
Angi tersenyum tipis mendengar tawaran dari ibunya .
"Angi belum siap bu ." jawab Angi
"Kenalan dulu saja , kalian mau serius atau berteman saja itu urusan belakang . Yang penting kamu tau orangnya dulu , bagaimana ." ucap Bu surti.
Angi terdiam cukup lama , ia berpikir cepat atau lambat dia memang harus moveon .namun entah kenapa hatinya tetap berharap untuk bisa bersama Joshua kembali . Dia masih berharap suatu saat nanti Joshua menyadari kebenaran nya dan pria itu datang meminta maaf padanya .
Sesuai dengan ucapan bu surti , hari ini ia mengundang kenalan nya yang bekerja sebagai PNS itu. Angi tersenyum enggan terhadap pria yang berada di depan nya itu .
pria yang ibunya kenalkan padanya yang katanya sebagai pegawai PNS itu dan bekerja di administrasi pemerintahan . Dan pria ini memiliki nama yang hampir sama dengan pria yang hampir melecehkan nya .
Reymon adiguna pria tinggi besar berusia dua puluh sembilan tahun .tinggi badan nya seratus tujuh puluh bila dia suka olah raga dia akan memiliki body yang bagus tidak akan kal!h dengan Joshua . Angi menghela nafas kesal lagi lagi ia teringat dengan Joshua .
" Apa boleh aku tau tipikal laki laki idaman kamu ." tanya Reymon pelan . Karena mereka berdua sekarang sedang berada di sebuah tempat wisata , di mana di kelilingi oleh bunga bunga yang sedang bermekaran ,dulunya tempat itu hanya lah tanah gersang dan sekarang di sulap menjadi sebuah taman yang sangat indah .
"Aku suka pria yang tinggi ideal , berkulit putih . Tatapan nya tajam dan tegas . Bibir tebal , alis yang tebal yang tertata rapi dan yang terakhir dia pintar ...tapi bodoh ." ucap Angi yang terakhir tanpa sadar karena semua ciri ciri yang ia katakan ada pada diri Joshua . Dan pria itu memang pandai tapi juga bodoh .
Reymon melihat Angi menahan tawa ia mengira apa yang di katakan angi semua adalah candaan saja ." jadi aku tidak termasuk kriteria pria idaman kamu dong ." ucap Reymon dengan nada bercanda juga . Dan Angi hanya mengangkat bahunya cuek .
"Angi kamu tau tidak , kenapa aku mau berkenalan dan mencoba untuk dekat dengan kamu ?." Reymon mencoba main tebak tebak kan dengan Angi .
"Ngak tau ." jawab dengan cepat .
"Karena profesi kamu yang sebagai guru , dan aku cukup percaya kamu pasti akan bisa membimbing anak kita nanti ." ucap Reymon bukan sebagai kata kata gombalan . Tapi percaya diri Reymon bila Angi akan menerimanya .dan Angi adalah wanita yang cocok untuknya .
"Apa kalau tidak berprofesi sebagai guru . Kelak tidak akan bisa membimbing anak anaknya ?." ucap Angi .
"Tentu bisa , semua ibu karena itu naluri , hanya saja yang berprofesi sebagai guru jelas lebih berpengalaman ." kata Reymon .
Angi mengangguk saja , padahal banyak yang berprofesi sebagai guru juga gagal dalam mendidik anak anaknya .
"Ngomong ngomong aku akan berangkat ke ibu kota Batam besok lusa." ucap Reymon lagi memecah keheningan yang terjadi dalam beberapa menit yang lalu .
"Eh iya aku juga akan ke ibu kota Batam lusa ." ucap Angi yan teringat dengan pembicaraan nya kemari dengan Nisa kalau lusa Nis alan melaksanakan pernikahan dengan Rangga ..jadi Angi juga harus berangkat lusa ke Batam dan ia akan menginap di hotel dekat dengan tempat resepsi Nisa di laksanakan .
"kamu datang ke sana dalam rangka urusan apa ." tanya Reymon penasaran .
"oh , itu sahabat aku mau menikah jadi aku harus ke sana . La kamu sendiri ke sana dalam rangka apa ."tanya Angi balik .
"Urusan pekerjaan ." jawab pria itu pendek . Angi hanya mengangguk ,ia juga tidak mau ngomong apa lagi , karena Reymon juga diam membisu .
" setelah acara pernikahan sahabatmu apa kamu mau jalan jalan denganku .menghabiskan waktu seharian keliling kota Batam ." tanya Reymon lagi setelah mereka lama terdiam .
"Aku tunggu jawaban kamu." ucap Reymon , Angi juga mengangguk dan akhirnya mereka memutuskan untuk pulang .
***
"Ibu Angi berangkat dulu ." pamit Angi pada kedua orang tuanya .
"sampaikan salam Ayah dan ibu buat tuan Aldy dan nyonya mutiara ."ucap Paijo Ayah Angi .
"hati hati di jalan , ingat pesan ibu , kepergianmu kali ini tidak boleh pulang bawa kesedihan ." ucap bu surti .
"kenapa Angi harus sedih . Aku kan hanya menghadiri pesta pernikahan Nisa ."ucap Angi heran .
"kamu lupa Joshua seorang pengusaha , tuan Aldy juga besar kemungkinan kalian akan bertemu ." ucap bu surti .
Angi mencerna ucapan ibunya sepanjang perjalanan .kini ia telah sampai di lobby hotel penginapan . Ia tidak membawa banyak barang , ia cukup membawa tiga stel baju dan kado untuk sahabatnya itu ke dalam koper kecilny .
Angi menarik kopernya memasuki pintu hotel dan berdiri di depan resepsionis .ia mengeluarkan tanda pengenal dan membayar biaya penginapan nya sendiri .sebenarnya Nisa sudah menawarkan akan membayar tempat ia menginap tapi Angi tolak . Karena ia masih mampu membayarnya untuk tinggal.tiga hari kedepan .
"Terimakasih mbak ." ucap Angi kepada resepsinis hotel. Setelah mendapat kunci card dari resepsionis . Angi langsung masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya . Perjalanan dari desa ke ibu kota cukup melelahkan .
Baru saja matanya akan terpejam , bunyi ponselnya menganggu tidurnya .Angi bangun dan mengambil ponselnya yang masih ada di dalam tasnya .
"Iya , Nis ." jawab Angi . Ternyata Nisa , sahut Angi setelah menggeser tombol hijau . Sahabatnya Nisa yang telah menghubunginya .
"Kamu di mana ." tanya Nisa dari sebrang telepon .
"Aku sudah ada di dalam hotel ." ucap Angi sambil merebahkan kembali badan nya ke atas kasur yang empuk itu .
"Nomor berapa biar Asistenku mengantarkan gaun untukmu ." tanya Nisa
"Ada di kamar nomor satu tuju sembilan ." jawab Angi .
"Ok tunggu tiga puluh menit lagi , asisten, ku datang mengantarkan gaun ." ucap Nisa .
"Ok ." Angi mematikan sambungan telepon nya . Rasa kantuk dia hilang seketika . Maka itu Angi memutuskan untuk pergi membersihkan diri . Tiga puluh menit kemudian Angi telah selesai mandi . Setelah berpakaian rapi Asisten Nisa datang mengantar gaun .
"Terimakasih ." ucap Angi .
"sama sama mbak ." balas asisten Nisa yang langsung berpamitan . Angi meledakkan gaun itu di atas tempat tidurnya , waktu jam siang sudah hampir berlalu , Nisa keluar untuk mencari makan karena sejak berangkat dia belum makan apa apa .
Angi duduk di restoran hotel dengan perasaan canggung , karena semua yang ada di sana berpasangan , atau sudah berkeluarga hanya Angi yang duduk sendiri . Angi mencoba untuk mengabaikan semua itu .