
"Bagaimana kalau selama empat hari ini Jo tinggal bersama Momy saja Dad ." tanya Jonathan pelan . Joshua yang telah mengulurkan tangan ingin membuka pintu mobil terhenti , dan berbalik menatap Jonathan dengan tatapan mata yang susah di artikan .
"Dia bukan lagi Momy kamu ." ucap Joshua segera membjka pintu mobilnya kemudian keluar dari mobil .Jonathan yang mendengar itu pun jadi melonggo .ia terpaku mendengar ucapan Dadynya .
"Pada Akhirnya Jonathan tidak mempunyai Momy lagi ." gumam nya pelan . Joshua turun sambil menenteng koper kecil berisi perlengkapan Jonathan selama menginap di rumah orang tuanya .
"Joshua menitipkan Jonathan selama empat hari di sini Ma , "ucap Joshua pada Nagita yang menyambut kedatangan nya dengan senang hati .
"Kamu ada kerjaan ke mana ." tanya Nagita .
"Ke jogya ." jawab Joshua pendek . Nagita memanggil pelayan nya agar membereskan kamar untuk Jonathan .
***
Angi bergegas membuka kan pintu saat mendengar pintu rumahnya.di ketuk oleh seseorang . Angi mengerutkan Alisnya saat melihat laki laki paru baya yang berdiri di depan pintu rumahnya ,dengan senyuman hangatnya .
"saya percaya kamu mengenal siapa saya ." tanya pria paru baya itu .Angi mengangguk dan segera membuka pintu nya lebar lebar dan mempersilahkan pria paru baya itu untuk masuk.
"Saya baru saja membuat Jus mangha apa Om mau ." tanya Angi .
"Boleh ." jawab pria itu dengan tersenyum .Angi segera ke dapur menuangkan jus ke dalam gelas ia tarus gelas ke atas baki dan mengambil makanan kecil sebagai makanan pendamping . Angi segera menghidangkan nya ke hadapan pria itu .
"silahkan Om ." ucap Angi .
"Terimakasih Angi ." jawab pria paruh baya itu .
"Maaf kalau saya lancang , ada apa dengan kedatangan Om kemari ." tanya Angi .
"Kedatangan Om kemari Om ingin minta Maaf atas perbuatan Istri dan juga Anak saya , saya minta maaf atas perbuatan mereka yang telah menyakiti kamu .
"Em ..itu ." Angi tidak menyangka kalau kedatangan Ayah Joshua dengan tujuan meminta maaf , Ia kira dia datang ingin ikut memaki dirinya dan menyuruh dirinya agar menjauh dari kehidupan Joshua dan Jonathan .
"tapi kamu harus tau , Joshua melakukan semua ini karena dia sangat mencintaimu . Dia tidak ingin melihat kamu selalu di sakiti oleh istri saya terlalu jauh . Tapi anak bodoh itu tidak mengerti kalau keputusan nya telah menyakiti tiga hati sekaligus .hati kamu ,hati Jonathan dan juga hatinya sendiri ." jelas Jorgi wang .
Angi terdiam ia tidak tau harus bicara apa , mendengar ucapan Papanya Joshua .
"Saya hanya ingin mengatakan , walaupun hubungan kalian telah berakhir . Saya mohon jangan abaikan Jonathan saat di lingkungan sekolahan . Dia masih sangat membutuhkan piguran seorang ibu ." ucap Jorgi wang . Angi mengangguk tapi dalam hati ia tidak bisa berjanji karena setiap kali ia melihat Jonathan maka makian dan hina'an Joshua terngiang ngiang kembali di otak nya .
***
Setelah jam pelajaran sekolah telah berakhir Jonathan memberanikan diri untuk menemui Angi .seperti biasa Jonathan menunggu Angi di depan pintu ruang guru seperti dulu , sebelum Dadynya datang membuat masalah . Ya ia mengatakan Dadynyalah yang bersalah dalam masalah ini juga Omanya .
Seperti biasanya sesekali ia mengintip ke dalam ruangan , tujuan kedatangan dia hari ini , ia hanya ingin memastikan apa kah benar Bu guru Anginya itu sekarang sudah bukan Momynya lagi seperti yang di katakan oleh Dadynya . Jonathan kembali melongok kan kepalanya memastikan Momynya itu masih di dalam atau tidak .
"Jonathan , Ada apa ? ."tanya Angi sambil mendekati Jonatahn . Jonathan swgrra menunduk takut dia menggeleng kan kepalanya . Keberanian nya menghilang seketika . Saat berhadapan tepat dengan Angi .
Angi menyentuh punggung tangan Jonathan ." Ada apa hem ? ." tanya Angi pelan . Mata Jonathan berkaca kaca melihat wajah Angi dari dekat . Jika di hitung sudah hampir satu minggu ia tidak sedekat ini dengan Angi .bertemu hanya di sekolah tapi tidak saling menyapa .
Angi menarik bocah itu ke dalam pelukan nya saat melihat air mata bocah itu berderai deras membasahi pipinya .
" apa kamu sakit .? Mana yang sakit ?." tanya Angi khawatir sambil melepas pelukan nya ia memeriksa keadaan badan Jonathan .
"Jonathan tidak sakit Bu Angi ." jawab Jonathan pelan . Anhi mengulurkan tangan nya menghapus air mata di pipi Jonathan .
Agar tidak menghalangi jalan , karena mereka masih berada di ruangan guru . Angi mengajak Jonathan ngobrol di taman belakang sekolahan .
"Jadi , kenapa Jonathan menangis tadi ? ." tanya Angi setelah mereka duduk di taman .
"jonathan rindu dengan Bu Angi ." ucap Jonathan pelan , yang sudah tidak memanggil Angi dengan sebutan Momy dan itu sudah Angi sadari sejak tadi . Dia merasa aneh dengan Jonathan memanggil bu Angi., seperti ada sesuatu yang hilang dari hatinya .
"Sini peluk , Momy juga rindu sama Jonathan ." ucap Angi sambil merentangkan tangan nya .Jonathan langsung menghambur ke dalam pelukan Angi .
CApa Jonathan masih boleh panggil Momy sama Bu Angi ." tanya Jonathan dalam pelukan Angi .
"Boleh kenapa tidak ." tanya Angi .
"Karena Dady bilang Bu Angi bukan Momy Jo lagi ." Ucapan Jonatahan membuat hati Angi mencelos . Sebegitu bencinya kah Joshua pada dirinya . Hingga sampai sampai dia melarang Jonathan dekat dengan nya .
Ucapan Joshua kembali berputar di kepalanya " Wanita miskin sepertimu ." memang benar Angi merasa tidak pantas bersanding dengan orang kaya seperti mereka .
Angi segera melepas pelukan nya dengan buru buru kepada Jonathan , ia segera menatap ke sekeliling ia takut ada Joshua yang melihatnya dan akan mengatainya lagi .
"Kalau begitu , Jonathan panggil Momy seperti sekarang ,kalau tidak ada Dady saja ." usul Angi untuk menenangkan Jonathan yang masih menangis .
"Boleh ? ." tanya Jonathan memastikan .
"Boleh dong . Tapi ini hanya kita berdua yang tahu ."ucap Angi berbisik .
"Terimakasih Momy . Jonathan sayang sama Momy ." ucap Jonathan bahagia .
"Sama sama sayang . Momy juga sayang banget sama Jonathan ." ucap Angi dengan tersenyum tulus .Akhirnya mereka di sana mengobrol . Jonathan menceritakan keseharian nya di rumah dalam beberapa hari ini tanpa kehadiran Angi , ia juga menceritakan kepergian Dadynya keluar kota untuk bekerja .
Setelah berpisah dengan Jonathan tadi ,Angi tidak langsung pulang ke rumah , ia memilih pergi ke pusat perbelanjaan tujuan nya bukan untuk belanja , melainkan untuk menghindari rumah kontrakan nya yang menyimpan banyak kenangan dengan Joshua .
Setiap sudut ruangan rumah kontrak kan nya menyimpan kenangan tersendiri antara joshua dan jonathan . Hal itu membuat Angi tersiksa apalagi dengan kata kata terakhir Joshua yang menghina nya membuatnya sakit hati .dan rasa rasanya ia tidak sanggup.lagi untuk tetap tinggal di tempat itu . Angi ingin pindah dari kontrak kan itu .