
Sekeliling guild dikitari oleh sungai. Entah apakah ini bentangan alam alami atau buatan manusia. Namun, bentangan inilah yang membuat tempat ini terlihat lebih indah. Banyak momon binatang serta beberapa orang bermain di sekitar sungai itu.
"Jadi, apakah sekarang aku harus di tempat ini?"
Yeah, kami telah berpisah dan menyelidiki beberapa tempat yang cukup menarik perhatian serta menjadi tempat yang cocok untuk mengetahui keberadaan pak Opin. Salah satu dari tempat itu adalah guild kami sendiri, guild Iin. Satu-satunya guild lokal yang ada di kota Garden Flower.
Guild ini berdiri di bawah naungan kerajaan Kingdom of Flower. Tak heran kita juga bisa mencurigai hal seputar guild ini. Aku kemudian masuk melewati jembatan batu, lalu menelusuri guild dan sampailah di papan misi. Kertas-kertas yang berisikan quests tersebut tersusun rapi, dimulai dari bawah yang memiliki tingkat kesulitan rank C hingga naik ke atas tingkat kesulitan A. Saking banyaknya misi yang terpajang, kertas di papan misi dibuat berlapis-lapis dalam satu paku.
"Seperti biasa, tidak ada yang aneh dalam misi-misi ini. Namun, aku merasa masih ada yang ganjil."
Aku menoleh ke orang-orang yang memperhatikan misi. Ada pula dari mereka membuka-buka kertas misi yang berderet.
*srek, seseorang mengambil kertas misi tersebut. Misi tingkat B, 'mencari dompet yang hilang' .
*srek, salah seorang lagi dengan badan yang lumayan berisi. Ia mengambil misi tingkat A. 'Mengembalikan benda curian'.
Tiap misi tersebut memiliki deskripsi khusus di bawahnya. Misi tingkat A yang diambil oleh orang tadi merupakan misi yang cukup berbahaya, tetapi harga yang di dapatkanpun juga tak main-main. Orang tadi kembali, ia memanggil party atau kelompoknya. Mereka akan bersiap melawan para pencuri yang terlibat dengan organisasi layaknya mafia di real World.
"Cih, organisasi bawah."
Aku menjadi penasaran akan seputar hal tersebut. Kembali kuperhatikan misi, lalu kucari dengan teliti misi yang terlibat dengan organisasi bawah.
"Sial, satu pun sudah tidak ada lagi kecuali yang orang tadi dapatkan."
Aku membalikkan badan. Tingkat penasaranku semakin meninggi. Mungkin mereka ada hubungannya. Jadi, aku segera berlari keluar dari guild, mencari party orang yang tadi mengambil misi tingkat A.
"Di mana mereka?"
Mereka sudah tak terlihat lagi. Meski aku celangak-celinguk sampai keluar area kawasan guild, mereka tak dapat kujumpai. Akhirnya aku kembali lagi memasuki ruangan guild.
Waktu aku membuka tirai guild, aku melihat beberapa orang yang tampak lebih kuat daripada yang lain, naik ke lantai dua. Penasaran, aku pun juga berkeinginan naik ke sana. Jika aku ke lantai dua, pasti di situ akan ada petunjuk, pasalnya aku belum pernah melihat misi tingkat di atas A. Aku rasa, misi itu hanya ada di lantai dua guild ini.
"Maaf, rank anda belum cukup untuk bisa naik ke atas."
"Apa?" Sial, bagaimana ini. Apa yang harus aku lakukan sekarang.
Aku melirik ke sana kemari. Seisi guild keperhatikan baik-baik. Dari tempat pertukaran sampai ke tempat makan dan peristirahatan. Di siang hari begini, guild tak begitu ramai. Yang duduk di sini kebanyakan hanyalah dari orang-orang yang telah bepergian jauh beberapa hari dan berniat untuk beristirahat beberapa waktu di guild. Ada pun yang lainnya merupakan anggota pelayanan tetap di dalam guild.
Suara tirai terdengar, sontak ku lihat arah masuk guild. Kelompok party yang memiliki lima anggota di dalamnya berjalan ke arah tempat peristirahatan, orang yang memimpin mereka adalah si bocah yang bersamaan denganku saat tes masuk anggota guild. Dia si rank A.
"Bos kau benar-benar menakjubkan, kau membantai puluhan momon yang mengelilingi kita hanya dalam satu serangan," ucap lelaki yang memiliki proporsi tubuh seperti Resha. Ia membawa dua pedang di punggungnya dan tampak lengan tangannya lebih berisi dan berotot.
"Sai ini, jangan suka mengganggu bos," kesal wanita di sampingnya. Ia membawa busur besar dengan anak panah.
"Bisakah kalian untuk tidak berisik," ucap gadis berkaca mata yang membawa satu buku tebal.
"Hehehe, jangan marah begitu dong." Satu lagi orang yang memiliki badan besar dan membawa perisai yang juga sama besarnya dengan badannya. Mungkin badan dia lebih besar daripada pak Opin. Zirah yang ia kenakan pun tidak tanggung-tanggung, aku yakin ia memiliki pertahanan yang sangat tinggi.
"Oke, aku akan memesan makanan terlebih dahulu."
"Baiklah."
"Loh Bos mau ke mana?"
Emerald Bougenville, ia juga ikut berdiri dan berjalan ke arah dalam ruangan tes.
"Aku akan pergi mengecek rank ku."
"Wah bos memang gercap ya,"
Emerald kemudian memasuki ruangan tempat tes pertama sebelumnya. Diam-diam aku mengikutinya. Namun, aku hanya dapat melihat dari luar saja, celah-celah tirai ku lirik-lirik. Penjaga di depan ruangan itu merasa kesal kepadaku dan mendorong-dorongku untuk segera menjauh.
"Cih, ada apa sih dengan penjaga ini."
Tak lama kemudian, Emerald keluar dari ruangan tes. Ia pergi dan beberapa detik kami saling bertatapan mata.
Kali ini aku tak mengikutinya, tapi aku hanya memperhatikan dirinya. Ia berjalan menuju tangga itu.
Petugas dari ruang tes keluar. Dia membawa beberapa lembar kertas. Kertas-kertas itu kemudian di pajang di papan misi, dan terakhir ia memajang kertas di papan pengumuman.
Orang-orang sekitar yang juga memperhatikan petugas tersebut, seketika menjadi heboh lalu menghampiri papan misi dan pengumuman setelah petugas itu berlalu.
Penasaran, aku juga ikut menuju ke sana dan lumayan sedikit terkejut. Pengumuman di atas papan tersebut adalah promosi Emeralad yang diangkat naik ke rank S dalam waktu yang cukup singkat. Pencapaian-pencapaian dalam misinya tergolong sangat sulit di rank A, tetapi ia dapat mengatasi semua misi tersebut bahkan di atas belasan misi hanya dalam waktu dua minggu.
"Manusia seperti apa dia itu? Respons aku menatap ke arah tangga tepat di mana Reynald sebelumnya berada.
" Dia tidak ada?"Aku melihat ke atas tangga," Apa dia sudah di atas?"
Penjagaan tangga tersebut mengendor. Aku memperhatikan sekitar untuk memastikan kembali sebelum naik ke atas. .
" Aman."
Pastinya, kesempatan jangan di sia-siakan. Aku naik dan langsung masuk ke dalam ruangan yang kurasa merupakan ruangan papan misi. Cukup lebar, dan ....
"Tidak ada orang sama sekali. Di mana anak itu?"
Aku mencari-cari Emerald, tapi ia tak dapat kutemukan sama sekali. Aku kemudian memperhatikan papan misi. Dan betapa terkejutnya diriku hingga napasku terasa sesak. Mataku membelalakkan, dan hawa sekitar menjadi dingin. Ruangan ini gelap dan hanya cahaya lampu remang-remanglah yang menerangi papan misi.
Aku terduduk, degup jantungku mengencang. Misi tingkat S memang tidak main-main.