My Teacher Is My Mommy

My Teacher Is My Mommy
69



Setelah selesai makan siang Jonathan menguap .Angi menemani anak itu tidur siang , setelah ia rasa Jonathan telah tertidur Angi segera turun dari tempat tidur dengan pelan pelan takut akan membangunkan anak itu .


Setelah turun dari tempat tidur mata Angi menatap tas hitam yang di titipkan Nagita kepadanya untuk Joshua . Ada rasa penasaran di hatinya ingin tau apa isi tas itu , tapi ia segera menggelengkan kepalanya .


Angi keluar dari kamar ia berdiri melamun di dekat jendela ia menatap bangunan kecil di samping rumah .rumah kontrakan nya adalah tempat ia singgah melepas lelah selama kurang lebih empat tahun ini .


Tempat ternyaman yang kedua setelah rumah orang tuanya .Apa bila pemilik kontrakan berniat menjualnya ia pasti akan membelinya . Dan bayangan suatu saat karena pernikahan ia pasti akan meninggalkan rumah itu pun ,membuat dirinya sedikit tidak rela .


"Senja ." tiba tiba pjntu rumah Angi yang tidak terkunci terbuka lebar , Joshua berdiri di sana dengan wajah yang dingin dan kaku .


"Jos , ada apa ? ."Angi terkejut melihat pria itu yang pulang begitu awal , Biasanya jam tiga sore dia belum pulang .


"Jadi kamu menerima uang dari mama sebahai imbalan , kamu akan meninggal kan Aku dan jonathan ." ucap Joshua dingin .Angi mengerutkan dahinya .


"Uang apa ." tanya Angi bingung .


"jangan kamu pura pura tidak tahu ." sentak Joshua .


"Aku memang tidak tau ." jawab Angi sedikit kesal . Sejak kemarin sikap joshua sudah aneh . Sifat dan perlakuan nya juga berubah .


"Mama sudah ceritakan semuanya padaku .kalau kamu menerima uang darinya ." Joshua mengeraskan hatinya , saat melihat mata Angi yang berkaca kaca .


"Aku ngak menerima apapun dari Tante Nagita . Kamu kenapa sih Jos , sejak kemarin sepertinya kamu berubah ." ucap Angi mengutarakan isi hatinya.


Joshua membuang pandangan nya , ia memutuskan mencari tas yang mamanya ceritakan saat mereka bicara di telepon tadi .


"Ini apa senja." tanya Joshua sambil membuka resleting tas itu dengan cepat .


"Itu tas yang.." Angi terdiam saat melihat isi tas itu adalah uang dengan jumlah yang banyak .


"kamu menerima uang sebanyak ini dari mama , aku tidak pernah menyangka kamu sama saja dengan wanita miskin yang lain nya yang aku kenal ." ucap Joshua . Hati Angi mencelos mendengar perkataan Joshua , bagai sebilah pisau merobek nya setelah itu di taburi garam . Sakit mendengar kata kata itu dari laki laki yang ia cintai selama ini.


Angi mendip ngedipkan matanya untuk menghalau air matanya agar tidak turun .


"Tante Nagita memberikan tas itu padaku untuk kamu . Jadi kamu jangan sembarang menuduh aku ." kata Angi dengan suara bergetar .


"Apa kamu kira aku akan percaya dengan kata kata mu? . Senja ,Mamaku tidak mungkin berbohong." ucap Joshua .


"Jadi kamu mengira aku yang berbohong ." ucap Angi dengan raut wajah penuh kekecewaan .


"Sudah jelas kan ? .Aku sudah banyak bertemu wanita miskin seperti kamu . Awalnya baik dan perhatian dan apa , ujung ujungnya mereka menginginkan harta kan sajakan ." Angi terdiam , seakan dia tidak percaya dengan kalimat yang keluar dari mulut Joshua .


"Seharusnya dari awal aku sudah tau , kalau wanita dari kalangan miskin seperti ka...


"Cukup katakan saja kalau kamu sudah tidak mencintai aku lagi . Tidak perlu kamu menghinaku terus menerus seperti ini . Ini menyakitkan Jos ." ucap Angi sambil terisak pelan .


Angi melepaskan pelukan nya , ia hapus pipinya yang basah oleh air matanya . Kemudian memasukan kembali uang uang itu ke dalam tas .


" Tolong Ini kembalikan lagi pada tante Nagita . Jonathan tidur di kamarku bawalah dia pergi dan hubungan kita berakhir cukup sampai di sini ." hati Angi sangat perih saat mengatakan itu semua .


Joshua melangkah dengan langkah gamang menuju kamar Angi . Ia melihat putranya tertidur pulas di sana .


"Maafkan Dady nak ." bisik Joshua di telinga Putranya kemudian mengendongJonathan . Angi duduk dengan wajah tertunduk ia tidak mampu memandang kepergian Joshua dan Jonathan Ia mengangkat kepalanya saat mendengar suara mesin mobil meninggalkan rumahnya.


***


Joshua memasuki rumah kedua orang tuanya sambil menenteng tas hitam yang di berikan Nagita kemarin kepada Angi . Nagita yangmendapat laporan akan kunjungan Joshua merasa sangat bahagia . Ia langsung keluar dari kamarnya .


Wajah Nagita sangat cerah menyambut kedatangan Joshua ." Jonathan mana ,kenapa tidak ikut ." tanya Nagita basa basi .


Joshua hanya diam tidak menjawab ia tau kalau ibunya itu hanya basa basi . Dan pastinya ibu nya juga tahu kalau jonathan hari ini sedang sekolah .


"Akhirnya kamu tau kan sifat wanita yang kamu cintai itu ." kata Nagita saat melihat tas hitam yang di bawa oleh Joshua .


"tentu saja ,sejak dari awal aku sudah tau bagaimana sifat dia . Dan hingga saat aku masih tetap mencintainya ." ucap Joshua dengan tegas .


"Apa maksudmu ? Jelas jelas kamu sudah tau kalau dia memeras mama , dan kamu masih mencintainya . seharusnya kamu meninggalkan wanita seperti itu . Dia tidak pantas untuk mu ." Joshua tersenyum geli mendengar ucapan mamanya .


"Apa sebenarnya yang mama rasakan setelah melakukan kebohongan seperti ini ." tanya Joshua .


"Ma.. Mama tidak tidak melakukan kebohongan ." jawab Nagita sedikit gugup .


"Sejak awal hingga hari ini , Senja tidak pernah meminta uang sama mama , jika memang Senja wanita seperti itu , sudah sejak awal dia memeras ku .Aku yakin di dalam lubuk hati mama , sebenar mama juga tau , bagaimana sifat Senja yang sesungguhnya .hanya saja mama menutup semuanya demi ego dan harga diri mama sendiri . " Joshua menatap wajah Mamanya dengan serius .


" Aku percaya dengan Senja , Aku mencintainya . Tapi aku juga menghargai mama , walau mama bukan mama kandungku sendiri .Aku hargai pengorbanan kasih dan sayang mama yang mama berikan padaku selama ini ." tambah Joshua .


"Dan sekarang gadis yang mama bilang miskin itu mengembalikan uang ini kepada mama , bukan aku yang minta . Dan gadis miskin itu pula yang memutuskan hubungan ini . karena putra yang kamu bangga bangga kan ini telah mengatainya menghinanya seperti yang mama katakan pada ku selama inj , bagaimana mama sudah puas." kata Joshua dengan mata berkaca kaca .


Joshua teringat ucapan jonathan tadi pagi saat ia mengantarkan nya ke sekolah .sebelum turun dari mobil Jonathan memberi tahu nya .


"Jonathan tau kalau Momy Angi tidak akan lama lagi bersama kita . Karena Oma tidak menyukai Momy Angi , bahkan Oma pernah menampar Momy . Jonathan melihat Momy menangis setelah berbicara dengan Oma .Momy bilang kalau suatu saat Momy harus pergi , Momy minta agar Dady dan Jo bahagia untuk momy ."


Hal ini pula lah yang membuat Joshua bertanya tanya salah atau benar keputusan yang telah ia ambil . Karena ada penyesalan yang menghinggapi dalam hatinya .