
Joshua mengubah panggilan saya pada dirinya sendiri menjadi "AKU" walau lidahnya terasa kaku . Dia akan membiasakan nya .
"Joshua ." panggil Angi tidak menuruti apa keinginan Joshua .
"itu juga bagus ." jawab Joshua tidak marah atau kecewa .
"Ngomong ngomong aku ingin pulang pak ." Angi terkejut tiba tiba Joshua menyerangnya dengan ******* bibirnya dengan sangat dalam.
"Jika kamu masih saja memanggilku dengan panggilan pak atau bapak , maka aku akan menghukum mu dengan cara tadi ." ucap Joshua sambil menghapus salivanya yang ada di bibir Angi . Angi mendelik menatap Joshua
"ini.akan enak di bap.."Angi tidak melanjutkan ucapan nya tapi menutup mulutnya dengan kedua tangan nya . Joshua menyeringai senang .
"tadi kamu panggil aku apa heem? ." tanya Joshua mengerak ngerak kan alisnya sambil menyingkir kan tangan Angi yang menutupi bibirnya . Angi menggelengkan kepalanya.
"Ngak , Aku ngak bilang apa apa ." jawab Angi mengelak .
"Aku dengar kamu panggil aku bapak ."ucap Joshua .
"Aku ngak." elak Angi .
"kamu iya ." Joshua menekankan.
"Terserah bapak sajalah ." sadar diri nya salah ucap lagi , Angi segera berlari menghindari Joshua .ia keluar dari rumah Joshua .
"Sayang aku mau pulang , tolong antarkan ." teriak Angi , hal itu membuat Joshua terkekeh geli .
Dalam perjalanan pulang ke kontrakan Angi ,Joshua ngobrol dengan Angi .
"Tadi bagaimana dengan Jonathan ." tanya joshua saat mereka masih dalam perjalan .
"Dia sudah tidur ." ucap Angi sambil menguap lebar . Karena ia sendiri juga sudah lelah dan mengantuk . Joshua menarik kepala Angi bersandar di bahunya .
"Tidurlah ." ucap Joshua sambil mengusap usap lembut punggung Angi .
"Tidurlah , Aku tau kamu juga lelah , Aku akan membangunkan kamu kalau sudah sampai ." ucap Joshua lembut .
Joshua tau ini pasti akan terjadi . Acara siang tadi membuat Angi sangat kelelahan sehingga ia minta sopir untuk mengantarnya untuk mengantarkan dirinya dan Angi .
Angi memiringkan badan nya dan menyusupkan ke dalam pelukan Joshua .Angi menyandarkan wajahnya di dada Joshua, Ia juga melingkarkan tangan nya ke pinggang Joshua mencari tempat yang paling nyaman untuk nya tidur .
Joshua menyambut tingkah Angi dengan pelukan hangat . Ia tatap wajah damai Angi yang tertidur di dadanya . Beberapa helai anak rambut menghalangi pandangan nya . Dengan hati hati Joshua menyingkirkan anak rambut itu , ke belakang telinga Angi dan tiba tiba ada senyum muncul di sudut bibir Angi .
"mimpi apa yang membut senyum mu merekah di sini ." bisik Joshua sambil menyentuh bibir ranum Angi yang mengembangkan senyuman tipis .
"Tuan kita sudah sampai ." ucap sopir yang menggagalkan niat Joshua yang ingin mencium bibir Angi . Joshua berdehem untuk menghilangkan rasa canggung dirinya yang hampir ketahuan mencuri ciuman di bibir Angi .
"Senja kita sudah sampai ." ucap Joshua sambil mengguncang pelan bahu gadis itu . Tidak ada pergerakan sama sekali , gadis itu masih tetap nyaman tidur di dada Joshua .
"hemm." terdengar Angi bergumam .
"Kita sudah sampai ." ucap Joshua kembali .tapi Angi bukan nya bangun ia malah mempererat pelukan nya di pinggang Joshua .ia benar benar nyaman tidur di dada Joshua .
"senja ." panggil Joshua tegas . Bukan ia tidak suka dengan perlakuan Angi . Ia hanya takut tidak bisa mengontrol diri . Angi hanya diam saja , sudah mampu membuat dirinya tergoda . Apalagi jika di tempeli seperti ini .
Angi yang terkejut mendengar panggilan Joshua sedikit keras , langsung membuka matanya dan sedikit menjauh . Rasa kantuknya hilang seketika , ia melirik Joshua sebentar dan langsung menunduk .
"Kita sudah sampai , kamu bisa turun sekarang ." ucap Joshua . Sambil mengumpat dalam hati . Melihat wajah sayu dan bibir mengerucut milik Angi membuat sesuatu di bawah perutnya bangun .
"kamu ngak mampir dulu ." ucap Angi .
"Tidak , aku mau langsung pulang sudah larut malam ." jawab Joshua .
Angi membuka pintu mobil di sampingnya untuk keluar , ia terkejut mendengar suara pintu mobilnya tertutup dengan suara keras . Angi baru saja membalik kan badan ingin pamitan , tapi mobil itu sudah meluncur pergi meninggalkan dirinya seorang diri .
Angi merasa Joshua menjadi aneh malam ini , Tidak seperti biasanya . Dia selalu mampir tidak perduli selarut apapun dirinya pasti mampir saat mengantarnya pulang dari rumah pria itu .dia selalu mengantarkanya hingga masuk ke dalam rumah .
Angi menggaruk pipinya sendiri ." Apa aku melakukan kesalahan ." tanya Angi pada diri sendiri . Angi menggelengkan kepalanya dan masuk kedalam rumah .setelah mengunci pintu rumahnya Angi langsung masuk ke dalam kamarnya dan membaringkan tubuhnya
Angi menatap langit langit kamar tidurnya . Ia teringat kembali ucapan mamanya Joshua yang tidak merestui hubungan nya dengan Joshua . Angi menari nafas panjang dan menghembuskan nya pelan . Sekarang yang bisa ia lakukan hanya menjalaninya saja . Juga menyiapkan hati nya jika sewaktu waktu ia harus berpisah dengan Joshua .
Hari ini hari libur , Angi sudah ada janji akan berkunjung ke butik milik sahabatnya , Nisa . Dan sekarang ia sedang bersiap siap. Ia memakai kaos lengan pendek dengan celana jeans berwarna donger . Sebagai sentuhan terakhir Angi memoleskan lipstik berwarna merah muda di bibirnya . Ia tersenyum melihat penampilan nya sendiri di cermin seperti anak baru gede . Yang berumur delapan belas tahun .
Angi pergi ke butik Nisa memakai ojek online . Kurang lebih tiga puluhan menit Angi tiba di butik besar sahabatnya itu . Angi turun dari ojek onlin dan membayar ojek dengan uang lebih sebagai tips nya untuk driver ojek .
"trimakasih mbak ." ucap driver ojek itu dengan haru , karena Angi membayarnya tiga kali lipat .
"sama sama pak ." jawab Angi sopan , ia kasihan melihat usia driver ojek itu ,melebihi usia Ayahnya tapi masih harus kerja untuk mencari nafkah .
Angi mendorong pintu kaca butik sahabatnya . Seorang karyawan dari Nisa menyambutnya dengan sopan .karena dia sudah mengenal baik dengan Angi
"selamat datang mbak pelangi .hari.yang indah bisa melihat mbak Angi datang ke butik kami ." ucap karyawan Nisa yang bernama lisa .
"terimakasih mbak lisa , bisa aja mbak lisa . Ya lihat lah warna gaun di butik bos kamu terjajar rapi sesuai warnanya ketambahan dengan kedatangan aku rainbow jadinya ." jawab Angi ikut bergurau . Karena angi sudah pernah datang tiga kali .
"Apa ,Nisa ada di ruangan nya mbak ." tanya Angi .
"Ada mbak , silahkan seperti biasanya ." ucap lisa sambil menunjuk ke lantai atas , tempat ruang kerja Nisa berada .Angi mengucapkan terimakasih lagi sebelum pergi menemui sahabatnya itu .
Angi baru saja melangkah beberapa langkah meninggalkan Lisa tiba tiba seseorang memanggil namanya .
" kamu pelangi kan ." tanya seorang gadis . Karena kalau Angi lihat lihat gadis itu baru berumur sekitar sembilan belas atau dua puluh tahunan .
"Iya benar , saya pelangi , anda siapa ." tanya Angi karena ia merasa tidak mengenal wanita muda itu .