My Teacher Is My Mommy

My Teacher Is My Mommy
31



"Erick boleh ikut gabung tante ." Tanya Erick antusias .


"Ngak boleh ." ucap Jonathan penuh penekanan , tak ada satu orang pun yang boleh menganggu acaranya bersama ibu guru kesayangan nya . Ini adalah perjalanan pertamanya dengan Angi dan anak itu ingin menganggunya . Jonathan tidak akan membiarkan nya .


"Aku kan tidak tanya sama kamu ." jawab Erick tidak suka dan dia berusaha mendekati Angi lagi tapi di halangi terus oleh Jonathan .


"Bu Angi datangnya bersama kami , jadi dia hanya boleh bermain dengan kami ." balas Jonathan lagi .


"kalau begitu , kamu tidak keberatan kan kami ikut gabung karena erick sudah lama ingin bertemu dan bermain dengan kamu ." Reyhan ikut bicara dan menatap Angi dengan tatapan memohon .


"Boleh ya , tan ." pinta Erick . Dan Angipun mengangguk ia tidak tega melihat wajah sedih Erick .


"yeea terimakasih tante ." ucap Erick melompat lompat kegirangan


"Aku tidak setuju ." tolak Joshua. Sejak tadi ia diam saja karena berharap Angi akan menolak ajakan kedua orang itu . Tapi ternyata wanita yang ia kagumi itu tidak peka sama sekali .


"kalau anda tidak mau , biar Pelangi bersama kami . Anda dan putra anda bisa bermain sendiri . Atau pulang lebih dulu ." ucap Reyhan dengan senyum penuh kemenangan .


"kenapa tidak kalian saja yang pulang lebih dulu .Angi datang bersama kami otomatis dia akan ikut kemana kami pergi ." ucap Joshua.


"Tidak ada salahnya kita main bersama pak ." ucap Angi berusaha menengahi .


"Tidak bisa." Joshua tetap menolak , ia tidak sudi bermain dengan laki laki yang jelas jelas masih menunjuk kan ketertarikan yang besar terhadap Angi .


"Tapi pak ..


"Boleh kalau kamu mau main bersama mereka silahkan , tapi .." Joshua mendekatkan wajahnya di telinga Angi dan berbisik pelan.


"Gaji kamu bulan ini saya potong 50% ." Joshua menjauhkan wajahnya dari Angi dan pergi mengangkat Jonathan dalam gendong nya .


"Mau ikut kami atau ikut mereka ? ." Joshua menatap Reyhan dengan senyum remeh . Ia yakin Angi akan lebih memilih ikut denagn nya .


"Maaf Rey , erick kita hari ini tidak bisa main bersama , mungkin lain hari ." ucap Angi .lalu ia mengikuti langkah Joshua . Angi berbalik dan di paksakan untuk tersenyum , sekali lagi ia minta maaf kepada dua orang itu .


"Jadi kamu janjian untuk bertemu dan bermain dengan mereka ." tanya Joshua . Nada suara nya biasa saja tapi dalam hatinya terasa panas .


"cuma basa basi pak ." jawab Angi .


"kalau mereka menanggapi dengan sungguh sungguh dan suatu hari menagihnya bagaiamana . " tanya Joshua .


"kalau mereka menagihnya , aku akan meluangkan suatu hari ." jawab Angi .


"Apa kamu kira saya akan memberimu ijin ." tanya Joshua. Angi mengganguk tanpa melihat Joshua .


"Bukankah kita sudah membicarakan nya . Kalau bapak tidak akan melarang aku jika ingin pergi dengan siapapun ." ucap Angi .


"Apa saya terlihat menyetujuinya ." tanya Joshua kembali melontarkan pertanyaan nya . Angi hanya mengangkat bahu acuh .


"Memang bapak tidak menyetujuinya , dan bapak juga tidak melarang nya , bapak hanya diam saat itu . Dan diamnya bapak aku anggap itu iya . "ucap.Angi


"Tidak bisa begitu dong .saya diam bukan berati saya menyetujuinya ." ucap Joshua tidak setuju dengan ucapan Angi .


" katakan dulu kalau kamu tidak akan pergi dengan mereka ."


"Aku tidak bisa janji ." jawab Angi . Karena Angi orangnya tidak tegaan . Apa lagi melihat wajah melas Erick . Saat masih menjalin hubungan dengan Reyhan dulu Ericklah yang sering menengahi bila mereka sedang bertengkar .


"Senja ."


"Pak ini di depan umum . Apa bapak masih tetap akan mempermasalahkan nya . Bapak tidak lihat Jonathan kelamaan menunggu kita di sana sampai lelah ." ucap Angi menunjuk Jonathan yang berdiri sambil bersedekap menatap Dadynya .


Joshua berdecak dan meraih salah satu tangan Joshua dan mengantri di salah satu wahana yang dekat dengan mereka berdiri . Angi hanya mengeleng melihat tingkah Bosnya itu . Dia lalu berjalan mendekat di belakang nya .


Tanpa mereka sadari Reyhan dan Erick mengikuti mereka dari belakang . Mereka akan mengikuti kemana saja mereka bermain yang penting di sana ada Angi. Mereka berdiri di belakang Angi masih di batasi oleh dua orang yang juga mengantri .


Jonathan berpindah ke samping Angi." Bu Angi Jo tidak mau naik wahana itu , seram ." bisik Jonathan . Mendengar ucapan Jonathan Angi tersenyum licik . Sebuah ide tiba tiba muncul di kepalanya .


Angi berbisik di telinga Jo . Jo juga mengangguk setuju . Mendengar rencana bu guru kesayangan nya itu .keduanya kompak untuk mengerjai Joshua . Joshua melirik ke belakang memastikan kalau Jonathan dan Angi itu ada di belakangnya .


Keduanya juga kompak terswnyum manis melihat Joshua meliriknya . Joshua hanya mengankat alisnya melihat kekompakkan keduanya . Dan kembali fokus menatap ke depan tanpa curiga sama sekali .


Angi dan Jonathan pelan pelan bergeser dari barisan antrian . Joshua tidak menyadari kalau mereka sudah tiada lagi di belakang nya .


Begitu juga Reyhan dan Erick tidak melihat Angi dan Jonathan yang bergeser mundur di belakang barisan orang orang yang keluar antrian .


Saat Joshua telah duduk di kursi wahana histeria ia terkejut melihat kedua orang yang ia kenal tersenyum melambaikan tangan padanya . Sementara kursi yang telah ia duduki telah terkunci .


"Senja ."


" pelangi ."


"tante ." teriak mereka kepada Angi . Joshua sontak menoleh ke arah kiri belakang . Saat mendengar dua orang yang ikut meneriaki Angi .


"kalian berdua , apa yang kalian lakukan di sini ." tanya Joshua sinis melihat Reyhan yang juga menatap Angi dengan tatapan tidak percaya .


"Tunggu , saya mau turun ." teriak joshua pada petugas wahana . Karena mesin juga telah bunyi petugas itu juga tidak mendengar teriakan Joshua .


"Sialan ." teriak Joshua di dekat Reyhan yang juga berdecih kesal karena tidak mendapati Angi dalam wahana permainan itu .


Angi dan Jonathan tertawa melihat Joshua berteriak histeris di atas wahana .


"Dady marah marah mulu sama Ibu , Jo sebal ." ucap Jonathan sambil menatap Angi . Angi tentu senang melihat jonathan di pihaknya .


"Ibu tidak apa apa , Dady mu marahnya kan cuma sebentar doang ." Angi berusaha tidak menjelek jelek kan Joshua di depan Jonathan . Meski dia sebenarnya juga ingin mengumpat dan memaki Joshua .


"iya memang Dady kalau marah tidak bisa lama ." ucap Jonathan setuju .


"Bu Angi ...Mau tidak Bu Angi jadi Momynya Jonathan ." tiba tiba Jonathan bertanya . Membuat Angi tersedak saliva nya sendiri , mendengar pertanyaan dari Jonathan .


"Kenapa bertanya seperti itu ." tanya Angi setelah batuknya reda ..


Jonathan menunduk sedih ." Bu Angi tidak mau ya ." tanya Jonathan dengan suara bergetar .