
Kembali ke beberapa waktu yang lalu, di mana Raisa membuat ledakan yang sangat dahsyat hingga dirinya sendiri bersama Mirai terlempar berkat angin ledakan itu.
Entah sejauh apa keduanya terlempar, yang jelas mereka masih dalam kondisi sadar.
"Sakit sakiit. Aduh," keluh keduanya saat telah berhenti terhempas angin.
Saat pandangan Mirai ke lokasi di mana ledakan itu terjadi. Ia langsung membelalakkan mata.
"Ma, mati. Semuanya mati. Hebat," ucap Mirai terkagum-kagum meski sebelumnya ia juga sudah melihat kejadian itu dengan mata Fucturiesis-nya.
"He, hebat." Raisa sendiri juga terheran-heran akan kekuatan yang ia keluarkan, sampai-sampai ia terduduk saking tidak percayanya.
Ssssshhhhh...
Suara gesekan benda dengan angin terdengar dengan jelas. Mirai dengan Raisa seketika menolehkan kepala seperti orang yang ditampar.
"Itu ... Tombak!?"
Lantas ketika mereka telah melihat jelas apa yang terbang ke arahnya. Mirai dan Raisa lantas meloncat jauh untuk menghindari benda tajam itu.
Jeb...
Tongkat itu menancap ke dalam tanah.
"Seorang Spear Breaker!?" seru Mirai.
Keduanya langsung melihat asal dari tombak itu. Dari kejauhan terlihatlah seseorang berjalan mendekati keduanya.
"wah wah wah, hebat juga kalian," ucap seorang lelaki itu.
"Siapa kamu?!" gusar Raisa.
"Hmm, aku? Aku adalah Vyno, makhluk terindah di daratan ini," ucapnya sambil memainkan tangan beserta jari-jarinya.
"Indah? Maksudmu makhluk kotor yang menjijikkan," ucap Raisa dengan tatapannya yang merasa jijik.
"A, apa kau bilang? Baiklah kalau begitu. Bocah seperti kalian lebih baik mati saja."
"[Ivy Bond] level 5"
"Tumbuhan merambat ini datang dari mana?" ucap Raisa kaget. Tumbuhan itu merambat dengan cepat mengikat tubuh Raisa.
"Wah wah wah, sepertinya gadis yang tadi mengatakanku menjijikkan sudah tak dapat bergerak lagi."
"sial, aku sudah tak memiliki tenaga lagi," batin Raisa.
"Hei, lepaskan aku!"
"wah wah wah, sekarang bocah ini berani memerintahkanku ya. Ayo teruslah memohon gadis kecil."
Raisa menjadi begitu kesal ketika ia dikatakan bocah lagi, urat kepalanya seakan menonjol saking geramnya. Sayang tenaga bahkan mana poinnya sudah ludes berkat serangan ledakannya yang ia gunakan tadi.
"Ukh, apa ini?"
Tumbuhan yang mengikat Raisa seketika berbunga merah menyala.
Dan, tiba-tiba Raisa merasakan bekas sayatan para tiger tadi terasa lebih perih seakan terbakar, padahal luka tadi tak seberapa banyak dan hanya seperti luka goresan kecil.
Selang tak seberapa lama, kulit Raisa menjadi kemerahan dan terasa begitu gatal, sepertinya Raisa mengalami iritasi.
Raisa juga mulai terkejut saat melihat jumlah HP-nya yang 70% kini terus berkurang satu persen tiap 30 detiknya .
"Kenapa terkaget begitu gadis kecil, apakah keindahanku sudah membuatmu teracuni?" tanya Vyno sambil tersenyum menggeleng-menggelengkan kepala dengan pelan.
"Bocah? Gadis kecil? Kau, kau ba****** ...," kesal Raisa meski kini ia tak dapat bergerak dan merasakan kepedihan di sekujur tubuhnya.
Selang tak berapa lama tumbuhan merambat yang mengikatnya semakin mengerat. Raisa menjadi lebih sesak, ia mulai merintih kesakitan.
"wah wah wah, gadis kecil sekarang ayo tunduk padaku, teruslah memohon dengan rasa sakit yang luar biasa," ucap Vyno sembari berjalan mengambil tombak yang ia lempar sebelumnya.
Namun saat ia hampir mengambil tombak tersebut, tiba-tiba tombak itu malah bergerak sendiri dan menyerang tuannya.
Vyno sang tuan tombak itu menjadi kaget dan menjauhi tombaknya, tetapi sayang telapak tangannya telah tersayat. Perlahan darah mulai menetes lalu tumbuhan merambat menutupi telapak tangannya.
"Apa yang terjadi?" kaget Vyno.
"[Processing, The Hands Of The Tree] level 5"
"Ukh, ada apa ini? Aku makhluk terindah ini kenapa tak bisa bernapas."
Seketika Vyno menggeliat kesakitan, ia berusaha untuk mencari napas.
"Siapa yang berani melakukannya kepadaku." Lantas Vyno menoleh ke arah Raisa. Dan, Raisa telah lepas dari ikatan tumbuhan tadi, ia bahkan terlihat lebih sehat.
"Red Potion, dari mana kau mendapatkannya?"
"Ba****, manusia narsis seperti kamu memang harus tiada di hadapanku," bengis Raisa. Seseorang tampak berlari di belakang Raisa, sepertinya dialah yang melepaskan Raisa.
"Ukh, hanya serangan ini, kamu kira aku takkan bisa lolos," ucap Vyno sambil mengambil sesuatu di balik zirahnya.
Lapisan-lapisan kain menyertai apa yang ia ambil. Ia kemudian melepaskan lapisan kain dari benda yang ia ambil.
Ia kemudian menggerakkan pisaunya dan lantas lingkaran balon yang dibuat Raisa teriris layaknya mengiris agar-agar.
Raisa menjadi kaget, bagaimana mungkin udara berbentuk gas dapat dipotong. Lagi, pada saat ia melihat status lawannya, Raisa mengambil napas yang kuat.
"Orang ini memiliki level 112. Sepertinya dia bukan orang sembarangan," Kata Raisa.
"Wah wah wah, ternyata kamu juga ada di sini ya gadis cantik, apa kamu mencoba untuk merayuku? Memang ya, makhluk terindah di daratan ini selalu datang mencariku," ucap Vyno memainkan jarinya di dekat mulutnya, ia juga menjilat bibirnya seperti menemukan makanan yang lezap.
Vyno kemudian membalikkan badannya untuk melihat si Mirai. Ia berseringai dan menaikkan salah satu alisnya lalu bersiul.
"Wah wah wah, sudah mulai berubah ya. Hm, ataukah—"
"[Overspread] level 6"
Seketika seluruh bunga nemophilia itu langsung menyala, warna biru langit dan putih menjadi cahayanya, tempat itu seketika seperti lautan biru langit yang bersinar.
Tak hanya menyala, bunga-bunga itu menjadi alot dan menyerang Vyno. Sedangkan Vyno hanya meringis lalu memutar badannya beberapa kali, sayatan berwarna hitam pekat juga terlihat memutar dan meluas memotong seluruh bunga-bunga yang menyerangnya.
Raisa sendiri hanya bisa mematung melihat pertarungan itu. Di pihak musuh memiliki level 112 dan senjata yang aneh, di pihak Raisa yaitu Mirai memiliki level 75.
Ya, itulah yang membuat Raisa tak dapat berbuat apa-apa, ia masih terkejut. Bagaimana mungkin Mirai yang dulu adalah orang yang diselamatkan ternyata memiliki kekuatan yang sangat hebat.
Level Mirai berbanding dua kali lipat dengan Raisa yang kini telah berlevel 38. Itu pun berkat Tiger yang baru-baru ini telah ia kalahkan.
"Awas Raisa!?" seru Mirai.
Sebuah rambatan tumbuhan berdaun segitiga mulai menyerang Raisa. Tampaknya tumbuhan itu akan mengikatnya lagi.
Raisa yang melihat itu tidak tinggal diam. Ia melompat dan ...
"[Helium Bubble] level 1"
Raisa melayang di udara, sebuah gelembung terlihat di bawahnya. Ia semakin tinggi hingga rambatan-rambatan dari tumbuhan yang dibuat Vyno tak dapat menyentuhnya.
"Wah wah waah, sekarang gelembung, bukannya tadi ledakan? Kekuatan apa yang sebenarnya gadis kecil itu miliki," batin Vyno.
Ctrang...
Bunyi tombak logam dengan pisau kecil hitam. Serangan tombak itu berasal dari Mirai, tetapi kini tombak itu kembali kepada pemiliknya, Vyno.
"Wah wah wah, agresif juga kau. Tombak aku hampir menusuk ku sendiri berkat kekuatanmu, Enchant. Bukankah begitu Mi-ra-i."
Mirai hanya tersenyum tipis lalu mendecih pelan. Ia kembali meneruskan serangan dari bunga nemophilianya. Sementara Raisa mulai menyerang dengan skill pasifnya, yaitu tembakan magis.
"[Ivy Ball Shield] level 7"
Seketika disekitar Vyno muncul tumbuhan merambat dengan bunganya yang bersinar kuning keputihan. Tumbuhan itu melindungi Vyno dengan membentuk perisai bola tumbuhan.
"Ah, indah juga pemandangan hari ini. Kalian sungguh membuatku merasakan kebahagian. Aku, pria, tampan, indah, dan menarik," ucap Vyno.
Penyerangan dan pertahanan itu terus berlangsung hingga beberapa menit. Saat Mirai dan Raisa berhenti menyerang karena merasa letih. Vyno langsung menerjang keluar diiringi dengan tumbuhan yang dinamakan bunga Ivy.
Rambatan yang melingkar tadi kini menjadi serangan rambatan udara dua arah. Satu bersama dengan Vyno yang terjun menyerang Mirai, dan satu lagi menyerang ke atas tepat ke arah Raisa.
Keduanya yang tadi menyerang, kini tak dapat berkutik karena kecepatan Vyno yang tak sampai satu menit telah mengikatnya dengan bunga Ivynya—Raisa terkena ikatan di bagian kaki kanan, sedangkan Mirai di bagian leher.
Tak pandang bulu, Vyno menunjukkan senyuman yang menampakkan deretan giginya sebelum membanting keduanya. Ia terlihat begitu senang.
Bunyi saat mereka terbanting begitu nyaring. Sampai-sampai keduanya mengeluarkan darah segar dari mulutnya.
Lantas mereka yang terbanting juga hampir kehilangan kesadaran. Keduanya sama-sama menggeliat kesakitan di padang bunga berwarnakan biru langit, cahaya pada bunga tersebut juga telah meredup.
"Wah wah wah, sepertinya aku yang indah ini telah berlebihan menghukum kalian," ucap Vyno, lagi seperti biasa jari tangannya bermain di dekat mulutnya.
Ia mulai menertawakan keduanya, tetapi kembali berhenti saat melihat kedua orang di hadapannya kembali bangkit dengan terhuyung-huyung, kedua kaki mereka sungguh bergetar hebat.
"Cuih..." Raisa meludahkan darahnya lalu mulai berkata meski masih sulit untuk bernapas.
"Pecundang, mengalahkan perempuan dengan level yang rendah saja kau sudah begitu bahagia. Heh, sudah pasti kau adalah pecundang tulen," bengis Raisa yang bahkan menegaskan kata pecundang kepada Vyno.
Vyno yang mendengar itu kemudian tersenyum dengan alisnya yang bergetar hebat. Ia sangat kesal.
"Raisa, tangkap ini!" seru Mirai sambil melemparkan sesuatu yang berwarna merah.
Tep...
Raisa menangkapnya dengan baik.
"Red Potion?"
...°°°°...
Sekedar informasi
*