My Teacher Is My Mommy

My Teacher Is My Mommy
53



"Senja gadis yang baik ma , Joshua yakin mama akan menyukainya ." ucap Joshua.


"Semoga , mama juga berharap begitu ." ucap Nagita kemudian mengembalikan ponselnya kepada Angi kembali setelah sambungan telah terputus , keadaan di dalam mobil kembali hening . Angi yang segan memulai pembicaraan hanya diam dan mengikuti alur nya saja . Ia akan menjawab jika di tanya , perkataan Nagita tadi berputar di kepalanya .


Tidak memandang bukan berarti tidak mendengar . Entah kenapa Angi meragukan ucapan Nagita kepada Joshua ." mama mencoba dekat dengan Angi ." ucap wanita paruh baya tadi pada Joshua .


Angi menatap ke sekelilingnya saat mobil yang di tumpanginya berhenti . Ternyata mereka berhenti di depan kafe mantan kekasihnya . Dekat sekolahan tempatnya mengajar . Angi turun dari mobil dan mengikuti Nagita dari belakang , sambil sesekali melirik ke arah kafe itu . Sudah lama dia tidak berkunjung ke tempat ini , semenjak hubungan putus dengan Dilan .mungkin pernah satu atau dua kali Angi juga sudah lupa .


"Jadi sudah berapa lama kamu berhubungan dengan Joshua ." Tanya Nagita setelah mereka duduk di dalam kafe itu . Nagita memanggil seorang pelayan kafe untuk mencatat pesanan mereka .


"ehwmm kurang lebih lima bulan , Bu ." ucap Angi , setelah pelayan itu pergi meninggalkan mereka . Dia sedikit ragu ngak tau mau memanggil Nagita dengan sebutan apa .


"Jadi selama lima bulan ini ,apa saja yang sudah kamu dapatkan dari Joshua .?." tanya Nagita dengan angkuhnya .


"Maaf ?." ucap angi , ia tidak pernah menyangka Angi akan mendapat pertanyaan seperti itu , yang di lontarkan oleh Nagita .


"Selama lima bulan itu , tidak mungkin kan , kamu tidak meminta sesuatu kepada Joshua kan ." bahkan Nagita dengan lancangnya menyingkap leher Angi juga memindai tangan Angi . Tapi ia tidak melihat apapun , misalnya kalung atau cincin di leher dan jari tangan Angi .yang mungkin akan bisa ia jadikan bukti , namun Nagita tidak menemukan apapun , bahkan tidak ada satu cincin pun di jari manis nya Angi .


Angi tersenyum mendengar pertanyaan ibu tiri Joshua itu ." tapi kenyataan nya memang saya tidak pernah meminta apapun pada Joshua ." jawabnya dengan berani .


"Baguslah kalau begitu , artinya kamu tau diri ." ungkap.Nagita sambil mengeluarkan selembat goto dari dalam tasnya . Kemudian ia berikan pada Angi .


"Itu adalah foto almarhumah menantu saya . Bagaimana menurutmu ? apakah kalian tidak mirip ." Angi menatap foto itu cukup lama .


"Menurut aku , Joshua hanya melihat senjani diri kamu . Putraku itu sangat mencintai senjani . Dan kehilangan istrinya dia hampir membuatnya gila .lalu ..."Nagita menghentikan ucapan nya . Saat Angi mengembalikan kembali foto itu ke hadapan nya .


Nagita melihat Wajah Angi begitu santai dan tidak terpengaruh sedikit pun dengan perkataan nya .


"Di lihat dari segi manapun , saya tidak menemukan kemiripan di antara kami ." ucap Angi sambil tersenyum tipis . Sebenarnya Angi bisa melihat sekilas ada kemiripan dengan wanita di.dalam foto itu . Tapi saat ia menatapnya semakin lama , dia semakin merasa jauh berbeda dengan wanita yang ada di dalam foto itu . Angi mengakui . Bahkan Wanita itu lebih cantik dari dirinya .


Nagita mengepalkan tangan nya di balik meja . Dia tidak menemukan satu hal yang bisa ia gunakan untuk memukul mundur hubungan Angi dengan Joshua . Wanita itu berjalan di jalan yang benar . Seandainya dia memiliki satu barang yang di berikan oleh joshua . Ia akan sangat mundah untuk menyerangnya . Atau mungkin mempermalukan nya di depan umum


Terlebih kafe yang mereka datangi ini lumayan ramai , "Ah Nagita sebenarnya sudah bisa menebak nya . Apalagi di lihat dari tempat tinggal Angi . Rumah yang kecil dan begitu rapat dengan rumah lain nya . Seolah tidak ada privasi di sana . Kenapa Angi tidak minta tempat tinggal saja dari Joshua ? Putranya lebih dari mampu untuk membelikan Angi satu penthouse atau rumah mewah beserta pekerjanya di kawasan elit . Kalau itu benar benar terjadi maka Nagita akan lebih mudah merendahkan Angi .


"Lalu apakah benar wanita ini tulus ." Nagita bertanya dalam hati .karena Nagita belum yakin ,takutnya Angi akan berbuat ulah di masa depan nya . Dan sebelum itu terjadi Nagita ingin mencegahnya mulai sekarang


"Saya minta maaf karena telah salah menilai kamu ." ucap Nagita . Angi mengeryit saat melihat perubahan pada diri Nagita . Karena itu Angi hanya bisa mengangguk dia juga tidak tau harus bilang apa .


"Maaf bu , tapi hari ini saya harus mengajar ." Tolak Angi halus .


"Kalau begitu setelah mengajar saja ,jam betapa kamu selesai ." Nagita Tidak mau menyerah begitu saja .


Anggi melirik jam di tangan nya ,


"sekitar kam dua siang ." jawab Angi.


"Baik nanti sopir saya yang akan menjemputmu ." ucap Nagita .


Akhirnya mereka berpisah di depan kafe . Angi pergi menuju ke sekolahan nya . Sedangkan Nagita pergi penuh dengan rencana otak nya .


Seperti ucapan Nagita , ia benar benar mengirim sopir untuk menjemput Angi . Tapi Angi pergi dengan membawa Jonathan , ia juga sudah memberi tau Joshua kemana ia akan pergi . Joshua mengijinkan dan akan memberinya uang untuk belanja tapi Angi tolak .


"mamaku pasti akan mengajak kamu belanja ." ucap joshua di sebrang telepon .


"Apa dia minta aku yang harus bayari ." tanya Angi ."kalau memang Nagita mengajaknya belanja fan minta di bayari patut ia meminta uang pada Joshua . karena melihat dari kehidupan glamor Nagita mungkin uangnya tidak akan mungkin cukup .


"tidak mungkin , mama sambungku harga dirinya tinggi . Dia tidak mungkin mengemis pada orang lain , kecuali dia akan mengemis kesuaminya sendiri ." Joshua tanpa sadar membocorkan rahasi Nagita


"Bu Angi ." seseorang membuyarkan lamunan Angi ,seseorang yang menyapa Angi dari dalam mobil.


"saya sopir yang di kirim bu Nagita untuk menjemput anda ." pria itu turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Angi dan Jonathan .


"Kita mau ke mana Mom ." tanya Jonathan penasaran , di tambah ia mendengar nama omanya di sebut sebut .


"kita pergi bertemu Oma." ucap Angi singkat , karena ia sendiri juga belum tau ibu sambung Joshua akan mengajaknya ke mana .


Jonathan mengeluarkan sebuah buku cantik dari dalam tasnya . buku berwarna merah muda bergambar hello kity milik miranda yang tertinggal di mejanya . saat waktu istirahat berakhir tadi tertinggal di meja belajarnya .


Jonathan yang penasaran apa yang di tulis oleh miranda ia pun tidak ingin mengembalikan nya dulu . Jonathan terus membolak mbalik lembaran demi lembaran buku itu dan hingga berakhir pada lembaran yang tertuliskan


" sahabatku " , jonathan menutup buku itu dengan kesal karena tidak menemukan namanya di antara sekian banyak nama teman teman miranda .


"kenapa ," Angi menatap wajah kecil jonathan .jonathan juga diam tidak langsung menjawabnya .