
"Senja kamu serius ." ternyata bukan Lena yang berdiri di sana , tapi Joshua .pria itu yang berdiri di depan pintu rumah Angi .Joshua mengusap wajahnya yang basah .
"maaf Jos , aku kira Lena belum pergi masih ingin menganggu lagi ." sesal Angi dan melangkah masuk mengambil handuk besar miliknya yang berwarna kuning cerah . Angi kembali dan mengelap baju Joshua yang basah .
"Berikan padaku ." ucap Joshua mengambil alih handuk itu dari Angi .
"Biar aku ambilkan baju , kamu ganti dulu baju mu basah semua ." ucap Angi dan pergi mengambil baju ganti buat Joshua .tak lama kemudian Angi kembali dengan menenteng baju .
"Gantilah dulu ." Joshua menerima baju itu dan masuk ke dalam kamar mandi tak lama kemudian setelah menganti bajunya yang basah . Joshua keluar dan duduk di samping Angi .
"Sekali lagi aku minta maaf ." ucap Angi saat Joshua telah duduk di sampingnya. Joshua hanya mengangguk lalu kembali diam , hati Joshua benar benar sedang galau tingkat Asy mu .
Angi menggigit bibir bawahnya , sesekali ia melirik Joshua . Yang ia rasa hari ini Joshua sangat berbeda .pria itu jadi pendiam biasanya dia tidak seperti ini bila sedang berdua saja dengan nya .
"Jonathan kemana , kenapa tidak ikut ." tanya Angi pelan. Joshua mengalihkan pandangan nya ke arah Angi . Dia menatap wajah Angi begitu lama , sorot mata itu tidak dapat di uraikan ada apa di balik sorot mata itu .
"Dia sedang bersama mama ." jawab Joshua pendek .
"Joshua ,tatap aku ." pinta Angi .ia tidak nyaman dengan keterdiaman Joshua .
"Apa kamu masih marah atas insiden tadi , Aku minta maaf , sungguh aku tidak sengaja dan tidak tau kalau yang datang kamu ." ucap Angi menyesali apa yang telah terjadi .
"Aku tidak marah .c hanya itu tanggapan Joshua . Lalu ia berdiri dan jalan menuju pintu .
"Aku pulang dulu ." ucap Joshua tiba tiba . Anhi segera berdiri mengikiti langkah Joshua dari belakang .ia merasa aneh dengan sikap pria itu hati ini .
Sebelum masuk ke dalam mobilnya Jishua membalik kan badan nya dan mengambil sebuah kotak kecil dan ia berikan pada Angi .
"Ini untuk kamu , simpan baik baik jangan sampai kamu hilangkan .Aku mencintaimu pelangi senja ." ucap Joshua dan mengecup kening Angi dengan lembut .
Kemudian Joshua masuk ke dalam mobil tanpa mengatakan apa apa lagi .mobil Joshua pergi meninggalkan Angi yang berdiri mematung di halaman kecil kontrakan nya dengan kepala penuh dengan pertanyaan .
Angi membuka kotak kecil pemberian jonathan , isinya sebuah cincin dengan model sederhana .Angi memakaikan cincin nya di jari manisnya .kedua sudut bibir Angi teraangkat membentuk senyuman manis .
"Cantik."gumam Angi .kemudian Angi masuk ke dalam rumah dengan bibir yang masih tersenyum sambil memandangi cincin pemberian Joshua yang telah melingkar di jari manisnya , tapi ada satu hal yang mengganjal di pikiran Angi .
Apa arti dari cincin yang di berikan oleh Joshua . Lamaran kah , tapi bukankah lamaran harus ada kata kata , walau tidak Romantis seperti " mau kah kamu menjadi istriku , mau kah kamu.menikah dengan ku ,mau.kah kamu jadi pasangan hidup ku , mau kah kamu jadi ibu dari anak anak ku ."tapi tak ada salah satu dari kata kata itu yang di ucapkan oleh Joshua . Jishua hanya menyuruhnya menyimpan jangan sampai di hilangkan .
Angi termenung , memikirkan ucapan terakhir Joshua. Pernyataan cinta joshua seperti kata kata perpisahan .memikirkan hal Angi segera meraih ponselnya dan segera menekan tombol menghubungi nomor telepon Joshua . Jika pria itu tidak mengangkatnya berati pikirannya benar .
"Iya sayang ?." Angi menjauhkan ponselnya dari telinganya , ia ingin memastikan kalau nomor yang ia hubungi adalah nomor kekasihnya .
"Senja ada apa ? ." suara Joshua dari sebarang telepon . Angi menghela nafasnya lega , Ia salah mengira .
"Aku luoa mengatakan ..."Angi swngaja menjeda ucapan nya .
"apa ? ." tanya Joshua .
"Aku juga mencintaimu , Joshua wang , terimakasih atas cincin nyaaku suka ." jawab Angi .Ia menangkup pipinya karena merasakan panas di sana .
" Iya ,"jawab Joshua pelan .
"Aku..
"Sayang , sudah dulu ya ? , aku masih di jala , lagi nyetir ." potong Joshua .
"Oh , ok hati hati di jalan say...." Belum selesai angi mengucapkan kata katanya , tapi Joshua telah memutuskan sambungan telepon nya . Angi menarik nafasnya dan menghembuskan dengan pelan , ia berusaha untuk berpikiran positip.
***
Seperti biasa setiap pulang sekolah Angi dan Jonathan selalu berjalan bergandengan tangan keluar dari sekolahan. Sesekali Angi membalas sapaan dari murid muridnya yang lain.
"Mom , tadi Jonathan dapat nilai seratus ." ucap Jonathan dengan senang
"Anak Momy memang pinter ," ucap Angi sambil mengacungkan jempolnya ." karena kamu dah mendapatkan nilai sempurna , baiklah Momy kasih kamu satu permintaan ." ucap Angi .
"Jonathan mau .." anak itu berpikir apa yang ingin ia minta dari momynya
"Pelangi ." Angi menoleh mencari sumber suara yang memanggil namanya , dalam hati Angi mengeluh saat matanya menangkap bayangan wanita paru baya yang tiada lain adalah Nagita .
Wanita paru baya itu duduk di dalam mobilnya dengan kaca jendela yang di turunkan . Dia memanggil Angi dengan gerakan tangan nya .
"angi dengan enggan menghampiri wanita itu sambil mempersiapkan hatinya untuk menerima makian dan hinakan yang sudah sudah .
"Tolong berikan ini pada Joshua dan jangan kamu coba coba untukmembukanya ." ucap Nagita , sambil mengulurkan sebuah tas hitam kepada Angi .
"baik ,Tan Angi akan sampaikan ." ucap angi sambil tersenyum . Ia sangat lega karena Nagita tidak mengajaknya berdebat .
"Ingat jangan coba coba membukanya , karena itu bukan untuk kamu ." ucap Nagita lagi , Angi mengangguk sambil tersenyum . Nagita menyuruh sopirnya untuk menjalan kan mobilnya lagi .
Angi menenteng tas hitam itu sambil menggandeng tangan Jonathan , sambil masuk.ke dalam mobil jemputan sopir Joshua .
"Jadi bagaimana Jonathan mau apa dari Momy ." tanya Angi lagi setelah mereka sampai di dalam mobil .
"Jo mau di masakan gurami asam pedas dari Momy sebagai makan siang ." ucap Jonathan semangat .
"Akan kamu dapatkan sayang ." ucap Angi .
Seperti permintaan Jonathan , sebagai janjinya sekarang Angi sedang berkutat di dapur , ia membersihkan ikan gurami asam pedas kesukaan Jonathan .
Sementara Jonathan sedang duduk di meja makan sambil main game . tiga puluh menit kemudian Angi telah menghidangkan makanan kesukaan Jonathan , Di atas meja makan .
"Jo taruh dulu tab kamu , kita makan siang dulu , jangan lupa cuci tanganmu dulu ." ucap Angi . Dengan patuh Jonathan segera .meletakkan tabnya di meja dan segera pergi mencuci tangan nya .
Jonsthan mulai menyantap makan siangnya dengan lahap. Dan nambah berkali kali , Angi sampai cemas akan lambung anak itu .