My Teacher Is My Mommy

My Teacher Is My Mommy
24



"saya juga ngak bisa mengupas udangnya ." ucap Joshua sambil menyodorkan piringnya ke depan Angi dengan tatapan memohon .membuat Angi tidak tega untuk menolaknya .


"Ini sudah aku kupas semuanya ." ucap Angi mengembalikan piring Joshua .


"Terimakasih Momy ." ucap Joshua


"Uhhuk.." Angi terbatuk mendengar panggilan dari Joshua . Joshua dengan segera menyodorkan air minum melihat batuk Angi tidak kunjung berhenti .


"Bapak sudah gila ya ." sungut Angi setelah batuknya sudah reda .


"Kamu kan sudah setuju untuk di panggil Momy ."ucap Joshua .


"Kapan ." tanya Angi ia merasa tidak pernah menyetujui semua itu .


"Saat kita belanja baju Jonathan ." ucap Joshua .


"tapi aku tidak menjawab iya ." kekeh Angi .


"Tapi kamu bilang terserah ." jelas Joshua .


Angi mendengus kesal ."chk dasar duda ..


"Gila ." potong Jonathan . Joshua langsung meletakan sendoknya dan menatap kedua orang itu dengan tatapan tajam .


"apa kalian berdua barusan mengatakan aku sebagai DUDA GILA ?." tanya Joshua dengan nada tidak suka .


Angi menundukan wajahnya ketakutan melihat tatapan tajam Joshua . Beda dengan Jonathan yang begitu santainya menikmati makanan nya .seolah tidak terjadi apa apa .


" senja ." Joshua menekan nada suaranya menunggu penjelasan dari wanita itu . Angi semakin menunduk , ia tidak menyangka , jika Jonathan masih menginggat perkataan nya tadi , dan meneruskan saat diri nya berucap .


"Senja saya menunggu penjelasan kamu ." tegas Joshua dengan tatapan tidak lepas dari wajah Angi .


"Aku minta maaf ." ucap Angi masih tidak berani mengangkat wajahnya .


" Saya mau kau jelaskan padaku , kenapa Jonathan bisa ikut ikutan mengatai saya ." tuntut Joshua .


"Apa itu Artinya , kamu di belakang saya sering mengatai saya ." tanya Joshua .Angi menggelengkan kepalanya dengan cepat .


"tidak kok pak , baru dua kali ." Angi menjawab dengan cepat . Ia berharap Joshua percaya . Karena sudah tidak terhitung berapa kali ia mengumpati Joshua dalam hati .


Joshua mengangguk angguk ." Dua kali dan kamu mengatainya di depan anak saya , bagus sekali ." ucap Joshua tenang , tapi ketenangan itu membuat Angi semakin menunduk . Sampai lehernya pegal dan sakit .


"Angkat wajahmu dan lihat saya ." perintah Joshua .


"Maaf pak itu cuma terjadi sekali dan aku janji untuk tidak akan mengulanginya lagi ." ucap Angi sungguh sungguh . Dan Joshua tidak langsung menjawab , lama ia melihat kesungguhan Angi .


"Ok , kali ini aku memaafkan kamu ." kata Joshua setelah cukup lama menatap Angi . Ia kembali meraih sendok nya dan meneruskan makan siangnya .


"habiskan makan siangmu , setelah ini kita pulang ." ucap Joshua setelah melihat Angi hanya terdiam . Mendengar perintah pria itu Angi segera meraih sendoknya .


"Baik pak , sekali lagi saya minta maaf ," Angi benar benar merasa bersalah karena Jonathan ikut ikutan mengatai pria itu .


"Jo lain kali ngak boleh begitu ya ." bisik Angi .


" iya bu , Apakah itu kata kata kotor , ya bu ." tanya Jonathan polos .


***


Siang itu Angi dan Jonathan sedang berada di ruang tamu rumah milik Joshua . Mereka berdua sedang nonton kartun tom and jery .makluk yang tidak pernah bisa akur itu .


Sementara Joshua berada tidak jauh dari mereka , ia sedang sibuk dengan leptop di pangkuan nya. Setelah makan siang tadi mereka memutuskan untuk pulang ke rumah dan Joshua juga memutuskan untuk tidak kembali lagi ke kantor .


Karena tidak ada meeting penting yang harus ia hadiri , dan sisa pekerjaan ia selesaikan dari rumah .seperti yang dia kerjakan sekarang .


"Tadi pas di sekolah , Jo melihat bu Angi berbicara dengan pak Agus ." tanya Jonathan dan mengalihkan pandangannya dari layar tv ke arah wajah Angi .


Joshua yang menangkap pembicaraan mereka berdua tentang sesuatu yang membuat telinganya sensitip , seketika jari jemarinya yang tadi sibuk menari nari di atas keyboard dengan luwes terhenti seketika .


"Tidak ada yang di bicarakan , pak Agus cuma menyapa ." jawab Angi dengan lembut .


" Benarkah ? , aku lihat pak Agus marah marah setelah bu Angi tinggalkan ." Angi mengerutkan dahinya menatap Jonathan .


" marah marah , marah seperti apa ."tanya Angi yang juga penasaran pasalnya ia juga tidak tau dan tidak melihat Agus lagi semenjak bertemu dengan nya di koridor sekolahan .lebih tepatnya ia menghindar untuk bertemu dengan pria itu .


"Seperti menendang tong sampah dan meninju tembok . Wajahnya seram sekali ."ungkap Jonathan yang mengungkapkan apa yang di lihatnya tadi . Saat dirinya hendak ke toilet buang Air kecil .


"Apa yang kalian bicarakan ." tanya Joshua tiba tiba yang sudah ada di samping Angi .


"Bapak ..buat aku terkejut ."pekik Angi yang terjengkit , kaget karena Joshua tiba tiba sudah ada di sampingnya .


"Jadi apa yang pria itu katakan." tanya Joshua tidak perdulikan protesan Angi .ia penasaran dengan apa yang di lakukan pria b******n itu kepada Angi . kalau di rasa pria itu menanggu ,ia akan mengeluarkan sedikit uang dan menyuruh orang untuk menendangnya ke pedalaman .


" dia hanya mengajak aku ngobrol berdua ."ucap Angi .


" lalu? ."kejar Joshua penasaran .


"Aku menolaknya ."


"Dan itu membuat dia marah .yang artinya dia terobsesi denganmu ." kata Joshua menyimpulkan .


"Kamu tidak akan melihatnya besok ." gumam Joshua dalam mulutnya.sehingga Angi tidak mendengar dengan jelas


"bapak mengatakan sesuatu ."tanya Angi Joshua hanya mengangkat bahunya dan kembali sibuk dengan laptopnya . Jonathan menatap Dadynya dengan dahi berkerut , ia tau Dadynya mengatakan sesuatu namun ia sama seperti Angi tidak jelas dengan apa yang di katakan oleh Dadynya itu .


"Jonathan hari sudah sore ayo cepat mandi ." ucap Angi yang tak sengaja menatap jam gantung di dinding ruang tamu . Tidak terasa hari benar benar sudah sore .


Jonathan mengangguk patuh , ia raih remot tv nya dan segera mematikan nya .


"Mau mandi sendiri atau mau di temani ." ucap Angi walau jonathan sering memilih sendiri . tapi ia tetap bertanya .


"Jo sendiri aja , Bu Angi tunggu aja di sini ." ucap Jonathan dengan riang dan kemudian berlari lari kecil menaiki tangga .


Sepeninggal Jonathan Angi tidak tau harus melakukan apa .Dia tidak memiliki pekerjaan lain , selain mengurus Jonathan . Sementara jonathan tidak mau di bantu banyak ." Saya sudah besar Bu , sudah bisa sendiri ." itu yang selalu di ucapkan oleh Jonathan setiap kali ia akan membantunya .


Angi meraih minuman dingin yang ada di depan nya dan di minumnya dengan pelan . Angi sebenarnya tidak menyukai minuman dingin .ia lebih menyukai minuman hangat .


Angi meletakan gelasnya dan menutup mulutnya dengan satu tangan nya . Ada cuilan es batu yang tertinggal di dalam mulutnya saat dia minum tadi .


Angi berdiri dan hendak berlari ke dapur untuk memuntahkan es batu itu , tidak mungkin ia mengembalikan ke dalam gelas lagi .hal itu akan terlihat jorok .