My Power Of Math Fantasies

My Power Of Math Fantasies
5.12 Transformasi Demi Human Tiger.



"Transformasi bentuk ke-3, [Full Tiger]"


Ras Demi-human memiliki keistimewaan tersendiri. Di mana kemampuan yang kami—Ras Demi-human—miliki adalah kemampuan perubahan, dan tiap perubahan itu meningkatkan seluruh kekuatan atau status kemampuan yang kami miliki.


Sebenarnya ada lima jenis perubahan yang dapat dilakukan oleh Ras Demi-human. Pertama ialah Transformasi normal, di mana tak ada yang berubah sama sekali, hanya wujud asli—setengah manusia dan setengah hewan—kami lah yang terlihat.


Dalam bentuk normal ini, kekuatan kami sudah termasuk tinggi. Hasil latihan dalam bentuk ini juga berpengaruh besar terhadap perubahan selanjutnya. Ya, meski begitu ada satu perubahan yang tidak berpengaruh, malahan status kemampuan kami malah menjadi menurun.


Kedua, Transformasi bentuk pertama. Inilah wujud kami yang mengurangi status kemampuan kami. Wujud yang paling aku tak sukai, wujud ras human, manusia. Meski terkesan merugikan dalam kemampuan, tetapi wujud ini sangat berguna dalam penyamaran.


Selain itu, di wujud ini jika di latih baik-baik juga dapat meningkatkan kemampuan perubahan yang lain. Tetapi, lebih ke arah kecerdasan (INT) dan ketangkasan (DEX).


Meski begitu dalam hal ingatan, wujud normal kamilah yang terbaik. Pasalnya di wujud normal, ingatan kami tiga puluh kali lebih kuat dari manusia biasa. Untuk bertransformasi ke dalam bentuk ini, kami harus memiliki level di atas 30.


Ketiga, Transformasi bentuk ke-2. Sama halnya seperti wujud normal yaitu setengah manusia dan setengah hewan. Bedanya, jika di wujud normal kami memiliki sebagian kulit yang seperti manusia, dan hanya bagian tertentu yang menandai ciri khas kami.


Seperti halnya adalah aku yang di wujud normal memiliki ciri khas yaitu telinga berbentuk harimau dengan ukuran yang lumayan besar, dan juga memiliki ekor. Selain dari itu, wujudku tampak seperti manusia biasa.


Sedangkan jika di wujud transformasi bentuk kedua. Semua wujudku sudah seperti harimau, tetapi postur tubuh yang kumiliki tetap menyerupai manusia.


Di wujud ini, status kemampuan kami meningkat dua kali lipat dari wujud biasa. Untuk dapat melakukan Transformasi bentuk kedua maka level yang diperlukan adalah level 75.


Keempat, Transformasi bentuk ketiga. Yaitu berubah menjadi momon tiger yang sebenarnya. Kekuatannya sebesar 500% dibandingkan kekuatan Boss Momon biasa.


Itu pun hanya untuk ukuran normalnya, jika dilatih dengan baik-baik lagi maka kekuatannya akan terus bertambah. Agar dapat melakukan Transformasi ini dibutuhkan level di atas 200.


Aku sendiri sebenarnya masih belum bisa menggunakan perubahan ini. Akan tetapi karena adanya anting batu safir tak kasat mata yang diberikan oleh tuan.


Aku dapat menggunakan kemampuan ini. Ya, tidak semudah itu juga sih. Sebenarnya nyawaku juga menjadi taruhannya di sini.


Dan yang terakhir, Transformasi Marta. Sebenarnya Transformasi ini masuk juga dalam Transformasi bentuk ke-3. Hanya saja Transformasi ini lebih mengarah ke kekuatannya.


Sampai saat ini aku masih belum bisa memakai Transformasi Marta, sebab untuk melakukan Transformasi Marta dibutuhkan level sekitar di atas 250.


Bahkan anting pemberian tuan pun tak sanggup ke dalam tahap ini. Soalnya tidak hanya tentang perubahan, tetapi keuletan dalam mengasah kemampuan dan kondisi tubuh yang dapat menyokonglah yang menjadi titik fokusnya.


"Baik Dayshi. Tidak, kau si sosok alamiah. Ini adalah akhirmu!?" kataku.


Postur tubuhku kini kembali menjadi postur tubuh momon tiger. Ukuran tubuh hingga tiga meter dan bobot yang melebihi 250 kilogram. Aliran mana pun juga sangat terasa dalam perubahan ini.


Aku dapat merasakannya. kekuatan besar yang bisa kapan saja meledak, panca indraku pun juga terasa begitu menakjubkan. Pandangan tajam, pendengaran jelas, aroma terasa bersamaan dengan hawa.


"Ukh ...." Aku memuntahkan darah. Health point-ku mulai menurun satu persen tiap lima menitnya. Seperti obat, anting ini dapat memberikanku jumlah mana yang besar jika digunakan dengan baik. Akan tetapi jika digunakan secara berlebihan, efek anting ini akan membahayakan diri sendiri.


Aku harus mengalahkannya secepat mungkin.


*Set...


Aku mulai berlari secepat angin. Pergerakan lawan terasa begitu lambat di mataku, bukan hanya lawan tapi keadaan sekitar pun begitu.


Alang-alang terlambai bagaikan menari dengan gerakan lemah gemulai. Sinar panas nan terik dari matahari ikut menjadi kontestannya.


Terlihat sebelumnya, siluet hitam nan lambat bergerak turun mengarahku. Dan di balik itu semua, terdapat pantulan-pantulan cahaya biru bening yang terus mengurungku dan membuatku tak leluasa untuk bergerak.


Tak mengambil waktu yang lama, aku mulai menggerakkan tujuanku menuju sang target berjubah biru. Aku melompat setinggi enam meter.


Tepat saat aku berpapasan dengannya, kedua kaki bagian depanku menariknya jatuh. Tumpuanku yang dari atas, terikut ke bawah.


Lagi, ku tarik kaki kanan bagian depanku ke samping dan menghantam punggung Dayshi. Kukuku berhasil mengoyak pakaiannya termasuk cape bersama kulitnya.


"Hehehe, kekuatan ini sungguh luar biasa," ucapku terkekeh gembira.


Jduarrr.... Kretek kreteckk..


Ledakan seperti kembang api terjadi tepat di bagian perutku. Anak itu, rupanya telah mempersiapkan mercon. Tangannya yang tadi terselip seakan memegang pedang ternyata membuatku terkecoh.


Alhasil kami berdua berimbang sedikit seri. Kami sama-sama terjatuh dalam keadaan tidak stabil dan kembali menyiagakan diri bangkit berdiri.


Kini seluruh anggota tubuh dia telah terlumuri cairan berwarna merah. Tak jarang kelopak matanya tertutup dan kembali terbuka setelah mengusap cairannya dengan lengan.


Aku sendiri kini menghirup bau hangus dari bagian bulu putih bawah perutku yang sedikit terbakar. Health pointku masih tetap seperti biasa dan berkurang termakan waktu. Ini tandanya serangan yang ia lakukan tadi sama sekali tak memiliki damage.


Terus saja, aku kembali menyerang ia yang mulai terhuyung. Gerakan lambat kembali terlihat.


"Kali ini, pasti akan membunuhmu," ucapku.


"[Aeris Rip]" [1]


Gerakan lengan ke atas dan terjun ke bawah. Kuku nan tajam seakan merobek udara dan merambat menuju Dayshi.


Tak mengenainya, ia menghindar dengan gerakan lemah dan terasa seperti kebetulan belaka.


Lagi kumencakar dengan Aeris Rip menyilang, vertikal, dan horizontal beberapa kali. Gerakanku mulai ke mana-mana, tetapi setiap cakaranku yang menuju kepadanya luput semua.


Ia seakan-akan membaca pergerakan itu semua. Namun gerakan hindaran yang ia lakukan sangat terkesan loyo, dan terus saja maju tanpa tahu arah. Hal itu membuatku semakin geram. Tanpa sadar, mana yang kualirkan dengan deras menjadi lebih besar.


Tak sabar, aku menerjang mendekatinya. Akan tetapi sesuatu yang sangat runcing malah menusuk bahu kiriku dengan dalam. Sesuatu itu ternyata adalah mana yang dikeraskan dengan bentuk layang-layang yang vertikal menyamping.


Sial, seharusnya tadi aku mengetahuinya. Sedari tadi sebenarnya aku telah melihat cahaya yang terbias di bagian depannya. Hanya saja karena aku telah tersulut amarah, aku langsung menyerangnya dengan frontal.


HP-ku terus menurun. Yang sebelumnya telah kembali 100% karena skill transformasiku, kini turun menjadi 87% berkat tusukan dan efek samping dari transformasiku sendiri.


"Ti, tidak. HP-ku menurun lebih cepat dari yang sebelumnya."


Akh, waktu mulai memburuku. Sial, mengapa dia sangat alot untuk terjatuh sih. Item seperti apa yang menyokongnya hingga kebal dengan kematian. HP yang ia miliki sedari tadi masih saja tertera empat persen.


Serangan jarak jauh, luput. Serangan jarak dekat, malah melukaiku. Ku memperhatikan dengan baik banyak jebakan yang telah tersedia di dekatnya.


Aneh, seharusnya batas mana yang ia miliki telah habis. Mengapa ia bisa menciptakan pengerasan mana yang banyak sekali. Bahkan serangan jarak jauhku yang telah memecahkan banyak pengerasan mananya, kini kembali beregenerasi.


Cih, lagi kupertaruhkan health point-ku yang akan terus berkurang cepat. Aku kembali mengalirkan mana yang besar, kali ini kupusatkan pada kedua kaki bagian depanku.


"[Gravis Impulsum]" [2]


Kuhantamlah tanah di hadapanku dengan kedua kakiku. Geteran hebat seketika terjadi dan membentuk bongkahan-bongkahan tanah naik menjulang ke atas menuju Dayshi.


Dayshi menghindar ke samping dengan melompat lemas bak terjun ke dalam kasur yang empuk. Tekanan raut wajah yang ia miliki masih memperhatikanku dengan ... dingin. Apa ia sinis?!


Pengarasan mana kubus pelindung yang banyak ia buat semestinya telah hancur berkeping-keping.


"[Aeris Rip]"


Cakaran yang menyayat udara horizontal kulemparkan kepadanya. Cakaran itu terus memanjang ketika semakin jauh dari target yang akan dikenainya.


"Sekarang tak ada lagi tempatmu untuk menghindar."


Sayatanku mulai memotong rata alang-alang yang lebat dan panjang. Hampir membuat tempat ini menjadi gundul dan rata dengan pijakan yang empuk dari alang-alang.


*Wush ... Prangk


Mana ampliefer menghalangi sayatanku hingga pecah. Sesaat ketika aku ingin menyerangnya dengan jarak dekat. Aku melihat pantulan cahaya tipis. Dia memasang jebakan dalam sekejap.


Kehilangkanlah niatku untuk menyerangnya dengan jarak dekat. Aku kemudian berlari menanjaki tanah menjulang yang telah kubuat. Aku berniat menggunakan Gravis Impulsum dengan melompat dari atas sana.


Beberapa kali aku meloncat menghindari pengerasan mana yang terlihat. Namun saat perhatianku teralihkan melihat gerakan tangan Dayshi terangkat mengarah padaku.


Aku langsung menabrak pengerasan mananya lalu kembali tertampar dari pengerasan mana yang ia buat, layaknya ia menggerakkan pengerasan mananya sendiri.


Jatuh di rerumputan empuk tak membuatku merasakan apa-apa. Akan tetapi, health point ku telah menurun drastis hingga 52%, aku mulai merasakan aliran manaku yang deras menjadi surut.


Pandanganku kembali memperhatikan Dayshi. Dan, tangannya yang lurus kepadaku serta telapak tangannya yang rapat nampak seperti mendorong.


Kala telapak tangannya jatuh ke bawah. Tiba-tiba ....


...°°°°...


...Nanggung °¬°...




Aeris Rip, perobek udara.




Gravis Impulsum, hantaman berat.