
Para prajurit yang dikatakan sebagai seorang keamanan malah hanya diam bahkan ikut menonton perkelahian tersebut. Jika ada salah seorang yang tewas atau tak sadarkan diri, maka mereka—para prajurit tersebut—langsung menyeretnya dan membawanya pergi ke area kumuh layaknya sebuah pembuangan. Memerintahkan untuk membuat pembangunan tersendiri, tambang batu, dan proyek berat lain dengan alat seadanya.
Para wanita dan anak-anak sering kali dijadikan mainan. Tak jarang mereka sangat sensitif akan pria dan orang dewasa. Ya, mereka sering kali di suruh juga agar mengangkut barang-barang atau setidaknya dijadikan sebagai alat hiburan. Hanya beberapa sajalah yang terlihat normal dan sebaliknya.
Walau begitu, tiap kota dan kota Garden Flower ini juga memiliki tempat yang dapat dikatakan layak dan teratur dengan baik. Kebanyakan tempat yang seperti itu memiliki bangunan yang lebih tinggi dan megah, teratur dengan baik. Bedanya orang yang menghuni tempat ini rata-rata memiliki harga diri yang sangat tinggi, jijik kepada kaum luar dan pinggiran, dan pastinya selera mereka sangat tinggi akan sesuatu sampai-sampai di luar dari akal sehatku.
Negeri ini menggunakan sistem penggolongan (kasta), kami juga tak bisa bertindak ceroboh dalam melakukan sesuatu. Kini kami hanya harus fokus terhadap tujuan kami sendiri. Ada tempat yang bisa dikatakan cukup normal di bagian pertengahan antara area kumuh dan area kasta atas. Pekerjaan mereka juga cukup tak terlalu berat dan membebani kehidupannya, yaitu seperti bertani, berternak, serta area pemancingan pun dibangun di situ.
Di area itu pula terdapat sebuah pusat guild dari negeri ini—Kingdom of Flower. Bendera yang terbentang dua yaitu bendera yang memiliki simbol bunga dengan desain motif bunga iris yang tampak seperti pedang, serta diiringi oleh bunga teratai dibelakangnya yang tampak seperti mungkin sebuah perisai. Bendera itu adalah bendera Kingdom of Flower.
Sedangkan satunya lagi adalah bendera yang memiliki simbol rumput khas dunia ini, rumput yang melekuk dengan ujung yang bulat dan bersinar, ditambah dengan pucuk bunga iris dengan sedikit lekukan ke bawah. Motif simbol kecil pada kiri seperti burung yang terbang sedangkan bagian kanan atas tampak lagi seperti bunga iris namun lebih membentuk bulat kecil dengan kelopak yang besar. Itu merupakan simbol dari guild tersebut. Guild Iin.
Sebuah guild perdagangan digunakan juga untuk pekerjaan para petualang. Menyelesaikan misi yang ada di dalam, dengan misi-misi tersebut berada kepada orang yang memiliki kekuatan keuangan, atau pertukaran yang setara. Sebagus dan sekotor apapun misi tersebut, maka akan tetap terpajang di papan guild. Namun yang paling ringan biasanya hanyalah misi pemburuan untuk dijadikan bahan pangan.
Untuk sementara kami mencari tempat penginapan di area yang cukup normal ini. Harga penginapan cukup tidak masuk akal dibandingkan saat berada di tempat-tempat sebelumnya, mungkin ada sekitar tiga kali lipatnya. Oleh karena itu, kami pun terpaksa harus mengambil misi di dalam guild.
Untuk mengambil misi di dalam guild, kita harus mendaftar terlebih dahulu sebagai anggota guild. Entah mengapa Resha sendiri telah terdaftar dalam sebuah guild yang entah belum aku ketahui namanya. Jadi hanya aku, Raisa, dan Mirailah yang harus ikut beberapa tes untuk pendaftarannya.
Tes yang dilakukan ialah pertama yaitu melihat kemampuan dalam sebuah bola hitam yang tersedia. kami meletakkan tangan di atas bola itu. Status kami seketika keluar dari bola tersebut, memperlihatkan nama, level, kemampuan, serta hal yang serupa ketika melihat sistem status diriku sendiri.
Dan yang Kedua, kami melakukan uji coba tes kekuatan secara langsung. Dimulai dari tes kekuatan fisik dan magic (mengandalkan mana) secara langsung dari tubuh, kemudian tes keterampilan, ketepatan, sampai kecepatan.
Dalam tes yang telah kami lakukan, kami diberikan sebuah rank untuk kami. Rank anggota guild diurutkan dari rank C, B, A, untuk hasil tesnya. Masih ada tingkatan yang lebih tinggi setelah menyelesaikan misi.
Saat ini aku mendapatkan rank C. Sedangkan Raisa dan Mirai berada di tingkatan B. Resha sendiri berada di tingkat rank S. Tak heran sih, Resha berada di tingkat tersebut karena ia sudah lama menjadi anggota guild yang bukan dari guild ini pastinya.
Dalam tes sebelumnyapun aku sama sekali tak menggunakan manaku dalam melakukan tes. Cukup menahan diri, karena dalam waktu singkat nanti, manaku akan kembali pulih. Lagipula Raisa dan Mirai juga tampak tidak mengeluarkan kekuatan sepenuhnya dalam tes tersebut. Aku yakin jika Raisa mengeluarkan kekuatan penuhnya, bisa-bisa arena tes guild selapangan bola ini bakalan hancur menjadi abu.
"Woaaahhh!" ruangan guild dipenuhi teriakan histeris ramai.
"Jadi diakah?" tanya Resha menepuk pundakku.
Si Emerald Bougenville atau biasa dipanggil Emerald. Lelaki muda yang memiliki rambut hijau dan di tata rapi ala bangsawan. Mata khas yang tajam dan tampak berwibawa. Dia sangat menonjol waktu melakukan tes. Hampir semua tes yang ia lakukan mendapatkan nilai perfeck, dan kini pun dia satu-satunya yang mendapatkan rank A di usia yang masih tergolong anak-anak, 12 tahun.
"Sudahlah, kita fokus saja dengan tujuan kita ke kota ini," ucap Raisa. Ia berbalik arah dari keramaian, meninggalkan ruangan dengan mengibaskan tirai pintu guild. Kami pun melihatnya dan lantas mengikuti dia.
Di penginapan.
"Jadi bagaimana? Apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Mirai. Ia berdiri di dekat jendela, sebelum mempertanyakan kegiatan kita ia melihat suasana di luar dari lantai ke tiga penginapan ini.
"Jelas, kita harus cari pak Opin bukan," jawab Resha seolah tak sabar ingin segera bertema dengan bapak bertampang mesum, berbadan bongsor. Ia yang berbaringan di kasur memperhatikan pula badan Toro yang hampir sama persis dengan pak Opin.
"Ya, setidaknya kita harus punya rencana terlebih dahulu. Aku pikir ia mungkin di tahan di dalam istana Garden Flower," ucapku.
"Istana? Bagaimana bisa kau berpikir dia berada di situ Dayshi?" tanya Raisa yang merespon berdiri dari tempat ia duduk, padahal sebelumnya ia memperhatikan peta wilayah kota ini. Dia memang cukup gesit untuk berpikir ke depan.
"Entahlah, mungkin semacam feeling," kataku. Terduduk di lantai dengan memegang dagu seolah aku berusaha berpikir. Namun, yang sebenarnya aku hanya teringat akan kejadian waktu melawan Fregia, si demi human harimau. Lalu aku juga teringat akan percakapanku dengan Asta. Kurasa, makhluk seperti mereka cukup sulit untuk ditemukan. Selama ini ras merekalah yang baru aku lihat selain dari ras human.
"Masih banyak yang tidak kita ketahui tentang tempat ini, apalagi wilayah kota ini juga luas. Untuk sekarang, kita lebih baik mencari-cari informasi lagi. Kemudian lebih bagus sementara waktu ini kita berpencar saja," sambung aku.
"Iya, itu lebih baik. Kalau begitu ...."
Raisa melanjutkan diskusi ini. Cukup mengambil waktu seharian sebelum keesokannya kami mulai bergerak. Berpencar mengelilingi kota lalu kembali ke penginapan ketika petang, sekaligus dari kegiatan tersebut kami juga menjalankan misi-misi ringan yang disediakan di dalam guild.
Ya, tak selamanya misi dari guild memburu momon. Untuk rank C dan B pun lebih banyak misi untuk membantu kegiatan sosial. Mulai dari mencari hewan peliharaan yang hilang, mengantar barang, bahkan menjadi kuli pun ada.
Entah mengapa misi-misi di rank ini seperti pembukaan lowongan pekerjaan. Tak heran banyak pendaftar dan juga anggota guild yang merasa nyaman di rank ini, dan mereka tak ada keinginan lebih untuk memperoleh rank tinggi. Lagi pula untuk naik ke rank A, kita harus bisa melawan dan mengalahkan momon, minimal momon jinak.