulu sarapan kamu ." ucap Angi yang akan ke kamar ambil tasnya .
"Sayang aku antar Jonathan ke sekolah dulu ya ." ucap Angi , Joshua menatap istrinya .
"Kamu tega Yang , ninggalin aku sendiri , aku lagi sakit lo ." ucap Joshua .
" Ada Papa di sini dan selama hampir tiga minggu aku dah prioritaskan kamu lo Mas . Jangan seperti anak kecil , Jonathan juga putramu lo . Masak kamu tega biarin anak mu naik mobil sendirian , ke sekolah ." ucap Angi , ia tidak perduli bicara panjang lebar di depan kedua mertuanya untuk suaminya . Nagita dan Jorgi hanya geleng kepala melihat perdebatan anak dan suaminya .
"Dia ngak sendirian sayang , dia di antar oleh orang kepercayaan pilihan aku , Aku tidak mungkin memilih sembarang orang untuk menjaga anak aku ." ucap Joshua pada istrinya .
"Jadi sekarang aku boleh tidak ikut mengantarkan nya ke sekolah ." tanya Angi dengan suara datar . Ia benar benar kesal , ia merasa suaminya hanya mementingkan dirinya sendiri .
"Bolehhh ." ucap Joshua dengan terpaksa . Angi langsung melangkah pergi ke kamar untuk mengambil tasnya .
"Jos ." panggil Jorgi sambil menunjuk ke arah putranya yang masih duduk di meja makan .orang yang tidak mengerti dan peka , melihat jonathan dari belakang Jonathan sedang mengelap mulutnya karena habis sarapan tapi sebenarnya dia sedang menghapus air mata .
Jonathan membalik kan badan dan meraih tas nya dari atas sofa . Dia akan pergi melewati Joshua setelah menyalami Opa nya .
"Oma kita berangkat , Biar Momy di rumah menjaga Dady ." ucap Jonathan .Nagita menatap Joshua tajam .
"Sayang , apa kamu marah dengan Dady , Apa kamu tidak merasakan karena Dady sakit Momy mu jadi jarang marah dan bicarakan .seperti barusan bicara begitu banyak , Dady kangen sama Omelan Momymu . Jangan kamu ambil hati ucapan dady , dady hanya bercanda ." ucap Joshua.
Jonathan langsung memeluk Dadynya . Ia beranggapan dadynya benar benar tidak mengijinkan Momynya mengantarkan dia ke sekolah lagi .
"ya sudah Jo kita tunggu Momy di mobil ." Ajak Nagita , Jonathan segera mengangguk .
"Pa ,aku siap siap dulu kita juga harus berangkat sekarang ." ucap Joshua .
***
Jam makan siang sudah terlewatkan hampir setengah jam .tapi Joshua sepertinya engan untuk keluar makan siang . Ia masih sibuk dengan pekerjaan nya . Ia berusaha memfokuskan dengan laptop yang ada di depan nya . Selagi membayangkan makanan saja ia sudah membuatny merasa mual.
Tapi Joshua juga manusia biasa yang bisa merasakan lapar bila tidak ada satu makanan pun yang masuk ke dalam perutnya . Akhirnya Joshua memutuskan untuk memanggil istrinya .
Sambil makan sambil memeluk istrinya maka rasa mual itu akan hilang . Joshua mengambil ponselnya dan menelpon istrinya juga pesan di belikan makanan yang ingin ia makan .
"Sayang ..
"Iya Mas aku akan datang dalam tinga puluh menit lagi ." ucap Anhi dari sebrang telepon . Joshua meletak kan ponselnya di meja setelah memutus sambungan telepon dengan istrinya
Joshua sebentar sebentar melirik jam tangan nya . Tiga puluh menit serasa tiga jam. Dan ternyata istrinya tidak bisa datang tepat waktu empat puluh lima menit baru bisa sampai .
"Ini sudah aku bawakan makanan pesanan Mas ." ucap Angi , joshua menepuk tempat kosong di sampingnya .
"Sini , duduk di sini ." Angi mengikuti apa kata suaminya . Sementara Jonathan sudah berlari ke tempat kerja Joshua dan mencari permainan di laptop dadynya . Joshua telah mengunci file filenya tanpa kata sandi Jonathan tidak akan bisa mengotak atiknya .swhingga Joshua tidak khawatir bila putranya datang ke kantor langsung menyerbu laptopnya .
Angi melihat suaminya tidak kunjung memakan makanan nya . Ia angkat wajahnya untuk menatap suaminya yang juga memandangnya tepat di matanya .
"Kenapa tidak di makan ,apa kamu mual lagi atau tidak suka dengan makanan nya ." Tanya Angi , Joshua menggeleng kan kepalanya .
"mau di suapin sama kamu ." ucap Joshua pelan . Angi tersenyum sambil menggeleng dan mengambil sendok . Ia menyendok nasi dan lauk nya dan mulai menyuapi suaminya . Joshua ikut tersenyum menerima suapan dari istrinya hingga semua nasi nya habis .
"Dady ini permainan gimana cara mainnya ." ucap Jonathan yang menemukan permainan baru di laptop dadynya .
" bawa sini ." ucap Joshua .
"Ini permainan namanya majong . Kamu cari gambar yang sama tiga gambar ,kumpulkan sebanyak banyak nya ." ucap joshua , tapi bagi jonathan itu permainan yang membosan kan .
"Sayang aku tadi melihat ada brosur mobil keluaran baru ." ucap Joshua pada istrinya yang baru saja keluar dari kamar mandi .Angi segera menoleh menatap suaminya yang sudah memangku laptop kembali .
"Lalu.?."tanya Angi penasaran .
"Kita ganti mobil baru ya ." ucap Joshua pelan .tidak tau kenapa tiba tiba ia merasa sangat menginginkan mobil yang berwarna merah yang ia lihat di laptopnya tadi .
" Apa mobil mas rusak ." tanya Angi .
"Tidak , cuma ingin ganti yang baru saja ." ucap Joshua
"Momy itu pasti Adik bayi yang ingin ." jonathan mengejutkan mereka berdua . Mendapat tatapan melotot Jonathan tersenyum .
"Momy Jo beri tau , sejak dulu Dafy tidak suka suana baru , lihat rumah aja mirip seperti rumah nya Opa , Jo lebih suka rumah yang simpel seperti rumah kakek Jo di desa . Seumur Jo baru kali ini Dady bilang mau ganti mobil ." ucap Jonathan .
Joshua tersenyum kikuk sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal mendengar ucapan putranya .memang semua itu benar . Rumahnya sangat besar pikirnya itu adalah kebahagiaan nya di masa kecil tak taunya rumah besar adalah sebuah penghalang bila ada sesuatu yang urgent .
"Jo setuju bila Dady ganti mobil ." tanya Angi yang merasa Joshua mau berubah setelah mengenalnya .
"Suka , Jo mau warna merah , pasti cantik seperti Momy , iya kan Dad ." Joshua kembali tersedak seakan putranya itu tau isi hati dan pikiran nya . Joshua mengangguk dengan malu malu sambil melirik istrinya . Angi hanya menggelengkan kepalanya melihat dua pria yang beda usia di depan nya , sama sama tersenyum entah apa artinya .
"Engak ada maksud apa apa sayang , aku cuma mau buat suasana baru saja . Sebentar lagi anak kita lahir kita harus punya mobil yang lebih besar lagi dong demi kenyamanan Jonathan dan adik adiknya nanti ." ucap Joshua .
Aku sih terserah kamu aja lah mas , kalau memang butuh dan perlu , di ganti juga ngak apa apa ." ucap Angi . angi tidak akan melarang karena yang sopiri juga Suaminya jadi senyaman suami nya aja .