My Power Of Math Fantasies

My Power Of Math Fantasies
5.14 Dentingan duel Resha dengan Mio, si dalang penculikan Pak Opin (2)



*fiuuuuhh...


Angin sepoi dari arah barat bertiup membawa serbuk-serbuk tanah kering. Ketika serbuk tersebut telah jauh dan udara kembali menjadi jernih, terlihatlah dua sosok manusia yang saling memandang satu sama lain dengan jarak sepuluh meter sembari bersikap siaga.


Tetesan air yang keluar dari pori-pori kulit mulai mengucur pada kedua rupa orang itu. Genggaman pada persenjataan keduanya juga mulai terasa licin akibat telapak tangan yang berkeringat.


Napas berat terus saja terdengar hingga sampai ke telinga-telinga mereka sendiri. Sesaat keduanya saling melotot, gemparan aura mereka menghasilkan tekanan mental dan hawa udara hampa yang kuat.


Gerakan senjata sedikit saja membuat tanah menjadi retak. Dan ketika keduanya kembali berduel, dentuman-dentuman ledakan memberisikkan lingkungan sekitar.


Kala itu, pemukiman tempat mereka bertarung telah tiada. Beberapa rumah kayu disertai pagarnya dan lahan tak berisi hilang begitu saja menjadi tanah yang berlubang lebar nan kasar.


"Apa tujuanmu kemari?" tanya Resha saat jeda pertarungan. Mio tak berkata dan hanya menatap datar Resha.


"Jadi begitu ya," ucap Resha seolah mengerti tanpa adanya penjelasan. Si gadis berkatana itu kembali memposisikan senjatanya pada tangan kanannya.


"[Lucky Puller] level 7"


Gadis itu menatap fokus Resha dengan iris merahnya. Insting Resha tiba-tiba merasakan hal yang buruk, hingga tanpa sadar ia menyerukan skill pasifnya sendiri.


"[Sidestep] level max"


*Fiuuuouuhhh


Angin berhembus membawa para debu. Resha yang tadinya melompat jauh dari pijakannya kini diam seribu kata. Ia melihat tempat di mana ia tadi berdiri.


"Tak terjadi apa-a ...." Tak menyelesaikan ucapannya. Resha seketika berekspresi tak wajar. Bola matanya membesar sedangkan bibirnya tersenyum gugup. Kerutan-kerutan pada dahinya pun beberapa kali berkedut gemetar.


Keringat dingin entah kenapa mulai keluar dari pori-porinya. Sesekali tangannya naik ke atas kepalanya dengan jari-jarinya yang menyisir rambutnya. Tangan kiri Resha terus mengepal kuat dan mencekam pinggangnya sendiri.


"Kenapa di saat seperti ini," ucap Resha yang mulai terlihat gelisah. Ia juga mulai Celangak-celinguk.


Mio mulai berlari ke arahnya, bersiap untuk menyerangnya. Namun ketika pedang katana Mio telah terayun ke kepala Resha. Resha seketika hilang dari hadapan Mio.


"[Black Smoke] level 7"


*Bump


Sayatan yang mengarah ke Resha tadi berubah menjadi kepulan asap hitam yang meledak dan menyebar. Respon Mio meloncat untuk keluar dari kepulan asap itu.


Namun yang terjadi, kimono bagian belakang leher Mio tiba-tiba tercengkeram. Dan tarikan yang kuat seketika melempar Mio jauh.


Resha yang melempar Mio, berlari dan meloncat hingga mengikuti lemparannya. Mio masih di dalam asap hitam yang tebal.


"[Permanent] level 6"


Resha menggunakan skill lanjutannya. Asap hitam yang tadinya akan ditinggalkan, seketika bergerak dan mengikuti Mio hingga menutupi seluruh tubuhnya.


"Masih diam saja kak," ucap Resha santai sembari meloncat ke atas kepulan asap hitam yang menutupi Mio.


"Black Smoke itu adalah sihir asap. Jika kamu berada di dalam sihir itu, kamu takkan bisa bernapas dengan baik. Jangkauan pandanganmu pun akan sangat terbatas, dan hanya kegelapanlah yang bisa kamu lihat. Perlahan-lahan sihir ini juga bisa membunuhmu.


"Bukan hanya itu, aku juga menggunakan skill lanjutanku. Jarang sekali loh aku menggunakannya. Permanent, yah sepertinya kamu tahu sendiri. Asap hitam ini akan terus bersamamu hingga kamu mati. Yaa, kecuali sih jika aku sendiri yang melepaskan sihir ini," jelas Resha yang kemudian bermuka serius.


"Jadi sekarang gimana, pilih jelaskan atau mati," lanjut Resha dengan nada mengancam.


"Ups ..." Resha meloncat turun sebelum Mio mendarat jatuh.


Pagar kayu kusam pinggir desa Orchid beberapa hancur terkena hantaman punggung Mio. Mio yang masih berada di dalam kepulan asap itu, sedikit tersontak dan terbatuk-batuk.


"Hanya sedikit saja sepertinya tidak apa-apa," batin Mio yang berniat untuk memberikannya sedikit informasi sebab ia telah merasa sesak akibat skill Black Smoke Resha.


"MIO?!" muncul seorang pria penuh dengan daun sedang berlari dari arah berlawanan dengan arah desa Orchid.


"[Spear Breaker: Ivy Shove] level max]


Ia melemparkan tombaknya tepat ke arah Resha. Resha tak bergeming dan langsung menangkis serangan itu dengan salah satu daggernya tanpa mengeluarkan skill apapun.


Pada dasarnya skill yang tinggi juga mengikuti level si pengguna. Damage yang keluar dari skill spear breaker milik Vyno juga mengikuti seberapa besar level yang ia peroleh.


Ia, si Vyno terkejut tetapi tak menghentikan langkah kakinya untuk mengambil Mio. Dia tahu jelas dari aura mana, bahwa orang yang berada di kepulan asap hitam itu adalah Mio.


Resha hanya diam memperhatikan Vyno berlari. Dan ketika Vyno akan mengambil Mio, Resha memundurkan tubuhnya dua langkah seolah ia memberikannya kesempatan.


"Ukh, belum kah ...." Resha kembali berekspresi aneh dan memegang perutnya dengan kedua tangannya. Ketika ia mundur satu langkah lagi, ia malah tersandung batu yang cukup besar dan mengharuskannya untuk terjatuh karena kehilangan keseimbangan.


"Mio!" seru Vyno ketika telah menarik Mio. Ia dengan bergegas pula mengambil pisau kecilnya yang berwarna hitam pekat dan mengayunkannya ke arah kepulan asap hitam itu.


Sihir asap hitam yang Resha buat seketika tersayat oleh pisau kecil Vyno. Dan asap itu kemudian menghilang terbawa angin.


"Dia, memiliki benda itu," gumam Resha yang masih mengerang kesakitan di bawah tanah entah karena apa.


"Level orang itu masih barada di level 112 sedangkan yang lain—"


*Ctrang


Serangan bermata tajam hampir saja membunuh Resha. Baiknya Resha memiliki naluri yang kuat sehingga dapat menangkis serangan itu menggunakan kedua daggernya.


Tanah yang ditiduri Resha, hancur karena tekanan dari kedua benda teradu itu. Benar saja mana yang ada di sekitar desa Orchid sangatlah sedikit.


"Hebat. Kau bisa bertahan," Ucap Mio.


"Kau juga. Tak kusangka HP-mu hanya berkurang sepuluh persen," balas Resha.


"Tapi, waktuku bermain-main sudah habis." Resha melanjutkan perkataannya


"[Smoky] level max"


Smoky adalah kemampuan Resha yang akan aktif ketika ia diserang. Saat diserang Resha akan menghilang dan muncul tepat di dekat musuh sesuai dengan keinginan Resha.


Skill ini juga dapat aktif meski tak diserang, kelenturan dan kecepatannya akan meningkat dan wujud fisiknya seakan menghilang dan muncul ke tempat yang Resha inginkan.


Resha menghilang dari hadapan Mio. Ia muncul dari belakang Mio dan siap menghantamnya dengan kedua daggernya.


*Wush


Seketika Vyno juga berada di belakang Resha dengan pisau kecilnya terarah padanya. Resha kemudian menunduk dan mengayun daggernya ke arah leher Mio.


"Vyno, menjauh dari sini!?" seru Mio khawatir sembari menahan serangan Resha. Akan tetapi, ia malah terlempar jauh akibat tekanan serangan Resha yang kuat.


Vyno sendiri yang luput menyerang Resha sebelumnya, kini mengangkat pisaunya lagi dengan tinggi-tinggi. Ia berniat menikam Resha secara vertikal.


*Push


Terdengarlah suara dari tubuh Resha. Vyno yang berada di belakang Resha seketika tak dapat melanjutkan gerakannya, ia terdiam. Terpaku merasakan hawa yang begitu hangat dan aroma yang begitu menusuk indra penciumannya.


"Bercekak henti, silat terkenang," ujar Resha sambil memutar badannya dengan kaki terayun menendang perut Vyno.


Dalam sekejap seluruh rambatan daun yang melapisi Vyno menghilang dan ia terpental dengan HP-nya yang drop menjadi tiga persen.


"A-haha, maaf saja. Perutku dari tadi sudah mules," kata Resha sambil menepuk-nepuk perutnya.


*wush


Mio dengan aura ungu yang melapisinya menerjang ke arah Resha dengan kecepatan yang cukup tinggi. Tak sampai dalam beberapa detik, Mio mengayunkan katananya dan Resha kembali hilang dari hadapannya.


Resha muncul dari samping kanan Mio. Ia menarik tangan Mio hingga Mio jatuh dirangkul oleh Resha dari belakang.


"Aku tidak terlalu suka menyakiti wanita. Jadi coba katakan kepadaku siapa yang menyuruhmu menculik pak Opin dan menyerang kami. Kalau tidak sepertinya aku akan memaksamu,"


"Sial, orang ini mendekapku dengan kuat," batin Mio.


Tak mau berkata, Mio pun mengeluarkan skill nya.


"[Scorpion Orchid] level max"


Scorpion Orchid, skill yang membuat orang didekat Mio mengalami kesialan atau bernasib buruk. Masa aktif tak terbatas, kecuali Mio melepaskannya sendiri.


"Aaaaaaaaaaaaaaaakh .... Eh, tidak terjadi apa-apa," ucap Resha celangak-celinguk.


Mio yang geram mengangkat satu kakinya dan menginjak punggung kaki Resha. Resha yang tak waspada meski tahu akan instingnya tetap saja terinjak hingga dirinya melepaskan tangannya dari Mio.


"Baiklah kalau itu maumu," ucap Resha dingin meski kakinya merah berdenyut-denyut kesakitan.


Ketika Resha melancarkan serangan, tiba-tiba benda cair nan bau turun dari langit tepat jatuh di hidungnya. Resha dengan perutnya yang masih mulas dan sekarang terkena feses burung hanya bisa tersenyum.


Saat sadar akan baunya, Resha mengaktifkan skill fog knife. Kali ini mana Resha sudah berada di 78%.


Resha berlari dengan kecepatan angin dan mengambil kain kimono Mio, tetapi sebelum ia meraih kain itu, ia malah salah langkah dan menabrakkan sebelah kakinya ke kaki lain sehingga ia terjatuh di belakang Mio.


Mio yang tau itu menyerang Resha dengan katananya. Namun Resha seketika menghilang dan muncul di belakang Mio.


"Sudahlah, aku benar-benar capek," ujar Resha lalu mengangkat Mio dan membantingnya. Bantingannya sangat keras hingga tanah bergetar.


Tak cukup sampai di situ, Resha menarik tangan Mio dan melemparnya. Mio yang berada di udara terselip oleh Resha yang tiba-tiba muncul di atasnya dan menendang perutnya. Serangan yang dilancarkan Resha dengan cepat membuat Mio tak dapat melakukan apapun lagi.


Serangan Resha itu berlanjut hingga sampai ke tempat di mana rekan-rekannya telah terkapar. Mio sendiri yang HP-nya tersisa 60% sudah tak berniat untuk melawan lagi.


"Baiklah aku akan memberi tahu mu. Jadi ...."