
Joshua menarik Angi lebih mendekat lagi ke arahnya . ia mengunci tatapan wanita itu dengan tatapan mata nya yang tegas .
"kenapa kamu menghindari saya ." tanya Joshua pelan tapi terdengar menuntut .
"Engak , aku tidak menghindari bapak ." ucap Angi .
"iya kamu menghindari saya ." ucap Joshua dengan cepat .
Angi membuang pandangan nya ." perasaan bapak aja kali ." jawab Angi .
"Oh ,ya mungkin juga . Perasaan saya saja , seingat saya di telepon ngak di angkat , kalau tidak di rijeck , saya datang ke kontrakan juga ngak ada ,yang ada malah penampakan kuntilanak yang menyampaikan pesan pergi menginap ke rumah om dan tantenya . Banyak sekali alasan nya , Apa seperti itu yang di namakan perasaan saya saja ya . Iya begitu ." tanya Joshua .
"Ngak tau ." Jawab Angi yang tetap mengelak . Joshua menghela nafas pelan .
"Kamu marah , karena mendengar percakapan saya dengan Nikholis , dan kamu belum mendengarkan semuanya hingga selesai ." ucap Joshua .
"Aku mendengar semuanya , kalau bapak menyukai aku karena aku mirip dengan mantan istri bapak ." Angi segera memotong ucapan Joshua . Dan Akhirnya ia hanya bisa menggigit bibir bawahnya sambil menunduk . Ia tau dirinya keceplosan .
Joshua tersenyum geli saat akhirnya wanita itu mau mengakui kekesalan nya .
"Saya memang mengatakan , dari aqal saya tertarik dengan kamu karena kemiripan kamu dengan senjani , bahkan nama kalian juga ada yang mirip . Tapi hanya raut wajah kalian yang mirip , sifat dan watak kalian tidak mirip sangat jelas berbeda . Saya menyukai kamu karena memang itu kamu , bukan karena Senjani .".
"Tapi tetap saja dari awal karena dia ." ucap Angi marah dan juga cemburu .ia masih melihat cinta yang begitu besar di mata Joshua di saat pria itu , menyebut nama mendiang Istrinya .
"Senja , memang Saya tidak memungkiri , kalau senjani masih mempengaruhi dalam hidup saya . Dia wanita yang telah berjuang melahirkan Jonathan untuk saya , setelah itu dia mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan putri kecilku , Namun Alloh berkehendak lain . Alloh memanggilnya bersama putri kecil kami .bertahun tahun saya mencoba mengikhlaskan nya , untuk merelakankepergian nya .
Ada kalanya saya sangat merindukan nya , hingga saat itu saya melihatmu , saya seperti menemukan Senjani kembali . Jelas jelas saya tau kalian orang yang berbeda , saya terus berusaha memungkhirinya , tapi kamu terus menerus muncul di pikiran saya . Bahkan saat diriku berdiri di depan foto senjani , yang aku lihat malah bayangan kamu .
Saya mengaku kalah senja , Saya Akui saya telah jatuh cinta padamu ." Joshua menyudahi penjelasan panjang lebarnya , kini ia menunggu reaksi dari wanita yang telah ia cintai itu .
Tak pernah ia duga , Joshua terkejut saat Angi menarik kepalanya . Dan dengan beraninya wanita itu , menyatukan bibirnya dan langsung ******* dalam bibir Joshua .
Joshua diam untuk sesaat ia biarkan Angi meluapkan kekesalan dan kemarahan nya ke dalam ciuman yang kelihatan terburu buru . Joshua menahan tengkuk Angi , saat wanita itu akan menyudahi ciuman nya . Ia mendorong tengkuk Wanita itu dan memperdalam ciuman mereka .
Joshua semakin ber****u sedetikpun tidak ingin melepaskan Angi . Dan jika kepala sekolah tidak mengetuk pinyu ruangan nya mungkin Angi dan Joshua , melakukan hal yang lebih , tidak hanya melakukan hal sekedar ciuman saja .
Angi menunduk malu saat kepala sekolah mengerlingkan mata padanya .
"Terimakasih atas pinjaman ruangan nya Bu Triana , kami permisi dulu ." ucap Joshua
"sama sama pak Joshua , silahkan ." jawab Bu Triana .
"Aku malu ." bisik Angi setelah mereka keluar dari.ruangan kepala sekolah .
"Bisa tidak kamu simpan dulu rasa malu mu itu ." ucap Joshua dengan suara sedikit serak .
"Hah ? Angi tidak mengerti maksud ucapan Joshua .
"Sikap malu kamu dan wajah merah kamu itu malah membuat aku semakin tegang ." Sontak Angi mengangkat wajah dan tangan nya ,ia memijit pelan kedua bahu Joshua
"aku memijat kamu ,biar tegangnya berkurang ." ucap Angi dengan polosnya .
"Bukan di situ ." ucap Angi
"Di sini ." Angi memindahkan tangan nya ke tengkuk Joshua .
"Sudah cukup! Kamu malah membuatnya semakin m******s ." erang Joshua frustasi membuat Angi.semakin bingung .
"Saya ke kamar mandi dulu , di mana kamar mandinya ." Angi menunjuk sebuah lorong . Ia menatap kepergian Joshua dengan bingung .
"Aku tidak sedang membuat kesalahan bukan ." gumam Angi .
***
Sekarang Angi dan Joshua sedang berada di sebuah restoran seafood kesukaan Angi . Joshua benar benar merayakan hari jadi mereka setelah melewati begitu banyak Drama .
Angi sudah tidak jomblo lagi . Ia sudah menyandang status kekasih Joshua calon ibu sambung Jonathan .
Terkadang Angi malu sendiri bila berpapasan dengan bu Triana kepala sekolahnya , kalau mengingat kejadian satu minggu yang lalu di ruangan Bu Triana .
"Ini semua gara gara Joshua duda gila itu ." gumam Angi tanpa sadar kalau.sekarang ia sedang berada di ruang kerja rumah Joshua
"Apa nya yang gara gara saya , senja ." tanya Joshua .Joshua yang mendengar gerutuan Angi menyudahi kesibukan nya .ia hentikan tangan nya yang sibuk di atas keybord leptopnya . Ia kemudian menutup leptop di depan nya dan berdiri duduk di samping Angi .
"Apa , aku ngak ngomong apa apa , Pak ." ucap Angi mengelak
"Ada , tadi kamu ngomong semua gara gara Joshua duda gila , siapa yang gila ." Joshua mengulang apa yang di katakan oleh Angi tadi .
"Jadi apa nya yang gara gara saya dan kenapa jadi duda gila ." tanya Joshua yang duduk mendekat ke Angi . Angi menggeser duduknya .,.menjaga jarak dari Joshua . Dia agak was was dengan tatapan yang di berikan oleh Joshua
." senja ." sebenarnya Joshua tidak lah begitu penasaran dengan apa yang di katakan oleh Angi . Ia hanya suka menggoda wanita itu .
"I...itu aku malu setiap kali bertemu dengan Bu Triana . Dan semua itu karena bapak ." kesal Angi .
" Saya ,? Apa ngak salah ?. Yang mulai duluan kan kamu . Yang mulai ******* bibir saya itu kan kamu , saya hanya membalasnya saja ." jawab joshua .
Angi mengedipkan matanya.dua kali . Wajahnya memerah mendengar perkataan Joshua . Entah apa yang merasukinya saat itu . Hingga dengan beraninya ia langsung saja n****r bibir pria itu lebih dulu .
"I...itu nanti tidak akan mungkin terulang lagi . Tidak akan pernah terjadi lagi ..pasti aku sedang tidak sadar saat itu ." ucap Angi sambil membuang wajahnya angkuh .
Joshua mengangkat alisnya tinggi ." jadi maksud kamu kelak kamu tidak akan pernah mencium saya lagi , begitu kah ?." tanya Joshua .
"Iya ." jawab Angi dengan cepat , dan tidak menyadari perubahan di raut wajah Joshua yang berubah dingin . Dengan gerakan cepat Joshua menangkap tangan Angi dan menarik wanita itu hingga terduduk di atas pangkuan nya .
"Katakan lagi kalau kamu tidak akan mau mencium saya lagi ..